Tips membuat laporan keuangan bisnis UKM

Tips membuat laporan keuangan bisnis UKM


Membuka bisnis membutuhkan usaha yang sangat keras. Membuka bisnis bukan hanya sekedar bagaimana kita membukanya lalu menjual produk kita. Salah satu yang juga penting adalah bagaimana mengelola bisnis dengan baik sehingga bisnis minimal bisa bertahan lama, khususnya untuk bisnis UKM. Dan salah satu kunci sukses pengelolaan bisnis adalah manajemen keuangan yang baik. Hal itu bisa kita lihat dengan membuat laporan keuangan. Hari ini tim RitzAcademy.com akan berbagi tentang pentingnya dan tips membuat laporan keuangan bisnis UKM. Are you ready?

Sebelum kita belajar tips membuat laporan keuangan bisnis UKM, Anda perlu tahu kenapa laporan yang baik sangat dibutuhkan. Setidaknya ada beberapa poin manfaatnya, yaitu:

Membantu melindungi uang Anda. Dengan laporan keuangan yang baik, meskipun sederhana, Anda bisa melihat catatan proses bisnis Anda, mulai dari transaksi hingga saldo yang Anda miliki.

Sebagai data untuk menganalisa sumber penghasilan Anda. Dari transaksi yang tercatata, Anda bisa melihat dari mana atau siapa pemasukan Anda yang paling besar besar. Dengan demikian Anda bisa fokus untuk melakukan promosi pada poin tersebut.

Mengetahui pergerakan uang Anda. Anda bisa melihat kemana saja Anda keluar dan darimana uang tersebut berasal. Sehingga Anda bisa melakukan pengendalian jika ada pengeluaran yang menurut Anda tidak wajar.

Mengetahui posisi keuangan usaha Anda. Dengan adanya pembukuan Anda bisa melihat apakah bisnis Anda mengalami keuntungan atau kerugian.

Membantu mengambil keputusan dengan lebih baik. Hal ini karena keakuratan data dapat dipertanggungjawabkan. Jika bisnis Anda mengalami keuntungan, Anda bisa mengambil keputusan kebijakan promosi yang lebih baik sehingga bisnis Anda menjadi lebih baik. Jika bisnis Anda dalam keadaan rugi, Anda bisa mengetahui sektor mana yang perlu diperbaiki atau perlu tidaknya melakukan penambahan modal.

Menambah bonafiditas perusahaan Anda. Dengan pembukuan yang rapi dan baik akan meningkatkan performa usaha Anda dimata para investor. Setidaknya Anda bisa dengan lebih mudah untuk melakukan pinjaman ke bank dengan manajemen keuangan yang jelas.

Mengetahui hutang atau piutang yang jatuh tempo pembayaran.

Nah, setelah Anda tahu manfaatnya, sekarang kita masuk pada tips membuat laporan keuangan bisnis UKM. Dalam bisnis, setidaknya ada 4 laporan keuangan yang perlu disiapkan, yaitu:

Jurnal

Pembukuan Jurnal
Contoh laporan jurnal perusahaan

Laporan ini berfungsi untuk mencatat semua transaksi bisnis Anda. Dengan adanya laporan ini Anda dengan lebih mudah melacak dari mana dan kemana uang perusahaan Anda mengalir. Bagi Anda yang ingin membuat laporan keuangan yang lebih lengkap, disarankan menambahkan laporan buku besar.

Laporan Rugi Laba

Pembukuan Rugi Laba
Contoh laporan rugi laba perusahaan

Laporan ini berfungsi untuk menunjukkan hasil akhir dari bisnis Anda dalam periode tertentu (bulanan, semesteran, atau tahunan). Umumnya dalam laporan ini Anda akan mencantumkan total pendapatan serta pengeluaran yang Anda lakukan. Dengan adanya laporan ini, Anda bisa mengambil keputusan selanjutnya demi bisnis Anda. Jika bisnis mengalami untung, berapa uang yang Anda miliki untuk melakukan pengembangan usaha. Jika bisnis Anda rugi, Anda bisa tahu berapa uang yang Anda butuhkan untuk tambahan modal.

Laporan Neraca

Pembukuan Neraca
Contoh laporan neraca perusahaan

Laporan ini fungsinya untuk menunjukkan posisi bisnis Anda (rugi atau untung) serta memberikan analisa kekuatan finansial bisnis Anda. Hanya ada 2 struktur dalam laporan ini, yaitu aktiva yang berisi aset yang Anda miliki, serta pasiva yang mencantumkan kewajiban, liabilitas, modal, serta equitas. Bagi Anda yang baru memulai bisnis, ada baiknya membuat laporan ini setelah pinjaman telah lunas. Jika bisnis Anda sudah lama berdiri, Anda boleh membuat 2 neraca, yaitu sebelum dan sesudah pinjaman lunas.

Laporan Arus Kas

Pembukuan Arus Kas
Contoh laporan arus kas perusahaan

Fungsi dari laporan ini adalah menyediakan informasi terkait pendapatan dan pengeluaran sebuah bisnis dalam periode tertentu. Dalam membuat laporan arus kas, Anda harus memasukkan transaksi berdasarkan klasifikasinya. Adapun klasifikasi jenis kegiatannya dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Kegiatan Operasional – Berisi segala transaksi yang berkaitan dengan operasional perusahaan, misal pembelian barang baku, penjualan, pembayaran gaji karyawan, dll.
  • Kegiatan Investasi – Berisi segala transaksi yang berkaitan dengan simpan pinjam yang dilakukan perusahaan ataupun permbelian dan penjualan aktiva produktif dalam jangka panjang.
  • Kegiatan Pembiayaan / Keuangan – Berisi segala transaksi yang melibatkan kewajiban dan ekuitas terhadap pemegang saham.

Jika Anda sudah memahami tentang laporan keuangan yang perlu disiapkan, tips membuat laporan keuangan bisnis UKM selanjutnya adalah mengumpulkan data transaksi yang telah terjadi.

Langkah selanjutnya adalah dengan mengindentifikasi transaksi lalu menggolongkan sesuai akunnya.

Setelah itu adalah memasukkan data yang sudah ada pada buku laporan yang sesuai. Urutan pembuatan laporan keuangan yang benar adalah sebagai berikut:

  • Jurnal (bisa juga dengan memasukkan jurnal yang telah dibuat kedalam laporan buku besar)
  • Laporan Rugi Laba
  • Laporan Neraca
  • Laporas Arus Kas

Nah, itu tadi tips membuat laporan keuangan bisnis UKM. Semoga apa yang kami sampaikan ini bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk terus kunjungi RitzAcademy.com untuk mengupdate informasi terbaru seputar dunia bisnis. Terimakasih atas kunjungannya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

Ritz Academy

Ritz Academy adalah event organizer yang fokus pada pendidikan finansial dan bisnis.

Copyright 2019 - Ritz Academy - All Rights Reserved