TIDAK SELAMANYA UTANG ITU JELEK, EKONOMI AS DITOPANG KARTU KREDIT

TIDAK SELAMANYA UTANG ITU JELEK, EKONOMI AS DITOPANG KARTU KREDIT

Perkiraan resesi Amerika Serikat sudah diperkirakan beberapa bulan lalu. Nyatanya, ekonomi AS masih bertahan dan yang menjadi penyebabnya adalah belanja konsumen yang kuat.
Curt Long selaku kepala ekonom di National Association of Federally-Insured Credit Unions menyatakan jika pengeluaran konsumen mewakili lebih dari setengah ekonomi. Jika belanja konsumen kuat, itu saja secara umum cukup untuk bisa menjaga ekonomi tidak jatuh ke dalam resesi.
Di kuartal pertama tahun 2023, produk domestik bruto Negeri Paman Sam ini tumbuh pada tingkat 1,1% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Tingkat pertumbuhan ini merupakan kenaikan dari angka PDB pertengahan 2022 yang awalnya memunculkan kekhawatiran akan terjadinya resesi.
Alasan utama dari kekhawatiran tersebut adalah inflasi yang lebih tinggi daripada yang diantisipasi para ekonom. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi tahunan di bulan Mei sebesar 4,9%. Demi bisa memerangi inflasi, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) sudah menaikkan suku bunga pinjaman bank sebanyak 10 kali selama setahun terakhir.
Tren kenaikan suku bunga kemungkin akan menjadi fokus utama saat tingkat konsumen mencapai titik puncaknya.
Saat kondisi pasca pandemi sudah mulai pulih, tingkat historis tabungan pribadi mengalami penurunan yang tajam. Simpanan di bank sudah mencapai puncaknya dikarenakan konsumen terus berbelanja di tengah kenaikan harga yang terjadi terus menerus. Hal terjadi akibat masyarakat masyarakat kurang mampu terus mengandalkan kredit dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut ekonom Bank of America Institute, diperkirakan 29% rumah tangga yang berpenghasilan kurang dari US$50.000 atau Rp 750 juta setahun menggunakan kartu kredit untuk biaya pengeluaran.tingkat penggunaan kredit terus mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir walaupun berada di bawah tingkat pra-pandemi yang lebih tinggi.
Kelompok masyarakat Amerika yang berpenghasilan sedang menghadapi angina sakal yang signifikan dari uang pengembalian pajak yang lebih sedikit. Rata-rata pengembalian dana di tahun ini adalah US$2.777 hingga 28 April, mengalami penurunan sebesar 8% dari periode yang sama tahun lalu, dilansir dari data IRS.
Anna Zhou, ekonom dari Bank of America Institute menjelaskan bahwa hal tersebut bisa terjadi akibat rumah tangga yang sama lebih mengandalkan pengembalian pajak untuk membiayai pengeluaran. Pengembalian yang lebih rendah memberikan dampak yang cukup negatif untuk pengeluaran mereka.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sependapat dengan penjelasan di atas?

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds