KARTU KREDIT DI AMERIKA VS QRIS DAN GPN DI INDONESIA: MANA YANG LEBIH UNGGUL?

KARTU KREDIT DI AMERIKA VS QRIS DAN GPN DI INDONESIA: MANA YANG LEBIH UNGGUL?

Hubungan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat tengah menjadi perbincangan panas. Hal ini terjadi setelah munculnya kiritkan dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) terhadap kebjakan di Indonesia, termasuk system layanan keuangan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

USTR menyebut bahwa penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menimbulkan kekhawatiran d kalangan perusahaan penyedia layanan pembayaran asal Amerika. Di samping itu, USTR juga mengatakan jika pemrosesan kartu kredit lewat Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) berpotensi akan semakin menghambat hubungan dagang Indonesia–AS.

Dalam laporannya USTR menjelaskan pada Me 2023, Bank Indonesia memberikan amanat agar kartu kredit pemerintah diproses melalui GPN serta mewajibkan penggunaan dan penerbitan kartu kredit pemerintah daerah. Perusahaan pembayaran AS khawatir jika kebijakan baru tersebut bisa membatasi akses penggunaan opsi pembayaran elektronik AS.

Lalu, apa yang membedakan antara metode pembayaran yang populer di AS dan Indonesia?

Amerika Serikat: Cek hingga Kartu Kredit

Dikutip dari Rhode Island Current, cek adalah bagian penting dari ekonomi Amerika Serikat selama beberapa dekade. The Federal Reserve System (The Fed) selaku bank sentral sudah memproses 17 miliar cek dalam setahun pada 2000. Di tahun yang sama, rata-rata orang Amerika menulis sekitar 60 cek yang dikliring oleh the Fed setiap tahunnya.

Akan tetapi, penggunaan cek kini sudah lebih jarang jika dibandingkan dengan metode pembayaran lainnya, yang mencakup 4% transaksi di AS pada 2022. Berdasarkan hasil Survei dan Buku Harian Pilihan Pembayaran Konsumeen pada 2022 oleh Federal Reserve Bank of Atlanta menyebutkan jika uang tunia mencakup lebih dari 17% transaksi kartu kredit atau kartu debit digunakan lebih dari 31%.

Walaupun pneggunaannya sudah menurun, cek masih memilki banyak peminat di AS, terutama kaum muda. Dikutip Marketplace, seorang profesor pemasaran di Washington University di St. Louis, Cynthia Cryder, mengatakan jika orang-orang yang sudah menulis cek hampir sepanjang hidupnya kemungkinan akan merasa asing dengan opsi pembayaran lain.

Adapun penggunaan cek mayoritas dilakukan di oleh kalangan orang tua, sedangkan anak muda lebih memilih yang berbasis teknologi, seperti ApplePay dan PayPal. Namun Bill Maurer selaku profesor antropologi University of California menjelaskan ada generasi milenial dan gen Z yang masih menggunakan uang tunai dan cek karena bisa membuat pengeluaran lebih hemat.

Tidak hanya di kalangan perserorangan saja, 81 perusahaan di AS masih menggunakan cek kertas untuk keperluan membayar tagihan.

Selan cek, pembayaran menggunakan kartu juga masih sangat populer di AS, termasuk kartu kredit sepert Visa dan Mastercard. Menurut data YouGov per Februari 2024, penggunaan kartu debit dengan menggunakan cip memiliki presentase sebesar 42% dan 35% kartu debit digesek, sedangkan kartu kredt dengan menggunakan cp sebesar 35% dan 26% digesek.

Akan tetapi, 67% responden atau mayoritasnya lebih menyukai transaksi fisik menggunakan uang tunai. Kemudian37% warga AS memilih menggunakan PayPal, kemudian adan Zelle sebesar 17%, Venmo 15%, ApplePay 14%, dan Google Wallet sebesar 10%.

Indonesia: QRIS hingga Pinjol

Sementara itu di Indonesia, Visa Consumer Payment Attitude Study 2023 mengklaim penggunaan uang tunai turun ke level 80%, dari sebelumnya 84% di tahun 2022. Pembayaran lewat dompet digital (e-wallet) terus melonjak dengan penggunaan sebesar 92%.

Perilaku non-tunai (cashless) di Indonesia disumbang oleh gen Z sebesar 76% dan gen Y sebesar 69%, yang berarti hampir 3 dari 5 orang di antaranya lebih memilih menggunakan transaksi tanpa uang tunai.

Peningkatan transaksi keuangan berbasis cashless juga terlihat dari penggunaan QRIS. Tiga bulan pertama sejak diimplementasikan secara nasional pada Rabu, 1 Januari 2020, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mencatat di dalam laporannya, total volume transaksii QRIS sudah mencapai angka 124,11 juta dengan nominal transaksi mencapai Rp 8,21 triliun.

Hingga saat ini, transaksi QRIS secara nasional hingga triwulan I 2025 sudah menyentuh angka 56,28 juta pengguna dan 38,1 juta gerai/usaha, yang di mana 93% di antaranya merupakan UMKM. Sedangkan total transaksinya mencapai 2,62 milir transaksi dengan nominal Rp 262 triliun.

Berbeda dengan QRIS yang meroket, laporan transaksi pembayaran menggunakan kartu debit mengalami penurunan secara tahunan menjadi 1.759,92 juta  transaksi. Sementara itu, transaksi kartu kredit masih tumbuh di angka 20,92% secara tahunan mencapai 114,31 juta transaksi.

Dikutip dari Antara, dari sisi ritel volume transaks BI-FAST mengalami kenaikan sebesar 67,79% secara tahunan—mencapai 785,95 juta transaksi. Untuk transaksi perbankan digital sendiri tercatat 5.363 juta transaksi, naik 34,49% secara tahunan.  Sedangkan untuk transaksi uang elektronik (e-money) meningkat 39,42% secara tahunan di angka 3,958,53 juta transaksi.

Selain layanan pembayaran lewat lembaga perbankan konvensional, jasa keuangan berbasis teknologi juga mulai tumbuh subur di Indonesia. OJK mengatakan  penyaluran pinjaman fintech peer-to-peer (P2P) lending alias pinjol meningkat pesat 29,94% secara tahunan dengan nominal Rp 78,5 triliun pada Januari 2025.

Lalu kredit melalui layanan beli sekarang bayar nanti alias paylater meningkat 41,9% secara tahunan menjadi Rp 7,12 triliun pada Januari 2025.

INI DIA KEUNGGULAN KARTU KREDIT DIBANDINGKAN DENGAN UANG TUNAI

INI DIA KEUNGGULAN KARTU KREDIT DIBANDINGKAN DENGAN UANG TUNAI

Masih banyak orang yang lebih suka pakai uang tunai untuk melakukan transaksi. Tapi di era digital seperti saat ini, kartu kredit hadir dengan memberikan keuntungan yang tidak bisa diberikan oleh uang tunai.

Jika bisa digunakan secara bijak, kartu kredit bisa menjadi alat pembayaran yang lebih mudah dan praktis serta lebih menguntungkan.  Dikutip dari Small Biz Technology, ada enam alasan kenapa membayar dengan kartu kredit lebih baik ketimbang uang tunai.

  1. BISA DAPAT REWARD DAN CASHBACK

Salah satu dari keuntungan utama menggunakan kartu kredit adalah adanya program reward dan cashback. Setiap transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, pengguna bisa mendapatkan poin yang nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah, seperti diskon belanja, tiket pesawat, dan bahkan bisa dalam bentuk cashback. Jika dibandingkan dengan uang tunai, kalian tidak bisa mendapatkan keuntungan tambahan dari setiap pembelian.

 

  1. KEAMANAN LEBIH TERJAMIN

Membawa uang tunai dalam jumlah besar bisa berisiko. Jika uang tunai hilang atau dicuri, kemungkinan kecil bisa dikembalikan. Berbeda dengan kartu kredit, jika hilang atau dicuri, kalian bisa langsung memblokir kartu dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak bank. Di samping itu, beberapa kartu kredit juga menawarkan perlindungan terhadap transaksi yang tidak sah, sehingga kalian tidak perlu khawatir jika ada transaksi yang mencurigakan.

 

  1. MEMBANTU MEMBANGUN RIWAYAT KREDIT

Penggunaan kartu kredit yang disiplin dan bertanggungjawab bisa membantu menaikkan skor kredit kalian. Skor kredit yang baik sangat penting jika kalian ingin mengajukan pinjaman, seperti KPR atau kredit kendaraan. Dengan membayar tagihan kartu kredit tepat waktu, kalilan bisa membangun reputasi finansial yang baik dan bisa mendapatkan akses ke fasilitas kredit dengan bunga lebih rendah di masa depan.

 

  1. LEBIH PRAKTIS DAN FLEKSIBEL

Kartu kredit lebih praktis jika dibandingkan dengan uang tunai. Ini karena kartu kredit bisa digunakan untuk transaksi online maupun offline. Kalian tidak perlu repot membawa banyak uang tunai atau mencari ATM ketika sedang bepergian. Di samping itu, kartu kredit juga bisa dipakai untuk membayar transaksi dalam mata uang asing tanpa perlu tukar uang terlebih dahulu.

 

  1. CADANGAN KEUANGAN DI KONDISI DARURAT

Ketika sedang mengalami pengeluaran tak terduga, kartu kredit bisa menjadi solusi pilihan sementara. Seumpama kendaraan tiba-tiba rusak atau sedang ada keperluan medis mendadak, kartu kredit bisa digunakan untuk menutupi biaya tersebut sebelum mendapatkan dana yang cukup. Namun, penting untuk tetap bisa mengelola penggunaan kartu kredit dengan bijak dan menggunakannya untuk hal yang tidak perlu.

 

  1. MEMPERMUDAH MELACAK DAN MENGONTROL PENGELUARAN

Dengan menggunakan kartu kredit, tiap transaksi akan tercatat dengan detail di dalam laporan bulanan. Hal ini bisa mempermudah kalian untuk melacak pengeluaran dan mengelola keuangan dengan lebih baik. Kalian juga bisa mengetahui pola belanja dan mengidentifikasi area yang bisa dikurangi agar bisa lebih hemat. Berbeda dengan uang tunai yang lebih sulit diingat ke mana perginya.

Walaupun uang tunai masih banyak digunakan masyarakat, kartu kredit menawarkan berbagai keuntungan yang lebih praktis, aman, dan menguntungkan. Dari reward hingga keamanan, kartu kredit bisa menjadi alat pembayaran yang fleksibel jika digunakan dengan bijak.

Tapi, agar tidak terjebak di dalam utang, pastikan untuk selalu membayar tagihan tepat waktu dan gunakan kartu kredit dengan cerdas. Dengan begitu, kalian bisa menikmati manfaatnya tanpa perlu khawatir dengan risiko yang tidak diinginkan.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds