JELANG LIBUR NATAL DAN TAHUN BARU, GESEKAN KARTU KREDIT DIPREDIKSI MAKIN MONCER

JELANG LIBUR NATAL DAN TAHUN BARU, GESEKAN KARTU KREDIT DIPREDIKSI MAKIN MONCER

Gesekan transaksi menggunakan kartu kredit perbankan diperkirakan akan mengalami peningkatan seiring dengan adanya momentum perayaan Natal dan Tahun Baru.
Menurut data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Indonesia (SPIP) yang dirilis Bank Indonesia, nilai transaksi kartu kredit terus menunjukkan tren positif, yakni mencapai Rp 37,18 triliun per September 2024, naik 11,34% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp 33,39 triliun.
Nilai transaksi kartu kredit sendiri dibagi menjadi dua komponen—nilai transaksi tunai dan nilai transaksi belanja, yang masing-masing di dalamnya terdampat komponen domestik dan internasional.
Nilai transaksi kartu kredit sendiri didominasi oleh komponen nilai transaksi belanja senilai Rp 36,48 triliun. Sisanya yakni Rp 702 miliar merupakan nilai transaksi tunai pada September 2024.
Kenaikan tidak hanya terjadi di nilai transaksi, tapi juga pada volume transaksi kartu kredit yang ikut mengalami pertumbuhan sebesar 17,59% secara tahunan. Volume tersebut naik menjadi 39,24 juta transaksi yang sebelumnya 33,37 juta transaksi.
Jumlah kartu kredit yang beredar juga mengalami peningkatan, yaitu mencapai 18,31 juta unit pada September 2024, naik 2,23% yoy jika dibandingkan dengan September 2023 sebanyak 17,91 juta unit.
PT. Bank Central Asia Tbk. (BCA) memproyeksikan jumlah transaksi kartu kredit di momentum Natal dan Tahun Baru ini mengalami kenaikan. Hal ini sejalan dengan adanya peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat seiring dengan datangnya libur Nataru.
Hera F. Haryn selaku EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA menjelaskan jika pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan nasabah ataupun mitra dim omen Nataru.
Pihaknya berfokus untuk selalu memastikan hadirnya platform perbankan transaksi yang aman dan andal, sekaligus menjadi solusi relevan bagi nasabah.
Kartu kredit BCA tercatat sudah beredar sebanyak 4,8 juta per September 2024. Nilai transaksi kartu kredit tumbuh 13% YoY menjadi Rp 88,6 triliun.
Perseroan berharap jika bisnis kartu kredit akan bisa mengalami pertumbuhan yang signifikan ke depannya. BCA dengan konsisten selalu memberikan nilai tambah kepada nasabah kartu kredit dengan menghadirkan beragam promo menarik. BCA senantiasa berinovasi memberikan inovasi dan kenyamanan dalam bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Sekarang, nasabah bisa mengajukan aplikasi kartu kredit secara online, control transaksi, rikues limit kartu kredit, sampai pembayaran tagihan via aplikasi myBCA.
Namun, seiring dengan kemudahan yang diberikan kepada pemegang kartu kredit, BCA juga selalu memberikan edukasi dan memberikan himbauan kepada nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan data mereka, seperti tidak membagikan data penting seperti PIN, nomor kartu kredit, valid thru, dan CVV/CVC kepada siapapun, karena BCA tidak pernah meminta data rahasia seperti CVV/CVC maupun kode OTP.
Tidak mau kalah, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) juga ikut melaporkan bisnis kartu kredit pada Oktober 2024. Kinerja tercatat cukup baik dengan pertumbuhan kartu kredit lebih dari 7% YoY.
General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang berharap kondisi ini terus membaik, dengan target pertumbuhan kredit minimal di atas 5% YoY. Menurutnya, momen Nataru ini bisa menjadi momen yang baik untuk meningkatkan nilai volume transaksi kartu kredit.
Adapun promo yang dilakukan BNI untuk menyambut momen Natal dan libur akhir tahun seperti pembelian di online travel agent ataupun travel agent konvensional untuk pembelian tiket ataupun booking hotel dan juga program diskon untuk pembelian hampers Natal dengan menggunakan kartu kredit BNI.
Di samping itu, BNI juga melakukan program dengan merchant fashion, groceries, home furnishing, dan telecommunication untuk melengkapi persiapan Natal dan libur akhir tahun pengguna kartu kredit BNI.

SELAMAT TINGGAL KARTU KREDIT, WARGA RI BERALIH KE PAY LATER

SELAMAT TINGGAL KARTU KREDIT, WARGA RI BERALIH KE PAY LATER

Buy Now Pay Later (BNPL) mulai menggeser tahta kartu kredit sebagai alat pembayaran di Indonesia. Bahkan, penggunaannya baik di toko fisik maupun onlin terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan Laporan Perilaku Pengguna Paylater Indonesia 2024 oleh Kredivo, Paylater berhasil masuk ke jajaran 3 teratas metode pembayaran paling nge-hits untuk belanja online, dengan penggunaaanya mencapai 70,5% di tahun 2024. Di sisi lain, kartu kredit mengalami penurunan yang cukup drastic dari 15% di tahun 2023 menjadi hanya 9,5% di tahun 2024.
Kepopuleran paylater semakin meroket tidak hanya di platform e-commerce saja, tapi juga di sektor belanja online. Sebesar 27,7% transaksi offline yang berkontribusi terhadap total transaksi paylater, naik 169% sepanjang tahun 2023.
Menurut Nailul Huda selaku Direktur Ekonomi Digital CELIOS (Center of Economic and Law Studies), penggunaan paylater di merchant offline diterima dengan tangan terbuka oleh kelompok usia tua yang cenderung lebih lambat mengadopsi belanja online dan lebih nyaman dengan belanja online.
Tren ini juga menunjukkan jika kehadiran paylater di merchant offline efektif memperluas demografi pengguna. Fenomena ini bisa menjadi potensi besar bagi industri paylater untuk terus berkembang dan bisa memberikan dampak positif yang signifikan untuk perekonomian Indonesia, terutama dalam membuka akses keuangan untuk masyarakat dan mempercepat digitalisasi transaksi.
Adopsi paylater pada transaksi offline menjadi pilihan masyarakat di tier 2 dan 3 untuk bisa tetap berbelanja menggunakan paylater tanpa halangan infrastruktur digital dan tingginya ongkos kirim.
Masifnya penetrasi ke kota tier 2 dan tier 3 bisa membuat pertumbuhan pengguna paylater kemungkinan naik secara signifikan dalam beberapa waktu mendatang.
Kondisi ini juga bisa menjadi peluang bagi merchant offline dan penyedia layanan paylater untuk memperbanyak kerja sama untuk mengintergrasikan layanan keuangan kredit digital.
Jadi gimana menurut kalian? Kalian tim paylater atau tim kartu kredit nih?

BANK SENTRAL CHINA MEMINTA BISNIS LOKAL TERIMA PEMBAYARAN KARTU KREDIT ASING

BANK SENTRAL CHINA MEMINTA BISNIS LOKAL TERIMA PEMBAYARAN KARTU KREDIT ASING

China meminta bank dan bisnis lokal agar mau menerima kartu bank asing untuk bertransaksi. Wakil Gubernur Bank Rakyat China Zhang Qingsong sedang mempertimbangkan langkah lain agar bisa mempermudah pembayaran seluler untuk pengunjung internasional.
Dikutip dari CNBC, dirinya mengatakan jika vendor seperti hotel, restoran, department store, hingga kedai kopi diminta untuk menerima kartu bank asing. Langkah ini diambil untuk menaikkna jumlah wisatawan asing dan pebisnis.
Beberapa bulan terakhir, China mulai memberlakukan kebijakan perjalanan bebas visa untuk beberapa negara di Eropa dan Asia Tenggara pasca kontrol pembatasan yang ketat saat pandemic. Pembayaran seluler sendiri sudah mulai populer di China beberapa waktu terakhir belakangan ini. Walaupun warga setempat lebih nyaman untuk memindai kore QR dengan ponsel pintar untuk melakukan pembayaran, pembatasan sistem keuangan yang menyebabkan wisatawan asing sering mengalami kesulitan saat melakukan pembayaran.
Di lain pihak, pusat perbelanjaan semakin memilih untuk tidak menerima kartu kredit asing.. untungnya, hal itu mulai berubah dalam beberapa bulan belakangan ini. hal tersebut terjadi setelah dua aplikasi pembayaran dominan di China—WeChat dan AliPay—mulai mengizinkan pengguna terverifikasi untuk menghubungkan kartu kredit internasional mereka.
Zhang menambahkan jika mereka sepenuhnya sadar bahwa pengunjung asing sangat peduli dengan privasi mereka. Sekarang, saat menggunakan AliPay atau WeChat Pay, pengunjung asing tidak perlu memberikan informasi identitas jika total volume transaksi tahuna mereka dibawah 500 dollar AS.
Untuk saat ini, sekitar 80% transaksi ada di bawah ambang batas ini.
Zhang mengatakan jika rencana China mendukung pembayaran pengunjung asing di negaranya akan fokus di transaksi kartu untuk pembayaran besar dan pembayaran seluler untuk jumlah yang lebih kecil. pengguna 13 aplikasi dompet seluler juga bisa langsung menggunakan kode pembayaran QR di China.
Seorang eksekutif Visa menuturkan jumlah wisatawan yang pergi ke China terus mengalami peningkatan, walaupun jumlahnya belum kembali ke angka sembelum pandemi Covid-19. Bisnis keuangan asing juga mulai merasakan adanya peningkatan akses ke China.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah ini termasuk langkah yang tepat dari pemerintah China?

RAMADAN TIBA, INDUSTRI PERBANKAN PASTIKAN TRANSAKSI KARTU KREDIT NAIK DUA DIGIT

RAMADAN TIBA, INDUSTRI PERBANKAN PASTIKAN TRANSAKSI KARTU KREDIT NAIK DUA DIGIT

Industri perbankan memastikan pertumbuhan kartu kredit untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang mulai meningkat di Ramadan dan Idul Fitri bisa naik hingga dua digit. Sebelumnya saat pandemic Covid-19, produk kredit konsumer ini terhumpit oleh aturan pembatasan mobilitas masyarakat.
BNI meningkatkan transaksi kartu kredit pada momen Ramadan dan Idul Fitri 2023. General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang menuturkan, setiap tahun transaksi saat momen-momen tersebut naik minimal 15% jika dibandingkan dengan rata-rata nilai transaksi tiap bulannya.
Menurutnya, transaksi kartu kredit pada saat Ramadan tahun ini diperkirakan akan menunjukan peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu, terutama di sektor pembelanjaan kebutuhan jelang bulan suci tahun ini. Beberapa bank penerbit kartu kredit pun mulai berlomba untuk menyiapkan rangkaian event dan promo menggiurkan bagi para pemegang kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sampai Idul Fitri.
Untuk BNI sendiri, tren pertumbuhan volume dan nilai transaksi kartu kredit telah mengalami pertumbuhan di atas 20% secara tahunan menjelang akhir kuartal pertama 2023 ini. Berbagau program jelang Ramadan sudah dimulai sejak 23 Maret 2023. BNI akan memberikan berbagai tawaran promo untuk transaksi grocery, hotel, parsel dan retoran, hingga pembelian tiket mudik.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga tidak mau kalah untuk menggunakan momentum Ramadan dan Idul Fitri 2023 untuk menumbuhkan transaksi kartu kredit. Handayani selaku Direktur Bisnis Konsumer BRI berjanji jika transaksi kartu kredit bisa meningkat 30% saat bulan puasa dan Lebaran tahun ini. Pihaknya memprediksi trnasaksi kartu kredit di tahun 2023 bisa meningkat hingga 25% sampai 30% dan yang menjadi tonggaknya adalah transaksi terkait travel dan groceries.
Dilihat dari portofolio BRI, transaksi kartu kredit di sektor travel mengalami pembaruan. Sebelum pandemi, transaksi travel menjadi penyumbang kedua terbesar untuk bisnis kartu kredit. Sayangnya di saat pandemic langsung terjun ke bawah. Pasca pandemi, sudah kembali merangkak ke posisi kedua.
Demi meningkatkan transaksi kartu kredit di Ramadan dan Idul Fitri 2023, BRI menggaet Citilink untuk mengadakan program kerjasama BRI Citilink Online Travel Rair (COTF). Acara ini akan berlangsung online tepat di awal Ramadan 2023 selama periode 20-26 Maret 2023. Acara ini akan menawarkan 420.000 tiket pesawat.
Untuk Bank Mandiri sendiri, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengungkapkan bahwa transaksi nasabah kartu kredit melonjak 17,7% yoy pada akhir tahun 2022 menjadi lebih dari 43 juta transaksi. Perolehan tersebut diikuti oleh volume transaksi yang naik 32,5% jika dibandingkan dengan setahun yang lalu.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian ada rencana membeli sesuatu menggunakan kartu kredit di bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti?

GELAR TRAVEL FAIR, PERBANKAN RAMAI-RAMAI NAIKKAN TRANSAKSI KARTU KREDIT

GELAR TRAVEL FAIR, PERBANKAN RAMAI-RAMAI NAIKKAN TRANSAKSI KARTU KREDIT

Beberapa bank di Indonesia mulai ramai melirik sektor pariwisata untuk optimalisasi transaksi kartu kredit. terobosan ini dilakukan melalui program pameran Travel Fair perbankan di 2023.
PT. Bank Central Asia (BCA) menyelenggarakan BCA Singapore Airlines Travel Fair 2023 pada tanggal 10-12 Februari. Pameran ini berlangsung di empat kota antara lain Jakarta, Bali Medan, dan Surabaya. Dijelaskan bahwa mereka memberikan berbagai penawaran promo spesial bagi pengguna kartu kredit BCA, antara lain harga tiket spesial sampai potongan harga/cashback, khusus untuk pembelian tiket pesawat Singapore Airlines ke berbagai destinasi favorit. Hera F. Haryn selaku Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA menyebutkan bahwa hingga Desember 2022 nilai transaksi kartu BCA meningkat secara signifikan. Perseroan mencatat jika nilainya mencapai Rp 82 triliun, naik 34,4% YoY.
Peningkatan tersebut bisa terjadi karena ditopang oleh pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat, salah satunya di sektor pariwisata seiring dengan pencabutan aturan PPKM. Sektor pendukung lainnya seperti entertainmen dan F&B juga mendukung pertumbuhan transaksi kartu kredit. beliau turut menambahkan outstanding kartu kredit BCA juga tumbuh 14% YoY menjadi Rp 13,8 triliun. Nilai tersebut mndukung peningkatan total portofolio kredit consumer sebesar 11,7% YoY menjadi Rp 171, 3 triliun. Beliau mengapresiasi dengan adanya relaksasi kartu kredit yang dikeluarkan Bank Indonesia dan hal tersebut merupakan hal positif dalam menjaga momentum pemulihan perekonomian domestik.
Bank lainnya yaitu PT Bank Mega Tbk (MEGA) juga ikut menggelar travel fair di kuartal pertama 2023. Bank Mega menggandeng PT Antavaya Tour & Travel dan mengusung Mega Travel Fair, yang diselanggarakan pada tanggal 9-12 Februari di Central Park Jakarta. Dari pameran ini, Bank Mega menargetkan sales volume transaksi kartu kredit sebesar Rp 100 miliar.Direktur Consumer Banking Bank Mega Diza Larentie menyebutkan perseroan optimis jika transaksi kartu kredit tahun ini bisa kembali pada masa sebelum pandemi Covid-19. Menurut pengamatannya, ini berbanding lurus dengan bergairahnya sektor pariwisata dan meningkatnya daya beli masyarakat. Beliau menyatakan bahwa sebelum pandemi sales volume transaksi kartu kredit Bank Mega mencapt Rp 2,8 triliun. Tahun ini pun pariwisata mulai bergairah dan prospek belanja groceries juga sudah mulai cukup membaik. Lebih lanjut beliau menjelaskan jika transaksi dari sektor pariwisata ditargetkan bisa memberikan sumbangan sebesar 10% terhadap total sales volume kartu kredit Bank Mega tahun ini dan sejauh ini, transaksi kartu kredit perseroan masih didominasi belanja groceries dengan presentasi di atas 30%.
Selanjutnya dari pihak PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga sudah mengadakan Japan Travel Fair di Mall Kota Kasablanka pada 3-5 Februari lalu. VP Credit Card Group Bank Mandiri Noorman Ardianto mengatakan jika pameran ini diikuti 16 agen travel yang menyajikan produk menarik wisata Jepang, mulai dari tiket pesawat, paket wisata ke berbagai area di Jepang, reservasi penginapan, hingga pemesanan JR Pass. Bank Mandiri sendiri optimis dengan program pertumbuhan bisnis kartu kredit di Indonesia bisa terus meningkat dan diikuti oleh masih kuatnya daya beli dan minat wisata masyarakat.
Bank Mandiri sendiri mencatat adanya pertumbuhan volume transaksi kartu kredit perseroan yang berada di atas 32% YoY sepanjang tahun 2022. Pertumbuhan tersebut bisa terjadi berkat naiknya jumlah transaksi Mandiri Kredit sebesar 43 juta kali transaksi hingga Desember 2022. Ada pun transaksi kartu kredit untuk travel di 2022 bertumbuh hingga di atas 30% secara tahunan.
Last but not least, ada PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) yang juga ikut serta menyelenggarakan Cathay Pasific Travel Fair 2023. Pameran ini berlangsung di Jakarta dan Surabaya 3-5 Februari lalu. Trisna L. M. Siahaan selaku Head of Credit Card, Merchant, & Personal Financing Business CIMB Niaga mengungkapkan pihaknya memberikan fasilitas kepada nasabah dalam berwisata. Sebagai bank partner di acara tersebut mereka memberikan kemudahan pembayaran tiket perjalanan internasional bagi yang menggunakan Kartu Kredit, Kartu Syariah, dan Kartu Debit CIMB Niaga. Mereka menargetkan secara total sales volume kartu kredit perseroan akan mengalami kenaikan lebih dari 20% di ini. Ada pun outstanding kartu kredit CiMB Niaga per September 2022 lalu meningkat 6% YoY.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik dengan penawaran dan promo perjalanan wisata yang ditawarkan oleh beberapa bank di atas?

MENGAPA WARREN BUFFETT LEBIH MEMILIH UANG TUNAI KETIMBANG KARTU KREDIT?

MENGAPA WARREN BUFFETT LEBIH MEMILIH UANG TUNAI KETIMBANG KARTU KREDIT?

Kartu kredit sudah banyak digunakana jutaan orang di dunia sebagai media untuk membayar pembelian. Terlepas dari kepopulerannya, kartu kredit bisa berbahaya jika digunakan dengan sembarangan dan cara penggunaannya tidak tepat.
Dikutip dari The Mootley Fool, Warren Buffett yang merupakan seorang investor milyader ternama menyatakan ketidaksukaannya terhadap kartu kredit dalam beberapa kesempatan. Bahkan Warren Buffett menyatakan bahwa 98% dari pembeliannya sendiri dibayar dengan uang cash. Dia mengungkap bahwa dirinya bukanlah penggemar berat kartu kredit.
Pada rapat pemegang saham Berkshire Hathaway 2020, Warren Buffett menjelaskan bahwa salah satu temannya baru-baru ini mendapatkan uang dalam jumlah besar dan meminta nasehat. Alih-alih nasehat tentang investasi, dia menyarankan temannya menggunakan uangnya untuk melunasi utang kartu kredit yang tingkat bunganya sekitar 18%. Dia beralasan bahwa hal tersebut jauh lebih baik daripada investasi yang dia miliki.
Coba bayangkan: pasar saham secara keseluruhan menurut historisnya menghasilkan pengembalian tahunan sebasar 9% sampai 10%, tergantung dari rentang waktu multi-dekade yang tepat dan bahkan investor terbaik secara konstan bisa menghasilkan pengembalian sekitar 12% hingga 15%. Jika investasi berjalan dengan baik,, dengan berhutang sebesar 18% atau lebih, siapkan diri untuk merugi dalam jangka panjang.
Di samping itu juga banyak orang yang menggunakan kartu kredit secara impulsive. Salah satu survei tahun 2018 menyebutkan bahwa sekitar seperempat orang dengan hutang kartu kredit menghabiskan lebih banyak dari yang mereka mampi untuk membeli hal-hal sebenarnya tidak perlu. Jika membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan, maka barang-barang yang dibutuhkan harus dijual.
Walaupun Warren Buffett telah membuat beberapa poin hebat mengenai kartu kredit, ada cara yang benar dan salah dalam menggunakan kartu kredit. jika memiliki pengetahuan dan disiplin dalam menggunakannya, kartu kredit bisa digunakan dengan tepat guna, hanya dengan membeli barang-barang yang dirasa memang akan dibeli, kartu kredit bisa menjadi alat keuangan yang baik.
Warren Buffet juga menambahkan bahwa bunga bisa cepat bertambah jika mmemiliki kartu kredit, itulah mengapa semakin cepat hutang dibayar akan semakin baik. Jadi, pakai kartu kredit sesuai dengan kemampuan dan belilah barang yang memang dirasa menjadi prioritas utama. Jika digunakan dengan tepat, kartu kredit bisa memberikan banyak keuntungan dan penawaran menarik untuk penggunanya.
Jadi bagaimana menurut kalian? Kalian tim suka bayar pakai uang tunai atau bayar pakai kartu kredit?

INFLASI NAIK, TAPI PENGGUNAAN KARTU KREDIT DAN DEBIT TETAP NAIK? KOK BISA?

INFLASI NAIK, TAPI PENGGUNAAN KARTU KREDIT DAN DEBIT TETAP NAIK? KOK BISA?

Pada paruh kedua tahun ini, sinyal pemulihan ekonomi sudah bisa dirasakan dengan semakin menguatnya daya konsumsi masyarakat. Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya kenaikan transaksi bersifat konsumtif melalui saran perbankan khusus pada bulan Agustus 2022.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu kredit, kartu debit, maupun melalui ATM mengalami pertumbuhan 34,7% secara tahunan. Menurut beliau, ketiga fasilitas ini memperoleh nilai yang cukup fantastis—sebesar Rp 722,5 triliun. Perry juga menambahkan jika nilai transaksi uang elektronik pada Agustus 2022 meningkat hingga 43,24% mencapai 31,40% menjadi Rp 4.557,5 triliun yang diklaim sejalan dengan normalisasi mobilitas masyrakat.

Di tengah gempuran tekanan inflasi ekonomi, keuangan digital tetap mengalami peningkatan karena ditopang oleh peningkatan ekspetasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta digital banking. Di samping itu, Bank Indonesia masih mengupayakan dan mendorong implementasi Kartu Kredit Pemerintah (KKP) secara bertahap .

Perry berharap bahwa Bank Indonesia bisa terus memperkuat implementasi kebijakan sistem pembayaran dan akselerasi digitalisasi untuk mendukung pemulihan perekonomian Indonesia pascapandemi.

Jadi, walaupun adanya inflasi, keuangan digital malah mengalami peningkatan karena ditopang oleh naiknya ekspetasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, sistem pembayaran digital, dan digital banking. Untuk itulah pemakaian kartu kredit maupun debit tidak menerima dampak yang terlalu besar akibat inflasi.

Jadi menurut kalian, dengan adanya kenaikan transaksi kartu kredit, adakah salah satu transaksi yang pernah kalian lakukan sudah sesuai dengan kebutuhan? Atau cuma sekedar pemuas nafsu semata saja?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds