Punya Kartu Kredit Bikin Miskin? Mari Kita Analisa Sebentar

Punya Kartu Kredit Bikin Miskin? Mari Kita Analisa Sebentar

Punya Kartu Kredit Bikin Miskin? Mari Kita Analisa Sebentar
“Ngapain susah-susah apply kartu kredit kalau ujungnya kartu ini bikin miskin?”
Wait. Kita pasti sering sekali mendengar anggapan seperti ini di kalangan masyarakat. Bedasarkan analisa saya, anggapan semacam ini biasanya muncul dari:

  1. Mereka yang nggak pernah pegang kartu kredit sebelumnya
  2. Mereka yang pernah pegang kartu kredit tapi terlena dengan kemudahannya
  3. Mereka yang sebatas diberi kartu kredit tanpa tahu penggunannya yang benar

Intinya sih, orang-orang yang beranggapan kalau kartu kredit bikin miskin adalah mereka yang belum tahu teknik membuat diri mereka kaya lewat kartu kredit.
“Tinggal gesek aja kok, Pak” begitu anggapan mereka yang menggunakan kartu kredit sebagai bahan pemuas nafsu belanja aja.

No. Punya Kartu Kredit Tak Akan Bikin Anda Miskin, Kok.

Saya berani bilang kalau kartu kredit bukan penyebab anda miskin, sekarang. Sedikit cerita, saya sendiri memulai usaha cafe dan warung makan bebek lewat modal kartu kredit.
Bila anda tanya: apakah bisnis yang saya tekuni bisa balik modal? Saya berani jawab: Sudah. Saya akui memang butuh kesabaran ekstra dalam membalikkan modal lewat usaha ini. Wajar saja, kok. Seluruh bisnis memang butuh waktu untuk membalikkan modal.
Kalau anda memang nggak ingin miskin dengan kartu kredit, setidaknya ikuti beberapa tips yang pernah saya lakukan ini:

  1. Batasi penggunaan limit kartu kredit
    Limit kartu kredit ini memang godaan besar bagi pemilik kartu kredit. Anda bisa saja khilaf kapan saja dalam penggunannya. Namun, bukan berarti anda bisa seenaknya saja menghabiskan limitnya.

    Biar nggak tergoda, coba ubah mindset anda. Caranya adalah dengan membatasi penggunaan limit kartu kredit.

    Nah, meski kartu kredit biasanya sudah mencatat pengeluaran limit anda, ada baiknya anda tetap mencatatnya sendiri. Buat skala prioritas penggunaan limit. Ketika anda ingin membeli sesuatu dengan kartu kredit, tanya dulu:

    a. Apakah barang tersebut benar-benar saya butuhkan?
    b. Apakah ada benefit yang saya dapatkan bila mendapat kartu kredit?
    Setelah itu, barulah anda bisa putuskan untuk membelinya atau tidak.

  2. Gunakan kartu kredit untuk modal bisnis
    Menggunakan kartu kredit sebagai modal bisnis tentu akan menghindarkan anda dari kemiskinan kartu kredit. Caranya adalah dengan menggunakan limit dan memutarnya menjadi sebuah keuntungan laba.

    Meski begitu, dalam membuatnya menjadi modal bisnis anda harus banget buat memikirkan dan mempertimbangkan berapa pengeluaran limit kartu kreditnya. Jangan terburu-buru menghabiskan limit dalam jumlah yang besar.

  3. Hindari membayar tagihan dengan opsi minimum payment
    Salah satu kesalahan yang membuat anda miskin dengan kartu kredit adalah opsi minimum payment. Opsi ini memang memudahkan buat siapa saja yang punya dana terbatas untuk membayar dalam jumlah kecil setiap bulannya.

    Namun, anda harus tahu kalau membayar dengan opsi ini justru akan menumpuk bunga. Di akhir nanti, bunga dari minimum payment yang terakumulasi justru akan membuat tagihan lebih besar.

    Saran saya, bila anda masih mampu, sebaiknya dalam membayar tagihan kartu kredit untuk hindari opsi minimum payment.

Sekali lagi saya ingatkan bahwa punya kartu kredit tak bakal bikin anda miskin, kok. Segala hal tergantung bagaimana anda mengendalikannya. Saran saya, daripada kartu kredit dipakai untuk belanja yang nggak penting-penting, mending dibuat untuk modal bisnis. Kuncinya sih, tekun dan sabar serta kendalikan diri anda.

Skor Kredit Baik Bukan Berarti Finansial Sehat. Loh, Kenapa?

Skor Kredit Baik Bukan Berarti Finansial Sehat. Loh, Kenapa?

Skor kredit yang baik merupakan salah satu indikator untuk mempermudah pengajuan pinjaman. Menjaganya tetap baik membuat anda lebih mudah apply pinjaman tanpa kendala.
Nah, sayangnya, kebanyakan dari anda pasti merasa terbuai dengan status kredit yang oke. Tunggu dulu, wait! Skor kredit baik nggak selamanya mencerminkan bahwa finansial anda sehat, loh.

  1. Tiada Simpanan Sepeserpun
    Tagihan yang dibayar tepat waktu akan membuat skor kredit baik. Namun, pastikah anda memiliki simpanan atau tabungan? Wah, jangan-jangan uang anda hanya habis untuk membayar tagihan saja, nih.
  2. Tiada Dana Darurat
    Antara simpanan dan dana darurat ini sangat berbeda. Itulah kenapa saya menulisnya menjadi 2 poin yang berbeda. Dana darurat adalah dana yang disiapkan ketika kondisi genting saja. Sementara itu, simpanan adalah dana yang sudah terukur. Contoh simpanan sendiri adalah tabungan kelahiran anak, tabungan pendidikan anak, dan semacamnya.

    Anda memang sudah membayar kredit secara tepat waktu. Tapi, apakah dana darurat juga sudah anda siapkan? Dana darurat ini penting sekali, loh.

  3. Dana Pensiun
    Bukan PNS dan takut nggak punya dana pensiun? Tenang, anda yang bukan pegawai negeri sipil sebenarnya masih bisa kok mempersiapkan dana pensiun sendiri.
    Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi. Bisa dengan membeli emas atau lembar saham. Di masa tua nanti, investasi ini bisa anda tarik.
  4. Dana Tagihan Bulanan Tidak Terbayarkan
    Skor kredit baik, tapi finansial buruk karena anda nggak bisa memenuhi tagihan bulanan. Padahal, salah satu indikator kondisi finansial yang baik adalah dengan rutin dan sehatnya kita membayar tagihan bulanan.
  5. Tagihan Tak Dibayar Secara Penuh
    Well, anda merasa sudah membayar tagihan secara rutin, tapi mengapa utang masih tak kunjung lunas? Bisa jadi anda membayarnya dengan opsi minimum payment. Tentu ini bikin kondisi finansial anda buruk. Lagi pula, tagihan kartu kredit akan tetap terakumulasi di bulan berikutnya karena bunga yang lebih besar. Pastikan untuk menghindari opsi minimum payment bila ingin tagihan anda kelar dan finansial membaik.
5 Jurus Jitu Survive Usaha Di Tengah Pandemi Covid-19. Anda Sudah Sampai di Tahap Mana?

5 Jurus Jitu Survive Usaha Di Tengah Pandemi Covid-19. Anda Sudah Sampai di Tahap Mana?

Sobat street smart, kalau anda pengikut setia instagram saya, (@royshakti) pasti bakal ngerti kalau saya akhir-akhir ini bahas seputar cara survive usaha di tengah virus corona. Saya juga membagikan materi seputar cara survive bayar kartu kredit di tengah wabah ini via kelas “Mini Class Online CCR Advance” yang kemarin sudah digelar. Buat anda yang masih ingin join kelas ini, sekiranya pertengahan april saya bakal adakan lagi. Tunggu updatenya di instagram maupun facebook saya.

Well, kenapa perlu buat survive usaha meski kondisi saat ini sedang krisis-krisisnya? Menurut saya, selama sesuatu bisa diusahakan, pasti ada jalan bagi tiap kemauan. Saya pakai kata “survive” disini sebagai highlight kalau usaha kita bisa “selamat”. Nggak harus untung besar, asal bisa survive atau selamat aja sudah cukup. Wajar banget sih kalau melihat kondisi dan situasi saat ini dimana banyak banget sektor usaha yang kena dampaknya. Di Malang saja, terasa sekali perbedaannya: banyak toko-toko tutup, mall juga berhenti beroperasi sementara dan jalanan sepi pengemudi.

Ikhlas di kondisi ini memang bagus,namun ya jangan menyerah! Ingat! kuncinya adalah survive alias selama bisa jalan, asal selamat aja. Nih, Menurut saya sendiri ada 5 prinsip survive usaha di tengah corona ini:

    1. Jaga Kesehatan Diri

      Anda sebagai pion bisnis harus banget menjaga kesehatan agar bisa survive usaha di tengah COVID-19. Tingkatkan imunitas tubuh dengan rajin makan dan minum yang bergizi. Meski ada banyak orang yang bakal bantuin, tapi kan anda pion penggerak bisnisnya. Otak bisnisnya itu ada di anda. Makannya, jangan sampai deh anda jatuh sakit.

    2. Jaga Kesehatan Keluarga Tercinta di tengah COVID-19Saya nggak henti-hentinya ngasih tau peserta seminar baik di kelas online maupun offline untuk selalu mengirit pengeluaran. Gunanya apa? tentu saja biar nggak kaget kalau-kalau terjadi sesuatu diluar dugaan. Sama seperti virus corona ini. Nggak ada yang bisa memprediksi virus ini masuk ke Indonesia. Maka, ketika waktunya virus ini datang, semuanya kalang-kabut.Inilah pentingnya berhemat. Saat situasi nggak tentu kayak sekarang, anda yang masih punya tabungan maupun limit bisa digunakan untuk stock persediaan makan keluarga sampai 2-3 bulan kedepan. Jangan lupa pula, keluarga itu orang pertama yang nggak bakal ninggalin anda di tengah kondisi susah. Jadi, anda harus bener-bener menjaganya.
    3. Di tengah COVID-19 ini, Tetap Jaga Karyawan Anda

      Tanpa karyawan, anda ini bukan siapa-siapa. Roda bisnis anda nggak akan berputar tanpa adanya karyawan loh. Kalau saya sendiri punya prinsip: “jangan pecat karyawan kalau nggak kepepet banget”. Selama anda bisa ngasih makan keluarga anda, ya jangan lupakan karyawan anda juga.

    4. Persiapkan THR Karyawan

      Sebentar lagi hari raya besar. Tentunya, setiap perusahaan bakal punya tradisi ngasih THR bagi karyawannya. Memberi THR karyawan tentu bakal bikin mereka bahagia jalani hari, yang akhirnya akan kembali ke kantor di hari kerja dengan hati gembira. Ingat, karyawan itu aset yang sangat berharga. Perlakukan dengan baik dan usahakan THR untuk mereka. Karyawan memberi yang terbaik, sebagai pemilik usaha kita juga memberi mereka yang terbaik.

    5. Bagaimana Dengan BI Checking?

      Perkara BI Checking ini sebenarnya penting. Tapi, statusnya menjadi bukan yang terpenting di kondisi seperti saat ini. Itulah kenapa saya tetapkan BI Checking ini jadi nomor 5. Kalau sanggup bikin lancar ya silahkan Tapi, kalau anda nggak sanggup ya jangan memaksakan diri. Kalau ga sehat dan macet, macet aja sekalian. Utamakan poin 1-4 terlebih dahulu.

Well, 5 jurus jitu survive usaha ditengah pandemi Covid-19 ini sebenernya juga saya bahas dan selipkan di video saya di link ini:

Di video ini saya juga menjelaskan banyak insight mengenai kebijakan tunda bayar 1 tahun atau relaksasi kredit yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Silahkan anda tonton biar mengerti penjelasan saya secara mendetail. Menurut anda sendiri bagaimana? Sudah proses memenuhi poin yang keberapa?