ROBOT TRADING ATG TERNYATA TIDAK BERIZIN!!

ROBOT TRADING ATG TERNYATA TIDAK BERIZIN!!

Polisi menyatakan jika robot trading ATG milik crazy rich Surabaya Wahyu Kenzo tidak berizin. Polisi menduga 25 ribu orang member ATG menjadi korban penipuan dengan kerugian hingga Rp 9 triliun.
Ada beberapa aset berupa kendaraan mewah milik Wahyu Kenzo yang disita oleh pihak kepolisian, antara lain 3 unit mobil mewah miliaran rupiah dan dua 2 motor besar hingga tiga vespa mewah senilai miliaran rupiah. Kendaraan sitaan ini sudah terparkir di halaman Polresta Malang Kota sebagai barang sitaan. Diperkirakaan bahwa kendaraan mewah ini dibeli dengan uang hasil investasi robot trading ATG.
Fakta baru pun ditemukan oleh polisi, yaitu robot trading milik crazy rich Surabaya ini tidak mengantongi izin alias ilegal!
Selain Wahyu Kenzo, Penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim dan Polresta Malang Kota turut menetapkan Raymond Enovan selaku marketing robot trading ATG sebagai tersangka. Di samping itu, penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan crazy rich Surabaya ini, termasuk memeriksa istri Wahyu Kenzo, Anggie dan penampung rekening sebagai saksi.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami lebih lanjut rekening para korban dan siapa saja yang terlibat dalam dugaan investasi robot trading ATG, sehingga polisi nantinya akami memiliki skema prioritas pengembalian uang korban oleh tersangka.
Kasus penipuan ini bermula ketika polisi mendapatkan laporan yang gagal menarik dana dari aplikasi robot trading ATG. Lalu tersangka menjanjikan para investornya memberikan keuntungan mencapai Rp 30 juta tiap dua minggu.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kasus robot ATG bisa mendapatkan akhir yang layak?

SUDAH BANYAK KORBAN BERJATUHAN, APAKAH ROBOT TRADING MASIH DIPERBOLEHKAN?

SUDAH BANYAK KORBAN BERJATUHAN, APAKAH ROBOT TRADING MASIH DIPERBOLEHKAN?

Sudah banyak korban berjatuhan akibat robot trading. Untuk kasus terbaru, Wahyu Kenzo yang merupakan crazy rich Surabaya akhirnya ditangkap oleh pihak Polresta Malang kota atas perkara expert advisor atau robot trading ATG. Kasus penipuan robot trading ATG yang dikelola PT. Pansary Berdikari Bersama ini menyebabkan kerugian hingga Rp 9 triliun.
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi (P2BK) Bappebti Tirta Karma Senjaya menjelaskan bahwa robot trading masih boleh digunakan, asalkan harus mengikuti ketentuan dari Bappebti yang tercantum dalam Peraturan Bappebti RI nomor 12 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Penyampaian Nasihat Berbasis Teknologi Informasi Berupa Expert Advisor di Bidang Perdagangan Berjangka Komoditi. Aturan ini ditetapkan pada tanggal 2 September lalu.
Menurut Tirta, robot trading sebelumnya hanya berbekal izin PSE dari Kominfo. Namun di dalam prakteknya sendiri banyak yang menggunakan sistem MLM yang memuat upline (atasan) dan donwline (bawahan). Padahal sistem ini tidak dikenal dalam investasi di Indonesia.
Dia juga menyebutkan bahwa robot trading yang tidak benar adalah robot trading trading yang menggunakan skema ponzi—mengumpulkan dana dari downline ke upline dan ini sudah sangat jelas cara ini untuk memperkaya si upline. Dari semua kasus robot trading yang sudah diselidiki, kebanyakan tersangka yang bersangkutan berada di posisi upline karena mereka yang menerima semua yang diberikan oleh downline, sehingga yang paling dirugikan adalah si downline itu sendiri.
Dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan robot trading yang sudah memiliki izin dari Bappebti. Dalam Perba 12 2022, dijelaskan bahwa robot trading dilarang keras memberikan janji profit pasti atau bebas resiko. Di pasal 5 ayat (3) huruf a menyebutkan: “menjanjikan bahwa penggunaan dari nasihat berbasis teknologi informasi dapat menghasilkan profit yang pasti, konsisten, dan/atau bebas resiko”.
Sebagai tambahan, robot trading juga harus mendapatkan persetujuan dari kepala Bappebti dengan catatan transaksi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sebagai penasihat berjangka serta memiliki layanan bantuan yang beroperasi selama 24 jam dan 7 hari.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian masih tertarik untuk menggunakan robot trading atau sudah kapok sama robot trading?

UPDATE KASUS VIRAL BLAST SELAMA PERSIDANGAN DEMI MEMPERJUANGKAN UANG KERUGIAN KEMBALI.

UPDATE KASUS VIRAL BLAST SELAMA PERSIDANGAN DEMI MEMPERJUANGKAN UANG KERUGIAN KEMBALI.

Ada update terbaru mengenai persidangan korban robot trading Viralblast untuk mendapatkan kembali hak mereka. Kasusnya kini sudah ada di tengah-tengah proses persidangan. Ternyata perjuangan yang mereka lakukan tinggal sedikit lagi.
Untuk saat ini, tahap persidangan sudah berjalan sebanyak 13 kali dan masih belum selesai. Kini sudah sampai ke tahap saksi dari korban BAP dan saksi yang dimunculkan ada 60 saksi, terdiri dari saksi ahli dan korban-korban dihadirkan dalam persidangan tersebut. Perwakilan dari paguyuban korban Viralblast menceritakan pengalamannya selama pengadilan. Beliau mengatakan bahwa selama di persidangan, beliau ini ditekan karena dianggap gagah berani memperjuangkan orang banyak padahal dia sendiri adalah pemain skema ponzi. Beliau menambahkan kalau perusahaan tersebut berjalan dengan benar, maka ia bisa menarik semua deposit dari MT4. Bahkan pengacara dari pihak terdakwa pun mengatakan bahwa semua yang dikatakan itu bohong, tapi hakim mengganggap bahwa apa yang dikatakan oleh perwakilan paguyuban tersebut benar.
Ternyata, di dalam persidangan itu sendiri mereka masih harus berjuang kembali, tidak Cuma sebatas membuat laporan ke kepolisian saja sambil duduk diam manis menunggu hasil siding. Bahkan paguyuban in sempat melakukan demo dengan tuntutan mendapatkan kembali uang mereka, menghukum dan menangkap pelaku dengan hukuman yang sebera-beratnya.
Untuk lika-likunya, pihak Viralblast ini terus bersilat lidah dan menganggap mereka tidak bersalah. Ketika persidangan tanpa adanya pendampingan dari para korban, maka proses persidangan tidak akan bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Untuk progresnya sendiri, korban bisa mengajukan hak restitusi sebelum ke pengadilan, fungsinya apa? Yaitu untuk mengajukan perlindungan saksi dan korban ke LPSK. Di undang-undang MA 2022 menjelaskan bahwa aset bisa dikembalikan ke korban lewat negara dan nanti diputuskan nanti pembagiannya sesuai dengan hak restitusi.
Problem di sini adalah sulitnya membedakan korban kerugian dan korban penipuan. Korban kerugian akan di back-up dari sita aset. Kalau korban tertipu pasti semuanya tertipu, sedangkan korban kerugian adalah korban yang benar-benar rugi, yaitu nilai depositnya harus lebih besar dari nilai withdrawal-nya dan dibuktikan dengan mutasi rekening langsung.
Lalu bagaimana dengan nasib Putra Wibowo? Banyak anggota dari paguyuban sendiri ingin agar Putra Wibowo ini segera dijebloskan ke penjara, tapi sayangnya bukan kewenangan paguyuban karena mereka hanya memberikan bukti kalau mereka tertipu dan mengalami kerugian. Saat berkoordinasi, pihak pelaku akan berubah statusnya menjadi terpidana dan akan mendapatkan hukuman yang setimpal.
Selama putusannya jelas, hak restitusi para korban akan dilakukan assessment oleh pihak kejaksaan dan nanti dihitung presentase kerugian. Semua tergantung putusan pengadilan. Tapi banyak pengacara yang masih belum paham mengenai persoalan ini.
Lalu apa yang harus dilakukan oleh korban penipuan robot trading? Pertama, kumpulkan orang-orang yang memiliki satu visi dan misi. Jangan cari pengacara dulu. Kedua, membuat laporan ke Kriminal Khusus karena ada sektor Perbankan.
Jadi, proses untuk mengembalikan kembali hak dan uang korban robot trading Viralblast ini tidaklah semudah yang dibayangkan orang-orang. Butuh proses yang sangat panjang hingga akhirnya mereka bisa mendapatkan uang mereka kembali.
Jadi menurut Anda, bagaimana proses peradilan yang dilakukan oleh paguyuban korban robot trading Viralblast? Haruskah semua korban dari robot trading mengambil langkah yang sama dengan yang dilakukan oleh korban Viralblast?

INVESTIGASI PONZI: APLIKASI CT4F, REAL TRADING ATAU PONZI?

INVESTIGASI PONZI: APLIKASI CT4F, REAL TRADING ATAU PONZI?

Kali ini aplikasi CT4F jadi topik utama pembahasan hari ini. CT4F sedang ramai tapi bergerak underground atau secara gerilya. Dia berjalan lumayan besar dan bisa dibilang berpotensi lebih besar daripada RBOD atau Redford. Bisa dilbilang CT4F ini sudah sekelas DNA Pro atau ATG. Ada banyak leader dari NET89 dan ATG yang bergabung di CT4F, bahkan Pak Idaman Ghea juga bergabung di CT4F, itu artinya CT4F sedang serius untuk membesarkan jaringan untuk sekali lagi menipu bangsa Indonesia. Padahal kasus robot trading belum selesai dan sekarang muncul baru lagi.

Yang menarik adalah ada beberapa leader NET89 dan perusahaan dan ownernya tidak jelas. Yang ada adalah 001Asia Mr. Kenzo, bukan Wahyu Kenzo. Sedangkan sistem bisnis CT4F ini adalah arbitase, yaitu mencari keuntungan antara 2 exchanger ketika bermain crypto dan ketika ada selisih harga, di situlah dia mendapatkan cuan. Bagi yang kurang paham, arbitrase adalah bisnis pertama Charles Ponzi yang sekarang terkenal menjadi skema ponzi. Jadi kalau bercerita soal sejarah, pertama kali Charles Ponzi ini melakukan skema ponzi dengan menggunakan teknik arbitrase, yaitu lewat semacam perangko. Jadi saat perangko menjadi sarana komunikasi pada saat itu. Terkadang perangko itu ada yang dikirim yang nantinya si pengirim ini akan mendapatkan perangko balasan, jadi tidak perlu bayar lagi. Semisal harga perangko di Amerika dan harga perangko Eropa ada selisih, berarti ada kemungkinan bisa bawa keuntungan jika dimainkan. Maka ia kemudian menawarkan ide bisnis ini ke beberapa investor di Amerika. Karena terlihat meyakinkan dan too good to be true, sehingga makin banyak investor yang bergabung.

Lalu apakah ini berhasil? Tidak, karena dalam perjalanannya masih banyak biaya tambahan yang terjadi dan selisih makin tipis, artinya tidak bisa memberikan keuntungan kepada investor hingga akhirnya terciptalah yang namanya skema ponzi. Untuk masa sekarang, ini adalah campuran dari ide pertama Charles Ponzi dan crypto, jadilah arbitrase crypto sehingga bisa melihat perbandingan harga crypto di Indodax dan Binance.

Begitu masuk, CT4F mengklaim bahwa mereka memanfaatkan dari Indodax dan Binance. Ketika bergabung, harus membuat akun Indodax dan akun Binance. Kalau semisal hanya buka akun CT4F, itu tipu-tipu. Tidak hanya itu, CT4F ini juga mengklaim memberikan keuntungan 20% per bulannya. Lalu transfernya ke mana? Ke indodax? Ke Binance? Atau ke rekening perusahaan atau rekening pribadi? Kalau pilihannya terakhir, bisa jadi penipuan. Kalau masih percaya ini benar, berarti memang layak buat ditipu.

Ada kemungkinan terjadi keteledoran pihak CT4F ang membuat bisnis ini terbongkar kepalsuan. Mereka mengklaim bahwa mereka bertransaksi di IndoDax dan di Binance, yang di mana IndoDax sendiri adalah crypto di Indonesia dan ownernya Oscar Darmawan. Ketika ditanyai apakah benar CT4F melakukan bisnis arbitrase di IndoDax atau tidak. Sang owner menjelaskan, ”keuntungan berdagang arbitrase mungkin saja tapi naik turunnya sangat tergantung kondisi market. Hampir tidak mungkin menjanjikan stabil persentase tertentu setiap beberapa hari sekali. Ada kemungkinan ponzi kalau semua yang menjanjikan fix return. Baik berhati-hati dengan tawaran seperti ini”.

Ini CT4F bukan bisnis yang legal dan juga tidak berada di bawah pengawasan BAPPEBTI. Jadi jangan sampai Anda terjebak di dalam bisnis ponzi ini, kalau Anda tidak ingin uang Anda terbang ke tangan yang salah.

Jadi, bagaimana cara terbaik untuk menghindari kasus-kasus yang sejenis seperti ini? Perlu kah edukasi yang lebih mendalam soal kasus-kasus yang serupa seperti kepada masyarakat yang masih awam?

PERLUNYA EDUKASI UNTUK MENGHINDARI OKNUM IB BROKER LOKAL YANG MENYESATKAN

PERLUNYA EDUKASI UNTUK MENGHINDARI OKNUM IB BROKER LOKAL YANG MENYESATKAN

Selama ini kita sudah melakukan perlawanan terhadap gempuran berbagai jenis robot trading yang sudah memakan banyak korban dan kerugiannya bisa sampai milyaran bahkan hingga triliunan rupiah. Skema yang dilakukan oleh robot trading ini adalah menggunakan broker dari mereka sendiri dan mereka memainkan sendiri uang dari para korban robot trading ini. Dan kebanyakan, mereka menggunakan broker dari luar negeri karena mereka sulit dilacak. Hingga akhirnya setelah beberapa waktu, pertarungan dengan robot trading ini sudah mulai mencapai klimaksnya—robot trading pun akhirnya mulai tumbang satu persatu.

Setelah tren robot trading sudah mulai redup, kini muncul lagi beberapa penawaran yang bisa dibilang menggiurkan di dunia forex, apalagi mereka yang mengatasnamakan broker lokal dan berlindung di balik kata ‘legal’ dan ‘punya izin BAPPEBTI’. Dan sudah banyak korban berjatuhan yang sudah melaporkan oknum broker lokal ini. Uang mereka habis hingga milyaran dan mereka tidak bisa melakukan apa pun karena mereka secara aturan.

Oleh karena itu perlu adanya edukasi bagaimana cara menghindari oknum IB broker lokal yang seperti ini saat bermain forex. Banyaknya korban dari broker lokal ketika ditanya broker mana yang dipakai, kebanyakan menjawab menggunakan broker yang bisa dibilang terpercaya dan sudah banyak orang yang memakai jasa broker ini. Anehnya, korban merasa dirugikan ketika orang lain yang menggunakan broker yang sama tidak merasakan hal yang sama dengan si korban. Ada beberapa yang bilang bahwa mereka tidak mendapatkan masalah apa pun saat menggunakan broker lokal meskipun perlu merogoh kocek yang cukup dalam untuk menggunakan broker lokal ini. Beberapa orang memilih broker lokal karena dari segi keamanan dan adanya pengawasan dari BAPPEBTI. Tapi mengapa banyak orang yang merasa tertipu saat menggunakan broker lokal? Usut punya usut, ternyata bukan broker lokalnya yang bermasalah. Broker lokal hanya menyediakan market untuk bertransaksi dan transaksinya fair karena di bawah pengawasan BAPPEBTI.

Sedangkan para korban yang merasa tertipu dengan broker lokal, mereka bisa tertipu karena tipu daya dari para IB (marketing dari para broker lokal). Modus yang digunakan oleh para IB ini nyaris dengan sama dengan modus yang dilakukan oleh robot trading—mereka pamer barang mewah yang mereka punya dan mengajak orang-orang awam bermain di forex. Mereka juga merayu akan mengajarkan, memberi sinyal, dan mulai menjanjikan target 1% per hari. Bagian terlucu dari oknum IB ini adalah ketika si oknum ini memberi sinyal, mereka malah tidak bermain sendiri. Bisa dilihat dari akun si IB broker ini, sehingga kemampuannya mulai dipertanyakan. Yang terjadi adalah si korban tertarik dari buju rayu IB, memasukan dana, dan mulai muncul masalah yaitu akun investor dimainkan oleh oknum. IB broker tidak boleh memainkan akun investornya. Ketika mereka loss, mereka dapat komisi dan kejahatan ini sudah ada sejak lama.

Apakah yang salah brokernya? Bukan, karena mereka hanya menyediakan platform. Yang menyesatkan adalah IB karena mereka memberikan saran menyesatkan atau yang lebih parah memainkan akun nasabah yang aslinya illegal. Sebenarnya IB-nya sendiri tidak salah, tapi kadang investornya yang berpikir ‘lebih baik mati daripada baca’—sudah tahu dilarang tapi masih dilakukan karena termakan bujuk rayu dari para IB broker ini. Biasanya IB hanya memberikan sinyal dan biasanya sinyal tersebut tidak bakall 100% untung dan semua keputusan berada di tangan investor.

Teruntuk investor yang masih awam dan cuma terima beres, patut berhati-hati. Jangan salahkan diri Anda kalau uangnya hilang karena Anda sendiri yang mengizinkan diri Anda untuk ditipu. Anda bisa coba-coba belajar atau pun mencari IB broker yang memberikan saran yang baik. Apapun yang dikatakan oleh IB menjadi tanggungjawab Anda dan tidak bisa dituntut karena semua keputusan ada di tangan Anda. Dikasuskan pun juga sulit karena sudah membuat perjanjian, sudah ada aturan yang tertera.
Jadi bagaimana pendapat kalian soal oknum IB broker ini? Apakah benar bahwa semua saran yang diberikan oleh IB broker ini menjadi tanggunjawab si investor?

REVIEW ATG X SOEGEE FUTURES: SKEMA PONZI ATAU REAL TRADING?

REVIEW ATG X SOEGEE FUTURES: SKEMA PONZI ATAU REAL TRADING?

Kali ini ada update-an terbaru dari salah satu robot trading paling fenomenal di Indonesia. Siapa lagi kalau bukan robot trading ATG. Dikabarkan bahwa robot trading ini ternyata masih berjalan sampai hari ini dan membuat produk yang bisa dipakai di broker mana pun. Kita masih ingat bahwa dulu ATG menggunakan Lego Market sebagai broker, tapi setelah ditelusuri ternyata Lego Market itu scam, ATG memutuskan untuk memindahkannya ke Soegee Futures.

Bisa dibilang nasib ATG ini sudah seperti zombie—hidup segan, mati pun tak mau. MT4 masih jalan, tapi WD-nya hanya bisa diambil pakai lego coin yang notabene harganya jauh merosot dan nyaris 0, lebih tepatnya sekitar 0,069 rupiah. Kemudian ada yang memasang EA ATG di broker Soegee dan hasilnya bisa dibilang not bad. Setelah dipindah ke Soegee Futures, sejauh ini masih tidak ada selama sebulan belakangan ini. Tapi karena masih berjalan sebulan, belum bisa dipastikan apakah hasilnya bisa sekonsisten saat masih pakai Lego Market. Nanti perkembangan ATG di broker Soegee bisa dilihat kalau nanti ada event-event besar nantinya dan apakah robot trading ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun atau tidak.

ATG sah-sah saja memasarkan produk baru yang bisa dipakai di broker mana pun ini, tapi hal itu tidak lantas membuat ATG bisa mengembalikan lagi reputasinya yang sudah terlanjur jelek karena kasus sebelumnya. Kok bisa begitu? Karena hampir semua member ATG ini masih bertransaksi di Lego Market, tapi pencairan WD-nya pake coin sampah yang bahkan dibelikan mainan lego pun masih kurang. Kalau memang pihak managemen ATG ingin memperbaiki nama baiknya yang sedang tercoreng supaya tidak dianggap perusahaan yang doyan money game, kenapa tidak dipindahkan saja semua dana member ke broker yang baru kalau memang EA-nya sudah bagus? Tinggal dipindahkan, jalankan, selama brokernya punya lisensi legal dari BAPPEBTI, tidak akan masalah. Kenapa harus dibuat ruwet? WD masih dibatasi, WD-nya pun pakai coin sampah.

Kalau memang produknya sudah bagus, pindahkan saja dananya ke Soegee. Kalo dananya pake lego coin, sama saja duitnya ilang. Depo pakai rupiah, WD pakai lego coin. Padahal lego coin tidak terdaftar secara legal sepagai aset crypto di Indonesia. Kalau memang perusahaannya melakukan ponzi, ya sudah. Ngaku ponzi saja macam NET89. Berurusan sama polisi atau tidak itu dipikir nanti. Walaupun duit melayang, setidaknya keadilan harus ditegakkan setinggi-tingginya. Rasa sakit ketika melihat mereka berfoya-foya dan dipamerkan di sosmed di mana mereka bisa seperti itu karena uang member itu sakitnya berlipat-lipat.

Menurut kalian, setuju atau tudak kalau semua dana yang ada di Lego Market dipindahkan ke Soegee Futures?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds