Setelah dicabutnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia, diharapkan bahwa industri pariwisata akan menggeliat di 2023. Selain itu, pembukaan batas-batas negara, ditambah dengan turunnya harga tiket penerbangan juga mendukung geliat industri pariwisata.
Melihat kondisi tersebut, bank-bank konvensional tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan situasi yang bisa mendongkrak pertumbuhan perusahaan, dan salah satunya lewat transaksi kartu kredit.
Erin Young selaku SVP Credit Card Group Bank Mandiri menyatakan bahwa untuk mendorong peningkatan transaksi kartu kredit dan mendukung peningkatan pariwisatta di Indonesia, ragam program travel telah disiapkan, seperti program travel domestic selama periode Imlek. Untuk perjalanan luar negeri pun juga telah menyiapkan program Japan Travel Fair yang merupakan kerja sama program antara Bank Mandiri dan Japan National Tourism Organization (JNTO).
Erin mengungkapkan bahwa di sepanjang 2022 bank Mandiri mengalami kenaikan volume transaksi di atas 32% secara tahunan. Untuk jumlah transaksi Mandiri Kredit sendir juga ikut meningkat sepanjang 2022 sebesar 43 juta transaksi hingga Desember 2022. Beliau optimis dengan dicabutnya kebijakan PPKM dan pembukaan border dari berbagai negara akan memberikan dampak positif untuk pertumbuhan kartu kredit di tahun 2023.
Sementara itu Direktur Consumer Banking Pt Bank CIMB Niaga Tbk Noviandy Wahyudi menjelaskan pihaknya menangkap potensi ini dengan membuat program Travel Space sebagai salah satu focus usage campaign di tahun 2023. Untuk domestic travel campaign, khususnya untuk wilayah Bali, Yogykarta, dan Bandung diberi program diskon dan cicilan yang bekerjasama dengan berbagai airlines dan online travel agent (OTA), online transportation service, toko oleh-oleh, hotel dan restoran di lokasi wisata. Beliau menyebutkan bahwa kontribusi transaksi kartu kredit pada merchant kategori travel (airlines, hotel, tour & travel) serta transaksi luar negeri diharapkan bisa kembali ke level sebelum pandemic, yakni lebih dari 20% dari total volume.
Tidak mau ketinggalan, General Manager Divisi Bisnis Kartu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Grace Situmeang menjelaskan bahwa kondisi ini bisa menjadi kesempatan untuk bisnis kartu kredit untuk terus meningkatkan volume dan nilai transaksi kartu kredit pasca pandemic. Dengan membaiknya kondisi pariwisata serta dibukanya border di luar negeri, bisa menjadi kesempatan baik kartu kredit untuk meningkatkan transaksi overseas dan travel related. Diharapkan transaksi wisata dapat menjadi pendoring utama pertumbuhan bisnis kartu di 2023.
Beliau juga memaparkan bahwa salah satu transaksi kartu kredit yang tumbuh pesat di 2022 adalah sektor travel relate dan pariwisata. Untuk itu, pihaknya optimis tahun ini transaksi kartu kredit bisa tumbuh signifikan. Adanya peningkatan mobilitas masyarakat di 2022 membuat nilai transaksi travel related telah naik di atas 50%. Transaksi travel related dapariwisata masih menjadi fokus utama peningkatan transaksi kartu kredit di tahun 2023 dengan target pertumbuhan di atas 10%.
Jadi diharapkan bahwa tahun 2023 ini sektor pariwisata bisa menggenjot pertumbuhan bisnis kartu kredit setelah kebijakan PPKM dicabut oleh pemerintah.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan pernyataan di atas?




