Paper.id, platform invoicing dan pembayaran digital menyebut rata-rata nilai transaksi dari kartu kredit Papercard mencapai Rp 100 – 200 juta per kartu tiap bulannya.
Yosia Sugialam selaku CEO Paper.id menjelaskan Papercard sengaja didesain untuk pasar business to business atau sesama pelaku bisnis. Dengan begitu, nilai rata-ratanya bisa dibilang cukup tinggi, karena penggunaannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan kartu kredit personal.
Menurutnya, nilai rata-rata transaksi Papercard disebut sangat normal, karena kegiatan B2B kebanyakan transaksinya di atas Rp 50 juta, baik usaha kecil untuk membayar supplier, vendor, dan sebagainya. Limit penggunaan Papercard bisa mencapai Rp 1 miliar.
Sejak diluncurkan, Yosia menerangkan penggunaan kartu kredit Papercard sudah mencapai ribuan sampai saat ini.
Papercard diluncurkan pada 15 Juni 2023, bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dirinya juga berambisi pengguna Papercard bisa menyentuh angka puluhan ribu pada tahun 2025.
Untuk kartu kredit khusus korporat atau perusahaan besar (large enterprise) Paper Horizon Card, Yosia menyampaikan rata-rata transaksi sudah pasti melebihi penggunaan Papercard. Hal tersebut terjadi karena perusahaan besar paling tidak melakukan satu kali transaksi di atas Rp 100 juta.
Dirinya juga menambahkan bahwa pengguna Horizon Card sudah meningkat dua kali lipat setelah kartu ini diluncurkan.
Mulanya, Paper Horizon Card hanya digunakan belasan perusahaan saja, tetapi jumlahnya terus naik hingga mencapai 30 perusahaan besar.




