Kenalan Dulu Dengan BI Checking Sebelum Apply Kartu Kredit

Kenalan Dulu Dengan BI Checking Sebelum Apply Kartu Kredit

Sebelum mengajukan pinjaman, setiap calon peminjam di bank selalu di cek status BI Checkingnya. Maksudnya apa ya? Nggak sedikit loh calon peminjam (debitur) yang kecewa karena pengajuan kredit ditolak bank. Salah satu alasannya adalah BI Checking dari bank tersebut tidak memenuhi kriteria.

Sebelum berjalan lebih jauh, saya yakin beberapa dari anda sekalian ada yang masih belum paham dengan BI checking. Apa sih BI checking itu? Anda yang punya kartu kredit atau masih berencana bikin kartu kredit harus paham BI checking dan gimana cara menjaga status BI checking jadi sebaik mungkin. Sebab, BI checking yang buruk bakal membuat bank nggak percaya dengan anda.

BI Checking Itu Apa ya?

BI checking sendiri adalah informasi individual debitur yang dilihat dari historis penggunaan keuangan tiap-tiap nasabah. Dalam BI Checking, akan terlihat bagaimana status lancar atau tidaknya proses transaksi seorang nasabah. Data ini sudah masuk dalam sistem sehingga ketika status BI Checking anda buruk, maka secara otomatis pengajuan kartu kredit anda bakal tertolak.

Bagaimana Cara Biar Status BI Checking Kita Bersih?

Saking pentingnya status BI checking anda, rasanya anda perlu buat menjaga kondisinya biar makin baik. Anda perlu mematuhi beberapa hal berikut ini agar BI checking anda senantiasa terjaga:

    1. Biasakan Bayar Secara Penuh

      Membiasakan diri untuk melunasi tagihan tiap bulan akan membantu status BI checking kamu bersih. Membayar tagihan secara minimum cuma membuat sisa-sisa tagihan muncul (outstanding balance).

    2. Jangan Membayar Melewati Batas Jatuh Tempo

      Tiap bank penerbit biasanya punya tanggal jatuh tempo masing-masing, Maksimal 15 hari sebelum tanggal jatuh tempo, Lunasi pembayaran agar kartu kamu tak terhitung menunggak. Jangan salah, meski nama kamu terdaftar blacklist oleh suatu bank, bank lain akan tahu status histori kredit anda.

    3. Begini Maksud Skor BI Checking

      Dalam menilai histori kredit nasabah, bank akan mengklasifikasikan status kredit dalam beberapa skor. Perhatikan arti masing-masing skor berikut ini agar anda tahu maksudnya:

      Skor 1: Kredit lancar

      Skor 2: Mutasi kredit tidak lancar selama 1-2 bulan

      Skor 3: Mutasi kredit tidak lancar selama 3-6 bulan

      Skor 4: Kredit diragukan bank/ Debitur tidak segera menyelesaikan pembayaran

      Skor 5: Kredit macet. Debitur yang berusaha mengaktifkan kredit akan selalu tertolak.

Nah, anda di skor BI Checking yang mana? Jangan sampai anda mendapat skor BI checking 5 ya. Jika anda sudah di tahap ini, aplikasi kredit anda akan terus-terusan ditolak. Mumpung belum terlambat, jaga status BI checking anda dengan baik.

Seperti Apa 3 Ciri Pinjaman Online Ilegal?

Seperti Apa 3 Ciri Pinjaman Online Ilegal?

Anda mau pinjam duit di pinjol karena belum bisa approve kartu kredit?

Sah-sah aja sih. Mau pinjam uang kemana saja terserah anda (kalau saya sih tetap menyarankan pakai kartu kredit karena flexible dan ringan asal tau carany).

Bila memang seperti itu, anda harusnya mengerti konsekuensi pinjam di pinjaman online. Harusnya sih, sebelum pinjam anda wajib tahu kalau ada jenis pinjaman online yang nggak resmi alias ilegal. Daripada anda kena dampak dari meminjam di pinjaman online ilegal, bisa baca dulu ciri-ciri pinjaman ilegal berikut ini:

    1. Bunga dan Denda di Pinjaman Online Sangat Tinggi

      Memang sih mencairkan dana di pinjaman online ilegal itu cenderung mudah. Sayangnya, kemudahan ini bisa jadi bumerang bagi anda kalau tidak berhati-hati. Pasalnya, bunga di pinjaman online sangat tinggi. Kalau anda tak sanggup dengan jumlah bunga di pinjol ilegal, mundur dulu saja. Cari pinjaman dengan bunga rendah atau bisa manfaatkan kartu kredit sebagai modal usaha.

    2. Pinjaman Online Ilegal tak Punya Alamat Kantor yang Jelas di Website

      Pinjaman online yang kredibel biasanya punya website dengan domain premium. Berbeda dengan pinjol ilegal yang terkadang masih memakai domain gratisan dari blogspot. Website pinjaman online yang legal juga mencantumkan alamat dan nomor callabah untuk komplain sewaktu-waktu. Nomor call center dan alamat resmi bisa digunakan oleh nasabah untuk komplain sewaktu-waktu. Kalau alamat saja tidak tercantum, bagaimana peminjam bisa mengajukan komplain?

    3. Tidak ada Izin OJK

      Pinjaman online ilegal tak punya izin OJK. Bagaimana cara mengetahui ada izin OJK atau tidak? Gampang saja. Bila pinjaman online tersebut punya website, akan ada lambang OJK dengan tagline berupa “terdaftar dan diawasi” oleh OJK.

      Kalau anda tak yakin dengan perusahaan online tersebut apakah legal atau tidak, silahkan menuju laman https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi. OJK selalu mengupdate daftar perusahaan pinjaman online yang legal.

Beberapa ciri diatas bisa anda gunakan sebagai bahan untuk mengetahui apakah suatu pinjaman online legal ataupun tidak. Bijaklah dalam memilih tempat pinjaman modal usaha demi keselamatan financial anda.