Kartu Kredit Untuk Modal Usaha Setidaknya Punya Kriteria Berikut Ini

Kartu Kredit Untuk Modal Usaha Setidaknya Punya Kriteria Berikut Ini

Anda punya kartu kredit? Digunakan untuk apa kartu kredit yang anda punya? Bila anda belum menggunakannya, mungkin bisa dicoba saran saya untuk menggunakan limit cc sebagai modal usaha. Saya merekomendasikan limit kartu kredit karena selain mudah dan aman, prosesnya juga tak butuh banyak drama.

Sebelumnya saya pernah menyinggung bahasan limit CC sebagai modal usaha disini https://ritzacademy.com/selain-untuk-modal-inilah-manfaat-kartu-kredit-bagi-pemula/

Jika memang anda merasa tertarik gunakan kartu kredit sebagai modal bisnis, ada baiknya anda perhatikan beberapa kriteria dibawah ini sebagai acuan untuk anda apply CC:

    1. Limit Kredit yang Besar

      Tujuan seorang pengusaha apply kartu kredit adalah sebagai modal usaha maupun dana cadangan ketika dibutuhkan. Untuk itu, anda perlu menggunakan kartu kredit dengan limit yang lumayan besar. Limit yang besar akan mudah dipakai ketika suatu saat anda mengalami krisis. Tentunya, anda tak akan tahu kapan bisnis anda mengalami titik rendah. Bila momen buruk tersebut terjadi, limit kartu kredit bisa menjadi dana cadangan anda.

    2. Banyak Promo Menarik

      Jangan sepelekan kekuatan promo. Meski hitungannya katakanlah kecil, promo bakal sangat bagus digunakan dalam keadaan-keadaan darurat. Promo yang sedikit akan berasa manfaatnya bila digunakan dengan baik.

    3. Cicilan 0%

      Sewaktu-waktu, anda bakal membutuhkan cicilan 0% untuk keadaan-keadaan darurat. Jika anda tidak punya dana untuk melunasi tagihan kartu kredit, setidaknya resiko yang anda punya bakal lebih kecil.

    4. Keterjangkauan Mesin EDC

      Mesin EDC kartu kredit yang tersebar dan terjangkau bakal jadi salah satu pilihan tepat bagi anda. Akan percuma bila limit kartu kredit anda banyak tapi tidak bisa digunakan karena keterbatasan EDC.

    5. Sistem Lancar, Tak Banyak Trouble

      Seringkali sistem kartu kredit yang mengalami trouble jadi kendala bagi beberapa orang. Tentunya, akan sangat menghabiskan waktu anda yang berharga bila terjadi banyak kesalahan sistem yang tak diinginkan.

Beberapa kriteria diatas tentu sangat anda butuhkan sebagai suatu acuan memilih kartu kredit yang tepat untuk bisnis. Saya sarankan anda untuk perhatikan poin-poin diatas sebelum apply. Untuk itulah diperlukan survey calon kartu kredit yang tepat bagi modal usaha anda.

Memilih Karyawan Loyal Buat Usaha Harus Perhatikan Poin Berikut Ini

Memilih Karyawan Loyal Buat Usaha Harus Perhatikan Poin Berikut Ini

Awal mula mendirikan usaha, tentu segala hal serasa mudah dan bisa ditangani oleh beberapa tenaga saja. Seiring waktu, ketika usaha makin berkembang, ada banyak hal yang harus dilakukan. Anda tak bisa mengandalkan tenaga beberapa orang saja. Perlu tambahan bantuan agar segala urusan nggak kelabakan.

Sayangnya, beberapa HRD sering salah mengambil karyawan yang salah. Test karyawan yang nggak tepat seringkali bikin perusahaan mendapat karyawan model anget-angetan. Nah, biar nggak salah memilih karyawan, berikut ini beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk memilih karyawan:

    1. Perhatikan Dulu CV Karyawan Sebelum Anda Menghubungi Calon Lebih Lanjut

      Sebelum menghubungi karyawan, anda bisa seleksi CV terlebih dahulu. Anda bisa menyeleksi calon karyawan lewat pengalaman kerja yang pernah dilakukan. Jangan lupa untuk memperhatikan detail perusahaan sebelum anda mengambil orang. Bila pengalaman kerja sebelumnya sangat nyambung dengan kualifikasi yang dibutuhkan, anda bisa mempertimbangkan untuk menghubungi.

      Selain itu, anda juga bisa melihat keloyalan seseorang lewat berapa lama dia bekerja. Jika sebelumnya dalam satu tahun si calon karyawan sudah sering ganti-ganti pekerjaa, bisa jadi si calon karyawan tipe kutu loncat. Namun, anda tetap bisa mempertanyakan alasan mengapa calon karyawan sering ganti-ganti pengalaman.

    2. Test Karyawan Sesuai Kualifikasi yang Dimiliki

      Jangan lupa buat test karyawan sesuai dengan kaulifikasi. Bila memang anda membutuhkan seorang editor video, test kemampuan secara on the spot. Jangan lupa melihat bagaimana dia menyelesaikan masalah.

    3. Cek Sosial Media Karyawan

      Sekarang ini, media sosial merupakan salah satu cerminan seseorang. Meski tak semua orang membeberkan seluruh jati dirinya di media sosial, setidaknya bakal terlihat bagaimana cara seseorang bermain media sosial lewat unggahan yang ia bagikan.

      Bila calon karyawan punya kecenderungan membagikan hal-hal negatif, bisa jadi ia punya kecenderungan dengan hal tersebut. Mengecek media sosial calon karyawan merupakan cara meminimalisir kemungkinan buruk terjadi.

    4. Beri Masa Probation (Percobaan)

      Jika tidak ingin salah langkah, beri dulu masa probation pada calon karyawan. Masa probation umumnya dilaksanakan selama 3 bulan. Selama waktu itu, anda bisa menilai bagaimana kinerja seorang calon karyawan bedasarkan caranya menyelesaikan masalah.

Itulah tadi beberapa hal yang bisa anda jadikan taktik memilih karyawan yang tepat dan loyal. Perhatikan beberapa hal diatas. Anda bakal menjumpai orang yang tepat.

Menilik Usaha Kopi Kekinian yang Digandrungi Banyak Pebisnis Muda. Bagaimana Memulainya?

Menilik Usaha Kopi Kekinian yang Digandrungi Banyak Pebisnis Muda. Bagaimana Memulainya?

Anda sering lihat bisnis-bisnis kopi kekinian yang sedang menjamur di berbagai sudut kota? Contohnya saja ada janji jiwa, kopi kenangan, kopi ortu, sampai yang namanya kopi lain hati. Pernah kan?

Nggak cuma di kota aja. Sekarang ini, bisnis kopi kekinian juga pelan-pelan muncul di daerah. Kopi-kopi itu digandrungi akibat maraknya budaya ngopi ‘on the go’. Budaya ini populer sebagai kebiasaan ngopi-ngopi cantik dimana saja dengan cara membeli terlebih dahulu kopi cup untuk dibawa pulang.

Penasaran tidak, kenapa bisnis kopi kekinian bisa sangat diminati? Tentunya, sebelum memulai bisnis kopi, anda bisa pertimbangkan terlebih dahulu hal-hal berikut :

    1. Perhatikan Target Konsumen

      Setiap produk tentu punya target market tersendiri. Perhatikan dulu siapa target market anda. Dengan mengetahui siapa calon pembeli anda selanjutnya, akan lebih mudah menentukan design seperti apa dan konsep seperti apa yang bakal anda angkat untuk menjaring konsumen.

      Tips: Lakukan market research. Konsumen usia 40an tahun tentu punya prefensi selera yang berbeda dengan konsumen usia 20an tahun keatas.

    2. Temukan Supplier

      Supplier merupakan hal paling penting dalam bisnis anda. Anda harus paham bahwa supplier yang baik akan selalu siap sedia menyediakan kebutuhan anda. Bila supplier punya indikasi sulit menyediakan kebutuhan anda, lebih baik cari supplier lain yang lebih responsive dan selalu ‘In Stock’.

      Tips: Supplier dengan harga bahan terjangkau belum tentu jadi indikasi supplier yang bagus. Ciri supplier yang bagus adalah selalu siap sedia dengan bahan kebutuhan.

    3. Temukan Lokasi Bisnis yang Tepat

      Anda harus paham lokasi bisnis yang tepat bagi bisnis anda. Jangan sampai anda menjual bisnis di tempat yang tidak strategis. Untuk bisnis kopi dengan konsumen menengah ke bawah, jangan meletakkan bisnis anda di dekat lokasi perbelanjaan. Sementara itu, untuk bisnis kopi dengan konsumen menengah ke atas, jangan meletakkan lokasi bisnis di tempat sederhana seperti pasar. Orang-orang yang melihat bisnis anda bakal tidak berminat.

      Tips: Jangan asal meletakkan lokasi bisnis di tempat ramai. Lokasi ramai bukan ukuran bisnis anda akan sukses. Anda harus paham apakah calon lokasi bisnis anda menjangkau sebagian besar market bisnis.

    4. Racik Menu Kopi

      Bakal menjadi pertimbangan bagi anda untuk mengetahui jenis kopi apa yang disukai banyak orang saat ini. Trend kopi kekinian menunjukkan bahwa kopi susu creamy menempati posisi menu paling populer yang sedang digandrungi anak muda. Anda bisa mulai membuat menu kopi susu creamy tentunya dengan sedikit komposisi yang berbeda dari kopi creamy lain yang sudah pernah di jual di pasaran.

      Tips: Bereksperimen dengan menu-menu baru bisa jadi solusi. Ambil saja menu-menu lama dan beri sedikit modifikasi.

    5. Temukan karyawan yang Tepat

      Anda harus menemukan karyawan yang tepat untuk bisnis anda. Jangan asal-asalan hire barista minim pengalaman. Bila memang anda belum ada budget untuk hire barista berpengalaman, silahkan sediakan waktu bagi calon barista anda untuk mempelajari racikan menu yang anda harapkan.

      Tips: Buatlah standar rasa pada kopi anda. Konsumen nantinya akan mengenali keunikan kopi anda lewat standar rasa yang berbeda dari kopi-kopi lain.

Bisnis Anda Perlahan Bisa Bubar Bila Tak Perhatikan 6 Hal Berikut! Waspada!

Bisnis Anda Perlahan Bisa Bubar Bila Tak Perhatikan 6 Hal Berikut! Waspada!

Banyak bisnis berakhir tidak menyenangkan. Sebuah data statistik mengungkapkan, 8 dari 10startup berakhir gagal sebelum menginjak usia 2 tahun. Ujung-ujungnya, muncul pertanyaan:

Apa benar mempertahankan bisnis sesulit itu? Bukanya startup selalu terkenal sebagai perusahaan yang suka bakar duit dari investor ya?

Berkaca dari banyaknya startup yang bangkrut meski dapat uang dari investor besar, rasanya kitaperlu paham suatu hal: uang dan modal bukanlah ukuran suatu bisnis bisa sukses. Punya fikiranpositif dalam membangun bisnis sampai sukses itu wajar. Tapi, waspada pada kemungkinan buruk itu perlu.

6 hal berikut ini perlu anda waspadai supaya bisnis anda tidak hancur secara perlahan.

    1. Mencampur Urusan Pribadi dengan Urusan Bisnis
      Mencampur urusan bisnis dengan urusan pribadi merupakan tindakan tidak professional.Kecenderungan ini bakal membawa pada tindakan tidak baik yang bakal terjadi. Bayangkan sajabila anda kepala perusahaan dan sedang punya masalah pribadi dengan karyawan anda. Jangansampai anda memeberhentikannya hanya karena permasalahan pribadi diluar urusan kerja.
    2. Tidak Memisahkan Uang Bisnis dengan Uang Pribadi
      Jangan malas membuat rekening bank terpisah. Pastikan mutasi saldo pada rekening pribadimemang benar-benar untuk rekening pribadi dan demikian dengan rekening usaha hanyadigunakan untuk rekening usaha. Selain itu, pastikan untuk membukukan pengeluaran bisnisdengan benar. Pembukan diperlukan sebagai history dan bagus untuk alat crosscheck ulang.Jangan lupa selalu minta nota untuk transaksi meski jumlah transaksi kecil sekalipun.
    3. Kurang Komunikasi
      Kurangnya komunikasi bisa berakibat fatal bagi suatu bisnis. Komunikasi dalam bisnismencangkup: komunikasi dengan karyawan, konsumen, dan sesame mitra bisnis. Penelitianmembuktikan, komunikasi yang tidak efektif akan berpengaruh pada ritme usaha. Strategi bisnisyang anda harapkan juga tidak akan maksimal jika gaya komunikasi tidak dirubah.
    4. Kurang Hati-Hati dalam Menetapkan Harga Jual
      Jangan sembarangan menentukan harga jual. Anda harus pasang strategi dan memperhitungkan untung dan rugi dari harga jual yang anda tetapkan. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikansebelum menetapkan harga jual diantaranya: besaran investasi, kesetabilan harga pasar, targetmarket, value produk anda. Misalkan saja anda menjual merek kopi kekinian. Pastikan untukmengetahui value produk anda yang jadi keunggulan dibanding produk lain. Kemudian, andapahami juga target market anda. Apakah target market akan mampu membeli diharga sekian dansekian. Dari situ anda bakal tahu berapa kira-kira biaya produksi yang harus anda keluarkan agar
      mendapat laba. Bila anda serampangan menentukan harga jual, bisa-bisa hanya rugi yang akan anda dapat.
    5. Tidak Mau Update Ilmu-Ilmu Baru
      Industri 4.0 sudah berjalan. Bahkan, sebentar lagi, industri 5.0 akan datang. Kalau anda masihandalkan ilmu-ilmu lama untuk bisnis, sudah pasti bakal ketinggalan dengan pesaing anda.Disaat pesaing bisnis sudah gunakan facebook & Instagram Ads, anda masih dengan cara-caralama yang tidak efektif. Bisa saja anda hire karyawan untuk selesaikan itu semua. Namun,logikanya, darimana anda tahu anda harus hire karyawan dengan kemampuan marketing onlinejika anda sendiri tidak pernah dengar yang namanya fb dan ig ads?
    6. Tidak Merasa Perlu Menjaga Reputasi
      Di era media sosial seperti saat ini, anda perlu yang namanya jaga reputasi. Jangan sampai
      sembarangan memposting sesuatu di media sosial. Perilaku staff dan pemilik suatu usaha yang
      buruk biasanya akan mudah viral di media sosial. Untuk itu, anda harus hati-hati dengan
      tindakan anda didepan publik. Berilah juga SOP pada karyawan untuk berperilaku dengan baik
      dalam pelayanan.
6 hal diatas rasanya perlu anda perhatikan agar bisnis anda tidak segera gulung tikar dalam waktu dekat. Kewaspadaan pada hal-hal kecil memang perlu untuk diketahui agar dapat dicari solusinya. Anda perlu mewaspadainya sebelum berkembang menjadi hal besar yang bisa merusak usaha.
Mau Beli Gadget Baru? Baiknya Pakai Sistem Kredit Apa Pakai Kartu Kredit Ya?

Mau Beli Gadget Baru? Baiknya Pakai Sistem Kredit Apa Pakai Kartu Kredit Ya?

Awal bulan, tentu banyak sekali kebutuhan yang ingin anda beli. Tak hanya kebutuhan,kebanyakan orang habis gajian tentu ingin memenuhi yang namanya gaya hidup. Entah itu untuk membeli yang namanya baju kekinian, ataupun ganti gadget baru.

Buat anda yang ingin membeli gadget, tentu browsing dan riset dulu tipe ponsel yang ingin dibeli. Tak hanya itu, anda tentu juga merencanakan budget yang akan anda keluarkan untukmembeli sebuah smartphone. Bila memang anda belum sanggup membeli secara tunai. Mungkin bisa gunakan dua cara berikut ini:

    1. Beli Gadget dengan Cara Kredit
      Membeli gadget dengan cara kredit ini sudah ada sejak lama. Sudah banyak sekali toko-tokoponsel yang menyediakan layanan kredit hp langsung ke penjual. Cara ini dapat disebut pulasebagai cara leasing. Sebagai calon customer yang ingin membeli barang secara kredit, andaperlu beberapa syarat untuk pengajuan kredit berupa KTP, Slip Gaji, dan KK. 


      Jangan khawatir, proses beli gadget dengan sistem kredit ini relative memakan waktu yang cepat.Di hari yang sama, anda akan mendapatkan persetujuan bila dirasa syarat yang anda ajukansudah mencukupi. Besaran DP yang dibutuhkan biasanya berkisar 20-30% dari harga gadget. Pengajuan kredit gadget juga tidak membutuhkan jaminan.
       

      Misalkan saja ponsel yang akan anda beli sebesar 4.600.000 rupiah dan anda mengambil cicilan12 bulan dan bunga 2,75%, maka total biaya yang anda harus bayar perbulan adalah 455.000atau setara dengan 5.970.000.

    2. Beli Gadget dengan Kartu Kredit
      Anda yang punya kartu kredit dan sekiranya memiliki limit yang cukup untuk mencicil pembelian gadget, bisa coba membeli gadget dengan kartu kredit. Bahkan, kabarnya, di tahun2019, 65% pembeli gadget Surabaya menggunakan kartu kredit.

      Salah satu kelebihan pembelian gadget dengan kartu kredit, adalah anda bisa mendapat angsuran lebih murah ketika ada program cicilan 0%. Selain itu, banyak juga program promo menarik lain. Tenor untuk cicilan dapat ditentukan hingga 24 bulan lamanya. Membeli gadget dengan kartu kredit juga tidak mengharuskan anda pergi ke tempat seperti layaknya beli gadget dengan kredit leasing.

      Anda cukup apply online saja. Selain itu, misalkan total harga ponsel yang dibeli adalah 4.600.000, maka anda cukup membagi total harga 4.600.000 selama 12 bulan tambah biayamaterai sebesar 6000 rupiah. Jadi, anda cukup membayar 389.333 perbulan atau setara dengan 4.671.996, lebih murah daripada membeli dengan sistem leasing.

Dari kesimpulan diatas, tentu anda punya pertimbangan mana yang sebaiknya anda ambil. Bila memang limit anda mencukupi, anda bisa pertimbangkan untuk mengambil cicilan dengan kartukredit. Akan tetapi, bila anda tidak punya kartu kredit, boleh-boleh saja mengambil kredit ponseldengan sistem leasing. Namun, anda juga harus terima dengan bunga yang lebih tinggi dibandingkan bunga kartu kredit. Sesuaikan saja dengan kemampuan anda.

Hai Entrepeneur! Simak Tips-tips Berikut Untuk Jaga Cash Flow Bisnis Tetap Sehat

Hai Entrepeneur! Simak Tips-tips Berikut Untuk Jaga Cash Flow Bisnis Tetap Sehat

Banyak pengusaha ketika awal terjun, yang difikirkan adalah profit, profit, dan profit.

Selalu setiap pengusaha yang awal newbie saya perhatikan selalu fokus ke profit terus.

“Wah hari ini dapat untung 10 juta nih. Besok harus dapet lebih pokoknya”

Iya emang bagus sih, yang namanya usaha itu harus fokus pada profit. Tapi, anda juga harus paham cara mengatur cash flow yang baik.

“Profit besar dalam suatu usaha belum tentu pertanda sebuah bisnis sukses. Anda harus paham mengatur cash flow“
Cash flow sendiri adalah laporan keuangan bisnis pada periode tertentu mengenai uang masuk dan keluar pada suatu bisnis. Bisnis yang sehat tentu mempunyai cash flow yang baik.

Perhatikan tips berikut ini agar cash flow perusahaan anda berjalan dengan lancar:

    1. Prioritaskan Tingkat Pengeluaran
      Anda tidak boleh yang namanya lalai dengan tingkat pengeluaran untuk suatu bisnis. Pengeluaran akan digunakan dalam rencana produksi. Untuk itu, perlu yang namanya menentukan harga jual secara matang sebelum meluncurkan produk di pasaran agar profit bisnis bisa bertambah banyak. Anda juga bisa yang namanya memberi diskon untuk produk yang dijual. Namun, anda harus paham bahwa pemberian harga diskon juga ada aturan. Anda tidak bisa memberi harga diskon dibawah harga pokok.
    2. Berikan Penawaran Harga yang Lebih Tinggi dari Biasanya
      Memberikan penawaran harga yang tinggi akan membantu menaikkan profit. Logikanya, seorang pembeli akan menawar dengan harga lebih rendah daripada harga jual. Menaikkan penawaran harga menjadi lebih tinggi akan menaikkan pula ‘martabat’ produk anda. Namun, anda perlu paham bahwa menaikkan harga juga harus dibarengi dengan perbaikan dalam bidang packaging, pelayanan, bonus, dan sebagainya.
    3. Jual Produk dengan Strategi Bundlings
      Buat kamu yang ingin berjualan, sangat bisa gunakan strategi bundling. Bundling dapat digunakan untuk membuat suatu produk bisa laku lebih banyak. Hal ini akan membuat cash flow bisnis jadi makin meningkat.
    4. Mendorong Pembelian Ulang Barang
      Bagaimana maksud menjuali barang secara berulang? Hal ini dimaksudkan bahwa semakin banyak barang yang dijual, maka semakin banyak pula profit yang diperoleh. Cara yang paling simple bagi anda untuk mendorong pembelian ulang barang adalah dengan cara mempromosikan suatu barang lewat program Buy 1 Get 1. 
    5. Tunda Rencana Membeli Barang Inventaris yang Tidak Perlu
      Dalam berbisnis, tentu seseorang akan melakukan penambahan inventaris suatu barang. Namun, anda yang sedang berbisnis perlu memperhatikan apakah suatu barang begitu urgent untuk digunakan dan apakah mempunyai pengaruh yang begitu signifikan bagi perkembangan bisnis. Bila tidak terlalu berpengaruh pada profit, maka lebih baik tunda dulu keinginan anda membeli barang.

    6. Evaluasi Cash Flow Secara Bertahap
      Anda yang sedang berbisnis tentu membutuhkan yang namanya evaluasi cash flow. Hal ini bermaksud untuk mengetahui sejauh mana anda memproyeksikan dana untuk sesuatu. Lewat laporan keuangan, anda akan dituntut lebih bijak dalam mengatur keuangan untuk bisnis. Dalam mengelola keuangan bisnis sendiri anda tidak boleh melakukannya secara asal-asalan saja. Percayakan laporang keuangan bisnis pada orang yang kompeten di bidangnya seperti seorang akuntan yang berpengalaman.

 

Mengatur dan menjaga cash flow bisnis memang tidak mudah. Namun, bukan berarti anda boleh asal-asalan dalam mengerjakannya. Perlu waktu yang tidak sebentar untuk mengaturnya. Anda harus berhati-hati mengatur cash flow bisnis agar alur bisnis anda bisa berjalan dengan lancer untuk jangka waktu yang lama.

Ingat ya “untung besar bukan pertanda bisnis selalu bagus. Cash Flow yang lancar akan jadikan bisnis anda bertahan lebih lama”.

Sukses Berbisnis Lewat Passion? Bisa Saja! Asal Anda Lakukan Poin-Poin Berikut!

Sukses Berbisnis Lewat Passion? Bisa Saja! Asal Anda Lakukan Poin-Poin Berikut!

Sering ada pertanyaan: berbisnis butuh passion tidak?
Jawabannya begini:
Bisnis sebenarnya nggak harus ikut passion. Tapi, dengan adanya passion, suatu bisnis akan lebih bergairah.
Bayangkan saja, anda menjual sesuatu yang anda sukai, seperti sepatu.
Dengan passion yang anda punya mengenai sepatu, tentu pengetahuan anda seputar sepatu bakal lebih banyak dibanding orang lain yang tidak punya passion akan sepatu. Dengan gairah dan pengetahuan tentang sepatu tersebut, anda bakal lebih paham bagaimana menjual sesuatu yang anda suka. Bagaimana insole yang bagus, matching warna yang baik, dan lain sebagainya.
Tapi, anda juga tidak boleh terjebak dengan kekuatan “passion” saja. Anda tidak bisa berprinsip:
“Wah, passion aku di sepatu. Sepertinya kalau aku buka bisnis dibidang yang aku suka akan laris nih”
Wah, tidak bisa seperti itu.
Setidaknya, anda harus lakukan poin-poin berikut ini agar bisnis dengan passion berjalan lancar:
    1. Banyak Orang Punya Passion yang Sama. Ciptakan Sesuatu yang Out of The Box
      Memang, setiap individu punya passion yang berbeda-beda. Namun, tidakah anda berfikir ada jutaan pebisnis lain yang juga punya passion yang sama dengan anda? 

      Tidak mungkin cuma anda yang punya passion membuat bisnis sepatu diantara ribuan pebisnis lain di dunia ini.Untuk itu, lakukan yang namanya “Berfikir Out of The Box”.

      Anda disarankan membuat bisnis yang “lumayan beda” dibanding yang lain.

      Ketika membuat bisnis sepatu, buatlah bisnis yang lain dari pada lain. Misalkan, anda ciptakan usaha Sneakers dengan custom tali sepatu sesuai warna yang diinginkan pembeli, dan lain sebagainya.

    2. Jangan Individualis. Berjejaringlah Dengan Komunitas
      Passion boleh beda dengan yang lain. Tapi, urusan berjejaring, jangan sampai jadi pribadi yang Individualistis. Anda harus memperbanyak relasi dengan teman sekomunitas.

      Dari relasi-relasi tersebut, anda akan dapat banyak sekali ilmu baru dan mungkin saja relasipromosi yang bakal lebih dahsyat lagi. Tawaran-tawaran yang tidak akan anda duga akan seringmenghampiri anda yang doyan berkomunitas.

    3. Selalu Upgrade Ilmu. Jangan Cepat Merasa Puas
      Penyakit para pebisnis biasanya datang dari rasa cepat puas yang selalu datang. Merasa cukupdan terlena dengan bisnis yang dijalani ketika mendapatkan kepuasan ditengah jalan.

      Ingat prinsp ini: “Passion boleh idealis. Tapi strategy harus tetap fleksibel”.

      Untuk itu, anda harus upgrade ilmu. Anda harus tahu kapan waktu yang tepat ketika meluncurkan suatu produk di pasaran.

      Meskipun anda lebih suka sepatu sneakers model low untuk dijual, anda juga tak boleh menafikkan fakta bahwa ada banyak orang diluaran sana yang memilih sneakers model high.

      Untuk itu, sering-seringlah mengupgrade ilmu. Jangan sampai merasa cepat puas.

    4. Kumpulkan Modal Untuk Mendanai Bisnis Anda. Jadilah Proaktif
      Bisnis modal passion saja tentu tidak cukup. Anda perlu yang namanya. Modal. Kalau andamemang ingin serius dalam bisnis, jadilah proaktif dengan mencari investor yang mau mendanai bisnis anda.

      Bila dirasa mencari investor terlalu ribet, anda bisa gunakan limit kartu kredit sebagai salah satu cara permodalan bisnis. Artikel selengkapnya bisa anda baca di “https://ritzacademy.com/selain-untuk-modal-inilah-manfaat-kartu-kredit-bagi-pemula“.

 

Itulah tadi beberapa poin yang semestinya harus anda perhatikan ketika melakukan bisnisbedasarkan passion. Selalu upgrade skill, perluas relasi, dan jangan sampai stuck alias berhenti ditempat tanpa ada perkembangan.