Beberapa waktu yang lalu, Jessica Iskandar beserta suami datang ke podcast Deddy Corbuzier untuk membahas kasus penipuan yang menimpa mereka. Tidak tanggung-tanggung, kerugian yang mereka alami sebesar 10M! bukan nominal yang sedikit, bukan?
Awal mula kejadian ini berawal dari Jessica Iskandar dan suami pindah ke Bali. Suatu hari si pelaku ini ingin menawarkan endorsean pemakaian mobil Alphard dan Mini Cooper yang nantinya akan diganti dengan exposure. Tak lama kemudian, Jessica mulai berkenalan dengan si bos pemilik rental mobil yang akhirnya hubungan mereka semakin dekat. Kemudian si bos ini memberikan sebuah tawaran yang sebenarnya aman-aman saja dan sudah sering dilakukan di mana-mana, yaitu si bos meminta Jessica untuk menyewakan mobilnya, yang nanti hasil dari penyewaan tersebut dibagi dua. Ketika si pelaku ini sudah memberikan pembayaran pertama dan kedua, di sanalah kepercayaan mulai terbentuk karena dia sudah yakin bahwa si pelaku ini melakukan apa yang sudah dijanjikan sebelumnya. Tapi semakin lama si pelaku meminta hal yang aneh-aneh seperti pinjam BPKB mobil. Singkat cerita, akhirnya ketahuan kalau Jessica ditipu dengan total hingga 10M. Tidak Cuma Jessica saja, ternyata sudah banyak korban yang terjerat.
Dan dilihat dari kasus Jessica, penipuan ini merupakan pola penipuan yang sudah banyak terjadi di pelosok kota. Ini bisa disebut dengan skema ponzi tradisional, awalnya orang percaya karena performance-nya di sosmed. Yang awalnya hanya coba-coba hingga akhirnya terjerumus makin dalam dan BOOM!! End Game. Ketika kasusnya meledak, korban sudah berjatuhan dan biasanya, kasus ini selalu berakhir dengan bad ending karena uang sudah habis semua. Kasus semacam ini dihukum atas perbuatannya, bukan nominalnya karena sistem hukum yang ada belum setimpal dengan kerugian yang ada, kasus skema ponzi sudah seperti ‘hama’ di Indonesia.
Namun masih ada jalan lurus yang menghindarkan kita dari penipuan skema ponzi dan money game. Apa saja?
1. JANGAN MUDAH PERCAYA 100% PADA ORANG YANG BARU KENAL
Perlu dicamkan ketika Anda ingin melakukan partner bisnis yang baru kenal, jangan pernah menaruh kepercayaan Anda setinggi langit kepada mereka. Karena kepercayaan tersebut bisa menjadi celah dan akan dimanfaatkan oleh mereka karena Anda yang lengah. Walaupun terkesan mengganggu dan merepotkan, pastikan Anda kroscek berkali-kali ketika berhubungan uang dengan nominal yang banyak. Semisal ketika melakukan transfer, pastikan cek rekening Anda dengan sangat teliti karena kadang ada orang yang mengirim transfer palsu tapi si penerima tidak mengecek transferannya sudah masuk atau belum. Bisa juga minta bantuan bank terkait untuk mengecek apa ada transferan yang masuk ke rekening Anda sehingga hubungan kepercayaan itu tidak hancur.
2. BERSIKAP NEGATIVE THINKING
Ketika Anda menaruh uang atau berbisnis, kita harus menanamkan negative thinking. Bukan untuk bermaksud buruk, tapi sikap negative thinking ini bertujuan untuk meminimalisir resiko jika hal buruk terjadi nantinya. Kita ber-negative thinking dulu sampai nantinya si pengelola duit tidak melakukan hal-hal negatif.
Jadi setelah melihat kasus penipuan yang menimpa Jessica Iskandar, setidaknya kita harus menerapkan 2 cara di atas agar kita bisa menghindari penipuan skema ponzi dan money game.
Jadi bagaimana menurut sobat street smart sekalian soal kasus Jessica Iskandar ini? Apakah pemerintah harus membuat UU tersendiri untuk kasus penipuan skema ponzi dan money game? Hukuman apa yang sekiranya pantas dan setimpal didapatkan para pelaku skema ponzi dan money game ini yang sudah merugikan masyarakat?





