PPKM DICABUT, BISNIS KARTU KREDIT DAN CASH MANAGEMENT AKAN TERDORONG

PPKM DICABUT, BISNIS KARTU KREDIT DAN CASH MANAGEMENT AKAN TERDORONG

Perbankan terus aktif untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi di sektor ritel dan salah satunya adalah kartu kredit, karena dianggap sejalan dengan potensi belanja masyarakat yang diperkirakan meningkat tahun ini. Bank Indonesia (BI) memperpanjang masa berlaku kebijakan terhadap minimum pembayaran pengguna kartu kredit sebesar 5% dari total tagihan resmi hingga Juni 2023.
Erin Young selaku SVP Credit Card Group Bank Mandiri menerangkan bahwa kebijakan tersebut membangkitkan gairah bisnis kartu kredit di tahun 2023, apalagi aturan relaksasi ini berlaku secara menyeluruh. Beberapa sektor potensial memiliki ruang untuk berkembang, yaitu makanan/minuman, travel, dan utilities. Apalagi pencabutan pemberlakuan PPKM pada akhir tahun 2022 lalu oleh pemerintah.
Pertambahan volume transaksi kartu kredit Bank Mandiri tumbuh di atas 32% YoY per akhir Desember 2022 dan juga jumlah transaksi yang terus naik sepanjang tahun lalu sebesar 43 juta transaksi. Kenaikan tersebut membeberkan jumlah transaksi sudah kembali ke kondisi normal sebelum pandemic. Hal ini didorong oleh pertumbuhan transaksi card present akibat pergerakan masyarakat yang sudah kembali normal. Transaksi dari merchant yang berhubungan dengan travel seperti penerbangan, hotel, restoran, dan agen travel online juga naik secara signifikan, begitu pula dengan transaksi luar negeri.
PT Bank OCBC NISP Tbk di sisi lain mempercepat bisnis dari segmen korporasi di tahun ini, dan salah satu inisiatif yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan bisnis cash management. Walaupun ada tantangan dari kenaikan suku bunga acuan BI. Cash Management Division Head Bank OCBC NISP Amran Setiawan memperkirakan adanya prospek yang cukup besar dari sektor logistic kesehatan, dan pendidikan. Sebelum adanya pandemi, kinerja bisnis cash management naik satu digit dan tahun ini mereka optimis bisa tumbuh dua digit seperti di 2022.
Sudah ada beberapa strategi yang disiapkan, mulai dari pengembangan layanan self-help serta memperkuat layanan digital on-board teruntuk nasabah yang memiliki usaha kecil, mikro, menengah, hingga korporasi. Juga adanya pengoptimalan cross solution.
Amran membocorkan Bank OCBC NISP akan meingkatkan produk wealth management yang bisa dipakai oleh nasabah korporasi dalam waktu dekat. Bisnis cash management bank dengan sandi NISP mempunyai dua pilar utama—layanan pengembangan perluasan bisnis nasabah korporasi dan pelayanan pengelolaan dana di segmen wholesale.
Untuk nasabah korporasi melingkupi pembiayaan dan modal usaha, pembiayaan supply chain, dan pengumpulan modal lewat capital dan equity market, serta mengoptimalkan layanan digital wholesale velocity untuk mengecek outstanding trade loan dan pengajuan bank garansi. Sedangkan layanan wholesale dengan menggunakan fitur satu rekening dengan 13 mata uang dan transaksi forex dengan kurs real-time yang lebih kompetitif, sehingga lebih memudahkan untuk bertransaksi kapan saja dan di mana saja.
Dengan dicabutnya aturan PPKM, diharapkan bahwa mobilitas masyarakat bisa kembali normal secara bertahap, sehingga akan mendorong bisnis kartu kredit dan cash management.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apa kalian setuju dengan penjelasan di atas?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds