SIMAK BAIK-BAIK BUAT KALIAN YANG PAKAI KARTU KREDIT TAPI SUKA BAYAR MINIMUM PAYMENT!

SIMAK BAIK-BAIK BUAT KALIAN YANG PAKAI KARTU KREDIT TAPI SUKA BAYAR MINIMUM PAYMENT!

Kartu kredit ini bisa dibilang barang ‘ajaib’—karena ukurannya kecil tapi bisa buat beli macam-macam. Mau beli baju, beli hape keluaran terbaru, bahkan beli TV pun bisa cukup dengan kartu kredit. Karena kemudahan dan kepraktisannya, kartu kredit masih jadi primadona masyarakat.

Enggak salah kok kalau mau pakai kartu kredit, malahan kalian bisa dapat banyak keuntungan seperti promo diskon atau cicilan 0% kalau membeli produk gadget atau barang elektronik yang memang benar-benar dibeli karena butuh. Karena banyak tuh yang beli cuma karena gengsi aja.

Semisal, kalian beli hape keluaran terbaru yang harganya 14 juta. Kalau pakai kartu kredit, bisa pere bulannya dicicil bayar 2 juta per bulannya dan tidak akan kena bunga. Jadinya malah dapat untung dan uangnya bisa berputar dulu.

Tapi buat kalian yang suka bayarnya minimum payment, semisal pakai 10 juta tapi bunga 1,75% tiap bulannya, awas bisa kena jebakan batman!

Lho, kok bisa begitu? Itu bisa terjadi karena kalau suka bayar minimum payment, bisa terjadi compounding. Apa sih compounding ini? Compounding ini maksudnya adalah ‘bunga berbunga’—maksudnya bunga dari tagihan terdahulu akan dimasukkan ke tagihan selanjutnya sehingga akan memunculkan bunga lagi. Dan ini mengakibatkan utang semakin besar. Kelihatannya memang kecil, tapi kalau terjadi secara terus menerus bisa makin membesar dan menumpuk!

Lalu kenapa sih ada orang-orang yang memilih untuk membayar minimum payment? Itu karena kapasitas dan penghasilan mereka tidak mencukupi untuk bayar full. Terus kalau sudah tahu kalau enggak bisa bayar full kenapa masih beli barang dengan harga segitu? Yak arena gengsi mereka gede dan akhirnya mereka memaksakan diri.

Kalau kalian memaksakan diri untuk beli barang di luar kapasitas dan penghasilan kalian tidak berbanding lurus, ujung-ujungnya malah merugikan diri sendiri dan akibatnya? Utang menunggak dan menggunung karena enggak mampu bayar.

Jadi buat kalian pengguna kartu kredit, lebih bijaklah dalam menggunakan kartu kredit. Kalau seandainya kartu kredit bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar malah bisa bawa untung besar. Bayar tagihan secara full kalau enggak mau kena bunga berbunga dan akan menenggelamkan kalian ke lautan utang.

Jadi gimana pendapat kalian soal minimum payment ini? Apakah alasan gengsi ini orang-orang ada yang memilih membayar tagihan dengan minimum payment?

5 Kesalahan Pemakaian Kartu Kredit Ini Menyusahkan Penggunanya. Wajib Dihindari

5 Kesalahan Pemakaian Kartu Kredit Ini Menyusahkan Penggunanya. Wajib Dihindari

Kartu kredit merupakan salah satu alat pembayaran sekaligus dana cadangan yang sangat bagus bagi sebagian orang. Bila mampu memanfaatkan, kartu kredit bisa jadi salah satu modal usaha yang sangat bagut. Alumni kelas Credit Card Revolution (CCR) banyak yang mendirikan usaha dan dulang profit berkali-kali liat. Namun, bila ceroboh menggunakannya, kartu kredit bisa menjadi pisau belati yang menikam diri sendiri.

  1. Telat membayar tagihan
    Selain harus dibayar sesuai dengan nominal tagihan, anda juga tidak boleh telat membayarnya. Lumayan loh kalau denda perharinya dikalikan. Selain itu, kebiasaan telat membayar tagihan bisa berpengaruh pada history kredit anda. So, jaga selalu pembayaran anda supaya tidak telt. Jika terlambat, riwayat kredit pun akan memburuk.
  2. Menggunakan kartu kredit untuk belanja impulsif
    Bedasarkan penelitian, seseorang akan cenderung menghabiskan uang digital ketimbang cash. Ini karena, saat melakukan transaksi digital, seseorang tidak akan ‘ditampakkan’ wujud uangnya. So, rasa kehilangan atas uang tersebut pun tidak akan terasa. Ini juga yang mengakibatkan banyak pengguna kartu kredit cenderung doyan berbelanja. Namun, bukan berarti semua pengguna kartu kredit pasti boros. Boros tidaknya seseorang dalam memanfaatkan limit ditentukan oleh sikap dan kebiasaan.
  3. Menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan
    Banyak banget yang mengira kalau kartu kredit sebagai uang tambahan si pemilik debit. Padahal, kartu kredit tetaplah kartu utang. Nasabah kartu kredit wajib mengembalikan saldo limit yang digunakan setiap bulan. Untuk diketahui, kartu kredit anda terhitung ‘sehat’ dan ideal status keuangannya ketika digunakan maksimal 70% dari total limit.
  4. Menaruh kartu kredit sembarangan
    Masih banyak nih yang menaruh kartu kredit secara sembarangan. Kebiasaan buruk ini membuat pemilik kartu kredit yang ceroboh sering kehilangan fisik ccnya. Meski saat ini sudah tersedia pembayaran digital dan sinkronisasi e-commerce ke kartu kredit, tetap saja diperlukan fisik kartu untuk beberapa kepentingan.
  5. Memilih opsi minimum payment
    Sobat street smart, pembayaran minimum payment di kartu kredit merupakan salah satu langkah yang salah. Pembayaran CC secara minimum payment justru membuat bunga membengkak, tagihan pun tak kunjung lunas.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds