KARTU KREDIT SYARIAH KIAN DIMINATI DI UEA

KARTU KREDIT SYARIAH KIAN DIMINATI DI UEA

Minat konsumen terhadap instrumen pembayaran pembiayaan, termasuk kartu kredit dan pinjaman syariah mengalami peningkatan di Uni Emirat Arab (UEA) selama kuartal akhir 2022. Menurut suvei yang dilakukan Bank Sentral UEA, pertumbuhan permintaan pinjaman pribadi tercatat di sebagian besar kategori, kecuali untuk non-investasi perumahan. Survei mengungkapkan bahwa permintaan kredit terus mengalami pertumbuhan di sektor korporasi. Faktor-faktor seperti penjualan pelanggan, investasi aset tetap, prospek pasar ekonomi, keuangan dan perumahan, dan perubahan pendapatan terus memainkan peran dalam menentukan permintaan kredit.
Survei menunjukkan bahwa selera konsumen untuk pembiayaan mengalami kenaikan pada kuartal IV 2022 di tengah tren pertumbuhan yang melambat sejak pertengahan 2022. Bank dan perusahaan pembiayaan diharapkan penyaluran pembiayaan tetap kuat, terutama untuk segmen pinjaman pribadi pada kuartal selanjutnya. Sebuah laporan menjelaskan bahwa peningkatan permintaan pinjaman berasal dari peningkatan moderat di semua emirat selama kuartal tersebut dan yang paling signifikan berasal dari Dubai.
Berdasaarkan hasil survei, penyebab tingginya minat terhadap instrumen kredit yaitu adanya efek positif dari prospek perumahan dan pasar keuangan yang membaik dan adanya perubahan pendapatan yang lebih besar. Di lain pihak, tingkat suku bunga yang lebih tinggi juga menentukan permintaan pembiayaan selama tiga bulan terakhir.
Untuk faktor utamanya sendiri, yang menyebabkan perubahan minat bank dan multiguna untuk menyalurkan pinjaman pribadi di kuartal IV 2022 adalah kualitas portofolio aset bank, perbedaan kelayakan pembiayaan calon debitur dan toleransi resiko, serta prospek ekonomi secara keseluruhan.
Untuk hal pinjaman kepada korporasi dan usaha kecil sendiri, data bulan Desember 2022 menunjukkan adanya peningkatan yang kuat dalam permintaan pinjaman bisnis dengan pertumbuhan yang solid di seluruh emirat. Permintaan pinjaman untuk manufaktur, pengembangan properti, konstruksi, transportasi, penyimpanan dan komunikasi yang juga relatif kuat.
Jadi bagaimana menurutmu? Apa kalian setuju dengan penjelasan di atas?

GENERASI MILENIAL MENDING PAKAI KARTU KREDIT ATAU PAYLATER YA?

GENERASI MILENIAL MENDING PAKAI KARTU KREDIT ATAU PAYLATER YA?

Kalian yang generasi milenial pasti tidak asing sama kartu kredit sama paylater. Ada yang suka pakai kredit, ada juga yang lebih memilih paylater karena beberapa kemudahan yang diberikan yang tidak ada di kartu kredit pada umumnya. Lalu apa sih perbedaan kartu kredit dan paylater dan lebih bagus mana jika penggunanya adalah generasi milenial?
Bisa dibilang, kartu kredit dan paylater punya fungsi yang sama, yaitu untuk sebagai alat transaksi dan alat untuk berhutang. Yang membedakan hanya siapa penerbitnya—kartu kredit diterbitkan oleh bank sedangkan paylater diterbitkan oleh e-commerce.
Yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan paylater atau kartu kredit, ada beberapa hal yang diperhatikan jika generasi milenial ingin menggunakannya, yaitu:
1. Berapa tingkat bunganya?
2. Bagaimana tata cara penagihannya?
3. E-commercenya legal atau tidak?
Namun, semua ini tergantung dari masing-masing individu, terutama kondisi keuangannya. Kira-kira kalian ada uang atau tidak ketika menggunakan kartu kredit maupun paylater.
Teruntuk generasi milenial yang baru saja bekerja, mereka lebih suka menggunakan paylater dikarenakan lebih mudah dalam pengajuannya, cukup dengan mengisi data diri dan foto KTP. Kalian langsung mendapatkan limit paylater. Sedangkan kartu kredit sendiri proses pengajuannya cukup kompleks, butuh slip gaji, prosesnya panjang, dan walaupun sudah memenuhi persyaratan pun belum tentu bisa diterima oleh pihak bank.
Jika kalian berkeinginan untuk menggunakan paylater atau pun kartu kredit, coba kalian cek dahulu bagaimana kondisi keuangan kalian sebelum membeli barang. Buat skala prioritas terdiri dari wajib—butuh—ingin dan jika sudah dibuat daftar tapi uang masih belum cukup, coba tanya diri sendiri soal value kalian. Kalian juga bisa mengontrol berapa dana yang bisa digunakan di paylater atau pun kartu kredit dan sesuaikan dengan kondisi keuangan kalian.
Lalu bagaimana cara mengontrol kondisi keuangan kalian? Kalian bisa bertanya ke diri kalian sendiri: ‘capek gak cari uang?’ kerja pagi-siang-malam, mengahadapi atasan, kejar deadline biar bisa mendapat gaji bulanan. Terus dipikirkan baik kira-kira barang yang dibeli ini worth it atau tidak dengan gaji kalian yang sudah kalian dapatkan dengan susah payah. Bandingkan harga barang yang ingin kalian beli dengan gaji kalian per bulannya.
Bahkan sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 hingga detik ini, tingkat masyarakat yang terjerat pinjol baik legal maupun ilegal di Indonesia semakin meningkat. Ada beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan, antara lain:
1. Sadar jika cari uang itu susah dan capek
2. Membuat list daftar utang, jumlah utang, sisa cicilan
3. Atur kondisi keuangan seperti jumlah pendapatan, jumlah pengeluaran, berapa uang yang bisa disisihkan untuk melunasi utang.
4. Jika tidak ada dana darurat, cek kondisi aset yang bisa dijual untuk melunasi utang
5. Jika memang sama sekali tidak uang atau aset yang bisa dijual, jika legal kalian bisa datang kantor yang bersangkutan untuk meminta keringanan pembayaran. Namun jika ilegal, bisa dicoba dengan cara tidak dibayar atau lapor ke satgas waspada investigasi jika prosedur penagihannya sudah mulai aneh-aneh.
Kalian harus ingat: uang yang ada di kartu kredit bukanlah milik pribadi. Kalian harus tetap menyiapkan uang juga untuk membayar tagihan kartu kredit atau pinjaman tersebut.
Jadi bagaimana menurut kalian? Kalian lebih suka pakai paylater atau kartu kredit?

Digitalisasi Kartu Kredit “Cardless” Ala BRI Mulai Dikembangkan

Digitalisasi Kartu Kredit “Cardless” Ala BRI Mulai Dikembangkan

Era digital semakin terdepan. Perkembangan teknologi ini menghasilkan berbagai macam produk baru yang semakin dikenal di masyarakat.

Mengikuti perkembangan teknologi dan demi tujuan efisiensi, kartu kredit pun rencananya akan dibuat “cardless”.

Melansir dari CNBC Indonesia, Handayani – Direktur Bisnis Konsumer BRI menjelaskan arah bisnis kartu kredit bank berwarna biru ini. BRI mengembangkan kartu kredit cardless dan produk paylater bekerja sama dengan fintech.
Kartu kredit cardless ini juga dinamakan sebagai BRI TOUCH Cordless. Kartu kredit ini ditunjukkan untuk generasi millenial dengan rentang usia 25 hingga 35 tahun. Kartu ini dipakai untuk mengakomodasi transaksi online.

Dikatakan bahwa kelebihan kartu kredit cardless ala BRI ini gratis iuran tahunan dan memberi banyak sekali reward yang bisa ditukarkan dengan fasilitas terbang gratis. Produk kartu kredit BRI “Cardless digital” ini juga memberikan perlindungan asuransi jiwa dari sequislife hingga maksimum 75 juta tergantung total limit yang diberikan.

Fitur lainnya adalah adanya BRI Autopay yang bisa membantu pembayaran tagihan rumah seperti telepon, listrik, internet dan lain-lain. Hanya dengan satu kartu bisa digunakan untuk membayar seluruh tagihan.

Tentu fasilitas ini akan memudahkan Anda membayar tepat waktu sebelum denda mendapat denda.
Kartu kredit BRI Cardless juga memberikan kemudahan untuk membayar tiket pesawat dengan metode cicilan, sehingga Anda bisa berpergian kapanpun tanpa takut kehabisan tiket pesawat.

Diharapkan dengan adanya kartu kredit BRI Cardless ini akan memicu bank-bank lain untuk memunculkan produk serupa. Semakin banyak produk keuangan yang terdigitalisasi, akan memberikan keuntungan dari segi efisiensi, kenyamanan dan keamanan.

Produk keuangan digital mampu membantu meminimalisir persebaran virus corona serta mempercepat proses transaksi. Aplikasi produk keuangan digital pun jadi semakin mudah, tinggal klik dari rumah.

Mudah Banget, Begini Cara Bikin Kartu Kredit Mandiri Lewat HP

Mudah Banget, Begini Cara Bikin Kartu Kredit Mandiri Lewat HP

Sekarang, pengajuan kartu kredit semakin mudah karena bisa dilakukan melalui online. So, kini nasabah bisa membuat kartu kredit mandiri via website atau aplikasi livin by Mandiri. Nah, kartu kredit mandiri sendiri adalah fasilitas kartu kredit yang diberikan kepada nasabah dalam bentuk kartu yang diterbitkan oleh Bank Mandiri, dan telah mendapatkan izin atau lisensi dari pemerintah.

Kartu kredit mandiri sendiri diberikan sesuai dengan kebutuhan serta gaya hidup nasabah, diantaranya adalah signature, mandiri SKYZ, Everyday Card, sampai Mandiri Platinum. Nasabah sendiri bisa melakukan pengajuan kartu kredit hanya melalui ponsel, via website dan aplikasi Livin by Mandiri.

Nah, bagaimana syarat pengajuan kartu kredit mandiri secara online?

Mengutip laman resmi Bank Mandiri, dokumen persyaratan untuk pengajuan kartu kredit mandiri sendiri diantaranya adalah foto asli dengan E-KTP, Swafoto dengan memegang E-KTP asli, kemudian foto nomor pokok wajib pajak dan lain-lain.

1. Via Website

Nah, guna melakukan pengajuan kartu kredit mandiri, bisa dilakukan melalui website, via browser chrome atau safari. Pengajuan via website ini bisa dilakukan dengan mengunjungi alamat mandirikartukredit.com via ponsel, kemudian klik Apply Now.

Bila sudah, segera lanjutkan dengan login menggunakan akun PrivyID apabila sudah memiliki akun tersebut sebelumnya. Kalau sudah, kemudian pilih produk ‘mandiri kartu kredit’ dan klik lanjut.

Nasabah kemudian akan menerima kode OTP dari Mandiri Card, kemudian segera masukkan kode OTP tersebut ke bagian kolom yang disediakan. Bila sudah, isi data pekerjaan dan lain-lain, lengkapi dan klik lanjut. Nah, nantinya nasabah akan menerima SMS notifikasi bahwa pengajuan sedang diproses.

2. Via Aplikasi

Sekarang pengajuan kartu kredit bisa dilakukan via aplikasi. Cukup buka aplikasi Livin by Mandiri yang sudah diunduh dan diinstal. Kemudian, pada halaman beranda, cari menu produk lainnya dan pilih kartu kredit. Pilih jenis mandiri kartu kredit yang diinginkan, kemudian klik ajukan.

***

Nah, sekarang pengajuan kartu kredit tidak perlu ribet karena bisa dilakukan secara online, kan? Bagaimana dengan kamu? Yakin tidak mau mencoba? Lumayan lho, bisa dibuat sebagai dana darurat.

3 Tantangan Besar Dalam Bisnis Modal Kartu Kredit

3 Tantangan Besar Dalam Bisnis Modal Kartu Kredit

3 Tantangan Besar Dalam Bisnis Modal Kartu Kredit

Banyak orang bertanya di DM saya: Pak, gimana sih caranya biar bisnis modal kartu kredit yang cepat sukses? Triknya apa, pak. Waktu dapat pertanyaan ini, saya terhening. Ya… bagaimanapun menurut pikiran saya pertanyaan seperti ini jawabannya sudah jelas: Tidak ada bisnis yang pasti cepat sukses. Intinya, kalau mau bisnis itu perlu waktu dan membutuhkan kesabaran bila ingin mencicipi hasilnya.

Ya… namanya juga usaha. Di dalam bisnis kartu kredit pun Anda akan mendapatkan tantangan. Selama saya mengajar di kelas “Credit Card Revolution”, tiga tantangan berikut ini pasti ada dan tidak bisa dihindari.

1. Tantangan Apply Kartu Kredit

Nomor satu, sudah jelas tantangan apply kartu kredit dimana Anda harus bisa meraih hati bank. Bagi orang awam, mungkin akan susah mendapatkannya. Tapi, bagi yang mengerti sistem, jelas saja hal ini tidak susah.
Oleh karena itu, kalau Anda ingin sukses berbisnis kartu kredit, maka pastikan untuk tahu apa yang “BANK MAU”.

Singkat cerita, saya pernah mendapatkan keluhan dari salah satu alumni CCR yang apply kartu kredit berkali-kali tetapi tidak tembus.

Rupanya, alumni CCR ini apply sebagai “karyawan”. Di slip gaji, beliau isi 80 juta. Jelas saja saya kaget, dong! Mana ada karyawan, bahkan guru dengan gaji 80 juta sebulan. Jelas saja bank susah memberikan kepercayaan pada beliau untuk memegang kartu kredit.

2. Tantangan Kemalasan

Bisnis itu bisa berhasil kalau Anda tidak malas. Sayangnya, kenyataan di lapangan banyak yang berhasil buka bisnis tapi malas mengelola. Akhirnya, kartu kreditnya terpakai di awal saja buat bisnis. Di beberapa bulan selanjutnya, begitu terasa bisnis belum menghasilkan, perasaan malas melanjutkan pun bangkit.

3. Tantangan Khilaf

Banyak orang gagal di bisnis karena “Khilaf”. Ngerinya, bisnis sudah jalan dan omset pun berdatangan, tetapi bukanya dipake muterin bisnis lagi, omset malah dipakai foya-foya. Sampai ada yang tergiur dengan money game dan bangkrut karena “khilaf”

***
Namun, jangan berkecil hati dan dijadikan beban pikiran. Buktinya, 3 tantangan ini berhasil dilalui member “Credit Card Revolution” dan sukses di bisnis masing-masing.

Kalau Anda mau buka bisnis di bidang kartu kredit, silahkan klik link: ritzacademy.com/jadwal-training

Ingin Menaikkan Limit Kartu Kredit? Ini Tips yang Wajib Anda Lakukan

Ingin Menaikkan Limit Kartu Kredit? Ini Tips yang Wajib Anda Lakukan

Saya sering mengisi materi seputar menaikkan limit kartu kredit, baik itu di instagram, Youtube dan kelas Credit Card Revolution.
Kenapa menaikkan limit kartu kredit itu penting? Tentu saja bagi Anda yang sedang atau ingin menjalankan bisnis, limit kartu kredit yang besar akan memudahkan Anda memperbesar usaha.

Dengan limit yang besar Anda lebih tenang karena ada “dana cadangan” yang langsung bisa dipakai supaya bisnis tidak mandek begitu saja. Sayangnya, tidak semua orang dibekali kemampuan dan ilmu untuk menaikkan limit cc mereka meskipun sudah memilikinya selama bertahun-tahun.

Ini dia beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menaikan limit:

  1. Pastikan Momennya Tepat
    Menaikkan limit kartu kredit bisa semakin lancar selama kondisi keuangan Anda lagi stabil. So, pastikan kondisi keuangan Anda sedang baik supaya bank bisa mempertimbangkan Anda naik limit.Jangan minta naik limit ketika cashflow Anda sedang berantakan karena bisa terlacak di arus history bank.
  2. Seringlah Gunakan Kartu Kredit, Tetapi Jangan Lupa Dibayar
    Jarang menggunakan kartu kredit juga merupakan salah satu alasan kenapa pengajuan naik limit Anda ditolak. Bank tentu menciptakan kartu kredit sebagai sebuah bisnis. Bila kartu kredit sebagai produk yang mereka rilis tidak digunakan, maka bank tidak mendapatkan keuntungan.Bank lebih memilih menaikkan limit pada nasabah yang sering menggunakan kartu kredit karena lebih bisa memberikan keuntungan pada mereka. Oleh karena itu, gunakan kartu kredit sesering mungkin, dengan catatan dibayar! Lebih bagus lagi bila digunakan sesuai dengan prinsip di kelas Credit Card Revolution, yaitu menggunakannya untuk modal bisnis.
  3. Penggunaan Limit Kartu Kredit 70% dari Total Limit
    Jika Anda ingin menaikkan limit kartu kredit, pastikan penggunaanya mencapai 70% dari total limit. Bank akan menganggap Anda sebagai pengguna kartu kredit yang aktif bila pemakaian mencapai angka ini. Namun, pastikan untuk membayar tagihan sebelum tenggat waktu yang ditentukan oleh bank supaya history pemakaian Anda aman.

Inilah tiga cara sederhana untuk menaikkan limit. Sebenarnya ada cara mendalam untuk menaikkan limit secara lebih cepat dan efisien di kelas Credit Card Revolution.

Sejarah Kartu Kredit: Kapan Masuk Ke Indonesia?

Sejarah Kartu Kredit: Kapan Masuk Ke Indonesia?

Saya sering membahas seputar kartu kredit baik itu lewat Youtube, Instagram atau Tiktok. Konten yang saya bahas biasanya tentang permodalan bisnis menggunakan kartu kredit. Namun, saya jarang membahas sejarah kartu kredit itu sendiri. So, kali ini akan bahas sejarahnya sedikit di artikel ini.

So, kartu kredit ini sebenarnya bermula di tahun 1946. Seorang Bankir bernama John Biggins membuat sistem ‘Charge it’. Ini adalah sistem yang digunakan untuk mempermudah transaksi pembayaran khusus nasabah Flatbush National Ban of Brooklyn. Namun, pada saat itu belum ada istilah kartu kredit dan fisiknya sendiri belum ada. Hanya ada sistem yang jadi cikal bakal adanya kartu kredit itu sendiri.

Kemudian pada tahun 1949, seseorang bernama Frank McNamara makan malam di restoran mewah. Sayangnya, dompetnya tertinggal sehingga tagihan datang dan ia tidak bisa membayarnya. Bermula dari kejadian ini, Frank pun membuat kartu pembayaran bernama Diners Club Card.
Dengan kartu Diners Club Card, Frank bisa makan di berbagai restoran keren di Amerika Serikat guna menaikkan status sosialnya. Lambat laun, kartu tersebut pun semakin populer. Di tahun 1951, banyak orang menggunakan Diners Club Card dan mengikuti jejak Frank. Kartu Diners Club dibuat dari bahan plastik, seperti kartu kredit yang kita kenal sekarang ini.

American Express pun mendengar kabar tentang Diners Club ini dan menerbitkan kartu serupa bernama AMEX (American Express). Di tahun 1960, kartu kredit AMEX diperkenalkan secara besar-besaran agar banyak masyarakat Amerika yang menggunakannya.

10 tahun kemudian, di tahun 1970, Amerika mulai membuat regulasi kebijakan kartu kredit. Kemudian, di tahun 1980, kartu kredit masuk ke negara kita diperkenalkan oleh Bank Duta. Nah, sebenarnya Bank Duta inilah penerbit kartu kredit pertama di Indonesia. Namun, dulu kartu kredit terbitan Bank Duta tidak bisa diapply oleh semua orang melainkan hanya nasabah Bank Duta saja.

Pada tahun 1980, permohonan apply kartu kredit juga tidak bisa online tetapi harus datang langsung ke Bank. Bila ingin mendapatkannya secara mudah, harus mengikuti semacam program referral Member Get Member.

Inilah sejarah singkat kartu kredit. Semenjak tahun 1980, perkembangannya semakin meningkat hingga sekarang

Mengatasi Teror Pinjaman Online Modal Rp 50.000

Mengatasi Teror Pinjaman Online Modal Rp 50.000

Pernah alami transaksi kartu kredit tiba-tiba ditolak? Memang rasanya sangat tidak enak. Apalagi, seringkali transaksi kartu kredit yang tertolak ini sering kejadian di kasir pembayaran. Selain bikin malu, antrian kasir pun jadi terhambat. Anda pun jadi kehilangan kesempatan buat memperoleh diskon pembelian barang. Nah, Anda yang nggak ini hal ini terjadi, simak beberapa penyebabnya.

  1. Salah Memasukkan Pin dan Kode CVV
    Bila Anda salah memasukkan PIN ke mesin EDC, jelas saja transaksi ditolak dan pembayaran gagal. Oleh karena itu, jangan sampai lupa. Kode CVV juga perlu Anda ingat untuk transaksi online. Kode ini biasanya berjumlah 16 digit. Bila Anda salah input 16 angka ini, transaksi otomatis batal.
  2. Overlimit Bulan Sebelumnya Belum Lunas
    Pihak bank terpaksa membekukan tagihan transaksi Anda untuk sementara waktu hingga overlimit lunas. Ini yang membuat transaksi anda tertolak. So, bayar tagihan kartu kredit Anda beserta denda saat tagihan jatuh tempo nanti.
  3. Masa Berlaku Kartu Kredit Habis
    Kartu kredit yang sudah kadaluarsa akan otomatis ditolak untuk pembayaran. Perpanjang masa berlaku kartu kredit Anda dengan menghubungi pihak bank penerbit. Bank akan memberikan mekanisme penggantian kartu.⠀Ikuti instruksi yang diberikan oleh pihak Bank agar prosesnya berjalan dengan lancar.
  4. Data Diri Tidak Diupdate
    Transaksi kartu kredit tertolak bisa jadi karena informasi data diri anda sudah usang. So, update dengan menghubungi call center bank penerbit. Biasanya, data yang paling sering berubah adalah nomor handphone dan alamat domisili.
  5. Transaksi Mencurigakan
    Kartu kredit sudah terintegrasi dengan sistem yang canggih sehingga segala hal yang mencurigakan lebih mudah terdeteksi. So, penting bagi Anda untuk menjaga kartu kredit Anda dari pemalsuan oknum-oknum jahat.

Nah, sudah nggak penasaran lagi kan kenapa transaksi CC Anda tertolak? Ketelitian memang perlu Anda punyai saat memegang kartu kredit biar hal seperti ini tidak lagi terjadi pada Anda. Kan nggak enak juga kalau sudah siap pakai kartu kredit buat stok barang untuk buka bisnis eh tapi malah tertolak.

Transaksi Kartu Kredit Anda Ditolak? Ini Lho Penyebabnya

Transaksi Kartu Kredit Anda Ditolak? Ini Lho Penyebabnya

Pernah alami transaksi kartu kredit tiba-tiba ditolak? Memang rasanya sangat tidak enak. Apalagi, seringkali transaksi kartu kredit yang tertolak ini sering kejadian di kasir pembayaran. Selain bikin malu, antrian kasir pun jadi terhambat. Anda pun jadi kehilangan kesempatan buat memperoleh diskon pembelian barang. Nah, Anda yang nggak ini hal ini terjadi, simak beberapa penyebabnya.

  1. Salah Memasukkan Pin dan Kode CVV
    Bila Anda salah memasukkan PIN ke mesin EDC, jelas saja transaksi ditolak dan pembayaran gagal. Oleh karena itu, jangan sampai lupa. Kode CVV juga perlu Anda ingat untuk transaksi online. Kode ini biasanya berjumlah 16 digit. Bila Anda salah input 16 angka ini, transaksi otomatis batal.
  2. Overlimit Bulan Sebelumnya Belum Lunas
    Pihak bank terpaksa membekukan tagihan transaksi Anda untuk sementara waktu hingga overlimit lunas. Ini yang membuat transaksi anda tertolak. So, bayar tagihan kartu kredit Anda beserta denda saat tagihan jatuh tempo nanti.
  3. Masa Berlaku Kartu Kredit Habis
    Kartu kredit yang sudah kadaluarsa akan otomatis ditolak untuk pembayaran. Perpanjang masa berlaku kartu kredit Anda dengan menghubungi pihak bank penerbit. Bank akan memberikan mekanisme penggantian kartu.⠀Ikuti instruksi yang diberikan oleh pihak Bank agar prosesnya berjalan dengan lancar.
  4. Data Diri Tidak Diupdate
    Transaksi kartu kredit tertolak bisa jadi karena informasi data diri anda sudah usang. So, update dengan menghubungi call center bank penerbit. Biasanya, data yang paling sering berubah adalah nomor handphone dan alamat domisili.
  5. Transaksi Mencurigakan
    Kartu kredit sudah terintegrasi dengan sistem yang canggih sehingga segala hal yang mencurigakan lebih mudah terdeteksi. So, penting bagi Anda untuk menjaga kartu kredit Anda dari pemalsuan oknum-oknum jahat.

Nah, sudah nggak penasaran lagi kan kenapa transaksi CC Anda tertolak? Ketelitian memang perlu Anda punyai saat memegang kartu kredit biar hal seperti ini tidak lagi terjadi pada Anda. Kan nggak enak juga kalau sudah siap pakai kartu kredit buat stok barang untuk buka bisnis eh tapi malah tertolak.

Ini Lho Arti 15 Digit Angka Di Kartu Kredit Anda

Ini Lho Arti 15 Digit Angka Di Kartu Kredit Anda

Pernahkah Anda berpikir, apa arti 15 digit angka pada kartu kredit yang Anda pegang saat ini? Well, sama seperti KTP maupun Kartu Debit, ternyata 15 digit angka di kartu kredit juga memiliki arti tersendiri, lho.

Angka-angka tersebut menunjukkan identitas bank penerbit dan juga pemilik. Wah, apa saja artinya?

  1. Arti Digit Pertama
    Digit pertama kartu kredit menunjukkan identitas jenis penyedia layanan kartu kredit. Begini artinya:

    1: Industri Penerbangan
    2: Industri Penerbangan dan Keuangan
    3: Travel dan Hiburan
    4: Keuangan dan Perbankan (Visa)
    5: Keuangan dan Perbankan (MasterCard)
    6: Perdagangan dan Perbankan (Discover)
    7: Industri Perminyakan
    8: Industri Penyedia Layanan Kesehatan dan Komunikasi
    9: Lembaga Pemerintah

  2. Lima Digit Setelah Digit Pertama
    Lima digit setelah angka pertama merupakan identitas bank penyedia layanan kartu kredit. Nah, kelima digit setelah digit pertama ini sifatnya acak dan tidak sama antara bank satu dan lainnya.
  3. 9-12 Digit Setelah Lima Digit kedua
    9-12 digit setelah lima digit kedua adalah identitas pengguna layanan kartu kredit. Antara bank satu dengan yang lainnya tidak punya aturan yang sama. Ada bank yang memberikan 9 angka saja untuk pengguna, ada juga yang memberi 12 angka identitas.
  4. Digit Terakhir
    Digit terakhir kartu kredit berfungsi sebagai alat keamanan. Bank akan mendeteksi adanya kesalahan penggunaan kartu kredit dari digit terakhir angka cc Anda. Cara kerjanya menggunakan algoritma khusus.

    Nah, sudah tahu kan arti dari 15 digit angka pada kartu kredit Anda? Well, tetap hati-hati untuk tidak memberikan angka di kartu kredit secara sembarangan ke orang lain, ya.

    Bagi Anda yang ingin mengamankan angka di kartu kredit anda supaya tidak terjadi penyalahgunaan, coba ikuti langkah berikut ini.

1. Tutup Nomor CVV (3 angka acak di belakang kartu kredit)
2. Hindari memberikan detail 15 digit angka kartu kredit maupun nomor CVV pada siapapun
3. Hubungi nomor telepon yang tertulis hanya di balik kartu kredit. Hindari memberikan nomor selain yang tertera di kartu kredit.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds