Mana yang Lebih Baik sebagai Modal Bisnis? Kartu Kredit  atau Investor?

Mana yang Lebih Baik sebagai Modal Bisnis? Kartu Kredit atau Investor?

Mana yang Lebih Baik sebagai Modal Bisnis? Kartu Kredit atau Investor?Mengembangkan usaha tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Salah satu sumber danayang paling sering digunakan adalah menarik pihak lain sebagai Investor bisnis. Selain itu, adabeberapa orang yang menggunakan kartu kredit untuk modal bisnis. Mana yang lebih baik diantara keduanya?

Daripada anda sekalian bingung, saya coba jabarkan poin penting seputar penggunaan kartu kredit atau investor sebagai modal bisnis. Silahkan simak baik-baik supaya anda bisamenentukan arah tujuan anda.

  1. Modal Bisnis Lewat Investor

      1. Memang tidak semua, tapi konsep bisnis sering tidak bisa idealis ketika menggunakan Investor
        Bila ngomongin perihal bisnis, antara pengelola dan pemodal itu seperti satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pengelola adalah mereka yang menggerakkan roda bisnis. Sementara itu,seorang pemodal memberi ‘jalan’ kepada pengelola bisnis untuk terus bergerak lewat pendanaan.Terkadang, beberapa pengelola bisnis yang sangat bergantung kepada investor sering tidak bisaIdealis dengan ide bisnis ketika mendapat permintaan dari Investor. Memang, diawal kerjasama investasi seakan adem-adem saja dan semua pihak seolah setuju. Tapi, kasus dilapangan biasanyaberbeda. Ditengah jalannya bisnis, Investor akan meminta mengubah arah yang kadang tidaksesuai dengan keinginan pengelola.
      2. Sulit meraih Investor yang benar-benar cocok
        Investor cenderung selektif ketika menyeleksi proposal dan rencana bisnis yang diajukan pihakpengelola. Untuk itu, banyak pertimbangan yang dibutuhkan Investor sebelum mengucurkandana ke pihak pengelola. Tentu saja Investor lebih tertarik dengan pengelola dengan potensimenjanjikan. Nah, bagaimana dengan anda yang baru memulai usaha? Tentu sulit untuk meraih investor apalagi bagi anda yang punya usaha masih seumur jagung.
      3. Pengelola wajib mengembalikan dana modal pada Investor bila resiko meningkat
        Disisi lain, bila terjadi kasus cacat amanah atau resiko buruk meningkat, maka pihak pengelolawajib megembalikan dana investasi pada investor. Contohnya saja, bila ditengah jalan seoranginvestor melihat pengelola bisnis tidak mampu mempertahan usahanya, dana akan mudah ditariksewaktu waktu.
  2. Modal Bisnis Lewat Kartu Kredit

    1. Lewat kartu kredit, Konsep bisnis lebih merdeka tanpa intervensi
      Sebuah kartu kredit merupakan tanggung jawab si empunya CC. Kartu kredit sebagai modalusaha lebih bersifat merdeka daripada investor sebab tidak ada kesepakatan dengan orang laindimana pembagian hasil ditentukan. Seluruh keuntungan bisnis dengan modal kartu kreditmerupakan milik pengelola bisnis. Selain itu, pengelola bisa lebih leluasa menerapkan konsep bisnis yang diinginkan.
    2. Pengajuan kartu kredit lebih mudah, lebih cepat untuk modal usaha
      Berbisnis yang baik adalah paham momentum pasar. Sementara itu, menjual suatu produk ataujasa tentu membutuhkan setidaknya modal entah itu untuk marketing, branding, maupunproduksi. Sementara itu, mencari investor membutuhkan waktu yang lama. Itu saja masih belumpasti Investor menerima proposal bisnis anda atau tidak. Berbeda dengan bisnis modal kartu kredit dimana anda hanya membutuhkan beberapa dokumenlegal untuk mengajukan kartu kredit sesuai dengan status anda apakah karyawan atau pebisnis.Contoh dokumen yang dilengkapi diantaranya adalah KTP, KK, NPWP, SIUP, SKDU dan fotocopy rekening. Selama history keungan anda dinilai baik, bank pasti akan menyetujui apply kartu kredit anda dengan cepat.
    3. Tidak ada beban ‘balas budi’ dalam permodalan via kartu kredit
      Berbeda dengan modal bisnis lewat Investor, kartu kredit sebagai modal bisnis anda tentu tidak memiliki hubungan ‘balas budi’ dengan orang lain. Tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu pasar sedang lesu, pihak bank tidak akan pernah menarik kembali limit CC anda. Asalkan anda bisa patuh dengan aturan yang berlaku seperti mencicil pembayaran tagihan kartu kredit sebelum
      jatuh tempo, tidak aka nada masalah yang terjadi. Berbeda dengan Investor yang bisa menarikdana investasi sewaktu-waktu sesuai dengan keinginan mereka.

Itulah tadi beberapa poin penting yang harus anda perhatikan sebelum memilih pemodalan yang cocok bagi bisnis anda. Anda bisa pilih secara bijak mana yang lebih menguntungkan dengan memperhatikan poin-poin yang sudah saya tulis. Saya sendiri memilih menggunakan kartu kredit untuk permodalan bisnis yang saya jalani karena lebih mudah didapat dan tidak harus ribet mengajukan proposal ke Investor.

Nah, kalau anda sendiri mau gunakan yang mana? 

Mengenal Kartu Kredit Virtual Masa Kini: Pay Later. Apa itu?

Mengenal Kartu Kredit Virtual Masa Kini: Pay Later. Apa itu?

Era digital lagi-lagi membuat perubahan besar dalam metode transaksi keuangan. Salah satu yang baru di 2019 adalah hadirnya Kartu Kredit Virtual yang sedah marak digunakan sebagai cara pembayaran terbaru. Kartu kredit virtual yang sedang heboh di 2019 ini dinamakan Pay Later.
Sebenarnya, Apa itu pay later dan apa bedanya dengan kartu kredit biasanya?
Bacalah aturan berikut ini supaya anda paham sebelum menggunakan Pay Later.

Ini dia beberapa manfaat merchant untuk urusan kartu kredit anda:

  1. Aturan cicilan Pay Later sama dengan kartu kredit pada umumnya
    Cicilan Pay Later memiliki aturan yang sama dengan kartu kredit pada umumnya. Biaya keterlambatat terhitung sejak telat melakukan pembayaran dari tanggal jatuh tempo. Sementara itu, biaya administrasi dibayarkan setiap bulan selama periode mencicil.
  2. Tiap aplikasi online memiliki sistem Pay Later sendiri dengan bunga yang berbeda
    Bila kartu kredit pada umumnya dibedakan besaran limit dan bunga bedasarkan bank dimana kartu kredit dikeluarkan, maka Pay Later memiliki besaran bunga yang berbeda tiap aplikasinya. Hal ini disebabkan tiap aplikasi online membuka layanan Pay Later tersendiri.

Berikut ini beberapa rincian bunga Pay Later tiap aplikasi online:

  • OVO – PayLater
    Limit Pinjaman: Rp.10 juta
    Bunga: 2,9% perbulan
  • Traveloka
    Limit pinjaman: Maks. Rp50 juta
    Bunga: 2,14% – 4,78% per bulan
  • Shopee – PayLater
    Limit pinjaman: Rp 750 ribu (peminjaman awal)
    Bunga: 0 – 2,95% per bulan
  • Kredivo
    Limit pinjaman: Maks. Rp30 juta
    Bunga: 0 – 2,95% per bulan
  1. Proses pengajuan Pay Later tidak ribet
    Proses pengajuan Pay Later sendiri mudah dan tidak membutuhkan persyaratan. Kartu kredit virtual ini dapat diajukan hanya dengan foto KTP saja. Berbeda dengan kartu kredit bank yang membutuhkan beberapa data lain untuk melengkapi administrasi. Tak hanya itu, proses pengajuan Pay Later cukup lewat online saja di tiap-tiap aplikasi.
  2. Limit yang bisa diajukan lewat Pay Later tidak sebanyak kartu kredit pada umumnya
    Salah satu kekurangan yang membedakan Pay Later dengan kartu kredit biasanya adalah jumlah limit yang sedikit. Anda hanya dapat mengajukan pinjaman maksimal 1 juta lewat Gopay-Pay Later. Pay Later dengan limit yang banyak hanya dapat dijangkau lewat Traveloka dan Kredivo yakni hingga puluhan juta rupiah.

 

Pilih mana: Kartu Kredit Bank atau Pay Later?

Melihat beberapa keuntungan dan kekurangan dari Pay Later sebagai kartu kredit virtual, layanan ini nampaknya berguna untuk anda yang ingin mendapatkan dana transaksi secara cepat. Cukup sediakan foto KTP saja dan lakukan beberapa proses verifikasi, maka anda dapat menikmati limit yang diajukan.

Sebenarnya, antara kartu kredit biasa dengan kartu kredit virtual semacam Pay Later memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sesuaikan saja dengan kebutuhan anda dan ingat untuk menggunakannya secara bijak. Salam street smart!

Semoga Bermanfaat

Share if you like this

Liburan Anda Kemana? Saya Kasih Tahu, Ini Rahasia Saya Sering Liburan Ke Eropa

Liburan Anda Kemana? Saya Kasih Tahu, Ini Rahasia Saya Sering Liburan Ke Eropa

Followers-followers Instagram saya pasti paham kalau saya sering sekali pelesir ke luar negeri.
Kalau anda scroll feeds Instagram saya, Saya sering banget kelihatan jalan-jalan ke Eropa. Mungkin, dalam hati anda pasti bertanya:

Kok bisa sih, pak Roy jalan-jalan terus ke Eropa? Gimana caranya?

Aslinya, beneran, dalam hati saya lebih suka uang saya dipake buat muter bisnis saya daripada habis buat jalan-jalan. Nah, berhubung saya punya kartu kredit, angan-angan buat jalan-jalan ke Eropa jadi lebih mudah dan terlaksana. Saya jadi tertarik lagi buat pergi keliling dunia.

Rahasianya apa?

Rahasia saya pelesir ke Eropa juga nggak jauh-jauh dari keuntungan yang saya dapat dari kartu ajaib ini.
Kartu kredit yang saya pakai ternyata punya segudang manfaat yang besar buat aktivitas saya ke luar negeri. Simak ya.

  1. Terdapat promo tiket gratis ke luar negeri

    Banyak yang takut punya kartu kredit karena katanya malah nambah hutang. Padahal, buat anda yang hobi pelesir, wajib rasanya punya kartu ajaib ini. Tahu nggak? Berbekal kartu kredit, saya bisa dapat tiket gratis ke luar negeri.

    Gimana caranya?

    Jadi, selama satu tahun saya rajin ngumpulin yang namanya Miles lewat kartu kredit. Jadi, apakah yang dimaksud dengan miles ini? Miles ini semacam poin atau reward yang bisa ditukarkan buat dapet tiket gratis. Ketika anda berbelanja lewat kartu kredit di merchant-merchant yang telah bekerja sama, anda akan dapat poin (miles) yang nantinya bisa di tukarkan dengan benefit yang diinginkan termasuk tiket pesawat.

    Enak kan? Enak banget.

    Nggak cuma itu, pada periode-periode tertentu contohnya ketika perayaan hari-hari besar, kita bakal dapat promo tiket pesawat level first class! Mantap ya? Jelas!
    Saya pernah loh dapat promo tiket pesawat first class di tahun 2007 hanya bayar 10 persen saja dari harga tiket. Zaman sekarang, kapan lagi naik pesawat level first class pakai harga kelas ekonomi. Susah!
    Nah, rezeki bagi saya,
    Saya bisa ke Eropa naik pesawat level first class pakai harga miring dengan modal kartu kredit saja.

  2. Lebih efisien dan aman pakai kartu kredit buat perjalanan luar negeri

    Apa anda merasa kalau semakin hari, waktu semakin berjalan lebih cepat dari biasanya? Bayangkan, di tahun 2019 ini, anda harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk bolak-balik menukarkan uang ke Euro demi sebuah perjalanan ke Eropa?

    Jangan, saya sarankan jangan lagi pakai cara demikian. Waktu anda akan terbuang sia-sia karna harus antri dahulu, ngecek nilai tukar dahulu, dan menembus kemacetan demi menukarkan uang. Sedihnya lagi, nilai tukar uang biasanya merosot kalau uang kertas yang dipunya itu lecek.
    Saya sendiri nggak pernah yang namanya bawa uang cash ke luar negeri dalam jumlah banyak. Saya cuma bawa kartu kredit dan debit saja. Uang yang saya ambil dalam bentuk cash juga secukupnya saja untuk bayar ke toilet. Untuk transaksi lain saya lebih memilih pakai kartu kredit.

    Selain efisien, dengan membawa kartu kredit ke luar negeri, anda akan lebih merasa aman. Dalam perjalanan, anda tidak akan bisa menebak kejadian seperti apa yang akan anda alami nanti, siapa yang akan anda temui dan lain sebagainya. Tentunya membawa uang cash dalam jumlah banyak bukanlah suatu pilihan tepat.

    Dengan kartu kredit, keamanan uang anda akan lebih terjamin karena sebuah kartu kredit tentu membutuhkan yang namanya password. Jika memang terlanjur hilang, anda masih bisa meminimalisir resiko dengan cara meminta bank melakukan pemblokiran kartu kredit.

  3. Nggak punya uang buat jalan-jalan? Nggak usah takut. Pakai kartu kredit aja dulu

    Ini konsep yang sebenarnya nggak saya sarankan. Tapi, kalau misalnya anda punya keinginan dan urusan yang mengharuskan anda ke luar negeri, anda bisa gunakan kartu kredit dahulu.

    Maksudnya, anda jalan-jalan dulu deh. Pesen dulu tiket pesawat dan tentukan destinasi anda. Masalah bayarnya, anda bisa nyicil belakangan.

    Ini saya nggak menyarankan banget karna jika anda nggak bisa handle finansial, anda bakal kesusahan bayar diakhir nanti. Namun, bila anda tipe yang bisa handle finansial sementaraada sesuatu yang mengharuskan anda keluar negeri, anda bisa coba cara saya ini.

  4. Penat waktu perjalanan? Anda bisa nikmati bonus hiburan dari Kartu Kredit

    Seringkali kalau kita transit dari satu bandara ke bandara lain bisa nunggu waktu yang lumayan lama. Ada yang 2 jam, bahkan ada pula yang sampai 5 jam.

    Demi membunuh rasa bosan, kita bisa loh manfaatin kartu kredit kita buat menghibur diri. Beneran loh, di kartu kredit saya biasa dapat bonus makan gratis di longue. Beberapa kartu kredit seperti kartu kredit voyage punya keuntungan ini. Saya jadi lebih nyaman dan menikmati waktu menunggu dengan benefit ini.

  5. Budget perjalanan lebih mudah tercatat pakai kartu kredit

    Bila anda tipe orang yang pelupa dan butuh sekali menyesuaikan budget perjalanan anda, rasanya perlu banget buat punya kartu kredit.

    Dengan adanya kartu kredit, anda bisa tahu seberapa besar pengeluaran anda kemarin. Fungsinya apa?
    Justru, dengan anda tahu pengeluaran anda seberapa, anda bakal lebih hati-hati dalam mengeluarkan duit demi hal-hal yang nggak dibutuhkan.

    Jadi nggak perlu lagi ya anda ragu buat keliling dunia pakai kartu kredit. Di tahun 2019 ini, sudah saatnya anda keliling dunia dan melihat lebih luas lagi. Saya aja bisa, tentu anda bisa lebih dari saya.

    Gimana? Tertarik ikuti tips saya ini?

Semoga Bermanfaat

Share if you like this

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (2)

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (2)

Saya melihat banyak orang, entah itu murid-murid, alumni-alumni Saya, atau bahkan orang-orang disekitar kita yang ingin kaya tapi nyatanya tidak kaya-kaya.

Terkadang bukan karena mereka tidak tahu apa yang diinginkan, tetapi rata-rata mereka “kepengennya terlalu banyak”.

Kalau istilah Saya adalah “Kebanyakan cita-cita”

 

Contohnya, seorang alumni datang ke kelas Saya dengan membawa 10 kartu kredit dan kondisinya macet semua.

Ketika masuk kelas Credit Card Revolution harapan mereka semua utangnya bisa lunas, mendapatkan penghasilan yang besar dan langsung kaya.

Saat Saya tanya bisnis apa yang diinginkan, mereka cenderung menjawab berbagai macam jenis bisnis usaha. “Saya ingin bisnis A, B, C, D dan E”.

Jika sudah berbicara seperti itu, ketika Saya tanya detailnya ia tidak bisa mendeskripsikan bisnisnya seperti apa. Inilah penyakit kebanyakan cita-cita.

Lalu bagaimana cara menyiasatinya ?

 

Digambarkan bahwa saat ini kondisi Anda sedang “Kebanyakan cita-cita”.

Sebelumnya, apakah Anda pernah mendengarkan istilah,

Jika Anda mengejar 2 kelinci secara bersamaan, maka Anda tidak akan mendapatkan kedua-duanya

 

Sampai saat ini Saya sudah memiliki 8 bisnis usaha, tapi bukan berarti semua bisnis tersebut Saya dirikan dalam waktu yang bersamaan, melainkan Saya memfokuskan dari satu bisnis ke bisnis yang lain.

Sebenarnya Anda bisa mendapatkan semua bisnis yang Anda inginkan.

Bagaimana caranya?

Fokuslah pada satu bisnis usaha terlebih dahulu, dan pilih mana yang kira-kira bisa Anda raih terlebih dahulu

Misalnya bisnis jualan sebuah barang, maka fokuslah pada barang tersebut.

Pada bisnis berjualan barang pilihlah transaksi yang termudah, misalnya sebagai dropshiper.

Ambil bisnis yang sumber income-nya paling cepat untuk didapatkan, jangan cari penghasilan yang terbesar terlebih dahulu.

Kenapa cari yang paling cepat ?

Karena yang Anda butuhkan saat ini adalah kemenangan-kemenangan kecil agar nantinya mental Anda dapat dipersiapkan untuk kemenangan-kemenangan yang lebih besar

Tetapi jika Anda dari awal selalu mengejar hal yang besar, maka resiko kegagalannya tentu juga akan semakin besar

 

Kembali lagi ke bisnis, beri target berapa omset yang harus didapatkan, misalnya 3 juta.

Ketika Anda sudah mencapai target tersebut, maka Anda bisa fokus ke bisnis berikutnya, lakukan strategi ini setiap Anda ingin membuka bisnis baru.

Pada akhirnya Anda pun akan mendapatkan semua bisnis yang Anda inginkan JIKA ANDA KONSISTEN.

Lebih baik fokus 1 bisnis dalam 1 tahun, maka 5 bisnis akan diraih dalam 5 tahun

 

daripada

Dalam 1 tahun memiliki 5 bisnis tapi kemudian semuanya hancur

 

Artinya dalam sebuah bisnis bangun sales marketing terlebih dahulu, kemudian buatlah sistem di setiap Anda ingin memulai bisnis.

Minimal dengan seperti ini Anda bisa fokus, dan semua cita-cita dapat tercapai.

Oleh sebab itu hal terpenting adalah…

Majulah terlebih dahulu, maka hal-hal lain akan diatur dalam tempo yang sesingkat-singkatnya

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (1)

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (1)

Bagaimana menjadi kaya dengan modal kartu kredit?

Mungkin inilah pertanyaan yang selalu memenuhi inbox Saya, terus terang saja Saya sendiri kebingungan dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Ketika Saya menjawab “Caranya ikut workshop Saya” mereka justru marah sebab Saya dianggap hanya berniat menjual workshop saja.

Berbicara HOW TO GET RICH, tentu banyak step atau langkah-langkah yang harus dilewati.

Jika seseorang tidak berpikir panjang, pada akhirnya keinginan hanya akan jadi angan-angan yang membesar layaknya sebuah balon yang dapat meletus sewaktu-waktu.

HOW TO GET RICH, Anda perlu memiliki banyak skill, pengalaman serta mindset  untuk mencapai hal tersebut.

Namun kebanyakan seseorang tidak ingin melewati langkah-langkah atau ingin kaya secara instan.

Ada satu prinsip yang Saya ingat dari mentor Saya.

Kalau boleh bercerita, saat itu kondisi Saya sangat terpuruk, tetapi kemudian Saya mulai mencoba untuk memulai lagi usaha dengan modal kartu kredit.

Dan ketika Saya mempelajari ilmu perbankan.

“Tercetuslah Sebuah Ide”

 

Saya pun berpikir jika cara ini dikombinasikan dan dikembangkan,

Maka secara teori, modal 1 MILIAR pun akan sangat mudah untuk didapat dalam kurun waktu 3 bulan saja

Namun ketika mau mempraktekan, nyatanya Saya masih RAGU

 

Bukan tanpa alasan, sebelumnya Saya pernah memiliki utang kartu kredit sebesar 350 juta, itupun hampir macet, dan tentu saja trauma itu masih ada.

Untunglah Saya memiliki seorang mentor yang mampu membangkitkan semangat yang sempat hilang.

Mentor Saya mengatakan,

Ngapain dipikir, hajar dulu! Kita gunakan prinsip Bung Karno”.

Ia mengatakan ketika Bung Karno memerdekakan Indonesia, pernahkah beliau memikirkan siapa yang akan menjadi gubernur DKI Jakarta? Siapa yang menjadi Kapolri?

Tentu saja TIDAK.

Maka dari itu, yang terpenting adalah ACTION!

Bung Karno memerdekakan Indonesia saat ada kekosongan kekuasaan, dimana Jepang menyerahkan diri, artinya disitu ada momen yang tepat untuk memerdekakan Indonesia.

Jika dilihat dari sepenggal teks proklamasi, Bung Karno mengatakan “Dengan ini Saya nyatakan kemerdekaan Indonesia, hal-hal lain akan diatur dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.

Inilah yang menginspirasi Saya, ACTION!

Sebab jika Saya tidak mempraktekkan dan melangkahkan kaki maka 100% SAYA GAGAL

Tetapi jika Saya mempraktekkan, setidaknya ada kemungkinan 50% GAGAL dan 50% SUKSES

Prinsip inilah yang membuat Saya bangun dan sampai hari ini Saya sudah memiliki berbagai macam jenis usaha mulai dari kafe, restoran, penginapan dan lain sebagainya.

Apabila Anda ingin menjadi kaya,

Maka pikirkan mulai sekarang bagaimana cara agar omset Anda bisa meningkat 2x lipat

Jika Anda karyawan, pikirkan bagaimana penghasilan Anda bisa menjadi 2x lipat

Kalau Anda konsisten dengan pemikiran seperti ini, maka cukup 10 – 20 action saja mungkin hasilnya akan sesuai dengan yang Anda inginkan

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Cara Menghadapi Debt Collector di Sosial Media

Cara Menghadapi Debt Collector di Sosial Media

Kali ini Saya akan menginformasikan sekaligus meng-update  sebuah evolusi atau perubahan yang penting untuk kita ketahui, terutama bagi Anda yang bermasalah di kartu kredit.

Saat ini debt collector  sedang berevolusi atau mempunyai inovasi baru dalam meneror seseorang yang sedang bermasalah dengan kartu kredit.

Saat ini mereka tidak hanya menyerang via telepon maupun via sms, tetapi wilayahnya sudah merambah ke sosial media seperti WhatsApp, Line, Facebook dan sebagainya.

Maka dari itu kita pun juga harus melakukan yang namanya UPDATE STRATEGI.

Dengan berkembangnya dunia sosial media saat ini juga mempengaruhi kemudahan seseorang untuk mendapat informasi yang lebih banyak dan mendetail mengenai diri kita.

Ketika kita sedang bermasalah di kartu kredit, biasanya penagih atau istilahnya debt collector  akan melakukan penagihan via telepon ataupun via sms.

Seperti yang Saya jelaskan diatas tadi, bahwa mereka sudah mulai berani meneror melalui sosial media.

Anda harus sadar dengan jaman keterbukaan saat ini, ketika Anda memiliki sebuah account  facebook, lalu nomor telepon yang Anda miliki tercantum dalam informasi, maka otomatis data-data Anda akan terlihat oleh siapapun.

Anda tentu bisa melihat bahwa facebook ini milik siapa, nomor yang tercantum milik siapa, dan dari situ mereka bisa dengan mudah melacak data Anda hanya dengan mengandalkan dunia internet.

Terdapat titik permasalahan yang kita takutkan yaitu ketika facebook terkoneksi dengan keluarga, pasangan atau anak.

Nah, tetapi ada beberapa strategi yang harus Anda pahami ketika Anda memutuskan untuk tidak atau belum sanggup untuk membayar tagihan.

Yang PERTAMA

Anda harus mulai memproteksi nomor handphone Anda

Terutama jika terkoneksi dengan aplikasi WhatsApp

 

Pada aplikasi WhatsApp jangan sekali-kali memajang foto keluarga, lebih baik pajang foto diri sendiri atau gambar-gambar lainnya.

Kenapa?

Karena beberapa kasus yang Saya temui, mereka seringkali melakukan teror dengan menyangkut-pautkan anggota keluarga.

“Bu, Anaknya bagaimana? Apa perlu Saya yang menjemput?”

 

Ucapan seperti ini mungkin terdengar halus, tapi membuat kita sebagai orangtua merasa tidak nyaman

Jika Anda ingin merubah nomor handphone  Anda, pastikan untuk mematikan atau men-deactive  nomor lama Anda pada aplikasi WhatsApp, dengan begitu nomor Anda tidak akan terdaftar di aplikasi tersebut.

Yang KEDUA

Pada aplikasi Facebook lakukan proteksi seperti saat seseorang menge-tag  atau menandai Anda dalam sebuah foto

 

Cek pengaturan agar postingan tersebut dapat ditampilkan di halaman facebook dengan seijin Anda sebagai pemilik akun

Kemudian setelah itu atur “Hanya Teman” untuk siapa saja yang bisa melihat postingan Anda.

Satu lagi yang harus Anda pahami, jika dulu setiap ada permintaan pertemanan selalu diterima, maka untuk saat ini “Jangan asal menambahkan pertemanan tanpa tahu siapa orangnya“.

Kurangi unggahan foto-foto yang memperlihatkan keluarga atau segala macam yang memperlihatkan identitas keluarga Anda ketika Anda sedang bermasalah di kartu kredit maupun di KTA.

Bagaimana jika sudah terlanjur ada yang menagih?

Tidak perlu BAPER, tidak perlu DIPIKIRKAN

BLOKIR SAJA

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Selain untuk Modal, Inilah Manfaat Kartu Kredit bagi Pemula

Selain untuk Modal, Inilah Manfaat Kartu Kredit bagi Pemula

Kali ini Saya akan sharing mengenai manfaat kartu kredit selain untuk modal bisnis terutama bagi para pemula atau newbie  dimana garis besarnya akan Saya bahas di buku terbaru Saya yang berjudul…

CCR For Newbie

Sebenarnya Saya pribadi mengajarkan kartu kredit sebagai modal bisnis, namun tahukah Anda bahwa sebenarnya diluar sana terdapat banyak kegunaan lain dari kartu kredit itu sendiri, dengan catatan penggunaan yang produktif dan bukan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Lalu apa saja manfaat-manfaat lain selain untuk modal bisnis?

Manfaat-manfaat lain selain untuk modal bisnis, antara lain :

Standby Loan  atau sebagai Dana Cadangan

 

Ketika Anda mempunyai kartu kredit dan tidak Anda gunakan, maka sebenarnya fungsi kartu kredit masih sama yaitu untuk dana cadangan Anda, sebab kita sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi dengan bisnis kita, diri kita atau masa yang akan datang.

Sebenarnya kata kunci ketika Anda mengikuti kelas di Credit Card Revolution sendiri adalah standby loan.

Kenapa?

Karena 95% Orang Hidup Tanpa Persiapan

 

Kartu Kredit sebagai Sarana Pembayaran Iklan facebook  atau digital marketing

 

Ketika kita berbisnis, terutama bisnis yang sifatnya online  Anda akan sangat mengandalkan yang namanya kartu kredit.

Hampir semua pembayaran dilakukan dengan kartu kredit, sebenarnya bisa saja menggunakan ATM, tapi menurut Saya hal itu sangat tidak efektif dan terlalu dipaksakan.

Saya pribadi menggunakan kartu kredit untuk membayar tools-tools  yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan internet marketing yang Saya miliki, kemudian untuk membership subscribe  dan komunitas luar negeri yang subscribenya berbayar.

Tidak hanya itu, Saya juga menggunakan kartu kredit untuk membeli beberapa audiobook untuk Saya pelajari.

 

Kartu Kredit untuk Pembelian Barang

 

Sebagai contoh Anda membeli mesin digital printing, tentu Anda akan kesulitan untuk mendapatkan kredit dengan barang sebesar itu, lagi-lagi kartu kredit bisa kita jadikan solusi untuk masalah ini

Apalagi dengan adanya marketplace  seperti toko*edia ataupun buka*apak. Marketplace  tersebut memberikan penawaran cicilan sebesar 0% untuk 12 bulan. Dengan menerima tawaran tersebut Anda sudah bisa melakukan produksi dengan mesin tersebut.

Diluar itu sebenarnya masih banyak manfaat-manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari penggunaan kartu kredit.

Maka dari itu “Gunakan Kartu Kredit secara Produktif !

[ WARNING! Jangan gunakan kartu kredit untuk hal-hal konsumtif ]

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Bagaimana Utang Bisa di Jadikan Kekuatan

Bagaimana Utang Bisa di Jadikan Kekuatan

Kali ini Saya akan membahas materi yang sedikit explicit dan sedikit berbau kontroversi, jadi bagi Anda yang berjantung lemah atau alergi terhadap utang, lebih baik jangan dibaca.

Bagaimana utang bisa kita jadikan kekuatan untuk tetap fokus dalam bekerja

Kenapa Saya menggunakan utang?

 

Karena Saya sadar, Saya adalah tipikal orang yang tidak tahan godaan alias boros.

Intinya Saya adalah golongan orang-orang yang tidak bisa menabung.

Apakah Anda orang seperti Saya?

Jika IYA, artinya kita berada pada track  yang sama.

 

Tetapi Saya tahu kondisi, kemudian Saya berpikir “Kalau terus-menerus begini, maka Saya tidak akan pernah kaya”.

Akhirnya Saya memutuskan jika penghasilan Saya lebih, maka yang akan Saya lakukan adalah menambah utang.

Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah Saya utang bukan untuk hal-hal yang tidak berguna ataupun konsumtif, tetapi Saya utang untuk berinvestasi seperti membeli properti.

Misalnya penghasilan bersih Saya sebesar Rp 15.000.000,- maka Saya akan mencari properti yang angsurannya kurang lebih kisaran Rp 7.000.000,- sampai Rp 8.000.000,-.

Dan ketika Saya membuka bisnis baru, otomatis penghasilan Saya bertambah, Saya akan kembali mencari properti dengan angsuran yang tidak melebihi penghasilan yang Saya dapat.

Untuk saat ini mungkin total angsuran Saya sudah seharga satu mobil innova.

Pertanyaannya “Apakah itu berat?

Tentu Saja

 

Tetapi Saya tidak memandang itu sebagai angsuran, maka ketika Saya bekerja, Saya akan memfokuskan diri pada angsuran tersebut.

Perlu diingat kembali, angsuran tersebut berupa properti, jadi Saya menganggap membeli properti sebagai kegiatan menabung Saya.

Tidak sedikit orang menganggap bahwa Saya kerja dan hidup hanya untuk bayar utang.

Namun cara pandang Saya berbeda, ketika Saya berhasil membayar istilahnya Rp 200.000.000,- untuk angsuran, itu artinya “Saya telah berhasil mengamankan penghasilan Saya dengan berupa properti“.

Saya berpikir jika Saya tidak memiliki angsuran apapun dengan penghasilan ratusan juta, mungkin Saya akan jauh lebih khilaf dibanding kawan-kawan Saya, setiap hari jalan-jalan, membeli mobil mewah atau mungkin punya 4 istri (hehehe).

Tetapi kenyataannya saat ini Saya memiliki tanggungan dan semua penghasilan Saya fokuskan untuk membayar angsuran, itulah kenapa lifestyle  Saya biasa-biasa saja.

Saya katakan sekali lagi bahwa setiap orang punya cara pandang masing-masing, ada seseorang yang ketika dalam tekanan maka otaknya akan semakin kreatif dalam berpikir.

Sebaliknya ada pula orang yang jika dalam tekanan, ia malah merasa ciut, takut dan susah untuk berkarya. Jika Anda orang seperti ini maka jalan ini bukanlah untuk Anda.

Tidak ada yang BENAR dan tidak ada yang SALAH

BENAR menurut Saya belum tentu BENAR menurut Anda

Tetapi dengan pendapatan yang sama, minimal Saya sudah mempunyai banyak aset saat ini

Saya berpikir bahwa 2 tahun lagi saat semua angsuran Saya lunas, maka akan cukup untuk persiapan di hari tua nanti.

Selagi Saya masih pada usia produktif dan masih mampu bekerja dengan baik, HAJAR!

Terus terang saja, angsuran-angsuran inilah yang membuat Saya tetap fokus, konsisten, terus berkarya dan terus berpikir dalam mengembangkan usaha yang Saya miliki.

Jadi jangan menganggap sebuah angsuran itu beban, kecuali Anda mengangsur untuk bayar utang kembali maka itu akan menjadi beban.

Sekali lagi ini adalah my style

Kalau Anda setuju silahkan, tidakpun it’s ok  karena cara ini memang tidak untuk semua orang

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Trik Berbisnis Gestun

Trik Berbisnis Gestun

Pada kesempatan kali ini Saya ingin sharing  tentang bagaimana trik berbisnis gestun dan cara membuat customer merasa puas dan berpeluang untuk naik limit.

Beberapa waktu yang lalu Saya bertemu dengan alumni Saya di CCR dimana saat ini mereka sudah menjadi seorang pengusaha gesek tunai dan mempunyai satu kelas yang bernama GTR Advance.

Lalu apa bedanya GTR Advance dengan GTR ?

 

Di GTR Advance ilmu yang diberikan lebih kompleks terutama bagi Anda yang sudah memiliki bisnis gestun.

Lain dengan GTR yang Saya ajarkan, ilmu yang diberikan khusus bagi para newbie  yang ingin membuka bisnis gestun.

Nah, Salah satu pengajar di GTR Advance adalah Ferry Right, beliau juga mempunyai peran dalam mencetuskan satu sistem yaitu ilmu pemondokan.

Apa yang membedakan bisnis gestun yang dikelola oleh kami dengan bisnis gestun diluaran sana?

 

Ferry mengatakan bahwa ia mempunyai satu kunci sukses dalam bisnis gestun, yaitu gestun pemondokan dan talangan yang dimiliki tidak jorok, jadi terbebas dari “virus-virus” yang sebetulnya ada pada EDC itu sendiri.

Sebagai seorang pengusaha gestun dan talangan, Anda tidak akan pernah tahu jika Anda tidak melakukan screening  terlebih dahulu untuk mengetahui kapan EDC Anda ter-suspect.

Karena jika sudah ter-suspect maka kemungkinan EDC Anda bisa dicabut dan kartu kredit customer  Anda akan susah untuk naik limit.

Jika dari kacamata seorang Edy Wijaya yang juga seorang pengajar di GTR Advance, beliau mengatakan bahwa sebenarnya yang terjadi diluaran sana adalah rata-rata orang mempelajari ilmu gesek tunai dengan cara otodidak. Akibatnya mereka tidak mengetahui mana yang benar mana yang salah.

Problemnya jika kita start  dengan cara yang salah, kita tidak akan tahu ilmunya secara keseluruhan, sebab ilmu yang dipahami hanya setengah-setengah tanpa tahu detailnya seperti apa.

Bagaimana cara kita membuka usaha gestun?

 

Ferry mengatakan, yang pertama adalah dengan adanya modal, namun tanpa modalpun sebenarnya bisnis gestun tetap bisa dibuka.

Yang kedua, kita harus mempunyai EDC (Alat konversi dari sisa limit menjadi tunai).

Yang ketiga dan terpenting yang tidak semua pengusaha punya adalah KNOWLEDGE.

KNOWLEDGE  sendiri akan kita ajarkan di kelas GTR Advance, salah satunya bagaimana kita membuka bisnis gestun dengan SOP yang benar, tidak menyalahi regulasi perbankan dan yang terpenting tidak jorok”.

Tidak sedikit orang yang mungkin memiliki pengalaman lebih banyak dari kita terhadap industri ini, tetapi terkadang mereka tidak sadar jalannya sudah benar atau tidak, sehingga mereka tidak bisa membedakan mana yang benar-benar kesalahan dari mereka dan mana kesalahan dari pihak perbankan sendiri.

Jika kita geseknya “JOROK“, apa resiko yang akan didapat?

 

Ketika Anda terindikasi gestun yang jorok, yang pertama otomatis limit Anda tidak akan pernah naik. Ini salah satu resikonya.

Yang kedua kartu Anda bisa diblokir, ketiga EDC akan ditarik dan masih banyak resiko-resiko lain yang akan terjadi.

Kartu holder  atau pemilik kartu mendapat resiko, merchant  pun juga tidak akan lepas dari namanya resiko.

Jika Anda tipikal orang yang mencari gestun yang termurah, biasanya resikonya lebih besar dan tanpa disadari Anda terkena resiko tersebut.

Saya bertahun-tahun memakai kartu kredit kok tidak naik-naik limit?

ATAU

Pak, sudah dipondokin kok tidak naik-naik?

Sekarang kita tidak tahu historis Anda sebelum kartu dipondokin atau apa yang terjadi ketika Anda bergestun 4 – 5 tahun yang lalu.

Apa imbasnya jika gesekannya bagus?

Imbasnya tentu ada 2, dari sisi pemilik kartu dan merchant.

 

Jika dari sisi merchant,  transaksi Anda akan mulus, artinya terima uang tepat waktu, tidak ada dana yang di hold  dan tidak adanya transaksi yang dipertanyakan oleh pihak perbankan.

Itulah kenapa kartu kita bisa naik tanpa diminta dan sebaliknya ada yang istilahnya sampai ngemis-ngemis minta naik limit tapi nyatanya tidak naik limit.

Satu hal yang harus Anda pahami, “NAIK LIMIT ITU MISTERI” sebab historis penggunaan seseorang itu beragam.

Naik limit sendiri bergantung pada banyak aspek, Ferry sendiri menyampaikan bahwa aspek dasar memiliki 3 kata kunci yaitu pola pembayaran, pola transaksi dan yang terakhir adalah sisa limit.

Mari kita coba kembali ke zaman ketika Anda pertama apply  kartu kredit. Saat Anda mengajukan, apa syarat yang diminta oleh pihak perbankan?

Tentu yang pertama diminta adalah KTP.

Jika seorang karyawan, kita harus melampirkan slip gaji dan jika seorang pengusaha kita harus melampirkan yang namanya mutasi, sebab hal ini bisa menunjukkan kemampuan bayar kita.

Lalu kenapa kartu kita dapat di acc? Sudah jelas bahwa kita punya kemampuan bayar yang bisa ditunjukkan melalui slip gaji.

Dan jika limit Anda naik, artinya..

“Bank mengindikasikan bahwa kemampuan bayar Anda semakin bertambah”

Lalu bagaimana kita bisa dianggap bahwa kemampuan bayar kita sudah bertambah?

 

Sebenarnya untuk mencari tahu caranya sangatlah simple  dan sederhana.

Kita bisa ambil contoh dari pola pembayaran.

Bayar di tanggal cetak dengan bayar di tanggal jatuh tempo ditambah 1 hari

Kira-kira lebih bagus mana kemampuan bayarnya?

Sudah jelas bayar di tanggal cetak bukan?

 

Ini hal yang paling sederhana.

Ketika pola pembayarannya sudah bagus di tanggal cetak, bagaimana dengan pola transaksinya?

Misalnya yang dibayarkan Rp 20.000.000,- kemudian melakukan transaksi kembali Rp 20.000.000,- di hari yang sama dengan yang dibayarkan Rp 20.000.000,- tetapi dipecah menjadi 3 hari dalam transaksi.

Kira-kira mana yang lebih berpotensi untuk bisa naik limit?

Jadi kalau kita berbicara mengenai kenaikan limit, tentu banyak sekali faktor-faktor yang akan dipertimbangkan.

Oleh sebab itu jadilah pengusaha gesek tunai yang tidak hanya memberikan keuntungan secara sepihak

Lindungi customer  sesuai dengan SOP dan tidak menyalahi aturan

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Pelarangan Merchant Beri Charge dari OJK. Efektifkah?

Pelarangan Merchant Beri Charge dari OJK. Efektifkah?

Kali ini Saya akan membahas masalah mengenai OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang melarang terjadinya penambahan charge  dari masing-masing merchant  (penjual) kepada pembeli.

Pertanyaannya…

Apakah hal itu efektif atau justru tidak efektif sama sekali?

Sebelum kita masuk kedalam masalah, Saya ingin menceritakan bahwa dulunya terdapat 2 jenis hukum di Indonesia yaitu Das Sein  dan Das Sollen yang diambil dari bahasa Belanda.

Das Sein  adalah “SEHARUSNYA” dan Das Sollen  adalah “SENYATANYA”.

 

Untuk Das Sein, Anda pasti paham bahwa prostitusi itu dilarang, tetapi kenyataannya masih banyak praktek prostitusi di negara kita.

Sama halnya dengan pelarangan gestun, nyatanya masih banyak orang-orang yang membuka bisnis gestun.

Inilah yang harus Anda pahami terlebih dahulu.

Kembali ke masalah pelarangan penambahan charge  dari merchant  kepada pembeli.

Merchant akan dikenakan potongan biaya senilai kurang lebih 1,8% di tiap kartu kredit yang di gesek oleh merchant.

 

Mungkin untuk beberapa usaha seperti restoran, kafe, hotel atau usaha yang tingkat keuntungan diatas 20% – 30%, maka charge  senilai 1,8% biasanya akan ditanggung oleh perusahaan atau si penjual.

Tetapi kita tidak bisa hanya melihat dari satu sisi bisnis saja

Kita juga harus mengetahui terlebih dahulu apa unit usaha yang di kelola

Misalnya unit usaha seseorang adalah menjual handphone.

 

Anda harus paham bahwa keuntungan yang didapatkan tentu tidak sebanyak usaha restoran, sebab harga yang ditawarkan tentu bersaing dan pembeli juga akan mencari harga yang termurah.

Penjual seperti inilah yang pastinya merasa keberatan jika harus menanggung charge  kartu kredit. 

Maka dari itu sekali lagi kita harus paham mengenai konteksnya.

Sebenarnya OJK tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan pelarangan penambahan charge.

Tidak sedikit marketplacemarketplace  di Indonesia yang memberikan charge  kepada pembeli pada setiap transaksi kartu kredit senilai 1,5% walaupun kita tahu nilainya tidak tinggi.

Maka sekali lagi kita harus bisa memahami dari segala sisi serta apa saja konteks-konteks yang ada agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas aturan ini

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds