KARTU KREDIT DI AMERIKA VS QRIS DAN GPN DI INDONESIA: MANA YANG LEBIH UNGGUL?

KARTU KREDIT DI AMERIKA VS QRIS DAN GPN DI INDONESIA: MANA YANG LEBIH UNGGUL?

Hubungan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat tengah menjadi perbincangan panas. Hal ini terjadi setelah munculnya kiritkan dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) terhadap kebjakan di Indonesia, termasuk system layanan keuangan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

USTR menyebut bahwa penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menimbulkan kekhawatiran d kalangan perusahaan penyedia layanan pembayaran asal Amerika. Di samping itu, USTR juga mengatakan jika pemrosesan kartu kredit lewat Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) berpotensi akan semakin menghambat hubungan dagang Indonesia–AS.

Dalam laporannya USTR menjelaskan pada Me 2023, Bank Indonesia memberikan amanat agar kartu kredit pemerintah diproses melalui GPN serta mewajibkan penggunaan dan penerbitan kartu kredit pemerintah daerah. Perusahaan pembayaran AS khawatir jika kebijakan baru tersebut bisa membatasi akses penggunaan opsi pembayaran elektronik AS.

Lalu, apa yang membedakan antara metode pembayaran yang populer di AS dan Indonesia?

Amerika Serikat: Cek hingga Kartu Kredit

Dikutip dari Rhode Island Current, cek adalah bagian penting dari ekonomi Amerika Serikat selama beberapa dekade. The Federal Reserve System (The Fed) selaku bank sentral sudah memproses 17 miliar cek dalam setahun pada 2000. Di tahun yang sama, rata-rata orang Amerika menulis sekitar 60 cek yang dikliring oleh the Fed setiap tahunnya.

Akan tetapi, penggunaan cek kini sudah lebih jarang jika dibandingkan dengan metode pembayaran lainnya, yang mencakup 4% transaksi di AS pada 2022. Berdasarkan hasil Survei dan Buku Harian Pilihan Pembayaran Konsumeen pada 2022 oleh Federal Reserve Bank of Atlanta menyebutkan jika uang tunia mencakup lebih dari 17% transaksi kartu kredit atau kartu debit digunakan lebih dari 31%.

Walaupun pneggunaannya sudah menurun, cek masih memilki banyak peminat di AS, terutama kaum muda. Dikutip Marketplace, seorang profesor pemasaran di Washington University di St. Louis, Cynthia Cryder, mengatakan jika orang-orang yang sudah menulis cek hampir sepanjang hidupnya kemungkinan akan merasa asing dengan opsi pembayaran lain.

Adapun penggunaan cek mayoritas dilakukan di oleh kalangan orang tua, sedangkan anak muda lebih memilih yang berbasis teknologi, seperti ApplePay dan PayPal. Namun Bill Maurer selaku profesor antropologi University of California menjelaskan ada generasi milenial dan gen Z yang masih menggunakan uang tunai dan cek karena bisa membuat pengeluaran lebih hemat.

Tidak hanya di kalangan perserorangan saja, 81 perusahaan di AS masih menggunakan cek kertas untuk keperluan membayar tagihan.

Selan cek, pembayaran menggunakan kartu juga masih sangat populer di AS, termasuk kartu kredit sepert Visa dan Mastercard. Menurut data YouGov per Februari 2024, penggunaan kartu debit dengan menggunakan cip memiliki presentase sebesar 42% dan 35% kartu debit digesek, sedangkan kartu kredt dengan menggunakan cp sebesar 35% dan 26% digesek.

Akan tetapi, 67% responden atau mayoritasnya lebih menyukai transaksi fisik menggunakan uang tunai. Kemudian37% warga AS memilih menggunakan PayPal, kemudian adan Zelle sebesar 17%, Venmo 15%, ApplePay 14%, dan Google Wallet sebesar 10%.

Indonesia: QRIS hingga Pinjol

Sementara itu di Indonesia, Visa Consumer Payment Attitude Study 2023 mengklaim penggunaan uang tunai turun ke level 80%, dari sebelumnya 84% di tahun 2022. Pembayaran lewat dompet digital (e-wallet) terus melonjak dengan penggunaan sebesar 92%.

Perilaku non-tunai (cashless) di Indonesia disumbang oleh gen Z sebesar 76% dan gen Y sebesar 69%, yang berarti hampir 3 dari 5 orang di antaranya lebih memilih menggunakan transaksi tanpa uang tunai.

Peningkatan transaksi keuangan berbasis cashless juga terlihat dari penggunaan QRIS. Tiga bulan pertama sejak diimplementasikan secara nasional pada Rabu, 1 Januari 2020, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mencatat di dalam laporannya, total volume transaksii QRIS sudah mencapai angka 124,11 juta dengan nominal transaksi mencapai Rp 8,21 triliun.

Hingga saat ini, transaksi QRIS secara nasional hingga triwulan I 2025 sudah menyentuh angka 56,28 juta pengguna dan 38,1 juta gerai/usaha, yang di mana 93% di antaranya merupakan UMKM. Sedangkan total transaksinya mencapai 2,62 milir transaksi dengan nominal Rp 262 triliun.

Berbeda dengan QRIS yang meroket, laporan transaksi pembayaran menggunakan kartu debit mengalami penurunan secara tahunan menjadi 1.759,92 juta  transaksi. Sementara itu, transaksi kartu kredit masih tumbuh di angka 20,92% secara tahunan mencapai 114,31 juta transaksi.

Dikutip dari Antara, dari sisi ritel volume transaks BI-FAST mengalami kenaikan sebesar 67,79% secara tahunan—mencapai 785,95 juta transaksi. Untuk transaksi perbankan digital sendiri tercatat 5.363 juta transaksi, naik 34,49% secara tahunan.  Sedangkan untuk transaksi uang elektronik (e-money) meningkat 39,42% secara tahunan di angka 3,958,53 juta transaksi.

Selain layanan pembayaran lewat lembaga perbankan konvensional, jasa keuangan berbasis teknologi juga mulai tumbuh subur di Indonesia. OJK mengatakan  penyaluran pinjaman fintech peer-to-peer (P2P) lending alias pinjol meningkat pesat 29,94% secara tahunan dengan nominal Rp 78,5 triliun pada Januari 2025.

Lalu kredit melalui layanan beli sekarang bayar nanti alias paylater meningkat 41,9% secara tahunan menjadi Rp 7,12 triliun pada Januari 2025.

GANDENG DISNEY, OCBC RILIS KARTU KREDIT STAR WARS PLATINUM

GANDENG DISNEY, OCBC RILIS KARTU KREDIT STAR WARS PLATINUM

Bersamaan dengan perayaan “May the Fourth” yang  identik dengan Star Wars, secara resmi OCBC meluncurkan kartu kredit OCBC Star Wars Platinum.

Amir Widjaya selaku Executive Director, Marketing Communication Division Head OCBC menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Disney ini adalah bagian dari komitmen OCBC dalam menghadirkan solusi keuangan inovatif sekaligus memperkuat literasi keuangan di kalangan nasabah, terutama generasi muda.

Kartu ini tidak hanya memiliki tampilan yang unik dengan desain lentikular yang menampilkan karakter ikonik Star Wars sepert Darth Vader dan Master Yoda, tapi juga dirancang untuk mengedukasi pengguna soal pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak.

Lewat kampanye #FUNanciallyFit, OCBC, ingin mengajak masyarakat untuk tetap menikmati gaya hidup secara bertanggung jawab dan seimbang.

Berdasarkan data OCBC Financial Fitness ndex (FFI) 2024, sebanyak 40% generasi muda masih mempunyai kebiasaan membayar tagihan kartu kredit hanya sebatas minimum payment. Lewat pendekatan kreatif ini, OCBC berharap bisa mengubah pola pikir masyarakat terhadap penggunaan kartu kredit.

Kartu kredit OCBC Star Wars Platinum memberikan berbagai manfaat menggiurkan, terutama untuk para penggemar Disney dan pencinta traveling. Pengguna bisa menggunakan promo Buy 1 Get 1 tiket film Disney, Pixar, Marvel, dan Star Wars di Cinema XXI, dan juga diskon 20% untuk berlangganan Disney+ Hotstar.

OCBC juga bekerja sama dengan Panorama JTB Tours untuk memberikan tiket pulang-pergi ke Tokyo, Paris, Shanghai, dan Hong Kong, dan potongan harga Rp200.000 untuk paket destinasi Disney theme park.

Ada juga fitur cicilan hingga 36 bulan, termasuk untuk kartu OCBC lainnya seperti Nyala, Platinum, dan Titanium. Di samping itu, pengguna bisa menukar Poinseru dengan merchandise eksklusif, e-voucher, dan hadiah menarik lewat aplikasi OCBC Mobile.

Lewat kolaborasi ini, OCBC menegaskan jika kartu kredit bukan hanya sekedar alat pembayaran, tapi juga bagian dari hidup modern yang mendukung kedisplinan finansial. Dengan beragam keuntungan tersebut, nasabah tidak hanya akan mendapatkan kemudahan transaksi, tapi juga edukasi keuangan yang menyenangkan.

Pihaknya terus menghimbau untuk menggunakan kartu kredit secara bijak dan terkendali serta tidak membuat kebiasaan konsumtif.

INI DIA KEUNGGULAN KARTU KREDIT DIBANDINGKAN DENGAN UANG TUNAI

INI DIA KEUNGGULAN KARTU KREDIT DIBANDINGKAN DENGAN UANG TUNAI

Masih banyak orang yang lebih suka pakai uang tunai untuk melakukan transaksi. Tapi di era digital seperti saat ini, kartu kredit hadir dengan memberikan keuntungan yang tidak bisa diberikan oleh uang tunai.

Jika bisa digunakan secara bijak, kartu kredit bisa menjadi alat pembayaran yang lebih mudah dan praktis serta lebih menguntungkan.  Dikutip dari Small Biz Technology, ada enam alasan kenapa membayar dengan kartu kredit lebih baik ketimbang uang tunai.

  1. BISA DAPAT REWARD DAN CASHBACK

Salah satu dari keuntungan utama menggunakan kartu kredit adalah adanya program reward dan cashback. Setiap transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, pengguna bisa mendapatkan poin yang nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah, seperti diskon belanja, tiket pesawat, dan bahkan bisa dalam bentuk cashback. Jika dibandingkan dengan uang tunai, kalian tidak bisa mendapatkan keuntungan tambahan dari setiap pembelian.

 

  1. KEAMANAN LEBIH TERJAMIN

Membawa uang tunai dalam jumlah besar bisa berisiko. Jika uang tunai hilang atau dicuri, kemungkinan kecil bisa dikembalikan. Berbeda dengan kartu kredit, jika hilang atau dicuri, kalian bisa langsung memblokir kartu dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak bank. Di samping itu, beberapa kartu kredit juga menawarkan perlindungan terhadap transaksi yang tidak sah, sehingga kalian tidak perlu khawatir jika ada transaksi yang mencurigakan.

 

  1. MEMBANTU MEMBANGUN RIWAYAT KREDIT

Penggunaan kartu kredit yang disiplin dan bertanggungjawab bisa membantu menaikkan skor kredit kalian. Skor kredit yang baik sangat penting jika kalian ingin mengajukan pinjaman, seperti KPR atau kredit kendaraan. Dengan membayar tagihan kartu kredit tepat waktu, kalilan bisa membangun reputasi finansial yang baik dan bisa mendapatkan akses ke fasilitas kredit dengan bunga lebih rendah di masa depan.

 

  1. LEBIH PRAKTIS DAN FLEKSIBEL

Kartu kredit lebih praktis jika dibandingkan dengan uang tunai. Ini karena kartu kredit bisa digunakan untuk transaksi online maupun offline. Kalian tidak perlu repot membawa banyak uang tunai atau mencari ATM ketika sedang bepergian. Di samping itu, kartu kredit juga bisa dipakai untuk membayar transaksi dalam mata uang asing tanpa perlu tukar uang terlebih dahulu.

 

  1. CADANGAN KEUANGAN DI KONDISI DARURAT

Ketika sedang mengalami pengeluaran tak terduga, kartu kredit bisa menjadi solusi pilihan sementara. Seumpama kendaraan tiba-tiba rusak atau sedang ada keperluan medis mendadak, kartu kredit bisa digunakan untuk menutupi biaya tersebut sebelum mendapatkan dana yang cukup. Namun, penting untuk tetap bisa mengelola penggunaan kartu kredit dengan bijak dan menggunakannya untuk hal yang tidak perlu.

 

  1. MEMPERMUDAH MELACAK DAN MENGONTROL PENGELUARAN

Dengan menggunakan kartu kredit, tiap transaksi akan tercatat dengan detail di dalam laporan bulanan. Hal ini bisa mempermudah kalian untuk melacak pengeluaran dan mengelola keuangan dengan lebih baik. Kalian juga bisa mengetahui pola belanja dan mengidentifikasi area yang bisa dikurangi agar bisa lebih hemat. Berbeda dengan uang tunai yang lebih sulit diingat ke mana perginya.

Walaupun uang tunai masih banyak digunakan masyarakat, kartu kredit menawarkan berbagai keuntungan yang lebih praktis, aman, dan menguntungkan. Dari reward hingga keamanan, kartu kredit bisa menjadi alat pembayaran yang fleksibel jika digunakan dengan bijak.

Tapi, agar tidak terjebak di dalam utang, pastikan untuk selalu membayar tagihan tepat waktu dan gunakan kartu kredit dengan cerdas. Dengan begitu, kalian bisa menikmati manfaatnya tanpa perlu khawatir dengan risiko yang tidak diinginkan.

PAPER.ID RILIS KARTU KREDIT UNTUK SOLUSI PEMBAYARAN LINTAS NEGARA

PAPER.ID RILIS KARTU KREDIT UNTUK SOLUSI PEMBAYARAN LINTAS NEGARA

Paper.id kembali membuat inovasi yang ditandai dengan peluncuran inovasi yang ditandai dengan peluncuran PaperXB sebagai solusi pertama di Indonesia yang bisa memungkinkan pelaku pebisnis melakukan pembayaran lintas negara dengan kartu kredit.

Fitur ini berpotensi membuka akses transaksi bisnis ke lebih dari 200 negara yang memungkin bisnis loka bisa terhubung dengan pasar internasional tanpa hambatan pembayaran yang selama ini menjadi permasalahan utama.

Di fase awal, PaperXB akan memprioritaskan lima negara utama sebagai tujuan transaksi—Malaysia, Thailand, Singapura, Amerika Serikat, dan Tiongkok yang merupakan negara-negara yang memiliki hubungan dagang yang kuat dengan Indonesia.

Yosia Sugialam selaku CEO Paper.id, mengatakan jika Paper.id tidak hanya sekedar memberikan solusi pembayaran, tapi juga merupakan langkah maju bisnis Indonesia untuk berkompetisi di panggung internasional.

Dengan kemudahan pembayaran lintas negara berbasis kartu kredit, pihaknya ingin mengatasi tantangan finansial yang selama ini menghambat pertumbuhan bisnis lokal. Dengan solusi ini, pelaku usaha bisa membayar supplier global tanpa harus mengganggu arus kas, terutama di momen Lebaran seperti saat ini, yang bisa memastikan agar stok tetap tersedia selama Lebaran.

Solusi Pembayaran Lintas Negara yang Lebih Efisien untuk Bisnis Indonesia

Selama ini, pembayaran lintas negara sering menjadi tantangan, seperti biaya remitansi yang tinggi, keterlambatan transaksi, hingga keterbatasan metode pembayaran. Sehingga, kemunculan Paper XB bisa menjadi jawaban untuk tantangan tersebut dengan menghadirkan pembayaran berbasis kartu kredit yang menawarkan proses yang lebih cepat, biaya yang lebih efisien, dan flesibilitas yang lebih tinggi untuk pelaku usaha.

Menurut data Bank Indonesia (BI), transaksi lintas negara di Indonesia mengalami peningkatan lebih dari 30% dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dengan didorong meningkatnya ekspansi bisnis digital serta perdagangan global.

Meskipun begitu, masih banyak UMKM yang kesulitan untuk mengakses layanan keuangan global, menghadapi keterbatasan metode pembayaran, dan biaya yang tidak kompetitif.

BNI RILIS KARTU KREDIT MITRA10 VISA SIGNATURE DEMI PERKUAT LAYANAN

BNI RILIS KARTU KREDIT MITRA10 VISA SIGNATURE DEMI PERKUAT LAYANAN

 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melakukan kerja sama dengan Mitra 10 lewat PT Catur Mitra Sentosa untuk merilis kartu kredit BNI Mitra10 Visa Signature. Kartu kredit ini akan memberikan keuntungan belanja di Mitra10 untuk bisa mewujudkan rumah impian. Peluncuran kartu kredit BNI Mitra10 bebarengan dengan grand opening Mitra10 Tenth Avenue Mall Bandung. Steven Suryana selaku Senior Executive Vice President Wealth Management BNI menjelaskan bahwa kehadiran kartu kredit ini merupakan salah satu upaya BNI untuk memberikan solusi pembayaran yang bisa membantu untuk mempermudah masyarakat membeli perabotan rumah dan kebutuhan lainnya di seluruh outlet Mitra10 di Indonesia. Kartu kredit ini juga bisa digunakan untuk betransaksi di berbagai negara dengan menggunakan jaringan Visa. BNI Mitra10 merupakan sebuah komitmen untuk mempermudah transaksi bagi pelanggan yang membutuhkan bahan bangunan serta perlengkapan rumah berkualitas dari Mitra10. Dengan beragam benefit yang ditawarkan, kartu ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mewujudkan rumah impian dengan lebih mudah dan hemat. Pengguna kartu kredit BNI Mitra10 bisa menikmati beragam keuntungan, termasuk welcome bonus voucher belanja hingga Rp 1,5 juta untuk pengajuan sebelum 14 April 2025. BNI juga memberikan cashback 3,5% sampai Rp 1 juta tiap bulannya untuk transaksi minimal Rp 3 juta dan bonus sampai 5 kali Rewards Point dengan melakukan transaksi menggunakan kartu kredit BNI Mitra10 Visa Signature. Ada juga cicilan 0% dengan tenor sampai 12 bulan dengan minimum transaksi Rp 1,5 juta. Kartu kredit ini juga memberikan hadiah ulang tahun berupa voucher Birthday Treat sebesar Rp 50 ribu bagi pengguna setiap bulannya. Di samping itu, pemegang kartu juga bisa menikmati layanan pengiriman gratis hingga 25 km pertama untuk transaksi minimal Rp 500 ribu dan bebas biaya iuran tahunan untuk pengajuan hingga 30 Juni 2025. Direktur Utama PT Catur Mitra Sejati Sentosa Andy Totong berharap jika kerja sama ini bisa meningkatkan kenyamanan dan loyalitas pelanggan Mitra10 dengan adanya pengalaman belanja yang jauh lebih hemat dan praktis. Vira Widyasari selaku Country Manager Visa Indonesia juga ikut menyambut baik peluncuran kartu kredit BNI Mitra10 yang didukung dengan jaringan Visa. Saat ini, kartu Visa bisa dipakai di lebih dari 130 juta merchant di ratusan negara. Sebagai tambahan informasi, pengajuan kartu kredit BNI Mitra10 ini bisa dilakukan dengan mengisi e-form kartu kredit BNI menggunakan browser Android tanpa perlu dokumen fisik dan hanya menggunakan tanda tangan digital. Informasi lebih lanjut bisa langsung mengunjungi website BNI.

TANDA-TANDA BARU KIAMAT KARTU KREDIT DI BRASIL

TANDA-TANDA BARU KIAMAT KARTU KREDIT DI BRASIL

Tanda-tanda mulai punahnya kartu kredit sudah mulai terasa di Brasil, setelah bank sentral Brasil (Banco Central do Brasil/BCB) menjelaskan bahwa fitur baru yang memungkinkan pengguna membayar transaksi dengan cara mencicil lewat sistem pembayaran instan yang sangat populer, yaitu Pix yang akan tersedia September mendatang.
Fitur baru ini bisa menjadi ancaman untuk pangsa pasar kartu kredit dan diperkirakan akan semakin mempercepat kebangkitan Pix, yang sudah dirilis sejak 2020, telah dengan cepat menjadi metode pembayaran paling populer di ekonomi terbesar di negara Amerika Latin tersebut.
BCB dalam pernyataannya yang dikutip Reuters menyebutkan jika fitur ini bisa berpotensi meningkatkan penggunaaan  Pix di ritel untuk pembelian yang bernilai tinggi, yang menguntungkan mereka yang tidak mempunyai akses ke opsi kredit tradisional.
Membayar pembelian dengan metode cicilan sudah tertanam kuat dan sudah menjadi kebiasaan konsumen Brasil, serta sudah lama menjadi keuntungan utama bagi penyedia kartu kredit. Menurut BCB, yang disebut ‘Pix Parcelado’ akan tersedia untuk konsumen dan pedagang.
Sementara penerima pembayaran akan menerima jumlah penuh secara instan, pembayar akan mendapatkan pilihan untuk mencicil pembayaran mereka dari waktu ke waktu. Akan tetapi, bank sentral tidak memberikan rincian teknis secara terperinci atau spesifikasi biaya untuk operasi baru tersebut.
BCB juga memiliki rencana untuk memperkenalkan fitur ini di tahun 2026 yang memungkinkan piutang Pix di masa depan bisa digunakan sebagai agunan untuk operasi kredit. Ini bisa menjadi sebuah langkah yang bertujuan untuk menurunkan biaya pinjaman untuk bisnis, terutama yang sangat bergantung pada Pix.
Bank sentral menjelaskan jika fitur tambahan ini memerlukan ‘infrastruktur yang lebih kompleks’ dan tidak akan memberikan perubahan apapun pada bagaimana cara individu menggunakan Pix.

KARTU KREDIT NEXT CARD, RILISAN TERBARU DARI BRI. APA SAJA KEUNTUNGANNYA?

KARTU KREDIT NEXT CARD, RILISAN TERBARU DARI BRI. APA SAJA KEUNTUNGANNYA?

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melakukan kerja sama dengan Xendit Group untuk perilisan kartu kredit yang mengusung konsep ‘next generation credit card’, yaitu Nex Card. Kartu kredit ini akan terhubung dan pengguna nantinya bisa mengelolanya lewat aplikasi finansial digital, Nex App.
Handayani, Direktur Bisnis Konsumer BRI menjelaskan jika kartu kredit ini mempunyai beragam manfaat untuk memberikan kemudahan untuk nasabah. Inovasi ini diharapkan bisa menjadi solusi metode pembayaran yang praktis dan mudah, serta bisa memenuhi kebutuhan transaksi digital generasi muda Indonesia.
Dalam siaran pers, dirinya mengatakan bahwa kerja sama penerbitan kartu kredit Nex ini merupakan sebuah bentuk dukungan keberlanjutan perseroan terhadap visi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan. Melalui transaksi non-tunai, BRI ikut mendukung kaum milenial untuk terus melakukan transformasi digital. Menurutnya, kolaborasi ini bisa terjalin dengan baik karena adanya kesamaan visi, baik dari BRI sendiri maupun Xendit Group. Mastercard juga ikut berpatisipasi untuk terus membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Dia juga menambahkan, dengan memfokuskan ke generasi muda Indonesia, Nex Card berharap bisa memberikan kemudahan untuk pengadopsi awal beberapa produk finansial dalam menambah wawasan pengguna kartu kredit.
Direktur Utama PT Nex Teknologi Digital Rifai menjelaskan jika Nex Card dirancang sesuai dengan kebutuhan generasi milenial Indonesia, di mana pendaftaran dan pengelolaan kartu bisa dilakukan secara online lewat aplikasi Nex. Mulai dari pengajuan kartu, memonitor transaksi dan penukaran poin reward, sampai proses pemblokiran kartu. Lewat Nex Card, nabasah bisa mendapatkan produk yang andah dan mudah untuk melakukan pengelolaan keuangan pribadi.
Untuk pengajuan kartu kredit Nex Card ini bisa dilakukan secara online melaui situs atau apliasi Nex dan hanya membutuhkan waktu 5 menit saja. Nex Card juga tidak dikenakan biaya tahunan sehingga cocok untuk pengguna kartu kredit yang masih pemula.
Untuk informasi tambahan, kartu kredit Nex Card akan menghadirkan program Nex Level Rewards—di mana pengguna baru bisa mendapatkan bonus senilai 60.000 poin Nex Level saat melakukan aktivasi kartu kredit dan welcome bonus sebesar Rp 100.000 di merchant pilihan. Tidak hanya itu saja, untuk setipa transaksi kelipatan Rp 10.000, pengguna Nex Card bisa mendapatkan 100 Nex Level Points yang nanti bisa digunakan untuk belanja ritel online, F&B, travel, lifestyle, dan sebagainya. Nex Card mempunyai beragam brand partners untuk program ini yang sudah dikurasi khusus sesuai dengan gaya hidup generasi muda Indonesia.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memilikinya?

7 TIPS INI BISA BIKIN KAMU DAPAT CASHBACK DENGAN PAKAI KARTU KREDIT!

7 TIPS INI BISA BIKIN KAMU DAPAT CASHBACK DENGAN PAKAI KARTU KREDIT!

Jika kalian memiliki kartu kredit di dompet, yuk mulai manfaatkan kartu ini agar bisa mendapatkan banyak benefit, dan salah satunya adalah cashback. Cashback ialah program pengembalian uang yang diberikan bank penerbit kartu kredit kepada pemilik kartu terhadap transaksi yang sudah dilakukan.
Untuk bisa mendapatkan cashback, tentu kalian harus menggunakan kartu kredit telebih dahulu, semisal untuk makan di restoran atau café tertentu, belanja, bahkan memesan tiket perjalanan. Namun belum semua tempat bisa menyediakan cashback. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dimanfaatkan jika ingin mendapatkan cashback dengan kartu kredit:
1. Pilih Kartu Kredit yang Sesuai dengan Program Cashback
Banyak bank yang memberikan penawaran program cashback untuk jenis kartu kredit dan transaksi tertentu. Pastikan untuk lebih selektif dalam memilih. Lebih baik pilihlah kartu kredit dengan program cashback yang memungkinkan pengguna bebas bertransaksi belanja tanpa dibatasi jenisnya. Jika program cashback dibatasi hanya untuk transaksi pembelian jenis barang tertentu, pengguna akan dirugikan. Ada bberapa bank penerbit yang memberikan penawaran cashback dengan kategori belanja tertentu, seperti belanja di supermarket atau belanja online.
Ada juga beberapa kartu kredit yang menawarkan cashback dengan presentase yang berbeda-beda. Pastikan kartu kredit yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup agar bisa memaksimalkan program cashback.

2. Perhatikan Limit Kartu Kredit
Cara selanjutnya ada mencari tahu limit kartu kredit tersebut. Bonus cashback umumnya memiliki jumlah maksimal tertentu, contohnya jika belanja barang minimal Rp 1.000.000 dengan cashback 5% maksimal Rp 50.000.
Mau sebanyakk apapun saldo yang dipakai, batas maksimalnya hanya Rp 50.000 saja per transaksinya. Misalnya, kalian berbelanja habis Rp 1.000.000 dan cashback yang didapatkan Rp 50.000 (5% x Rp 1.000.000) pas limit.
Jika kalian berbelanja lebih dari Rp 1.000.000 pun, cashback yang bisa diperoleh tetap hanya Rp 50.000 saja. cara agar cashback yang didapatkan makin banyak dan menguntungkan, pengguna kartu wajib tahu berapa batas maksimal cashback-nya.
Selain itu, pastikan jumlah minimal transaksi yang bisa dilakukan agar bisa mendapatkan cashback. Jangan lupa juga untuk mengecek bunga bank yang dikenakan masih di bawah cashback supaya tidak rugi.

3. Cari Info Tentang Promo yang Sedang Berlangsung
Bank penerbit biasanya akan memberikan beberapa promo khusus dalam jangka waktu tertentu. Agar bisa menggunakan promo ini dengan baik, cari tahu informasi promo terbaru yang ditawarkan oleh bank.
Informasi soal promo ini bisa didapatkan lewat brosur yang disebar pihak bank, email, website resmi, media sosial, iklan, dan sebagainya. Pihak bank akan memberikan promo tersebut dengan tujuan pemilik kartu bisa semakin rajin menggunakannya untuk bertransaksi.
Beberapa promo yang ditawarkan bisa berupa poin reward sampai cicilan 0%. Namun sebelum itu, baca terlebih dahulu soal ketentuan promo tersebut untuk memastikan bahwa pengguna sudah memenuhi persyaratan agar bisa mendapatkan promo.
Tidak hanya itu saja, pastikan transaksi yang dilakukan sudah sesuai dengan kebutuhan, ya. Jangan sampai berhutang hanya untuk barang atau layanan yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan hanya demi mengejar promo.

4. Manfaatkan untk Transaksi Tertentu dalam Kegiatan Sehari-Hari
Perlu diingat, semakin sering kartu kredit dipakai, semakin besar cashback yang bisa diperoleh, selama transaksi yang dilakukan sudah memenuhi persyaratan. Kalian bisa menggunakan kartu kredit untuk transaksi sehari-hari, mulai dari belanja di supermarket, belanja online, atau makan di restoran.
Kalian juga bisa menggunakan kartu kredit untuk membayar tagihan tertentu, seperti tagihan listrik, air, telepon, internet, an lainnya.

5. Pakai di Merchan yang Bekerja Sama dengan Bank Penerbit
Program cashback dari kartu kredit terkadang hanya tersedia di beberapa merchant tertentu saja. Jadi sebelum mendapatkan cashback, coba dicek dulu merchant mana saja yang melakukan kerja sama dengan bank penerbit. Jangan sampai sudah terlanjur belanja banyak di salah satu merchant, tapi ternyata tidak punya program cashback transaksi kartu kredit.
Jadi sebelum belanja, kalian bisa coba untuk mengecek merchant atau toko mana saja yang melakukan kerjasama dengan bank penerbit kartu kredit supaya kalian bisa menikmati program cash dengan lebih maksimal.

6. Bayar Tagihan Tepat Waktu
Agar bisa menggunakan program cashback dengan lebih maksimal, pastikan untuk lebih dulu melunasi pembayara tagihan tepat waktu. Kalau bisa, lunasi tagihan sebelum jatuh tempo cicilan.
Hal perlu dilakukan dengan tujuan untuk menghindari denda akibat terlambat bayar. Karena denda ini bisa dibilang bersifat merugikan, apalagi nominalnya bisa lebih besar dari cashback yang sudah diperoleh.
Di samping itu, bayar tepat waktu penting dilakukan demi mempertahankan skor kredit yang baik, agar di kemudian hari pengajuan pinjaman bisa diproses dengan lebih mudah.

7. Tukar Poin Cashback dengan Hadiah atau Uang
Ada beberapa cashback yang berwujud poin. Poin ini bisa kalian tukar dengan uang atau barang lainnya. Agar poin cashback ini bisa bermanfaat, kalian bisa menukarkan dengan hadiah atau uang sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa bank penerbit kartu kredit menawarkan beberapa pilihan hadiah seperti barang elektronik, voucher belanja, sampai diskon tiket perjalanan atau pun akomodasi hotel.
Untuk pengembalian uang sendiri, pihak bank penerbit akan mengirim saldo sesuai dengan cashback ke rekening kalian dalam jangka waktu tertentu.
Itu tadi adalah beberapa cara yang bisa kalian lakukan agar bisa mendapatkan cashback dari transaksi kartu kredit dengan lebih maksimal. Kalian bisa mulai dari memilih kartu kredit yang menawarkan cashback, cari tahu besaran limitnya, sesuaikan dengan promo, sering dipakai, hingga bayar tagihan tepat waktu.
Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju?

KALIAN  MASIH PEMULA? GUNAKAN CARA INI SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT!

KALIAN MASIH PEMULA? GUNAKAN CARA INI SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT!

Siapa yang tidak kenal dengan kartu kredit, kartu berukuran kecil yang bisa masuk ke dompet dan punya banyak fungsi. Namun terkadang orang yang masih awam masih kesulitan membedakan kartu kredit dan kartu debit. Walaupun serupa bentuknya, namun pada dasarnya kartu kredit dan kartu debit itu berbeda. Kartu debit saat proses transaksi menggunakan uang yang diambil dari saldo tabungan. Jika tidak ada saldo, transaksi tidak bisa dilakukan. Berbeda dengan kartu kredit, tanpa ada saldo di tabungan pun, transaksi masih bisa dilakukan.
Ini diakibatkan karena uang yang digunakan untuk pembayaran adalah uang pinjaman dari bank. Banyak yang masih miskonsepsi dengan uang yang dipakai saat menggunakan kartu kredit adalah uang milik pribadi. Uang yang dipakai untuk membayar tersebut adalah uang dari bank, bisa dibilang kalian berutang ke bank dan wajib membayar utang sebelum jatuh tempo.
Walaupun kesannya ribet karena harus membayar tagihan, namun jika digunakan dengan baik dan tepat guna, kartu kredit bisa membantu dalam mengatur keuangan menjadi jauh lebih baik dan bisa dijadikan untuk dana darurat nantinya.
Namun, masih banyak yang kesulitan bagaimana cara menggunakan kartu kredit pertama. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh para pemegang kartu kredit pemula. Apa saja itu?
1. LAKUKAN AKTIVASI KARTU KREDIT
Ketika sudah mendapatkan kartu kredit dari kurir, kartu kredit tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk bertransaksi, harus melakukan aktivasi terlebih dahulu. Lalu bagaimana cara aktivasinya? Ada beberapa opsi yang bisa dipilih—via SMS, telepon, ataupun melalui m-banking.

2. INGAT DUA TANGGAL PENTING KARTU KREDIT
Setelah melakukan aktivasi kartu kredit, pengguna pemula harus selalu mengingat dua tanggal penting ini ketika sudah memiliki kartu kredit. dua tanggal ini wajib diingat untuk menghindari keterlambatan. Dua tanggal penting yang dimaksud adalah tanggal cetak tagihan yang merupakan tanggal pembukuan, dan tanggal jatuh tempo merupakan tanggal terakhir untuk membayar tagihan. Dua tanggal tersebut bisa ditemui di lembar tagihan yang akan dikirim ke alamat pengguna tiap bulannya.
Teruntuk pemegang kartu kredit pemula, penting sekali untuk mendpat lembar tagihan karena ada tanggal cetak tagihan dan tanggal jatuh tiap kartu kredit itu berbeda. Jika si pengguna belum juga mendapatkan lembar tagihan, bisa menghubungi call center bisa dilihat di bagian belakang kartu kredit.
Jika sudah menerima lembar tagihan secara rutin, selalu ingat untuk periksa lembar tagihan secara disiplin dan lunasi semua tagihan sebelum jatuh tempo. Dengan cara tersebut, pengguna bisa mendapatkan pinjaman dari bank sebesar 0% serta menhindari bunga dan denda keterlambatan.
Itu tadi beberapa cara penggunaan kartu kredit untuk para pemula. Walaupun terlihat mudah dan praktis, namun ada konsekuensi yang harus diterima ketika sudah memutuskan untuk memiliki kartu kredit. Jadi sebelum kalian yakin ingin memiliki kartu kredit, pastikan dulu kemampuan finansial untuk membayar tagihan kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

INTIP TIPS BERIKUT BIAR ENGGAK TEKOR PAKAI KARTU KREDIT BUAT PARA MILENIAL

INTIP TIPS BERIKUT BIAR ENGGAK TEKOR PAKAI KARTU KREDIT BUAT PARA MILENIAL

Kartu kredit menjadi salah satu media pembayaran yang bisa dipakai siapa saja dan kapan saja. Kartu multifungsi ini sudah menjadi gaya hidup milenial karena biasanya kartu kredit sering sekali memberikan penawaran menarik dan kemudaha sehingga banyak sekali promo yang bertebaran, mulai dari cicilan 0% hingga diskon.
Namun dalam proses penggunaannya, kaum milenial diharapkan untuk bisa bijak karena jika digunakan dengan sembrono, itu bisa menjadi ‘senjata makan tuan’. Perencana keuangan Shierly menjelaskan bahwa sebelum membuka kartu kredit, perlu diperhatikan untuk memilih kartu kredit sesuai dengan kebutuhan si pengguna. Lembaga keuangan perbankan biasanya akan memberikan beberapa pilihan kartu kredit dengan tidak lupa beragam penawaran menarik.
Si pengguna juga harus tahu tentang limit kartu kredit yang dimiliki. Kartu kredit ini biasanya memberikan batasan dua sampai tiga kali gaji. Si pengguna setidaknya menghindari penarikan tunai dengan kartu kredit dikarenakan ada bunga yang cukup besar, yaitu sekitar 2,5% per bulannya.
Selain itu, si pengguna juga wajib membayar tagihan sebelum jatuh tempo supaya tidak kena bunga keterlambatan dan hal tersebut bisa mempengaruhi skor kredit. selain itu, Shierly juga memberitahu untuk selalu melakukan pengecekan tagihan bulanan dengan teliti dan jangan sampai menggunung.
Masalah yang sering dialami kaum milenial ketika menggunakan kartu kredit adalah mereka menggunakan kartu kredit lebih banyak dari yang mampu dibayar per bulannya dan kadang masalah ini membuat mereka jadi keteteran untuk membayar tagihan bulanannya. Shierly menambahkan jika cicilan kartu kredit dan utang konsumtif lainnya sebaiknya tidak lebih dari 15% dari total penghasilan.
Beliau juga mengingat kepada pengguna kartu kredit untuk selalu menjaga kerahasiaan data kartu kredit yang dimiliki karena kartu kredit adalah benda yang sering disangkutpautkan denga kejahatan, terutama pembobolan rekening. Si pengguna juga perlu berhati-hati dan menghindari pembagian beberapa data atau informasi penting seperti nomor CVV ke orang lain. Bahkan saat bertransaksi secara online pun, jangan pernah memberikan kode OTP kepada orang lain. Telitilah sebelum bertransaksi baik online maupun offline dan jangan pernah meminjamkan kartu kredit kepada siapapun.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apa kalian pernah melakukan beberapa hal yang sudah disebutkan di atas?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds