Transaksi Kartu Kredit Anda Ditolak? Ini Lho Penyebabnya

Transaksi Kartu Kredit Anda Ditolak? Ini Lho Penyebabnya

Pernah alami transaksi kartu kredit tiba-tiba ditolak? Memang rasanya sangat tidak enak. Apalagi, seringkali transaksi kartu kredit yang tertolak ini sering kejadian di kasir pembayaran. Selain bikin malu, antrian kasir pun jadi terhambat. Anda pun jadi kehilangan kesempatan buat memperoleh diskon pembelian barang. Nah, Anda yang nggak ini hal ini terjadi, simak beberapa penyebabnya.

  1. Salah Memasukkan Pin dan Kode CVV
    Bila Anda salah memasukkan PIN ke mesin EDC, jelas saja transaksi ditolak dan pembayaran gagal. Oleh karena itu, jangan sampai lupa. Kode CVV juga perlu Anda ingat untuk transaksi online. Kode ini biasanya berjumlah 16 digit. Bila Anda salah input 16 angka ini, transaksi otomatis batal.
  2. Overlimit Bulan Sebelumnya Belum Lunas
    Pihak bank terpaksa membekukan tagihan transaksi Anda untuk sementara waktu hingga overlimit lunas. Ini yang membuat transaksi anda tertolak. So, bayar tagihan kartu kredit Anda beserta denda saat tagihan jatuh tempo nanti.
  3. Masa Berlaku Kartu Kredit Habis
    Kartu kredit yang sudah kadaluarsa akan otomatis ditolak untuk pembayaran. Perpanjang masa berlaku kartu kredit Anda dengan menghubungi pihak bank penerbit. Bank akan memberikan mekanisme penggantian kartu.⠀Ikuti instruksi yang diberikan oleh pihak Bank agar prosesnya berjalan dengan lancar.
  4. Data Diri Tidak Diupdate
    Transaksi kartu kredit tertolak bisa jadi karena informasi data diri anda sudah usang. So, update dengan menghubungi call center bank penerbit. Biasanya, data yang paling sering berubah adalah nomor handphone dan alamat domisili.
  5. Transaksi Mencurigakan
    Kartu kredit sudah terintegrasi dengan sistem yang canggih sehingga segala hal yang mencurigakan lebih mudah terdeteksi. So, penting bagi Anda untuk menjaga kartu kredit Anda dari pemalsuan oknum-oknum jahat.

Nah, sudah nggak penasaran lagi kan kenapa transaksi CC Anda tertolak? Ketelitian memang perlu Anda punyai saat memegang kartu kredit biar hal seperti ini tidak lagi terjadi pada Anda. Kan nggak enak juga kalau sudah siap pakai kartu kredit buat stok barang untuk buka bisnis eh tapi malah tertolak.

Ini Lho Arti 15 Digit Angka Di Kartu Kredit Anda

Ini Lho Arti 15 Digit Angka Di Kartu Kredit Anda

Pernahkah Anda berpikir, apa arti 15 digit angka pada kartu kredit yang Anda pegang saat ini? Well, sama seperti KTP maupun Kartu Debit, ternyata 15 digit angka di kartu kredit juga memiliki arti tersendiri, lho.

Angka-angka tersebut menunjukkan identitas bank penerbit dan juga pemilik. Wah, apa saja artinya?

  1. Arti Digit Pertama
    Digit pertama kartu kredit menunjukkan identitas jenis penyedia layanan kartu kredit. Begini artinya:

    1: Industri Penerbangan
    2: Industri Penerbangan dan Keuangan
    3: Travel dan Hiburan
    4: Keuangan dan Perbankan (Visa)
    5: Keuangan dan Perbankan (MasterCard)
    6: Perdagangan dan Perbankan (Discover)
    7: Industri Perminyakan
    8: Industri Penyedia Layanan Kesehatan dan Komunikasi
    9: Lembaga Pemerintah

  2. Lima Digit Setelah Digit Pertama
    Lima digit setelah angka pertama merupakan identitas bank penyedia layanan kartu kredit. Nah, kelima digit setelah digit pertama ini sifatnya acak dan tidak sama antara bank satu dan lainnya.
  3. 9-12 Digit Setelah Lima Digit kedua
    9-12 digit setelah lima digit kedua adalah identitas pengguna layanan kartu kredit. Antara bank satu dengan yang lainnya tidak punya aturan yang sama. Ada bank yang memberikan 9 angka saja untuk pengguna, ada juga yang memberi 12 angka identitas.
  4. Digit Terakhir
    Digit terakhir kartu kredit berfungsi sebagai alat keamanan. Bank akan mendeteksi adanya kesalahan penggunaan kartu kredit dari digit terakhir angka cc Anda. Cara kerjanya menggunakan algoritma khusus.

    Nah, sudah tahu kan arti dari 15 digit angka pada kartu kredit Anda? Well, tetap hati-hati untuk tidak memberikan angka di kartu kredit secara sembarangan ke orang lain, ya.

    Bagi Anda yang ingin mengamankan angka di kartu kredit anda supaya tidak terjadi penyalahgunaan, coba ikuti langkah berikut ini.

1. Tutup Nomor CVV (3 angka acak di belakang kartu kredit)
2. Hindari memberikan detail 15 digit angka kartu kredit maupun nomor CVV pada siapapun
3. Hubungi nomor telepon yang tertulis hanya di balik kartu kredit. Hindari memberikan nomor selain yang tertera di kartu kredit.

Cristiano Ronaldo Kena Penipuan Kartu Kredit Rp 4,8 M

Cristiano Ronaldo Kena Penipuan Kartu Kredit Rp 4,8 M

Tahukah sobat street sekalian, baru baru ini salah satu legenda sepak bola, Cristiano Ronaldo kena penipuan berupa scamming. Ceritanya, Ronaldo kurang awas memberikan detail kartu kredit miliknya. Akhirnya, limit kartu kredit ronaldo raib sebesar Rp 4.8 M.

Untungnya, pelaku penipuan akhirnya mendapatkan hukuman sebesar 4 tahun penjara oleh Pengadilan Porto. Si pelaku ini diketahui berusia 53 tahun bernama Maria Silvia. Sosok pelaku pun mengaku bersalah.

Maria mengaku membobol kartu kredit Ronaldo dan menggunakanya untuk membuka agen perjalanan. Total transaksinya pun sudah 200 kali. Wow!

Perjalanan-perjalanan tersebut termasuk perjalanan dari Portugal ke Amerika Serikat. Padahal, jelas-jelas Ronaldo tidak melakukan perjalanan tersebut. Maria Silva pun juga menggunakan kartu kredit Ronaldo untuk membayar beberapa jenis tagihan yang ia lakukan.

Saat membuka agen perjalanan, Maria menggunakan kartu kredit Ronaldo untuk DP tiket pesawat dan beberapa printilan yang dipesan oleh klien. Jadi, Maria tidak menggunakan rekening pribadinya untuk membayar banyak pesanan tersebut.

Well, sebenarnya tak hanya Ronaldo, namun beberapa nama besar lain seperti Nani, Jorge Mendes dan Manuel Fernandes juga terkena modus penipuan yang sama.

Di dunia Artis Lokal, beberapa nama besar juga terkena kasus penipuan kartu kredit. So, kejahatan semacam ini tidak hanya dialami oleh Cristiano Ronaldo saja. Beberapa kasus penipuan kartu kredit mengatasnamakan bank tertentu juga sedang marak terjadi.

Nah, bagaimana caranya supaya terhindar dari penipuan kartu kredit?

  1. Simpan kartu kredit anda di tempat yang aman
  2. Hati-hatilah saat menggunakan wifi umum, better gunakan jaringan internet pribadi
  3. Jangan menyebarkan informasi kartu kredit Anda bila ditanya oleh saudara sekalipun
  4. Tinjau ulang kembali Laporan pemakaian kartu kredit anda
  5. Jangan memberikan OTP jika diminta
  6. Selalu was-was dimanapun Anda berada.
  7. Tutup belakang CVC kartu kredit Anda
  8. Jangan memfoto kartu kredit dan menyebarkannya di media sosial
  9. Ganti nomor pin kartu kredit Anda bila tidak sengaja menyebarkan datanya ke media sosial
Untung 360 Juta! Penipu Ini Apply Kartu Kredit Pakai KTP Palsu

Untung 360 Juta! Penipu Ini Apply Kartu Kredit Pakai KTP Palsu

Ada-ada saja. Modus penipuan di tahun 2021 ini semakin kreatif, tapi juga makin miris! Bila dulu beberapa orang melakukan penipuan kartu kredit dengan OTP untuk menyedot limitnya, maka sekarang ada cara yang lebih canggih. Pelaku penipuan menggunakan KTP palsu untuk apply kartu kredit!

Tak tanggung-tanggung, jumlah kartu kredit yang diajukan pun ada 15 kartu kredit. Nah, dari 15 kartu tersebut, 15 buah CC cair dengan nominal sekitar 360 juta rupiah. Modus yang dilakukan penipu pemalsuan KTP ini sudah dimulai sejak tahun 2017. Yah, meskipun lumayan lama, namun total limit yang didapatkan pun sangatlah banyak.

Pelaku mengaku tidak semua kartu kreditnya disetujui oleh bank, Bahkan, beberapa KTP palsu harus dipoles terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu kredit yang diinginkan.
Polisi kebetulan sudah mengendus gelagat aneh pelaku sejak lama. Penyidik pun berkoordinasi dengan bank sebagai korban penipuan aksi pelaku.

Mulanya, Bank yang menjadi korban kejahatan penipuan ini melaporkan adanya KTP palsu yang digunakan Apply kartu kredit.

Memang, kejahatan terjadi karena adanya niat pelaku. Nah, pelaku penipuan KTP ini sangatlah niat menipu sampai rela mengeluarkan uang untuk pergi ke daerah tempat kartu kredit tersebut diapply.

Jadi, pelaku mengambil data nasabah berupa NIK dan data-data lainnya dari salah satu aplikasi online. Nah, setelah itu, NIK tersebut dipakai sebagai salah satu senjata untuk membuat KTP Palsu.
Setelah itu, barulah pelaku mengajukan kartu kredit ke daerah sesuai asal KTP yang dipalsukan. Bila KTP yang dipalsukan berdomisili di Aceh, maka pelaku akan terbang ke Aceh untuk membuat kartu kredit di Bank yang ada di Aceh.

Tak hanya KTP, untuk melancarkan aksinya, si pelaku pun juga memalsukan data-data lain seperti NPWP serta alamat.
Penyidik pun mengamankan barang bukti berupa NPWP serta kartu kredit senilai limit Rp 360 juta rupiah. Pelaku akhirnya dijerat dengan pasal berlapis, yaitu 268 KUHP dan 378 KUHP. Lama masa penjaranya yaitu 4 tahun dan 6 tahun penjara.

Berapa Jumlah Ideal Kartu Kredit yang Bisa Dimiliki?

Berapa Jumlah Ideal Kartu Kredit yang Bisa Dimiliki?

Pandemi corona membuat banyak orang kehilangan pekerjaan karena gelombang PHK. Bisnis pun banyak sekali yang gulung tikar. Mau tak mau, banyak yang harus mencari pinjaman demi bisa melanjutkan bisnis atau sekedar bertahan hidup. Salah satu instrumen pinjaman yang aman dan mudah didapatkan adalah Kartu Kredit. Tidak seperti Pinjaman Online yang diterbitkan oleh institusi yang belum jelas kebasahannya, Kartu Kredit diterbitkan oleh lembaga Bank yang legalitasnya sudah jelas di mata hukum.

Nah, anda bisa memanfaatkan limit kartu kredit sebagai dana cadangan untuk melanjutkan usaha anda di masa pandemi ini. Bagusnya lagi, kartu kredit akan memberikan berbagai macam ekstra poin dan juga miles untuk bisa ditukarkan tiket pesawat atau hotel gratis.

Mungkin, anda yang baru saja apply kartu kredit merasa bahagia bisa mendapatkan dana cadangan yang melimpah. Apakah terbesit di fikiran anda untuk memiliki kartu kredit lain? Wait. Tunggu dulu, ya. Jangan langsung ambil langkah seribu apply kartu kredit lain. Anda harus tahu lebih dahulu, berapa total kartu kredit ideal yang sebaiknya dimiliki.

Punya Banyak Kartu Kredit Sah-Sah Saja Asalkan Sesuai Penghasilan.

Banyak pengguna kartu kredit yang memiliki lebih dari satu kartu kredit dengan tujuan untuk mengembangkan usaha. Sebenarnya, hal seperti ini sah-sah saja. Asalkan, pemilik kartu kredit tersebut sudah siap dengan segala konsekuensi yang ditanggung. Logikanya, semakin banyak kartu kredit yang dimiliki, semakin bertambah pula detail-detail yang perlu diingat.

Berbagai macam tagihan, seperti halnya biaya tahunan, bunga, biaya ganti kartu, cetak billing daln lain-lain perlu anda perhatikan. Akan berbahaya bila Anda orangnya pelupa, sehingga melupakan detail-detail tagihan dari beberapa kartu kredit tersebut.

Sayangnya, bagi anda yang suka boros dan susah mengatur keuangan, disarankan untuk punya satu kartu kredit saja. Rawat satu kartu, bayar tepat waktu agar skor kreditnya bertambah. Kecuali, kalau Anda adalah orang yang teliti dan disiplin membayar kartu kredit, silahkan punyai lebih dari satu kartu.

Seperti yang saya bilang di video youtube saya, lebih baik punya satu kartu dengan limit besar daripada banyak kartu dengan limit kecil-kecil. Limit besar tentu mencerminkan skor kredit anda yang baik. Selain itu, limit kartu kredit yang besar bisa digunakan untuk dana cadangan dan mengembangkan bisnis lebih mudah.

Daftar Nomor Call Center Bank di Indonesia

Daftar Nomor Call Center Bank di Indonesia

Sobat street smart, pasti rasanya sangat kebingungan ketika suatu hari dompet anda jatuh. Di dalamnya terdapat uang, kartu debit, serta CC yang berisi banyak limit. Anda pasti khawatir kalau suatu saat kartu-kartu tersebut dipakai oleh orang yang tidak dikenal. Iya, kan? Namun, anda dilanda kebingungan karena tidak tahu mau menghubungi nomer yang mana?

HUBUNGI CALL CENTER UNTUK MEMBANTU MENGATASI PERMASALAHAN PERBANKAN ANDA

Tenang, andaikan situasi tersebut terjadi pada anda, jangan panik dulu. Ada Call Center Bank yang bisa membantu keluhan masalah layanan perbankan. Ketika kartu kredit maupun debit anda hilang, segera hubungi call center untuk dilakukan pemblokiran.

Call center sendiri punya kelebihan untuk menggali berbagai data dari customer. Pelayanan dan juga solusi bisa didapatkan dari mas-mas dan mbak-mbak call center. Sayangnya nih, banyak oknum yang dengan tega mengatasnamakan call center bank dengan tujuan memeras korbannya.

Namun tetap tenang, sebagai langkah preventif bila hal tersebut terjadi, sebaiknya catat nomer-nomer berikut ini. Ini adalah daftar nomer call center bank yang bisa anda hubungi. Pastikan nomer call center yang menghubungi anda benar dan tidak keliru satu angka pun. Kalau nomer call centernya ada kekeliruan di satu atau dua huruf, bisa jadi adalah nomer penipu.

NAMA BANK DAN NOMER CALL CENTER

  1. Bank Mandiri (14000)
  2. Bank BCA dan BCA Syarah (1500888)
  3. Bank Mandiri Syariah (14040)
  4. Bank BNI dan BNI Syariah (1500046)
  5. Bank BRI (14017 / 1500017)
  6. Bank Cimb Niaga dan Niaga Syariah (14041)
  7. Muamalat (1500016)
  8. BTPN (1500300)
  9. Jenius (1500365)
  10. BRI Syariah (1500789)
  11. BTN (1500286
  12. Permata (1500111)
  13. DBS (1500327 atau 69327)

CARA MEMBEDAKAN PENIPUAN CALL CENTER BANK ASLI ATAU PALSU

Sebenarnya sangat mudah, selama call center bank tersebut punya nomer-nomer dengan angka yang tidak sama dengan angka call center yang tertera, sudah pasti itu merupakan nomer penipuan. Selain itu, suara call centre palsu terdengar mencurigakan dan tidak semerdu call center bank. Call centre palsu juga mengajak nasabah untuk mentransfer uang dengan nominal tertetu.

Kartu Kredit Dipakai Game Online Anak, Ringgo Agus Akui Kecolongan

Kartu Kredit Dipakai Game Online Anak, Ringgo Agus Akui Kecolongan

Penggunaan kartu kredit untuk belanja memang jadi hal lumrah di kehidupan era millenial. Seiring perkembangan dunia entertainment, pembayaran kartu kredit tak lagi cuma buat belanja kebutuhan pokok. Mau nonton netflix dan belanja skingame pun bisa pakai kartu kredit. Lonjakan kenaikan belanja item game dengan kartu kredit pun makin bertambah.

Nah, untuk anda sobat street smart yang memiliki anak kecil, coba lebih diawasi lagi sambungan kartu kreditnya ke layanan unduh game. Pasalnya, banyak orang tua yang lalai akan hal ini berakhir limit kartu kreditnya dipakai unduh game dengan jumlah yang tidak main-main. Pastikan gunakan password di ponsel yang susah ditembus orang lain, utamanya anak-anak. Naasnya, kisah tidak menguntungkan dialami agus Ringgo yang barusan kecolongan.

Ringgo pun membagikan ceritanya lewat instagramnya. Ia menuliskan curhatannya bahwa kartu kreditnya digunakan sang anak untuk mengunduh game. Anak pertama Ringgo, Bjorka lah yang mengira bahwa permainan tersebut bisa diunduh gratis. Meski begitu, Ringgo mengakui dirinya lalai pengawasan.

Sumber : TEMPO. Ringgo Agus Rahman

Ringgo menulis di caption instagramnya:

“Baba mau curhat ttg kakak kmu mars, jadi ditengah masa hemat ini.. kakak kmu menemukan cara membeli game secara digita diswitch”.

Bisa jadi tak hanya password ponsel, namun Ringgo juga menyambungkan pembayaran digital dengan kartu kredit. Hal ini memang membuat siapa saja bisa membeli apapun, termasuk game cukup sekali pencet.

Tak hanya Ringgo, sejumlah artis lain juga akui kecolongan. Rossa pun pernah menceritakan pengalaman serupa saat anaknya, Rizky berusia 9 tahun. Tiba-tiba, datang billing tagihan kartu kredit dengan jumlah belasan juta rupiah. Padahal, Rossa merasa tidak menggunakanya. Setelah dicek, ternyata kartu kredit tersebut digunakan untuk membeli aplikasi game oleh Rizky.

Mirip dengan kisah Rossa, Inul pun juga pernah mendapatkan billing tagihan kartu kredit yang digunakan untuk bermain game sang anak, Yusuf. Tak tanggung-tanggung, total tagihannya seniai 65 juta rupiah. Setelah insiden tersebut, Inul pun memberikan pengertian ke anak. Dibuatlah kesepakatan diantara keduanya. Bila Yusuf mampu meningkatkan prestasi belajarnya menuju angka 90 atau 100, maka sang Ibunda mau membelikan voucher tersebut.

Berbagai Bank Tutup Ribuan Unit Cabang Selama Pandemi Covid-19

Berbagai Bank Tutup Ribuan Unit Cabang Selama Pandemi Covid-19

Sobat street smart, perkembangan dunia digital memang susah untuk dikendalikan. Berbagai sektor dunia usaha dengan massif berganti haluan ke model usaha digital, termasuk perbankan. Otoritas jasa keuangan bahkan mencatat sekitar 1000 kantor bank cabang tutup sepanjang 2020. Di 2021, jumlah ini terus menerus bertambah.

Berbagai macam bank, termasuk diantaranya Bank Mandiri, BRI, BTN, bahkan CIMB NIAGA ikut menutup ribuan bank cabangnya. CIMB NIAGA sendiri sudah mengurangi sekitar 1.232 unit cabang per April 2021. Sebagai gantinya, CIMB NIAGA pun membuka pelayanan digital longue. Senada dengan CIMB NIAGA, Bank Mandiri juga menutup sekitar 92 kantor cabangnya selama Pandemi Covid-19. Di 2020 saja, sudah ada penurunan 1000 lebih kantor cabang.

Selain karena kecanggihan teknologi, masyarakat semakin punya trust issue terhadap kecepatan pelayanan perbankan. Kantor cabang dinilai lebih lambat dalam menangani perkara-perkara penting. Antrian yang mengulur-ulur membuat banyak orang merasa tidak sabar terhadap pelayanan staff bank.

Hadirnya pandemi juga mendorong banyak orang melakukan transaksi secara cashless. Orang merasa lebih aman menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Meskipun hampir semua bank mengikuti protokol kesehatan dengan mengatur tempat duduk berjarak, namun tetap saja, opsi chasless jadi salah satu pilihan yang lebih menarik nasabah.

Pertumbuhan pilihan aplikasi keuangan semacam internet dan mobile banking menunjukkan antusiasme nasabah terhadap produk digital. Bank Indonesia mencatat kenaikan transaksi keuangan secara digital melonjak tajam. Di 2020 saja, jumlahnya mencapai 2.775 trilyun. Pada periode 2021, jumlah ini sudah pasti naik.

Peningkatan transaksi digital sendiri juga didorong makin banyaknya nasabah yang berbelanja menggunakan e-commerce. Apalagi, saat ini, bank juga melayani pembukaan rekening dan apply kartu kredit secara online. Ini membuat pembukaan bank cabang dinilai tidak effisien. Bank cabang dinilai masih berguna bila lokasinya berada di daerah saja, dimana masih banyak orang yang gagap teknologi, serta akses internet dinilai belum terlalu bagus di daerah.

Perkiraannya, bila kondisi Covid-19 terus-terusan berlanjut, maka akan terjadi gelombang penutupan kantor cabang beberapa Bank. Meski begitu, kantor cabang Bank tidak serta merta tutup semuanya. Ini karena, masih banyak daerah-daerah tertinggal yang belum siap dengan digitalisasi, lebih memilih pelayanan tatap muka.

‘MENDADAK SULTAN’, Setelah Bank Salah Transfer 19M, Pria Rusia Ini di Penjara 6 Tahun

‘MENDADAK SULTAN’, Setelah Bank Salah Transfer 19M, Pria Rusia Ini di Penjara 6 Tahun

Sobat street smart, Siapa yang tidak ingin kaya? Wah, semua orang pasti punya cita-cita seperti ini. Apalagi kalau dapat uang secara mendadak. Kisah ini pun dialami seorang laki-laki rusia, yang dalam semalam kaya setelah menemukan transfer uang senilai 95 , 2 juta rubel atau US$ 1,3 juta, setara Rp. 18, 7 miliyar ( kurs Rp. 14.398 ).

Well, jangan senang dulu sobat street smart, pasalnya uang ini ternyata didapat dari sebuah kesalahan sistem. Lebih lanjut lagi, laki-laki rusia ini sampai dihukum penjara karena error sistem bank. Ceritanya, si pria bernama Roman Yurkov ini dihukum penjara selama 6 tahun. Bunyi tuduhan tersebut berbunyi bahwa Roman Yurkov telah mengambil keuntungan dari kesalahan perbankan.

Nah, uang sebesar 19 M tersebut telah digunakan oleh Roman Yurkovuntuk membeli apartemen, BMW, Iphone serta merceders. Roman tertuduh sebagai pencuri kelas kakap dalam sekala besar. Uang sisa yang ada, yakni sebesar 540.000 USD pun disita oleh kepolisian.

Menurut pengakuan Yurkov, ia sama sekali tidak paham bahwa uang yang ada pada saldo rekeningnya sebagai sebuah kejadian salah transfer. Di pagi hari saat terbangun, Yurkov pun terkage-kaget. Dikiranya uang tersebut sebagai hadiah memang lotre. Yurkov pun juga mengaku sudah menghubungi pihak bank. Menurut pihak bank, sistem yang ada baik-baik saja.

Nah, dari klarifikasi pihak bank tersebut, Yurkov pun yakin bahwa uang tersebut memang murni karena menang judi. Selanjutnya, ia mulai membeli mobil, apartement dan ponsel terbaru. Beberapa bulan setelah kejadian ini terjadi, akhirnya Yurkov mendapat panggilan dari bank mengenai hal tersebut. Naas, tak lama setelah itu Yurkov pun ditangkap.

Sampai saat ini pun sebenarnya Yurkov tidak terima dengan keputusan sepihak yang membuatnya harus dipenjara. Ia sangat yakin bahwa sistem bank baik-baik saja. Ia pun sangat masih bisa mengajukan banding atas keputusan tersebut, bila diinginkan.

Bagaimana tanggapan sobat street smart? #TeamYurkov atau atau #TeamBank nih? Berada di sisi manakah anda atas kejadian ini?

Menurut anda mana yang salah dan mana yang benar?? Silahkan adu argumen di kolom komen

Ini yang Harus Dilakukan Saat Mendapatkan Transferan Ghaib dari Pinjol Ilegal

Ini yang Harus Dilakukan Saat Mendapatkan Transferan Ghaib dari Pinjol Ilegal

Heboh nasabah PT. Bank BNI mendapat transferan ghaib dari sebuah perusahaan PT. Syaftraco dengan nominal 1.511.000. Kejadian ini dicuitkan oleh akun twitter @indiratendi. Padahal, menurut pengakuannya, tidak pernah dilakukan pengajuan pinjaman online dengan nominal tersebut.

Sumber : Twitter @indiratendi

Dalam akun twitternya, @indiratendi mengaku mendapatkan transferan ghaib dengan nominal tersebut, kemudian googling untuk mengetahui jenis pinjaman online tersebut. Indira mengaku khawatir bila tiba-tiba tagihan datang beserta bunga. Ia berasumsi bahwa kejadian ini terjadi karena nomer rekeningnya tersebar di media sosial lewat akun donasi Buku Anak Indonesia.

Usut punya usut, ternyata yang bersangkutan pernah melakukan akses situs pinjaman online ilegal dan pernah menginput data sekian-sekian. Namun, sayangnya sudah dilakukan input data dan akses ke seluruh kontak dan galeri. Mungkin inilah yang menyebabkan data yang bersangkutan disalahgunakan.

Menanggapi kejadian ini, Tongam pun memberikan beberapa tips apa saja yang perlu dilakukan bila tiba-tiba ada transfer dana dari pinjol illegal:

  1. Simpan dana tersebut. Jangan menggunakan uang tersebut.
    Perlu diperhatikan, saat mendapati kejadian seperti ini, hindari untuk khilaf menggunakan dana untuk suatu hal. Simpan dana tersebut, saat adanya penagihan coba sampaikan bahwa anda tidak merasa meminjam dan siap untuk mengembalikan dana sesuai dengan jumlah yang ditransfer.
  2. Blokir seluruh kontak yang mengirimkan teror tagihan
    Bila cara ini tidak mempan, anda bisa memblokir seluruh nomer kontak yang terindikasi mengirimkan teror. Kemudian beritahukan kerabat dan teman-teman anda bila mendapatkan intimidasi yang mengatasnamakan namamu, untuk segera memberi klarifikasi kejadiannya.

Itu dia beberapa cara yang bisa dicoba bila kejadian seperti ini menimpa anda. Berbicara mengenai PT Syaftraco, ternyata perusahaan ini merupakan salah satu penyelenggara jasa transfer dana. Perusahaan ini mempunyai produk instamoney yang sudah tercatat mempunyai izin dari Bank Indonesia (BI)

Tongam Tobing menduga bahwa aktivitas transaksi tersebut dilakukan oleh pinjaman online ilegal melalui jasa transfer dana lewat PT Stayftraco. Kemungkinan, nasabah pernah mengakses situs pinjaman online kemudian melakukan login data. Meski belum dilakukan apply pengajuan kredit, namun hal ini juga berdampak pada disalahgunakannya data nasabah.