Tagihan kartu kredit mantan presiden Brazil Jair Bolsonaro diungkap ke publik Jum’at lalu yang membuat masyarakat bertanya-tanya. Lebih dari 21.000 dollar AS (sekitar Rp 322 juta) dibelanjakan di restoran dan 10.700 dollar AS (sekitar Rp 164 juta) dalam sehari dibelanjakan di toko roti.
Selama 4 tahun menjabat, lebih dari 5 juta dollar AS (Rp 75 miliar) ditagihkan ke presiden sayap kanan tersebut, berdasarkan dari website pemerintah. Berbeda dengan pendahulunya, Bolsonaro menetapkan periode seabad untuk menyebunyikan pengeluaran kartu kredit presiden, yang kemudian dicabut oleh penerusnya Luiz Inacio Lula da Silva. Bolsonaro dan 21 anggota timnya mempunyai akses kartu tersebut.
Menyesuaikan dengan inflasi, jumlah tagihan kartu kredit tersebut hampir dari separuh dari belanja masa jabatan empat tahun pertama Lula yang dimulai tahu 2003, meskipun dia menggunakan kartu kredit tersebut kebanyakan untuk biaya akomodasi ke luar negeri.
Bolsonaro kerap mengklaim bahwa tidak membebankan satu sen pun ke kartu tersebut. Namun, analisis catatan akhirnya mengungkap bahwa Bolsonaro melakukan pembelanjaan lebih dari 235.000 dollar US ketika berlibur pada tahun 2019, 2020, dan 2021. Hampir 14.000 dollar AS dibelanjakan untuk kunjungan sekali ke pom bensin dan 286.000 dollar AS untuk berkunjung ke hotel mewah yang terletak di Guaruja, sebuah resor tepi laut di dekat Sao Paulo.
Situs web G1 menjelaskan bahwa hotel tersebut menampung rombongan Bolsonaro, sementara sang mantan presiden tinggal di kompleks militer. Pengeluaran untuk makanan pun juga termasuk dan nominalnya cukup mencengangkan. Di salah satu kunjungannya ke sebuah restoran di Boa Vista di negara bagian Roraima di Amazon, dia menggunakankartu kredit presiden untuk membayar tagihan yang nilainya lebih dari 21.000 dollar AS. Nominal tersebut cukup untuk memesan 2.000 piring hidangan termahal di restoran tersebut: ayam panggang yang harganya kurang dari 10 dollar AS. Kartu tersebut juga dipakai untuk membayar salah satu toko roti di Rio de Janeiro selama 4 tahun dengan nilai sebesar 71.000 dollar AS.
Dari jumlah tersebut, hampir 11.000 dollar AS dia habiskan untuk sekali pembelanjaan dalam kurun waktu sehari setelah pernikahan putra Bolsonaro. Tidak hanya itu saja, pembelanjaan itu juga terjadi pada malam reli sepeda motor yang dilakukan pendukung Bolsonaro di berbagai sudut jalan di Rio. Bahkan ada total lebih dari 1.600 dollar AS (Rp 24,5 juta) dia habiskan hanya untuk membeli es krim.
Sebagai seorang pemimpin, seharusnya bisa menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang bisa menunjang perkembangan sebuah negara, bukan malah untuk bersenang-senang. Karena mungkin uang dia belanjakan selama ini juga ada uang rakyat yang seharusnya dipakai untuk membangun infrastruktur yang lebih baik dan juga demi masyarakat negara itu sendiri. Seorang pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan demi kesenangan pribadi dan mengabaikan kepentingan rakyat tidak pantas disebut sebagai seorang pemimpin.
Jadi bagaimana menurut kalian? Kira-kira hukuman apa yang pantas diterima Jair Bolsonaro atas tindakannya selama menjabat sebagai presiden?




