FILOSOFI JIU JITSU DALAM BISNIS

FILOSOFI JIU JITSU DALAM BISNIS

Saya ini sudah lama hobi bela diri. Salah satu yang paling saya tekuni itu ilmu jiu jitsu. Saya sih masih menekuninya sampai saat ini.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Kenapa bela diri itu penting? sama seperti utang!
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Prinsipnya sama: bela diri dan utang sama sama digunakan untuk kita belajar mempertahankan diri. Tapi, keduanya sama-sama butuh teknik yang benar. Bukan ‘sekedar-sekedar’

Sekedar punya dasar bela diri, apakah bisa? bisa. Tapi, kan ngawur semua! Nggak ada teknik, babak belur semua yang terjadi. Tapi, kalau tahu ilmu bela dirinya, berarti seharusnya sudah ngerti harus ngapain. Begitu dipukul, anda tahu apa yang harus dikerjakan.

Badan pun juga otomatis ambil ancang-ancang untuk melawan musuh. Salah satunya, ini akan dipelajari di jujitsu.

Sebenarnya, teknik jiu jitsu itu berupa penguasaan pada kuncian. Bagaimana caranya mengunci orang.

Menurut saya, dibanding olahraga bela diri lain, Jiu jitsu itu termasuk beladiri yang nggak lazim. But, that’s why i like it!

Ini juga termasuk olahraga yang susah-susah gampang. Semua orang sebenarnya bisa mukul. Tapi, nggak semua orang bisa ngunci. Benar-benar butuh keahlian khusus untuk bisa melakukannya.

Kartu Kredit Dan Jiu Jitsu Punya Filosofi yang Mirip.

Di bela diri, kita nggak bisa belajar suatu ilmu secara sendirian. Semuanya jadi satu komponen. Jadi, nggak bisa kita sombong karena mempelajari satu hal saja.
Nah, ini sama dengan filosofi di kartu kredit.

Anda nggak bisa belajar satu ilmu saja. Pasti ada banyak ilmu-ilmu lain yang harus anda kuasai. Misalkan saja nih, anda belajar bisnis modal kartu kredit. Tentu, anda nggak mungkin belajar ilmu bisnisnya saja.

Anda perlu juga belajar cara menaikkan limit kartu kredit agar modal usaha anda terkumpul. Nggak mungkin kan anda berbisnis tanpa modal?
Nah, ini salah satu contohnya.

Di Jiu Jitsu, untuk mengalahkan musuh, anda harus bisa menguasai banyak tekniknya dan harus sabar! Di Kartu kredit juga begitu, anda kudu sabar dalam memprosesnya menjadi sesuatu yang “menguntungkan” bagi anda.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Semua hal butuh waktu.

Hindari Penipuan Jual Beli Rumah, Pahami Ilmu Investasi Properti

Hindari Penipuan Jual Beli Rumah, Pahami Ilmu Investasi Properti

Sobat street smart, selain mengajar seputar kartu kredit, saya juga update ilmu ke peserta kelas lewat CCR System For Property Investor. Saya sendiri sudah lama bergelut di bidang ini. Jadi, rasanya seperti perlu buat menuliskan beberapa tips seputar properti.

FYI, beberapa bulan belakangan, terutama pas masa pandemi begini sedang marak sekali kasus-kasus penipuan jual beli rumah. Ini sebenarnya bukan kasus baru di dunia properti.

Jadi intinya, si pelaku penipuan ini pura-pura membeli rumah korban. Pelakunya ini pinter karena memberi uang DP di depan dengan harapan agar si korban percaya. Tapi sih, kerugian di belakang nggak ada apa-apanya dibanding dengan uang DP yang diberikan.

Si korban di bujuk agar mau menitipkan sertifikat asli dan juga uang identitas pada notaris palsu. Ada bukti perjanjiannya? Ada. Ini yang bikin percaya.

Setelah sertifikat diserahkan, PPJB nya bukan yang diselesaikan tapi nama pemegang sertifikat hak milik (SHM) sudah menjadi atas nama orang lain, alias nama pelaku.

Rumahnya pun akhirnya pindah tangan menjadi miliknya si pelaku! Sisa uangnya pun tidak dilunasi ke korban.

Memang ngeri-ngeri sedap!

Nah, inilah kenapa wajib tahu cara menghindari penipuan di investasi properti. Praktikan beberapa ilmu berikut ini:

  1. Cek informasi tentang calon pembeli terlebih dahulu
    Ada baiknya untuk mengenal calon pembeli terlebih dahulu. Anda jangan percaya mentah-mentah dengan rayuan mautnya.Kita harus punya asas praduga bersalah sebelumnya.

    Well, sekarang ini banyak sekali aplikasi yang bisa anda gunakan untuk cek keabsahan suatu identitas seseorang loh. Anda sangat bisa mengeceknya dengan cara melihat di aplikasi get contact tentang data diri seseorang.

    Selain itu, anda juga bisa cek rekening apakah penipuan atau tidak di internet.

  2. Face to face dengan calon pembeli
    Seorang pembeli pasti akan survey terlebih dahulu agar tahu kondisi rumah yang akan dibeli. Nah, bila pembeli sudah yakin tanpa pernah survey ke rumah anda malah seharusnya anda curiga lho.
  3. Pastikan notaris yang digunakan adalah terpercaya
    Surat perjanjian yang dibuat oleh notaris abal-abal tentu sangat tidak dianjurkan untuk dipercayai. Anda seharusnya meneliti dan menelisik apakah kantor notarisnya benar-benar ada atau tidak