Ini Yang Harus Dilakukan Jika Bisnis Bangkrut

Ini Yang Harus Dilakukan Jika Bisnis Bangkrut

Seorang alumni Credit Card Revolution curhat kepada Saya,

“Saat ini kondisi Saya sedang bangkrut, apa yang harus Saya lakukan pak? Apakah Saya harus berhutang lagi?”

Kira-kira jawaban apa yang terlintas dipikiran Anda?

Kali ini Saya akan memberikan sebuah jawaban yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda, masalah nantinya akan diterapkan atau tidak itu urusan Anda.

Ketika Saya jatuh, apa yang pertama kali harus Saya lakukan?

Saat kita sedang berada pada puncak kesuksesan, kemudian secara tiba-tiba bisnis kita mengalami kebangkrutan, tidak sedikit orang memilih untuk kembali berutang.

Namun berbeda dengan Saya, sebab Saya tidak akan melakukan hal tersebut.

Lalu apa yang pak Roy lakukan?

Start awal yang akan dan seharusnya dilakukan adalah mulailah menjual kembali barang-barang Anda terlebih dahulu, sebab ujung tombak yang sebenarnya adalah ketika kita jatuh artinya kita sudah melakukan sebuah kesalahan, dan disini kata kuncinya adalah bagaimana caranya agar bisnis Anda tetap berjalan tanpa menambah utang.

 

Sebab sekali lagi Saya katakan bahwa banyak orang salah dalam mengambil tindakan, begitu jatuh justru menambah utang, hal inilah yang membuat bisnis Anda semakin kacau.

Mulailah merangkak kembali dari bawah, jika tidak memiliki barang yang dijual, maka jual barang menggunakan sistem dropship, reseller atau “nyales”.

Pengalaman bisnis pertama Saya adalah sebagai seorang sales, membuka bisnis pertama kali dengan modal Rp 1.600.000,- dengan berkeliling pasar burung menawarkan makanan burung kepada para penjual.

Intinya Berapapun Modal yang Masih Anda Miliki, Putarlah!

Jika sudah bagus dan stabil, mulailah mempromosikannya kembali, setelah semuanya lancar barulah mencari pinjaman untuk memperbesar bisnis Anda.

Perbaiki bisnis Anda, jika Anda memilih untuk memulai project atau bisnis baru dengan kondisi penuh dengan utang, bisnis Anda tidak akan lama alias cepat mati.

 

 

“Modal itu kambing hitam yang paling empuk”

Jika Anda mulai berhalusinasi bahwa “Saya punya modal, maka Saya bisa memulainya dengan bagus” itu BOHONG, tidak ada yang sesederhana itu.

Intinya yang terpenting mulailah berjualan terlebih dahulu, apakah Anda bisa menjual produk Anda sendiri atau tidak? Jika laku, maka dengan modal Anda bisa memulai bisnis Anda dengan potensi keberhasilan lebih tinggi.

Tetapi jika Anda tidak memiliki skill dalam menjual dan tidak mempunyai skill bisnis, maka dengan utang Anda hanya akan memperbesar peluang kegagalan Anda.

Utang hanyalah amplifying (Memperbesar)

Tinggal Anda yang menentukan apakah utang mampu memperbesar kesuksesan Anda atau utang hanya akan memperbesar resiko kegagalan Anda?

Maka dari itu Anda harus benar-benar matang jika berurusan dengan utang.

Sukses atau Gagal? Pilihan ada ditangan Anda.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this