Badai PHK masih terus menghantui para pekerja di Indonesia. PHK terjadi di berbagai industri, seperti perbankan, IT, media, hingga tekstil.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat ada 18.610 pekerja yang terkena dampak PHK dari periode Januari – Februari 2025, ada 18.610 orang tenaga kerja yang mengalami PHK, paling banyak terdapat di provinsi Jawa Tengah dengan presentase sekitar 57,37%. Ini merupakan data terbaru dari Kemnaker.
Di tengah-tengah badai PHK ini, penting bagi kalian buat mempersiapkan keuangan yang lebih baik agar hidup tidak terombang-ambing—termasuk di antaranya adalah dana darurat.
BAGAIMANA CARANYA MENYIAPKAN DANA DARURAT?
- Siapkan Dana Darurat 6 Kali Pengeluaran
Pekerja disarankan untuk menyiapkan dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran per bulan, apalagi jika pekerja sudah memiliki keluarga sendiri. Teruntuk pekerja yang masih lajang dan baru bekerja, bisa menyiapkan dana darurat sebesar tiga kali pengeluaran per bulan. Ini dikarenakan dana darurat merupakan aset likuid yang disengaja untuk mentupi risiko terjadinya PHK. Jika seandainya si pekerja memiliki utang, maka jumlah dana darurat ditambah menjadi biaya pengeluaran ditambah cicilan perbulannya.
- Kurangi Gaya Hidup
Pekerja juga perlu mengurangi pengeluaran untuk gaya hidup, karena dengan begitu akan lebih banyak dana yang bisa disisihkan untuk menghadapi PHK. Dengan mengurangi gaya hidup, pekerja tetap bisa menikmati hidup—misalnya dengan listrik dan internet yang tetap menyala dan makan makanan bergizi. Namun, gaya hidup seperti berbelanja secara konsumtif dan jalan-jalan memang harus dikurangi. Jika dirasa pemasukan mulai terancam, mulai kurangi atau hentikan pengeluaran biaya hidup yang tidak masuk ke dalam prioritas utama.
Pengeluaran gaya hidup yang bisa dikurangi misalnya langganan hiburan, upgrade gadget, atau liburan dengan dalih self-reward atau healing. Ada dana yang perlu disiapkan untuk nongkrong alias bertemu dengan teman, karena ini bisa menjadi kesempatan untuk bisa mendapatkan pekerjaan.
- Membuka Bisnis
Membuka bisnis disarankan untuk menambah pundi-pundi uang yang bisa dimulai dengan modal kecil—misalnya bisnis kuliner harian seperti makanan beku rumahan, warung sarapan, atau katering sehat. Reseller produk kebutuhan seperti sembako, alat kebersihan, popok, dan kebutuhan harian lainnya juga bisa menjadi pilihan lainnya.
Jika punya skill, bisa dijadikan usaha, seperti mengajar secara online, membuat produk digital, dan berjualan di media sosial. Sudah saatnya berinvestasi leher ke atas, meningkatkan skill berjualan seperti belajar jualan online atau live streaming.
Jika mau mulai berbisnis, mulailah dari bisnis yang dibutuhkan oleh orang-orang sekitar, seperti bisnis makanan kecil, bisnis apparel atau pakaian, atau voucher game. Bisa juga yang bersifat digital seperti jasa SEO, jasa pembuatan website, fotgrafer atau videographer, editor video, jasa sosial media manager, dan lain sebagainya.




