4 Langkah Mengurangi Rasa Depresi Karena Utang

4 Langkah Mengurangi Rasa Depresi Karena Utang

Punya utang memang seringkali bikin stress. Namun, hal itu bukan alasan bagi anda untuk menyerah. Tetaplah berusaha untuk melunasinya. Jangan lupa jaga mental biar tetap sehat! Anda harus tetap menjalani hidup seperti biasa. Nah, agar mengurangi rasa depresi akibat utang, coba 4 langkah berikut ini.

  1. Curhatkan Masalah Ke Orang yang Tepat. Jangan Mengurung Diri
    Curhat ke orang yang tepat bisa jadi solusi. Bergurulah pada teman yang mungkin punya masalah sama di masa lalu. Daripada diem-diem doang, kan?
    Well, kebanyakan orang malah tiba-tiba jadi ‘anti sosial’ saat terjerat utang. Stop! tindakan mengurung diri dan menjaga jarak dari lingkungan justru nggak bagus untuk mental anda. Tetap jalani hidup seperti biasa, perbanyak lingkup pergaulan anda. Lebih baik lagi, cari komunitas dengan visi dan misi yang sama.

    Sumber : https://www.harapanrakyat.com
  2. Jangan Malas Belajar Tentang Status Hukum Orang Berutang
    Banyak orang gagal menghadapi utangnya sendiri karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup. So, jangan malas belajar dan mencari fakta tentang status hukum utang anda. Masalah utang adalah masalah perdata. Anda bisa belajar ilmunya lewat youtube maupun situs yang kredibel.
  3. Buang Gengsi dan Harga Diri Anda
    Masalah utang erat kaitannya dengan gengsi dan harga diri. Hari ini anda jatuh, bukan berarti seumur hidup anda akan di bawah. Teruslah bekerja keras untuk melunasi utang, buang gengsi anda. Saat anda sukses nanti, orang-orang akan melupakan bulian kepada anda. Manfaatkan pula setiap peluang yang diberikan pada anda. Jangan kebanyakan alasan, karena inilah salah satu hal yang membuat anda tidak akan berkembang.
  4. Milikilah Mentor dengan Kondisi Anda Saat Ini
    Jangan sendirian saat menghadapi utang! Segera cari mentor yang tepat seputar kondisi anda. Mentor yang bagus pastinya punya pengalaman yang matang.

 

Seperti di kelas BDJKK (Bangkit Dari Jeratan Kartu Kredit), ribuan peserta berhasil bangkit dari masalah karena saya mentori serta adanya sharing session antar peserta untuk menambah pengalaman. Dengan memiliki mentor, setidaknya langkah yang anda ambil lebih terarah.

Perhatikan, 5 Hal Ini Bikin Utang Anda Tak Kunjung Lunas!

Perhatikan, 5 Hal Ini Bikin Utang Anda Tak Kunjung Lunas!

Kebiasaan utang memiliki dampak besar dalam kondisi finansial. Bila anda bisa mengendalikannya, maka utang akan menolong anda. Salah satu contohnya adalah penggunaan utang sebagai modal usaha. Namun, bila anda kalah dengan utang, utang itulah yang akan mengendalikan anda. Banyak yang tidak bisa melunasi utang karena tidak paham cara mengendalikan diri yang baik. Perhatikan, 5 poin di bawah inilah yang membuat utang anda tidak juga lunas:

  1. Mengambil cicilan di luar batas kemampuan
    Banyak yang terjatuh dalam gaya hidup hedon tanpa bisa menurunkan standarnya. Akhirnya, seseorang jadi boros dan tidak bisa mengendalikan diri. Sudah ambil cicilan barang-barang mewah, namun ketika masanya ditagih, bingung mau membayar. Sebaiknya sesuaikan cicilan dengan batas kemampuan, bukan gaya hidupmu. Gaya hidup besar pasak daripada tiang inilah yang akan menggerus kondisi finansial anda.
  2. Telat bayar cicilan utang kartu kredit
    Meski merupakan dana cadangan yang fleksibel dan mudah untuk ambil cicilan, jangan terlena dan lupa buat membayar tagihan kartu kreditnya. Kartu kredit memiliki bunga yang wajib dibayarkan. Bila anda membayarnya melewati tanggal jatuh tempo, semakin besar pula bunga yang dibayarkan.
  3. Tidak punya dana cadangan sama sekali
    Berapapun besarnya, dana cadangan sangat penting dimiliki oleh siapa saja. Mau kamu seorang pengusaha atau seorang pegawai, perlu banget nih punya dana darurat. Pemasukan selalu tak menentu namun pengeluaran itu suatu hal yang pasti. Nah, kalau tak punya dana cadangan sama sekali, akan susah bila ada hal-hal yang tak terduga semacam bencana alam, mobil rusak maupun penyakit yang menimpa.
  4. Mengambil minimum payment
    Kelihatannya, minimum payment tidak akan memberatkan ketika mencicil karena jumlahnya yang sedikit. Padahal, semakin kecil jumlah cicilan bulanannya, maka bunganya pun akan makin besar. Semakin kecil jumlah cicilan yang diambil, semakin lama pula pelunasannya. So, sebaiknya hindari minimum payment supaya jumlah bunganya tidak terlalu besar.
  5. Punya sifat “Yes Man”
    Sifat “Yes Man” alias penurut akan berpengaruh pada cara anda mengelola uang. Jangan sampai pengaturan finansial anda dikendalikan orang lain. Jangan mau diminta menghabiskan uang untuk foya-foya demi menuruti kehendak orang lain. Ubah kebiasaan dan jadilah merdeka dalam mengatur keuangan.
Jurus-Jurus Berikut Bisa Anda Gunakan Untuk Menagih Hutang Secara Halus.

Jurus-Jurus Berikut Bisa Anda Gunakan Untuk Menagih Hutang Secara Halus.

Tentu anda pernah merasa sebal dengan teman anda yang suka ngutang tapi bayar ogah-ogahan. Saya paham rasanya. Banyak dari kita yang pasti punya pengalaman seperti ini. Namun, pasti kita punya ganjalan hati karena rasanya sungkan.

Nah, kalau sampai ditagih tapi si dia tidak ada inisiatif untuk mengembalikan uang yang selama ini dipinjam, anda harus keluarkan jurus-jurus baru agar dia segera sadar dan membayar utangnya. Ini beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk menagih hutang secara halus. Simak, ya.

  1. Cari Tahu Kapan Teman Anda Gajian
    Ketika menagih hutang ke teman anda, sebaiknya cari tahu dulu kapan si dia gajian. Hindari menagih di tanggal-tanggal potensi bokek yang mana kemungkinan besar teman anda akan menghindar.
  2. Beri Kode Ke Teman Anda
    Sebaiknya memang anda menagih dengan memberi kode ke teman anda pada tanggal gajiannya. Ini akan membuat anda terhindar dari menyakiti hatinya. Bisa dengan bilang “wah gajian bro. Aku lagi bokek, nih”
  3. Kode Minta Traktir
    Kalau anda tipe yang nggak enakan, coba bilang ke teman anda untuk minta traktir atau permintaan terselubung nanti. Bisa dengan bilang “bro, nitip barang ya. Pakai duit lu dulu deh” dan lain semacamnya.

    Kalau teman anda sadar diri sih tentu nggak akan menagih balik ke anda. Dia pasti sadar masih punya sejumlah tanggungan ke anda.

  4. Elus egonya
    Kalau teman anda adalah tipe yang tak suka egonya direndahkan, coba mainkan egonya. Puji dia dahulu dan beritahu bahwa ada kabar burung populer yang bilang kalau teman anda ini suka telat bayar utang. Utarakanlah kalau kabar ini bisa menyebar secara cepat diantara teman kalian.
  5. Blak-blakan
    Anda tipe yang tegaan? langsung saja blak-blakan! Bilang ke teman anda kalau anda memang membutuhkan uang tersebut saat itu juga. Dijamin, kalau teman anda adalah orang yang pengertian dia akan mengembalikan uang anda.

Nah, untuk anda yang punya masalah utang dengan kawan, bisa diselesaikan dengan memberi tahu dia dengan jurus-jurus di atas. Namun, untuk anda yang belum pernah di utangin sahabat anda, saran saya sih sebaiknya hindari hutang atau menghutangi teman. Lebih baik anda apply kartu kredit dan memanfaatkan limitnya agar tidak terjadi drama dengan teman anda.

Bagaimana Mekanisme Kerja Debt Collector Saat Menagih Hutang Nasabah?

Bagaimana Mekanisme Kerja Debt Collector Saat Menagih Hutang Nasabah?

Gimana perasaan anda ketika mendengar kata ‘Debt Collector?’

Bayangan anda mungkin akan jatuh pada sosok cerewet dengan muka sangar yang terus-terusan meneror buat bayar utang. Benar?

Well, bayangan ini tak sepenuhnya salah. Beberapa dan sebagian debt collector di Indonesia memang sering diasosiasikan dengan wajah sangar nan cerewet ala preman yang siap mendatangi rumah anda kapan saja. 

Tapi, kalau dibilang profesi debt collector itu identik dengan muka tak ramah, ini nggak sepenuhnya benar. Mekanisme kerja debt collector ini sebenarnya ada beberapa poin yang harus diketahui oleh nasabah dan debt collector itu sendiri:

    1. Debt Collector Hanya Diperbolehkan Menagih Utang yang Macet
      Penagihan kartu kredit secara jelas tertulis di aturan BI. Disebutkan bahwa jasa penagihan hanya bisa melakukan tagihan kartu kredit pada utang yang macet. Utang macet sendiri terjadi ketika terlambat mencicil sudah lewat 6 bulan.
    2. Debt Collector Harus Memiliki Identitas yang Jelas
      Administrasi debt collector biasanya selalu diketahui oleh bank penerbit kartu kredit. Seorang debt collector bisa diketahui identitas resminya lewat kartu identitas resmi yang dikeluarkan secara sah oleh perusahaan penyedia layanan penagihan utang.

      Anda sebagai nasabah punya hak untuk mengetahui identitas resmi tersebut. Anda juga berhak untuk komplain ke bank penerbit kartu kredit tempat anda meminjam bila sang debt collector tidak bisa menunjukkan identitas resmi. 

    3. Dalam Praktiknya, Debt Collector Tidak Boleh Menagih dengan Kekerasan Fisik Maupun Verbal
      Seorang debt collector yang ketahuan menagih dengan kekerasan verbal dan fisik bisa anda laporkan. Memang, dalam aturan etikanya seorang debt collector haruslah bekerja secara profesional. Bersikap tegas tidak selalu sama dengan bertindak keras yang justru membuat nasabah trauma.
    4. Tidak Boleh Menagih Kepada Keluarga Dekat Nasabah yang Nggak Berutang
      Kalau ada debt collector sampai berani menagih utang dan meneror keluarga anda, segera laporkan. Mereka yang tak pernah berutang tidak boleh dijadikan sasaran amukan debt collector. Debt collector hanya boleh meminta nasabah yang berhutang untuk melunasi tanggungan mereka. Dalam praktiknya, debt collector juga dilarang untuk melakukan tagihan yang bersifat terlalu meneror.

Dengan mengetahui mekanisme kerja debt collector, sebagai nasabah anda punya hak untuk melaporkan debt collector yang bekerja tidak sesuai etika. Tapi, sebagai pihak yang ditagih anda juga harus sadar diri untuk segera melunasi utang.