Trik Berbisnis Gestun

Trik Berbisnis Gestun

Pada kesempatan kali ini Saya ingin sharing  tentang bagaimana trik berbisnis gestun dan cara membuat customer merasa puas dan berpeluang untuk naik limit.

Beberapa waktu yang lalu Saya bertemu dengan alumni Saya di CCR dimana saat ini mereka sudah menjadi seorang pengusaha gesek tunai dan mempunyai satu kelas yang bernama GTR Advance.

Lalu apa bedanya GTR Advance dengan GTR ?

 

Di GTR Advance ilmu yang diberikan lebih kompleks terutama bagi Anda yang sudah memiliki bisnis gestun.

Lain dengan GTR yang Saya ajarkan, ilmu yang diberikan khusus bagi para newbie  yang ingin membuka bisnis gestun.

Nah, Salah satu pengajar di GTR Advance adalah Ferry Right, beliau juga mempunyai peran dalam mencetuskan satu sistem yaitu ilmu pemondokan.

Apa yang membedakan bisnis gestun yang dikelola oleh kami dengan bisnis gestun diluaran sana?

 

Ferry mengatakan bahwa ia mempunyai satu kunci sukses dalam bisnis gestun, yaitu gestun pemondokan dan talangan yang dimiliki tidak jorok, jadi terbebas dari “virus-virus” yang sebetulnya ada pada EDC itu sendiri.

Sebagai seorang pengusaha gestun dan talangan, Anda tidak akan pernah tahu jika Anda tidak melakukan screening  terlebih dahulu untuk mengetahui kapan EDC Anda ter-suspect.

Karena jika sudah ter-suspect maka kemungkinan EDC Anda bisa dicabut dan kartu kredit customer  Anda akan susah untuk naik limit.

Jika dari kacamata seorang Edy Wijaya yang juga seorang pengajar di GTR Advance, beliau mengatakan bahwa sebenarnya yang terjadi diluaran sana adalah rata-rata orang mempelajari ilmu gesek tunai dengan cara otodidak. Akibatnya mereka tidak mengetahui mana yang benar mana yang salah.

Problemnya jika kita start  dengan cara yang salah, kita tidak akan tahu ilmunya secara keseluruhan, sebab ilmu yang dipahami hanya setengah-setengah tanpa tahu detailnya seperti apa.

Bagaimana cara kita membuka usaha gestun?

 

Ferry mengatakan, yang pertama adalah dengan adanya modal, namun tanpa modalpun sebenarnya bisnis gestun tetap bisa dibuka.

Yang kedua, kita harus mempunyai EDC (Alat konversi dari sisa limit menjadi tunai).

Yang ketiga dan terpenting yang tidak semua pengusaha punya adalah KNOWLEDGE.

KNOWLEDGE  sendiri akan kita ajarkan di kelas GTR Advance, salah satunya bagaimana kita membuka bisnis gestun dengan SOP yang benar, tidak menyalahi regulasi perbankan dan yang terpenting tidak jorok”.

Tidak sedikit orang yang mungkin memiliki pengalaman lebih banyak dari kita terhadap industri ini, tetapi terkadang mereka tidak sadar jalannya sudah benar atau tidak, sehingga mereka tidak bisa membedakan mana yang benar-benar kesalahan dari mereka dan mana kesalahan dari pihak perbankan sendiri.

Jika kita geseknya “JOROK“, apa resiko yang akan didapat?

 

Ketika Anda terindikasi gestun yang jorok, yang pertama otomatis limit Anda tidak akan pernah naik. Ini salah satu resikonya.

Yang kedua kartu Anda bisa diblokir, ketiga EDC akan ditarik dan masih banyak resiko-resiko lain yang akan terjadi.

Kartu holder  atau pemilik kartu mendapat resiko, merchant  pun juga tidak akan lepas dari namanya resiko.

Jika Anda tipikal orang yang mencari gestun yang termurah, biasanya resikonya lebih besar dan tanpa disadari Anda terkena resiko tersebut.

Saya bertahun-tahun memakai kartu kredit kok tidak naik-naik limit?

ATAU

Pak, sudah dipondokin kok tidak naik-naik?

Sekarang kita tidak tahu historis Anda sebelum kartu dipondokin atau apa yang terjadi ketika Anda bergestun 4 – 5 tahun yang lalu.

Apa imbasnya jika gesekannya bagus?

Imbasnya tentu ada 2, dari sisi pemilik kartu dan merchant.

 

Jika dari sisi merchant,  transaksi Anda akan mulus, artinya terima uang tepat waktu, tidak ada dana yang di hold  dan tidak adanya transaksi yang dipertanyakan oleh pihak perbankan.

Itulah kenapa kartu kita bisa naik tanpa diminta dan sebaliknya ada yang istilahnya sampai ngemis-ngemis minta naik limit tapi nyatanya tidak naik limit.

Satu hal yang harus Anda pahami, “NAIK LIMIT ITU MISTERI” sebab historis penggunaan seseorang itu beragam.

Naik limit sendiri bergantung pada banyak aspek, Ferry sendiri menyampaikan bahwa aspek dasar memiliki 3 kata kunci yaitu pola pembayaran, pola transaksi dan yang terakhir adalah sisa limit.

Mari kita coba kembali ke zaman ketika Anda pertama apply  kartu kredit. Saat Anda mengajukan, apa syarat yang diminta oleh pihak perbankan?

Tentu yang pertama diminta adalah KTP.

Jika seorang karyawan, kita harus melampirkan slip gaji dan jika seorang pengusaha kita harus melampirkan yang namanya mutasi, sebab hal ini bisa menunjukkan kemampuan bayar kita.

Lalu kenapa kartu kita dapat di acc? Sudah jelas bahwa kita punya kemampuan bayar yang bisa ditunjukkan melalui slip gaji.

Dan jika limit Anda naik, artinya..

“Bank mengindikasikan bahwa kemampuan bayar Anda semakin bertambah”

Lalu bagaimana kita bisa dianggap bahwa kemampuan bayar kita sudah bertambah?

 

Sebenarnya untuk mencari tahu caranya sangatlah simple  dan sederhana.

Kita bisa ambil contoh dari pola pembayaran.

Bayar di tanggal cetak dengan bayar di tanggal jatuh tempo ditambah 1 hari

Kira-kira lebih bagus mana kemampuan bayarnya?

Sudah jelas bayar di tanggal cetak bukan?

 

Ini hal yang paling sederhana.

Ketika pola pembayarannya sudah bagus di tanggal cetak, bagaimana dengan pola transaksinya?

Misalnya yang dibayarkan Rp 20.000.000,- kemudian melakukan transaksi kembali Rp 20.000.000,- di hari yang sama dengan yang dibayarkan Rp 20.000.000,- tetapi dipecah menjadi 3 hari dalam transaksi.

Kira-kira mana yang lebih berpotensi untuk bisa naik limit?

Jadi kalau kita berbicara mengenai kenaikan limit, tentu banyak sekali faktor-faktor yang akan dipertimbangkan.

Oleh sebab itu jadilah pengusaha gesek tunai yang tidak hanya memberikan keuntungan secara sepihak

Lindungi customer  sesuai dengan SOP dan tidak menyalahi aturan

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Tentang Gesek Tunai dari Segi Pebisnis dan Konsumen

Tentang Gesek Tunai dari Segi Pebisnis dan Konsumen

Kali ini Saya akan sharing mengenai cara bergesek tunai yang baik dan benar serta menjelaskan apa keunggulan dan kekurangan dari segi seorang pebisnis gestun (gesek tunai) maupun dari segi seorang customer.

Saat ini Saya melihat tidak sedikit orang hanya sibuk mencari-cari tempat gestun yang termurah.

Nah, kalau kita berbicara mengenai gestun murah maka inti sebenarnya hanya satu, kalau murah biasanya tidak memiliki banyak variasi dan jika bervariasi maka harganya tentu tidak murah.

Gestun sendiri mempunyai 2 tipe, gestun yang mengutamakan harga dan gestun yang mengutamakan kualitas.

Dengan begitu otomatis akan ada 2 pasar yang berbeda bukan?

Gestun yang mengutamakan harga biasanya pada kartel-kartel yang ada di pinggir jalan.

Saya sebagai pengajar selalu mengajarkan kepada murid-murid Saya di kelas Gesek Tunai Revolution untuk lebih mengutamakan kualitas.

Saat ini beberapa bank sudah mulai menurunkan rate MDR (Merchant Discount Rate) tentunya dengan beberapa syarat dan ketentuan.

Misalnya dalam tabungan harus ada endapan senilai beberapa ratus juta, kemudian harus ada deposito dan mungkin syarat-syarat lainnya.

 

Seseorang kemudian membuat satu mesin EDC.

Dikarenakan adanya endapan modal, maka otomatis pebisnis gestun akan menggenjot dengan harga yang relatif murah untuk menarik konsumen.

Biasanya dalam bisnisnya ia mempunyai target, misalnya dalam satu hari harus bertransaksi sebesar Rp 500.000.000,- dalam satu mesin EDC.

Kenapa ?

Sebab jika EDC tersebut pemakaiannya hanya 100 – 200 juta saja, maka ia akan mengalami kerugian, sebab nilai tersebut tidak sebanding dengan nilai modal endapan yang ada pada perbankan.

Sekarang kita akan berbicara dari segi seorang customer.

Apakah gestun murah itu selalu bagus?

Jika dari sisi perhitungan selisih uang sudah pasti bagus.

Dimana-mana yang murah berarti mengeluarkan uang lebih sedikit daripada yang mahal.

Tetapi Anda harus berhati-hati, terkadang banyak dari kita mencari gestun yang murah ibaratnya sampai harus keliling Jakarta.

Misalnya Anda dari Jakarta Barat mendapatkan gestun murah di Jakarta Selatan.

Memang benar Anda berhasil mendapatkan gestun dengan rate rendah, tetapi Anda lupa memperhitungkan waktu serta biaya transportasi yang sudah Anda keluarkan.

Bisa jadi jika dihitung secara global, Anda justru malah rugi.

Selanjutnya jika Anda bergestun di EDC yang murah, biasanya EDC tersebut EDC yang “diperkosa”.

Artinya satu EDC di gesek di atas 100 sampai 300 juta, bahkan bisa mencapai 500 juta.

Perlu Anda ketahui bahwa EDC yang normal sekarang sudah dibatasi.

Masalahnya adalah ketika Anda sudah mulai dicurigai melakukan gesek tunai, maka kerugian yang Anda dapatkan bermacam-macam.

Pertama, limit Anda akan susah naik

Rata-rata jika limit Anda susah naik, biasanya dikarenakan Anda sering gesek tunai di tempat yang “jorok”, sebab bank sudah mengindikasikan Anda telah bergestun.

Yang kedua, hal yang mulai diterapkan oleh beberapa bank.

Saya melihat beberapa bank menolak formulir aplikasi, artinya ketika Anda ditolak saat apply kartu bisa jadi alasannya karena kartu referensi sudah terindikasi gesek tunai.

Dan yang ketiga, ketika Anda sering melakukan gestun, maka ada kemungkinan kartu Anda akan diblokir secara sepihak, meskipun kemungkinannya masih kecil.

Itulah kerugian-kerugian yang Anda dapat jika Anda mencari EDC murah dan abal-abal.

Saya selalu mengajarkan kepada murid-murid di kelas Gesek Tunai Revolution untuk menjaga EDC.

Kita harus selalu menjaga performa seperti tidak diperbolehkannya transaksi lebih dari Rp 50.000.000,- dalam sehari.

Jadi dalam hal ini kita sudah memiliki parameter supaya EDC-EDC kita dapat terlindung dan tidak terindikasi gestun.

Jika Anda bergestun di tempat seperti ini, maka Anda tidak akan terdeteksi telah melakukan gestun sebab transaksinya memiliki batasan.

Jadi jika Anda mencari gestun yang baik, tidak menutup kemungkinan limit Anda nantinya bisa naik.

Nah, dikarenakan perhari kita membatasi tranksasi, otomatis para pebisnis gestun yang seperti ini tidak akan bisa memberikan harga yang murah.

Seperti bisnis gestun Saya di Malang, Saya memberi fix harga sebesar 2,5%, jika gesek sekarang cair besok sebesar 2,3%.

Sebab sebagai seorang pengajar dan seorang pebisnis gestun, Saya ingin agar kita sebagai pebisnis dan konsumen bisa merasa aman, dari sisi Anda aman dan dari sisi Saya pun juga aman.

Dalam Transaksi Gestun, Bank Tidak Dirugikan

Lalu Kenapa Dilarang?

Saya jelaskan bahwa cara pandangnya tidak terletak pada rugi tidaknya pihak bank, melainkan dari sisi transaksi gestun yang over.

Karena transaksi gestun yang berlebihan, cenderung akan dicurigai sebagai perbuatan money laundry atau istilahnya pencucian uang.

Jadi letak pasal dan undang-undang sebenarnya ada disana.

Atau Sebab lain Bank Indonesia dan bank penerbit kartu kredit melarang adanya gestun adalah karena mereka mempunyai produk sendiri berupa tarik tunai via ATM.

Ketika Anda melakukan tarik tunai via ATM, Anda akan dikenakan 2 biaya sekaligus, yaitu biaya tarik tunai senilai 4% dan biaya bunga berjalan sebesar 2,25%.

Jadi jika dihitung satu bulan penuh, maka totalnya sebesar 6,25%.

Artinya bila dibandingkan dengan tarik tunai ATM, gesek tunai jauh lebih murah sebab Anda hanya mendapatkan rate sebesar 2,3 hingga 2,5% saja.

Intinya dari sisi hukum tidak ada larangan

Buktinya Saya masih bebas, bisnis masih lancar

Saya pun masih bisa jalan-jalan walaupun Saya mengajar ilmu yang katanya dilarang 🙂

Share if you like this. 🙂

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds