MAU KELOLA UTANG TAPI ENGGAK KEHIMPIT CICILAN? PAKAI CARA BIJAK INI!

MAU KELOLA UTANG TAPI ENGGAK KEHIMPIT CICILAN? PAKAI CARA BIJAK INI!

Kalian ada yang punya rencana untuk melakukan pengajuan pinjama ke bank atau lembaga pembiayaan? Apakah kalian sudah tahu dan siap menerima resiko utang? Sebaiknya simak beberapa tips perencanaan keuangan berikut ini sebelum mengajukan pinjaman.
Jika hendak berutang, pastikan urgenitas dan kepentingannya. Utang pada dasarnya diperbolehkan jika sudah memenuhi 3 persyaratan—membayar kewajiban, membayar resiko yang tidak ditanggung (cont: sakit), dan digunakan untuk keperluan yang lebih produktif.
Menurut Aidil Akbar Madjid selaku Financial Planner & Crypto Enthusiast, ada 3 prinsip yang harus dicermati jika hendak melakukan pinjaman:
1. Bunga pinjaman
2. Tenor atau jangka waktu pinjaman
3. Kemampuan mencicil
Gambaran sederhananya, kredit untuk properti seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) termasuk pinjaman dengan tenor jangka panjang. Jika KPR dikenakan bunga pinjaman 10% per tahun, namun harga kenaikan properti bisa mencapai 12% per tahun, maka Bungan pinjaman tersebut masih bisa ditutupi dengan kenaikan harga properti per tahun.
Jika seiring berjalannya waktu kalian sudah memiliki sejumlah dana yang nominalnya bisa untuk melunasi KPR atau KPA, ada dua pendekatan yang bisa menjadi pertimbangan.
Pertama, jika tidak ingin membayar bunga pinjaman lagi, lunasi lebih awal. Kedua, tetap lakukan cicllan pembayaran hingga jatuh tempo pelunasan selesai.
Ada pepatah yang bisa diterapkan untuk para pengusaha—kalau bisa pakai uang bank, kenapa harus pakai uang sendiri? Pepatah ini bisa ada karena kebanyakan pengusaha sukses lebih memilih memakai uang pinjaman, selama hasil usahanya bisa digunakan untuk membayar cicilan.
Lalu seberapa besar sih cicilan pinjaman yang ideal supaya cash flow keuangan bisa tetap lancar dan tida mengganggu?
Kalian wajib memperhatikan batas maksimal presentase cicilan pinjaman terhadap total pemasukan atau penghasilan bulanan kalian. Untuk pinjaman properti sendiri seperti KPR dan KPA, diberikan batasan di bawah 30% dari total penghasilan bulanan kalian, dengan alasan KPR atau KPA merupakan sebuah komitmen jangka panjang, jadi jangan sampai memberatkan cash flow.
Sedangkan untuk utang produktif seperti KPR atau modal usaha, batasan maksimal yang diberikan yaitu 40% dari penghasilan bulanan. Untuk utang konsumtif sendiri maksimal 30%.

Beberapa resiko utang
Untuk resiko utang sendiri, ada beberapa hal yang wajib diketahui, yaitu:
1. Suku bunga yang tinggi
2. Resiko tidak bisa membayar cicilan atau tidak mampu melunasi total pinjaman yang mengakibatkan track record di Bank Indonesia menjadi jelek
3. Ditagih debt collector jika terlambat atau menunggak pembayaran cicilan.
Berdasarkan tiga resiko yang disebutkan di atas, maka sebaiknya pastikan terlebih dahulu kemampuan kalian dalam membayar cicilam setiap bulan dan dari mana sumber pemasukannya. Dengan begitu kalian bisa menyesuaikan besaran pinjaman, tenor waktu pinjaman, serta suku bunga yang dikenakan bank atau lembaga pembiayaan. Sehingga kalian bisa membayar cicilan sesuai dengan situasi dan kondisi keuangan kalian dan masih ada dana cadangan untuk memenuhi keperluan lainnya.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian juga punya pengalaman terlilit beragam cicilan yang mengakibatkan cash flow kalian terganggu?

MAU AJUKAN UTANG KONSUMTIF? PERHATIKAN DULU BEBERAPA HAL BERIKUT INI!

MAU AJUKAN UTANG KONSUMTIF? PERHATIKAN DULU BEBERAPA HAL BERIKUT INI!

Apa kalian pernah dengar istilah ‘utang konsumtif’ sebelumnya? Sebenarnya apa sih utang konsumtif itu? Utang konsumtif merupakan utang untuk aset atau jasa yang nilainya menurun seiring dengan berjalannya waktu.
Lalu apa saja yang harus diperhatikan sebelum mengajukan utang konsumtif? Menurut Eko Endarto selaku Perencana Keuangan Finansia Consulting, ada dua poin yang harus dicermati jika kalian ingin mengajukan utang konsumtif—yaitu bunga dan ketentuannya.
Mengapa begitu? Ini dikarenakan utang konsumtif yang diambil dipakai untuk mendapatkan aset atau jasa yang nilainya turun atau bahkan habis karena sering digunakan. Ketika sudah berutang, kalian masih memiliki tanggungan wajib untuk membayar barang dan jasa beserta bunganya. Bunga utang tidak memberikan apapun kecuali kewajiban pembayaran.
Sedangkan menurut Financial Planner & Crypto Enthusiast Aidil Akbar Madjid, dia menyarankan untuk tidak mengambil utang konsumtif dengan alasan tidak memberikan keuntungan lain dari utang konsumtif. Namun ada pengecualian, yaitu utang konsumtif tersebut digunakan untuk membeli barang yang dengan langsung bisa menghasilkan pendapatan.
Salah satu contoh yang mungkin bisa dijadikan studi kasus adalah seorang fotografer pernikahan yang ingin membeli kamera baru karena ada order pemotretan pernikahan untuk minggu depan yang bisa memberikan pendapatan sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Di dalam kasus ini, si fotografer bisa membeli kamera baru dengan memakai kartu kredit dan dibayar lunas bulan depannya saat jatuh tempo.
Sebaliknya, jika dalam kurun waktu 3 bulan terakhir si fotografer sedang sepi orderan, maka tidak perlu membeli kredit jika perlu kamera baru karena si fotografer tidak mendapatkan sumber dana untuk membayar utangnya.
Dengan alasan tersebut, Aidil memberikan 2 rambu-rambu yang tidak boleh disepelekan dalam utang konsumtif, yaitu bunga dan tenor pinjaman.
Prinsip keuangan yang perlu kalian catat adalah kartu kredit merupakan dana talangan yang wajib dilunasi saat tagihan datang dan pastikan sudah ada dana yang disiapkan untuk membayar utang tersebut.
Keuntungan kartu kredit
Lalu adakah keuntungan yang bisa didapatkan saat menggunakan kartu kredit? Tentu saja ada! Kalian bisa memanfaatkan keuntungan ini jika sedang ada bonus atau diskon saat transaksi dengan menggunakan kartu kredit.
Contohnya ketika kalian memberli ponsel baru dengan banderol Rp 20 juta. Kalian sebenarnya ada dana sebesar Rp 20 juta, tapi karena ada penawaran berupa diskon dan cashback jika menggunakan kartu kredit, maka kalian bisa menggunakan kartu kredit yang kalian miliki. Tapi jangan lupa untuk membayar tagihan bulan depan secara lunas! Karena dengan demikian kalian tidak akan dikenai bunga kartu kredit, tapi mendapatkan potongan harga, sehingga kalian bisa mengumpulkan banyak bonus saat melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit, tapi tetap pastikan jika dana untuk membayar tagihannya sudah tersedia.
Kartu kredit adalah alat, jadi kalian tetapi bisa menggunakan kartu kredit tersebut untuk hal-hal bisa mendorong produktivitas. Kartu kredit juga termasuk mudah untuk melakukan pembayaran. Jadi kalian bisa menggunakan kartu kredit untuk pembayaran kewajiban dengan tepat waktu.
Ada beberapa tips yang bisa kalian pakai untuk menjauhkan kalian dari tagihan cicilan kartu kredit yang tidak pernah selesai:
1. Jangan menggunakan kartu kredit dengan nominal yang hanya bisa kalian bayar dengan cicilan minimal setiap bulan. Ini artinya kalian masih belum mampu untuk membeli barang tersebut jika dicicil secara minimal. Akibat situasi inilah banyak orang terjebak dengan cicilan kartukredit yang tidak pernah lunas, karena syarat minimal pembayaran kartu kredit hanya 10% dari total transaksi pembelian.
Seperti yang diketahui, bunga kartu kredit ini bisa terbilang tinggi, bisa mencapai 2% setiap bulannya. Jika kalian membayar cicilan secara minimal, utang pokoknya baru terbayar sedikit karena banyak disedot untuk pembayaran bunga kartu kredit.
2. Jadikan pembayaran kartu kredit sebagai prioritas. Gunakan kartu kredit jika kalian yakin memiliki uang atau yakin ada uang yang masuk untuk dibayar saat jatuh tempo.
Semoga dengan adanya rambu-rambu ini, keuangan kalian bisa menjadi bijak sebelum mengajukan utang konsumtif seperti pemakaian kartu kredit kalian.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian berminat untuk mengajukan utang konsumtif setelah mengetahui rambu-rambu yang sudah dijelaskan di atas?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds