Penyanyi Aldy Maldini diduga terseret kkasus penipuan fans akibat dari masalah keuangan. Dugaan penipuan ini sudah ramah menjadi perbincangan di media sosial X.
Awalnya adalah utas dari salah satu penggemar yang speak up terkait masalah ajakan dinner langsung dari Aldy Maldini seharga Rp 500 ribu. Namun, fans ini mengklaim tidak kunjung mendapatkan hak sesuai dengan janji Aldy di awal. Ia terus berusaha untuk meminta kepastian, bahkan sampai minta refund karena acara dinner yang tidak kunjung terlaksana.
Kemudian Aldy Maldini membuat video klarifikasi berdurasi satu menit yang isinya tentang dirinya yang mengaku sedang mengalami masalah finansial. Eks personel Coboy Junior terserbut mengatakan tindakan gali lubang tutup lubang membuat kondisi keuangannya memburuk.
Misdi Instagramnya, dia mengatakan kejadian ini akibat dari kesalahannya dalam mengatur keuangannya sejak lama, yang akhirnya berujung gali lubang tutup lubang yang semakin besar, serta gaya hidup yang dipaksakan sebagai bentuk pelariannya.
Ade Mirza selaku Perencana Keuangan Finante menekankan bahwa opsi utang ataupun pinjaman harusnya dipilih saat terpaksa. Itu pun harus dengan pertimbangan dan berhitungan yang matang. Dirinya menegaskan bahwa meminjam uang harus sesuai dengan kebutuhan mendesak dan untuk urusan produktif, bukan untuk keinginan sesaat saja.
Dirinya juga menegaskan cicilan utang tidak boleh memberatkan kondisi keuangan. Idealnya, total cicilan tidak melebihi 30% dari penghasil bersih. Susun rencana pembayaran utang yang realistis dan disiplin untuk melunasi utang tersebut sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Buat pengingat atau auto-debet agar tidak terlewat tanggal jatuh tempo.
Jangan sampai gali lubang tutup lubang. Sebisa mungkin hindari mengambil pinjaman baru untuk membayar utang lama. Kondisi ini malah memperburuk kondisi kuangan dan akhirnya malah terjebak di dalam lingkaran utang yang susah diatasi.
Hal yang paling penting lainnya adalah komunikasi—disarankan untuk berbicara dengan pihak kreditur untuk menemukan solusi terbaik saat sedang kesulitan membayar, misalnya meminta restrukturisasi utang.
Di sisi lain, disinggung juga perihal gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan finansial. Ini seringkali menjadi akar dari banyaknya masalah keuangan.
Ada 6 tips yang bisa digunakan agar terhindari dari jerat gaya hidup yang terlalu dipaksakan. Apa saja itu?
- Kenali kondisi keuangan sendiri
Pilih gaya hidup yang lebih realistis dan harus paham berapa pendapatan bersih serta total pengeluaran per bulannya.
- Membuat skala prioritas
Identifikasi hal-hal mana yang memang penting dan mana yang pemborosan. Fokus ke hal-hal yang lebih memberikan nilai dan kebahagiaan jangka panjang.
- Cari alternatif yang lebih terjangkau
Jangan bertahan hanya demi gaya hidup yang mahal demi mencari pengakuan dari orang lain. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah lebih memilih untuk masak di rumah ketimbang sering jajan di luar, memanfaatkan transportasi publik, hingga cari hiburan yang murah atau gratis.
- Hindari tekanan sosial
Jangan sampai terpancing untuk mengikuti gaya hidup teman atau lingkungan sekitar kalau memang tidak sesuai dengan kemampuan finansial, karena setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda-beda.
- Manfaatkan diskon dan promo
Dengan memanfaatkan diskon dan promo yang ada, pengeluaran bisa dikurangi seminimal mungkin.
- Evaluasi biaya langganan dan keanggotaan
Kalau memang dirasa masih ada keperluan mendesak atau ada keperluan yang lebih penting, lebih baik stop untuk mengeluarkan biaya berlangganan atau keanggotaan dulu.




