Alat pembayaran berkembang dengan sangat pesat hingga ke system pembayaran digital. Ini dilakukan untuk turut mendorong pemanfaatan transaksi kartu kredit di Indonesia.
Menurut Steve Marta selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), beberapa tahun lalu , alat pembayaran masih terbatas jumlahnya dan sekarang kartu kredit juga turun menjadi bagian dari alat pembayaran digital. Kartu kredit juga bisa menjadi alternative untuk mempermudah transaksi keuangan nasabah.
Ini dilakukan kagar masyarakat bisa memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan mereka, semisal kalau untuk kebutuhan sehari-hari, mereka bisa menggunakan QRIS. Kalau untuk perjalanan wisata, mereka bisa menggunakan kartu kredit.
Dan salah satu layanan kartu kredit yang sedang dikembangkan saat ini adalah kartu kredit contactless. Kartu kredit ini bisa menarik minat anak muda, terutama di kalangan Gen MZ yang sangat mementingkan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi. Bahkan, di beberapa negara maju sudah mulai menerapkan transaksi contactless ini.
Seiring dengan semakin besarnya segmen pasar Gen MZ, industri kartu kredit juga mulai melihat peluang bisnis kartu kredit, terutama di sektor e-commerce, gaming, hingga transportasi.




