Dunia bisnis kartu kredit perbankan mulai menunjukkan trend positif dan peningkatan di tahun ini, dan salah satu penyokong naiknya bisnis kartu kredit ini adalah transaksi terkait pariwisata.
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada tahun ini memprediksi adanya kenaikan volume kartu kredit secara tahunan alias year on year (YoY). Noviady Wahyudi selaku Direktur Consumer Banking CIMB Niaga menerangkan bahwa secara total di tahun ini, CIMB Niaga memperkirakan adanya peningkatan volume kartu kredit lebih dari 25%. Beliau juga menambahkan sales volume kartu kredit sampai dengan bulan Agustus 2022 naik lebih dari 40%. Beliau mengatakan bahwa transaksi sudah mengalami kenaikan sejak akhir tahun 2021 dan hingga saat ini masih mengalami kenaikan.
CIMB Niaga juga mencatat bahwa sektor e-commerce dan merchant yang berhubungan dengan travel, restoran, dan household menjadi transaksi yang paling banyak mengalami peningkatan. Kenaikan di sektor tersebut tak lepas dari dampak perbaikan kondisi pasca pandemi dan new normal yang mulai terjadi, terutama di sektor hiburan dan pariwisata.
Transaksi kartu kredit PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) yang terjadi adalah jumlah kartu kredit BCA yang sudah beredar sebesar 4,5 juta, mengalami peningkatan 4,3 juta di tahun 2021. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengungkapkan bahwa nilai transaksi kartu kredit BCA sebesar Rp 57 triliun hingga Juli 2022. BCA memberikan nilai plus kepada nasabah kartu kredit dengan menghadirkan berbagai jenis promo di berbagai segmen kebutuhan nasabah. BCA melihat bahwa setiap segmen memiliki potensi yang bisa dioptimalkan dan pariwisata termasuk di dalamnya menjadi salah satu penyumbang terbesar transaksi kartu kredit BCA.
Untuk PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sendiri optimis bahwa kartu kredit bisa meningkat minimal 10% untuk tahun ini dari segi volume transaksi maupun nilai transaksi. Grace Situmenang selaku General Manager Divisi Bisnis Kartu Kredit BNI mengungkapkan bahwa optimisme tersebut akan muncul seiring dengan peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat dan perbaikan kondisi pasca pandemi. Di bulan Agustus 2022 sendiri nilai transaksi kartu kredit BNI tumbuh di atas 2% dibandingkan dengan bulan Juli 2022, dan didominasi oleh transaksi terkait perjalanan wisata, fashion & jewelry, groceries, serta electronic &gadget. Meskipun sektor F&B sempat terkoreksi di bulan Agustus lalu, transaksi F&B termasuk sektor yang tetap bertumbuh secara stabil terutama pada musim liburan, hari raya, dan tahun baru.
BNI kini berfokus untuk menjadikan sektor pariwisata untuk meningkatkan transaksi kartu kredit. Grace menyebutkan bahwa BNI akan terus memberikan penawaran dan beberapa program menarik kepada pemegang kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan sektor perjalanan wisata, termasuk transportasi, penerbangan, hotel, baik domestik maupun di luar negeri. Sebagai tambahan informasi, BNI juga memiliki varian kartu kredit Garuda dan Batik Air yang nantinya bisa memberikan privilege bagi para traveler. Untuk para traveler pemegang kartu kredit BNI berhak mendapatkan loyalty point lebih cepat, extra baggage, akses ke executive lounge, serta line check khusus di beberapa bandara terpilih.
Sektor pariwisata bisa kita anggap sebagai ‘dewi penyelamat’ untuk sektor bisnis kartu kredit perbankan di Indonesia pasca pandemi dan mulai diberlakukannya new normal. Sebagai pengguna kartu kredit, tidak ada salahnya memanfaatkan kesempatan baik ini untuk menghilangkan penat sejenak dari rutinitas sehari-hari dan menggunakan kartu kredit sebagai transaksi pembayarannya. Secara tidak langsung, Anda sedikit membantu perekonomian Indonesia menjadi lebih baik lagi.
Apa pendapat kalian soal sektor pariwisata yang menyumbang presentase paling besar dalam bisnis kartu kredit ini? Lalu apa harapan kalian untuk tahun 2021 mengenai prospek kartu kredit ini ke depannya?




