Tak Perlu Takut Dengan Debt Collector, Pahami 5 Hak Anda Sebagai Nasabah

Tak Perlu Takut Dengan Debt Collector, Pahami 5 Hak Anda Sebagai Nasabah

Dikejar-kejar debt collector memang bikin pusing 7 keliling. Jantung deg-degan seakan dipanggil malaikat pencabut nyawa. Logika jadi hilang, akhirnya bingung gimana cara ngadepinnya.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Wah, padahal logika yang baik akan membuat penyelesaian hutang kartu kredit lebih lancar dan cepat dari biasanya. Banyaknya orang yang bermasalah dengan kartu kredit sebenarnya bukan karena salah kartu kreditnya. Ini terjadi karena pengelolaan user kartu kredit itu sendiri yang salah.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Menurut data, tren kartu kredit bermasalah di indonesia merangkak naik. Artinya, makin banyak nasabah bank yang menunggak pembayaran cicilan kredit. Ditambah lagi, masa pandemi seperti sekarang ini. Makin banyak pengguna kartu kredit yang susah untuk membayar tanggungan.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Namun, seperti sebuah quote: selalu ada jalan untuk setiap hal yang diusahakan. Peserta kelas BDJKK terbukti bisa menyelesaikan masalah penyelesaian utang dengan tuntas.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Anyway, sebagai seorang pejuang melunasi utang, anda nggak perlu takut dengan debt collector. Anda ini sudah dilindungi undang-undang, loh.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Misalkan saja, ada surat edaran bank indonesia tentang alat pembayaran dengan kartu (APMK).
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Dalam surat edaran juga telah diatur bagaimana mekanisme penagihan utang dengan kartu kredit. Anda sebagai nasabah wajib tahu nih beberapa aturan tentang penagihan CC berikut ini:

  1. Identitas debt collector harus jelas
    Seorang debt collector memang sudah seharusnya menjelaskan identitasnya pada yang ditagih. Oleh karena itu, bank penerbit kartu kredit wajib mengurus administrasi debt collector.
  2. Debt collector wajib sudah melakukan pelatihan penagihan
    Dalam praktiknya, seorang debt collector wajib mengikuti pelatihan kartu kredit yang proper. Bank penerbit kartu kredit wajib banget untuk memastikan apakah debt collectornya sudah mengerti masalah etika penagihan yang baik dan benar.
  3. Debt collector hanya boleh menagih utang yang macet
    Menurut aturan BI, debt collector hanya boleh menagih utang yang sudah macet saja, bukan utang yang terlambat bayar. Nah, kategori utang macet ini bila sudah terlambat cicilan lebih dari 6 bulan.
  4. Debt collector dilarang menagih dengan ancaman
    Seorang debt collector dilarang menagih dengan suatu ancaman dan kekerasan. Selain itu, dilarang pula membuat nasabah merasa dipermalukan. Kekerasan verbal dan fisik dilarang dilontarkan oleh debt collector. Bila hal-hal ini dilanggar, anda bisa loh melaporkan debt collector yang nakal.
Apa Bedanya Debt Collector dengan Desk Collector?

Apa Bedanya Debt Collector dengan Desk Collector?

Urusan utang memang nggak bisa buat diremehkan. Anda harus rajin membayar cicilan utang kalau tak mau rumah anda didatangi debt collector. Wajar, kalau tunggakan kartu kredit anda mencapai level yang sudah luar biasa parah, debt collector bakal mendatangi anda. Di beberapa kasus, nasabah ditagih hutangnya lewat desk collector. Sebelumnya, apakah anda mengerti perbedaan antara desk collector dengan debt collector?

Debt Collector dan Desk Collector Itu Beda Loh

Meski keduanya sama-sama menagih utang, terdapat perbedaan antara debt collector dan desk collector. Meski begitu, debt collector dan desk collector bekerjasama agar nasabah cepat membayarkan utang. 

    1. Desk Collector
      Desk collector biasanya melakukan peringatanpenagihan tidak langsung ke hadapan nasabah tapi melakukan penagihan dibalik meja kerja. Kata “desk” sendiri sudah mencerminkan bagaimana seorang desk collector bekerja. Mereka biasanya menagih utang secara online lewat smartphone maupun pc. 

      Desk collector biasanya bekerja di outsourcing. Pekerjaan desk collector ini biasanya menjanjikan dimana banyak dari mereka yang diangkat menjadi team leader setelah pekerjaan yang ia jalani memuaskan. Bekerja sebagai desk collector butuh kesabaran yang tinggi dalam menghadapi banyak nasabah. 

    2. Debt Collector
      Debt collector juga melakukan penagihan utang layaknya desk collector. Bedanya, debt collector bakal turun gunung setelah nasabah tidak juga mengurus kartu kreditnya setelah mendapatkan peringatan dari desk collector. Debt collector bekerja di lapangan mendatangi rumah tiap nasabah yang kartu kreditnya macet. 

      Skemanya, seorang debt collector bisa turun jika desk collector telah melakukan peringatan berkali-kali kepada nasabah. Biasanya, nasabah yang tak juga membayar akan mendapatkan imbas berupa barang-barang nasabah disita sebagai jaminan. 

Perbedaan mendasar antara debt collector dan desk collector ini harus anda pahami. Meski terlihat sepele, dampaknya bakal besar kalau anda tidak tahu apa bedanya. Bayangkan saja misal anda seseorang yang ingin menuntut desk collector tapi malah salah sebut sebagai debt collector, tuntutan anda bakal salah sasaran.  Sebagai nasabah, anda juga harus ‘sadar diri’ untuk selalu taat membayar tanggungan yang sudah dibebankan. 

Bagaimana Mekanisme Kerja Debt Collector Saat Menagih Hutang Nasabah?

Bagaimana Mekanisme Kerja Debt Collector Saat Menagih Hutang Nasabah?

Gimana perasaan anda ketika mendengar kata ‘Debt Collector?’

Bayangan anda mungkin akan jatuh pada sosok cerewet dengan muka sangar yang terus-terusan meneror buat bayar utang. Benar?

Well, bayangan ini tak sepenuhnya salah. Beberapa dan sebagian debt collector di Indonesia memang sering diasosiasikan dengan wajah sangar nan cerewet ala preman yang siap mendatangi rumah anda kapan saja. 

Tapi, kalau dibilang profesi debt collector itu identik dengan muka tak ramah, ini nggak sepenuhnya benar. Mekanisme kerja debt collector ini sebenarnya ada beberapa poin yang harus diketahui oleh nasabah dan debt collector itu sendiri:

    1. Debt Collector Hanya Diperbolehkan Menagih Utang yang Macet
      Penagihan kartu kredit secara jelas tertulis di aturan BI. Disebutkan bahwa jasa penagihan hanya bisa melakukan tagihan kartu kredit pada utang yang macet. Utang macet sendiri terjadi ketika terlambat mencicil sudah lewat 6 bulan.
    2. Debt Collector Harus Memiliki Identitas yang Jelas
      Administrasi debt collector biasanya selalu diketahui oleh bank penerbit kartu kredit. Seorang debt collector bisa diketahui identitas resminya lewat kartu identitas resmi yang dikeluarkan secara sah oleh perusahaan penyedia layanan penagihan utang.

      Anda sebagai nasabah punya hak untuk mengetahui identitas resmi tersebut. Anda juga berhak untuk komplain ke bank penerbit kartu kredit tempat anda meminjam bila sang debt collector tidak bisa menunjukkan identitas resmi. 

    3. Dalam Praktiknya, Debt Collector Tidak Boleh Menagih dengan Kekerasan Fisik Maupun Verbal
      Seorang debt collector yang ketahuan menagih dengan kekerasan verbal dan fisik bisa anda laporkan. Memang, dalam aturan etikanya seorang debt collector haruslah bekerja secara profesional. Bersikap tegas tidak selalu sama dengan bertindak keras yang justru membuat nasabah trauma.
    4. Tidak Boleh Menagih Kepada Keluarga Dekat Nasabah yang Nggak Berutang
      Kalau ada debt collector sampai berani menagih utang dan meneror keluarga anda, segera laporkan. Mereka yang tak pernah berutang tidak boleh dijadikan sasaran amukan debt collector. Debt collector hanya boleh meminta nasabah yang berhutang untuk melunasi tanggungan mereka. Dalam praktiknya, debt collector juga dilarang untuk melakukan tagihan yang bersifat terlalu meneror.

Dengan mengetahui mekanisme kerja debt collector, sebagai nasabah anda punya hak untuk melaporkan debt collector yang bekerja tidak sesuai etika. Tapi, sebagai pihak yang ditagih anda juga harus sadar diri untuk segera melunasi utang.

Cara Menghadapi Debt Collector di Sosial Media

Cara Menghadapi Debt Collector di Sosial Media

Kali ini Saya akan menginformasikan sekaligus meng-update  sebuah evolusi atau perubahan yang penting untuk kita ketahui, terutama bagi Anda yang bermasalah di kartu kredit.

Saat ini debt collector  sedang berevolusi atau mempunyai inovasi baru dalam meneror seseorang yang sedang bermasalah dengan kartu kredit.

Saat ini mereka tidak hanya menyerang via telepon maupun via sms, tetapi wilayahnya sudah merambah ke sosial media seperti WhatsApp, Line, Facebook dan sebagainya.

Maka dari itu kita pun juga harus melakukan yang namanya UPDATE STRATEGI.

Dengan berkembangnya dunia sosial media saat ini juga mempengaruhi kemudahan seseorang untuk mendapat informasi yang lebih banyak dan mendetail mengenai diri kita.

Ketika kita sedang bermasalah di kartu kredit, biasanya penagih atau istilahnya debt collector  akan melakukan penagihan via telepon ataupun via sms.

Seperti yang Saya jelaskan diatas tadi, bahwa mereka sudah mulai berani meneror melalui sosial media.

Anda harus sadar dengan jaman keterbukaan saat ini, ketika Anda memiliki sebuah account  facebook, lalu nomor telepon yang Anda miliki tercantum dalam informasi, maka otomatis data-data Anda akan terlihat oleh siapapun.

Anda tentu bisa melihat bahwa facebook ini milik siapa, nomor yang tercantum milik siapa, dan dari situ mereka bisa dengan mudah melacak data Anda hanya dengan mengandalkan dunia internet.

Terdapat titik permasalahan yang kita takutkan yaitu ketika facebook terkoneksi dengan keluarga, pasangan atau anak.

Nah, tetapi ada beberapa strategi yang harus Anda pahami ketika Anda memutuskan untuk tidak atau belum sanggup untuk membayar tagihan.

Yang PERTAMA

Anda harus mulai memproteksi nomor handphone Anda

Terutama jika terkoneksi dengan aplikasi WhatsApp

 

Pada aplikasi WhatsApp jangan sekali-kali memajang foto keluarga, lebih baik pajang foto diri sendiri atau gambar-gambar lainnya.

Kenapa?

Karena beberapa kasus yang Saya temui, mereka seringkali melakukan teror dengan menyangkut-pautkan anggota keluarga.

“Bu, Anaknya bagaimana? Apa perlu Saya yang menjemput?”

 

Ucapan seperti ini mungkin terdengar halus, tapi membuat kita sebagai orangtua merasa tidak nyaman

Jika Anda ingin merubah nomor handphone  Anda, pastikan untuk mematikan atau men-deactive  nomor lama Anda pada aplikasi WhatsApp, dengan begitu nomor Anda tidak akan terdaftar di aplikasi tersebut.

Yang KEDUA

Pada aplikasi Facebook lakukan proteksi seperti saat seseorang menge-tag  atau menandai Anda dalam sebuah foto

 

Cek pengaturan agar postingan tersebut dapat ditampilkan di halaman facebook dengan seijin Anda sebagai pemilik akun

Kemudian setelah itu atur “Hanya Teman” untuk siapa saja yang bisa melihat postingan Anda.

Satu lagi yang harus Anda pahami, jika dulu setiap ada permintaan pertemanan selalu diterima, maka untuk saat ini “Jangan asal menambahkan pertemanan tanpa tahu siapa orangnya“.

Kurangi unggahan foto-foto yang memperlihatkan keluarga atau segala macam yang memperlihatkan identitas keluarga Anda ketika Anda sedang bermasalah di kartu kredit maupun di KTA.

Bagaimana jika sudah terlanjur ada yang menagih?

Tidak perlu BAPER, tidak perlu DIPIKIRKAN

BLOKIR SAJA

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂