Mengenal Jenis Biaya Kartu Kredit

Mengenal Jenis Biaya Kartu Kredit

Kali ini Saya akan menjelaskan sedikit mengenai materi yang secara detailnya akan Saya bahas di buku terbaru Saya yang berjudul CCR For Newbie.

Materi kali ini tentang “ Mengenal Jenis Biaya di Kartu Kredit ”.

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa banyak biaya-biaya yang sebenarnya tidak kita ketahui tapi nyatanya kita terkena biaya itu.

Biaya Apa Saja Itu?

BIAYA KOMPONEN UTAMA

Biaya komponen utama sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain :

BIAYA GESTUN

Setiap Anda melakukan gesek tunai, maka Anda akan dikenakan biaya ini, dan setelah Anda gesek tunai otomatis Anda akan mendapatkan uang secara tunai.

Jika Anda gesek kartu untuk membeli barang, maka ada beberapa toko yang membebankan charge  kepada pembeli namun ada juga yang tidak.

Membebankan charge  kepada pembeli sebenarnya tidak diperbolehkan, namun nyatanya penjual memiliki cara masing-masing untuk mendapat keuntungan secara lebih dengan membebankan charge  kepada pembeli.

BIAYA FINANCIAL CHARGE

Biaya ini akan dikenakan ketika saat jatuh tempo Anda hanya membayar minimum payment, tidak membayar secara full payment atau Anda telat dalam melakukan pembayaran.

BIAYA TARIK TUNAI

Biaya ini hanya dikenakan ketika Anda menarik tunai lewat ATM. Biasanya sekitar 4% atau Rp 50.000,- dilihat dari nominal mana yang lebih besar.

Ada yang bertanya kepada Saya “Daripada gestun, lebih baik tarik tunai di ATM saja pak, bunganya kan lebih murah hanya 2,25%”.

Jawabannya jika Anda tarik tunai di ATM, maka Anda akan dikenakan 2 jenis biaya, yaitu biaya tarik tunai dan biaya financial charge.

Tetapi jika Anda gestun, Anda hanya akan dikenakan biaya gesek tunai saja.

BIAYA LAIN-LAIN

Selain biaya-biaya diatas, terdapat biaya lain-lain yang antara lain :

BIAYA IURAN TAHUNAN

Biaya yang diberikan pihak bank kepada nasabah setiap tahunnya, bahkan sekarang ada beberapa bank yang iuran di split  menjadi iuran bulanan.

BIAYA KETERLAMBATAN

Biaya ini di sebut biaya late charge, artinya ketika Anda belum melakukan pembayaran saat sudah jatuh tempo, maka Anda akan terkena late charge.

BIAYA OVER LIMIT

Biaya ini dikenakan ketika Anda sudah mencapai over limit, dan saat ini hampir semua bank bisa over limit.

Zaman dulu jika limit Anda senilai Rp 50.000.000,- maka Anda tidak bisa menggunakan lebih dari nilai itu.

Tetapi lain dengan sekarang, saat ini bank justru mencari-cari biaya over limit, kalau tidak salah biayanya sebesar Rp 75.000,- . Cukup mahal bukan?

BIAYA CETAK TAGIHAN

Biaya ini dibebankan ketika Anda meminta tagihan dalam bentuk fisik atau cetakan, biaya yang ditangguhkan antara Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,- .

BIAYA MATERAI

Biaya untuk materai.

CREDIT SHIELD

Biasanya dikenakan sekitar 0.6% dari setiap tagihan, tapi biaya ini bersifat optional.

Jadi biaya ini berupa asuransi yang tujuannya jika terjadi masalah, meninggal atau cacat tetap, maka semua tagihan akan tercover dengan yang namanya credit shield.

Inilah komponen biaya-biaya yang ada pada kartu kredit.

Untuk cara pembayaran kartu kredit, cara yang paling cocok adalah membayar di ATM.

 

Namun mungkin ada beberapa bank yang Anda sendiri tidak memiliki ATMnya, solusinya Anda bisa memakai fasilitas ATM bersama untuk melakukan pembayaran.

Saat ini ada 2 cara untuk melakukan pembayaran jika Anda ingin membayar via ATM.

 

Yang pertama masuk Menu Utama   Lain-Lain   Pembayaran   Kartu Kredit.

Misalnya Anda ingin membayar dengan nominal Rp 50.000.000,- maka Anda bisa langsung mencantumkan nominalnya.

Tetapi yang harus Anda pahami adalah jika Anda menggunakan cara ini, maka ketika Anda melakukan pembayaran hari ini,  dana akan masuk 3 hari kemudian.

Yang kedua jika Anda menginginkan pembayaran secara real time, Anda gunakan cara pilih Menu   Transfer   Antar Bank  (Masukkan Kode Bank)  (Masukkan Nomor Kartu Kredit)   Transfer.

Tetapi kekurangannya ada batasan dalam pembayaran transfer dan tiap bank tentu mempunyai batasan nominal yang berbeda-beda dalam satu harinya.

Apa yang terjadi jika jatuh temponya tepat di hari Sabtu?

 

Ketika jatuh tempo tepat di hari Sabtu, maka jawabannya simple, Anda harusnya membayar sebelum hari itu.

Hal ini tentu tidak bisa dijadikan alasan, Anda akan tetap dikenakan biaya keterlambatan atau late charge, dan jika Anda terkena late charge, Anda juga akan terkena biaya financial charge. Biaya-biaya Inilah yang membuat tagihan Anda menjadi lebih besar.

Itulah kenapa Saya bicara jika Anda join di kelas Credit Card Revolution biayanya masih terbilang murah.

Sebab secara tidak sadar jika Anda sering telat melakukan pembayaran, maka akan banyak biaya yang dibebankan kepada Anda atau mungkin tagihan Anda yang besar.

Jika seperti itu, maka biaya Anda jauh lebih besar daripada biaya workshop Saya.

Oleh sebab itu bijaklah dalam menggunakan kartu kredit dan selalu pahami aturan-aturan yang ada

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Klarifikasi Seputar Pelarangan Gesek 2x Kartu Kredit dan Cara Pengamanannya

Klarifikasi Seputar Pelarangan Gesek 2x Kartu Kredit dan Cara Pengamanannya

Beberapa bulan terakhir sempat ramai di berbagai media sosial atau pemberitaan online  mengenai pelarangan double swipe  pada kartu kredit, double swipe  sendiri biasa di operasikan saat Anda sedang melakukan transaksi di pusat-pusat perbelanjaan.

Nah, disini Saya akan memberi sedikit pemahaman atau penjelasan tentang apa yang akan terjadi jika kartu kredit Anda di double swipe.

Apakah data yang ada benar-benar bisa di gandakan?

 

Kebetulan Saya memiliki mesin swipe. Saya pun sudah mempraktekkan dengan kartu yang Saya miliki.

Mesin swipe  sendiri membantu Saya untuk mulai mencoba mengembangkan sebuah teknologi software  untuk memanajemen bisnis gestun yang Saya miliki.

Fungsi mesin swipe adalah untuk merekam dan membaca data yang ada di pita (magnetic stripe) kartu kredit.

Ketika Saya mempraktekkan dengan menggesek kartu kredit ke mesin swipe, hasilnya muncul beberapa data pada layar yang sudah tersambung dengan mesin.

Data yang muncul antara lain :

– Nama Pemilik Kartu Kredit –

– 16 Digit Nomor Kartu –

– Expired Date  atau Masa Berlaku Kartu Kredit –

 

Jadi jika dilihat dari data yang muncul sebenarnya data tersebut sudah tertera pada tampilan kartu kredit Anda, maka tidak akan terjadi masalah.

Ketika kartu kredit di swipe, sebenarnya ada sebagian data ter-encrypted  di dalam kartu kredit, tetapi data yang ter-encrypted  hanya bisa dibuka atau dilihat jika kita menggunakan pin atau sandi, cara kerja yang sama diterapkan pada ATM.

 

Kebanyakan di Indonesia sudah tidak menggunakan mesin swipe dan saat ini pun sudah ada beberapa teknologi yang digunakan.

Teknologi yang paling kuno adalah magnetic, maka dari itu bisnis gesek tunai diberi nama gestun, sebab cara kerjanya yang digesek.

Saat ini ada teknologi terbaru bernama RFIDRadio Frequency Identification ).

Cara kerja RFID hanya dengan menempelkan kartu kredit Anda ke mesin dan teknologi ini juga digunakan pada E-KTP ataupun E-Flazz.

 

Hanya saja di Indonesia teknologi RFID masih jarang sekali ditemui.

Kembali ke pokok permasalahan double swipe.

Jika seseorang mengetahui hal-hal diatas, maka ia pun bisa menyalahgunakannya untuk bertransaksi online, terutama transaksi online  portal luar negeri yang tidak terdapat OTP, lain dengan portal dalam negeri yang sudah menggunakan teknologi OTP.

OTP sendiri adalah One Time Password, artinya password  yang akan di kirim ke ponsel kita untuk kebutuhan verifikasi

Tetapi jika seseorang hanya mengetahui data yang ada pada tampilan depan kartu kredit, maka tidak akan terjadi masalah.

Yang terpenting amankan 3 nomor terakhir yang terdapat di belakang kartu kredit Anda

Kemudian bagaimana langkah preventif  yang bisa kita lakukan supaya orang tidak men-swipe  atau menyalahgunakan kartu kredit kita?

Saya akan memberikan satu tips sederhana, Anda tinggal siapkan stiker label dan gunakan stiker label atau stiker apapun untuk menutup 3 angka terakhir yang ada dibelakang kartu kredit Anda.

Jika sudah Anda tutup dengan stiker, maka orang tidak akan bisa men-swipe  kartu kredit Anda.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Hal yang Harus Anda Perhatikan Setelah Mendapat Kartu Kredit

Hal yang Harus Anda Perhatikan Setelah Mendapat Kartu Kredit

Pada kesempatan kali ini Saya ingin menjelaskan sedikit mengenai apa yang harus kita lakukan ketika pertama kali mendapatkan kartu kredit.

Apa yang harus dilakukan?

Penjelasan kali ini sangat penting khususnya untuk para pemula atau newbie.

Tidak sedikit mereka yang melakukan apply  kartu kredit harus melalui perjuangan yang luar biasa.

Padahal masalah sebenarnya belum berhenti sampai di situ saja, justru masalah tersebut baru akan di mulai ketika Anda sudah memegang kartu kredit.

 

Saat pertama kali Anda mendapat kartu kredit, kartu tersebut harus Anda aktivasi terlebih dahulu untuk bisa Anda gunakan.

Bagaimana Cara Mengaktivasi Kartu Kredit?

Terdapat 2 cara aktivasi, yaitu via call dan via sms.

 

Untuk via sms biasanya Anda akan mendapatkan petunjuk atau panduan yang ada di dalam amplop kartu kredit yang masih tersegel rapi.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah ketika Anda akan berkirim pesan, usahakan Anda mengirim pesan melalui nomor ponsel yang Anda daftarkan.

Tidak sedikit kejadian, pihak bank langsung melakukan autoblocking  ketika Anda mendaftar dengan nomor ponsel A, tetapi saat aktivasi Anda menggunakan nomor ponsel B.

Mungkin hal ini terlihat simple, tetapi dampak yang Anda dapatkan tentu tidak sesederhana itu.

Setelah Anda aktivasi, kartu sudah bisa Anda gunakan.

Mudah Bukan?

Tetapi jangan senang dulu. Saat ini bank menerapkan probation  atau masa percobaan bagi pengguna baru kartu kredit.

“Anda harus berhati-hati di 6 bulan pertama, terutama di 3 bulan pertama

 

Jangan karena Anda sudah berhasil mendapat kartu kredit kemudian Anda langsung menggunakan 90% dari limit. Hal ini nantinya akan berdampak pada pemblokiran.

Pemakaian tiga bulan pertama maksimal di angka 50%, kemudian pada enam bulan pertama pemakaian maksimal di angka 70%, pastikan tidak melanggar aturan ini sebab jika Anda melanggar aturan ini, konsekuensi yang paling parah adalah kartu Anda akan diblokir secara tiba-tiba.

Selain penggunaan yang masih di batasi, jangan sampai terlambat untuk melakukan pembayaran pada enam bulan pertama, jika hal ini tidak Anda perhatikan maka limit kartu Anda akan susah untuk naik.

Sebaliknya jika dalam 6 bulan sampai 1 tahun traffic pemakaian Anda bagus, mulai dari pemakaian yang di batasi hingga pembayaran yang tepat waktu, biasanya dalam tahun-tahun berikutnya limit Anda akan lebih mudah untuk naik.

Selain hal yang Saya jelaskan tadi, yang perlu Anda perhatikan adalah billing  tagihan.

Pada billing  tagihan yang harus Anda perhatikan adalah tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo.

Apa itu tanggal cetak?

Tanggal cetak adalah tanggal bank melakukan totalan.

 

Bank memberikan jeda waktu kurang lebih 15 hingga 20 hari untuk tanggal jatuh tempo.

Misalnya Anda hutang kepada Saya, lalu kita melakukan totalan pertanggal 20, maka setelah itu akan keluar jumlah totalannya.

Kemudian Saya memberikan waktu atau jatuh tempo sampai tanggal 5 untuk membayar hutang. Inilah yang harus Anda pahami, yang namanya tanggal jatuh tempo bukanlah tanggal waktu bayar, tetapi tanggal terakhir untuk membayar.

Karena tidak sedikit pengguna kartu kredit menganggap bahwa tanggal jatuh tempo itu adalah tanggal waktu bayar, akhirnya mereka membayar “ontime” pada tanggal jatuh tempo, padahal nyatanya tanggal jatuh tempo adalah tanggal terakhir untuk membayar.

Walaupun kartu kredit itu simple, tetapi ilmu yang diterapkan sangat penting untuk kita pahami.

Jika Anda tidak mengetahui hal-hal kecil semacam ini, maka yang terjadi adalah Anda akan mengalami kesulitan dalam pemahaman maupun pemakaian.

Satu trik sederhana yang Saya gunakan adalah dengan menggunakan stiker label, tuliskan TC (Tanggal Cetak) dan TJ (Tanggal Jatuh Tempo) pada stiker lalu tempel pada kartu kredit Anda.

Saat Anda menuliskan TC, tambahkan 1 hari (H+1) dari tanggal yang Anda lihat pada billing  tagihan.

 

Kenapa? Karena beberapa kasus ada tanggal yang jatuh tepat di hari raya atau hari-hari besar lainnya maka tanggal cetak biasanya akan maju satu hari.

Kemudian untuk TJ, kurangi 2 hari (H-2) dari tanggal yang Anda lihat pada billing  tagihan.

 

Kenapa? Karena terkadang tanggal jatuh tempo itu maju.

Misalnya tanggal cetak yang tertera adalah tanggal 20, kemudian tanggal jatuh tempo 45 hari setelah tanggal cetak. (Di satu tahun ada jumlah tanggal yang berbeda-beda dalam tiap bulan [29,30,31]).

Tempel stiker label tersebut pada kartu kredit Anda, that smooting but it’s works.

Artinya ketika Anda melihat kartu kredit Anda di dalam dompet, Anda akan mengingat TC dan TJ kartu kredit Anda.

Anda harus paham bahwa jika kita melakukan gesek setelah tanggal cetak, maka kita bisa menambah waktu periode jatuh tempo menjadi 45 hari, sebab jika kita menggesek setelah tanggal cetak maka kita akan mengikuti cetakan bulan depan.

Dan kalo kita ikut cetakan bulan depan itu berarti tanggal jatuh temponya 2 minggu setelah tanggal cetak, artinya Anda mempunyai gross periode  45 hingga 50 hari dari waktu pemakaian hingga waktu jatuh tempo.

Tetapi jika Anda melakukan gesek sebelum tanggal cetak, maka Anda hanya punya gross periode  hanya 2 minggu.

Jadi inilah hal-hal yang harus Anda pahami.

Untuk masalah billing  tagihan, Saya menyarankan Anda untuk minta di kirim via email, buat email khusus untuk billing  tagihan, tujuannya agar tidak tercampur dengan email pribadi Anda.

Kenapa via email?

Karena di dalam kartu kredit, setiap Anda mengirim billing  tagihan maka Anda akan terkena chas  antara Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,-.

Bayangkan jika Anda memiliki 10 kartu kredit

Berapa biaya yang Anda keluarkan setiap bulannya ?

Selain itu billing  tagihan akan tercetak kisaran 2-3 hari setelah tanggal cetak Anda terima, dengan begitu Anda bisa mengatur pembayaran kartu kredit sedini mungkin.

Tetapi jika billing  tagihan datang lewat kurir, kita tidak akan tahu kapan billing  tersebut kita terima.

Maka dari itu saran Saya rubahlah kedalam email  dan buatlah satu email  khusus hanya untuk billing  tagihan Anda.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Cara Mudah Apply Kartu Kredit

Cara Mudah Apply Kartu Kredit

Kali ini Saya akan sharing  mengenai cara mudah mendapatkan kartu kredit dan dimana materi kali ini adalah salah satu materi yang akan Saya angkat di buku CCR For Newbie.

Bagaimana cara mendapatkan kartu kredit dengan mudah?

 

Di materi ini, Saya tidak mengajarkan cara yang biasa Saya ajarkan di Credit Card Revolution, jadi Saya hanya mengajarkan cara yang sifatnya basic.

Tetapi jika Anda ingin pembelajaran yang lebih advance  seperti bagaimana mendapatkan kartu kredit dengan limit ratusan juta hingga miliaran rupiah, maka Saya menyarankan Anda untuk bergabung di kelas Credit Card Revolution.

Saat Anda ingin apply  kartu kredit, apa yang Anda lakukan?

Tentu hal yang pertama kali terpikirkan adalah mendatangi bank penerbit.

Sebenarnya ada banyak solusi selain langsung mendatangi bank penerbit, salah satunya Anda bisa melewati marketing kartu kredit yang ada di pusat-pusat perbelanjaan, airport  atau stand-stand  yang telah di sediakan oleh pihak bank penerbit.

Namun perlu diperhatikan, jika menggunakan jasa marketing Anda harus memperhatikan kekurangan dan kelebihannya.

Marketing sendiri mempunyai 2 jenis, yaitu marketing internal  dan marketing eksternal  (freelance).

 

Marketing internal  biasanya sudah memakai seragam berlogo bank penerbit dan ia hanya membawa satu nama bank saja.

Sebaliknya, marketing eksternal  biasanya mengurus lebih dari satu bank.

Lalu apa kekurangan dan kelebihan jika kita apply  kartu lewat marketing?

Jika seorang marketing menangani banyak bank, maka saat kita meminta apply  ke satu bank, marketing tersebut akan meng-apply  ke semua bank yang di tangani olehnya. Inilah salah satu kelebihan yang di miliki marketing eksternal.

Tetapi yang berbahaya ketika kita berurusan dengan marketing adalah banyak kasus yang melibatkan data Anda.

Ketika Anda apply  melalui marketing, maka data Anda akan rawan untuk di gandakan dengan cara ia akan apply  ke bank lain menggunakan data Anda tetapi dengan nomor telepon serta alamat yang berbeda.

“Jadi bisa di bilang bahwa Anda telah mendapat kartu kredit tetapi Anda tidak ikut menggunakan kartu kreditnya

Dan saat kartu kredit yang digunakan macet, Anda akan terkena imbas pada BI Checking.

Maka berhati-hatilah ketika Anda apply  kartu melalui marketing terutama marketing eksternal, sebab marketing internal  bekerja di bawah pengawasan yang ketat jadi kemungkinannya sangatlah kecil untuk melakukan hal-hal yang sifatnya curang.

Maka carilah marketing yang memang benar-benar bisa dipercaya dalam menyimpan data Anda.

Lalu cara berikutnya tidak lain tidak bukan adalah langsung datang ke bank penerbit kartu kredit.

 

Saat di bank Anda akan mendapat formulir aplikasi yang harus Anda isi.

Selain mengisi data, Anda harus sudah mempunyai syarat-syarat yang di minta oleh pihak bank.

Apa saja persyaratannya?

Syarat yang paling utama adalah Anda harus lolos dari BI Checking  dan DBR (Debt Burden Ratio), setelah dirasa beres Anda bisa melanjutkan ke persyaratan berikutnya.

Jika Anda seorang karyawan, maka syarat yang dibutuhkan adalah KTP, NPWP, Slip Gaji dan SPT. Jangan lupa sertakan kartu referensi jika Anda memilikinya.

Untuk kartu referensi paling bagus adalah yang mempunyai limit besar dan umurnya harus diatas 6 bulan.

Syaratnya akan sedikit berbeda jika Anda seorang pengusaha, selain KTP, NPWP, Slip Gaji dan SPT, Anda harus menyertakan SIUP, TDP dan rekening 3 bulan terakhir.

Setelah itu Anda akan menyertakan data-data seperti penghasilan, pekerjaan dan nomor telepon.

Untuk nomor telepon, Anda akan di minta 3 nomor telepon yaitu nomor telepon kantor, nomor telepon pribadi atau rumah dan nomor telepon saudara tidak serumah.

Kenapa 3 nomor ini diminta oleh pihak bank?

 

Sebab ketika Anda apply,  bank akan mengecek ketiga nomor ini.

Dalam hal ini kata kuncinya hanya satu, yaitu JAWABAN yang didapatkan harus sesuai dengan apa yang Anda isikan di dalam formulir aplikasi.

Mereka akan men-survey  secara acak, mereka akan bertanya kepada orang-orang yang berada di lingkungan kantor Anda, bertanya pada diri Anda dan bertanya kepada saudara Anda.

“Selama jawaban yang di dapatkan sama, maka akan ada jaminan kartu kredit Anda akan mendapat approve  dari bank penerbit”

Di sini Saya akan memberikan beberapa tips  dan informasi ketika akan melakukan apply  kartu kredit.

Untuk saudara tidak serumah, jangan sampai menggunakan nama orangtua ataupun nama mertua, sebab jika kartu kredit Anda macet maka mereka yang akan dikejar-kejar, lebih baik memakai nama saudara jauh.

Kemudian mengenai telepon kantor, kita tidak diperbolehkan memberikan nomor berupa nomor handphone, sebab kalau kita berbicara dari kacamata perbankan, jika Anda memberikan nomor berupa nomor handphone, maka indikasi “ngakalinya” akan lebih mudah, berbeda dengan telepon rumah yang nomornya lebih permanen.

Jika Anda seorang pemula, untuk cara apply nya “Jangan tergoda untuk apply langsung ke banyak bank“, sebab fokus kita adalah lebih baik kita punya satu atau dua terlebih dahulu, setelah limitnya sudah bagus barulah bisa dikembangbiakkan.

Kenapa?

Sebab jika Anda langsung apply  ke banyak bank, dapatnya memang banyak tapi dengan limit yang kecil.

Kalau sudah limitnya kecil dan banyak maka akan susah untuk menaikkannya, oleh karena itu yang terpenting adalah bagaimana Anda untuk bisa mendapatkan kartu kredit terlebih dahulu.

 

Seperti yang Saya tulis di artikel sebelumnya, jika Anda sampai tertolak, maka cara simpel untuk mengetahui letak permasalahan Anda dimana adalah Anda ditolak sebelum Anda verifikasi atau setelah verifikasi kemudian ditolak.

Jika sebelum verifikasi Anda sudah ditolak, artinya Anda masih bermasalah di BI Checking, DBR atau mungkin data-data yang belum memenuhi syarat.

Tetapi jika Anda ditolak setelah verifikasi, maka masalahnya ketika pihak bank memverifikasi, datanya tidak sama dengan apa yang Anda tulis.

Semoga bermanfaat.

Share if you like this. 🙂

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (2)

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (2)

Minggu lalu kita sudah membahas tentang “Mempelajari Bahasa sebagai salah satu tips dalam memahami ilmu kartu kredit maupun ketrampilan lainnya“.

Setelah pemahaman bahasa, hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah Alur.

ALUR

Alur sendiri dapat kita ibaratkan sebagai seseorang yang berprofesi sebagai tukang talang. Ketika rumah Anda bocor, tukang talang tentu akan melakukan pengecekan alur keluar masuknya air.

Air masuk darimana dan turun kemana, tukang talang harus memeriksa satu persatu agar tahu dimana letak kebocorannya.

Permasalahan ini sama halnya dengan kartu kredit, kita juga harus paham mengenai ALUR.

Ketika step pertama sudah Anda lakukan, tentu akan ada step-step  selanjutnya yang harus Anda selesaikan.

Sebagai contoh ketika Anda apply  kartu kredit, maka pertama kali yang harus Anda pahami adalah BI Checking.

Setelah BI Checking  aman, maka pihak bank akan melihat data-data Anda yang lain.

Jadi ketika Anda konsultasi tentang masalah kartu kredit yang ditolak, Anda pun harus pelajari alur atau step by stepnya terlebih dahulu mengapa kartu kredit Anda tertolak.

Saya pribadi memiliki cara yang terbilang mudah untuk mendeteksi.

Anda di tolak sebelum survey atau di tolak setelah survey ?

 

Jika sebelum survey  Anda sudah di tolak, jelas data Anda yang tidak beres.

Namun jika Anda di tolak setelah survey, maka data Anda mungkin sudah memenuhi syarat tetapi saat melakukan wawancara Anda yang tidak beres.

Sebagai contohnya ada kejadian yang pernah dialami oleh murid Saya dulu.

Setiap apply  kartu ia selalu di tolak, akhirnya Saya penasaran dan mulai menelusuri alur-alurnya.

Saya bertanya mengenai beres tidaknya BI Checking, ia pun menjawab sudah beres.

Setelah itu Saya kembali bertanya, saat maju apply  kartu profesinya sebagai karyawan atau pengusaha, dan ia menjawab sebagai seorang karyawan (guru).

Artinya data beserta KTP, NPWP, slip gaji dan sebagainya tidak ada masalah, dari sini masih baik-baik saja dan otomatis kita berlanjut ke alur berikutnya.

Kemudian Saya bertanya mengenai gaji yang ia tuliskan.

Ia menjawab “Saya menuliskan Rp 80.000.000,-/bulan” dan disitu Saya langsung terdiam.

Apa yang Salah ?

Mengajukan kartu kredit sebagai guru dengan gaji sebesar Rp 80.000.000,-

 

Tentu tidak masuk akal dan pantas saja jika di tolak secara terus-menerus.

Saya katakan sekali lagi, jika Anda ingin menguasai segala bidang, Anda harus paham mengenai bahasa dan alur apa saja yang harus dilewati dan diselesaikan.

Jika Anda sudah mempelajari dan paham dengan 2 cara ini, maka 90% Anda akan menguasainya

Kemudian apa step ketiganya?

Step ketiganya tidak lain tidak bukan adalah praktek atau action.

PRAKTEK atau ACTION

Ketika Anda gagal dalam praktek, maka cobalah kembali.

Jika gagal lagi, tetap coba lagi sambil melihat dimana letak permasalahan serta apa penyebab Anda bisa kegagalan.

Merasa bisa dan bisa karena pengalaman itu berbeda.

Salah satu alumni Saya di Credit Card Revolution membuka usaha yang lumayan menjanjikan.

Ia membuat bisnis dan saat ini cabang bisnisnya ada dimana-mana.

Ia membuka bisnis kuliner dengan berjualan indom*e sebagai bahan pokok. Tentu Anda pasti akan menyepelekan.

Jualan Indom*e Siapa yang Tidak Bisa?

 

Namun ketika Anda mempraktekan, belum tentu Anda bisa mendapatkan pencapaian sesukses itu.

Inilah Saya katakan bahwa “Merasa bisa dan bisa karena pengalaman atau berlatih” sangat jauh berbeda.

Kita pun juga sama, ketika kita merasa bisa ditambah kita tidak pernah berlatih ataupun praktek, you are nothing.

Maka yang harus Anda lakukan adalah latihan, latihan dan latihan secara terus-menerus.

Anda mengikuti workshop  Saya yang bayarnya mahal, workshop yang Anda ikuti memang berbayar tetapi latihannya gratis.

Terkadang Anda hanya mau bayar-bayar tetapi dalam berlatih sesuatu hal yang jelas-jelas gratis justru tidak Anda dilakukan. Tentu hal ini sangat disayangkan.

Ketika Anda apply  kartu kredit untuk pertama kalinya, mungkin Anda di tolak atau tidak lancar.

Tetapi hal seperti ini jangan sampai membuat Anda putus asa, lakukan evaluasi dan teruslah mencoba.

Jika tidak paham, pelajari dulu bahasanya kemudian pahami alurnya dan jangan lupa untuk terus berlatih.

Dengan mempelajari 3 hal ini, Saya yakin Anda mau mempelajari apapun akan terasa mudah. Trust me!

Share if you like this. 🙂

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (1)

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (1)

Kali ini Saya akan sharing mengenai bagaimana memahami ilmu kartu kredit dengan cara yang mudah. Seperti apa tipsnya? Langsung saja kita coba jabarkan.

Sebelumnya saat ini Saya sedang dalam project pembuatan buku Saya yang berjudul CCR For Newbie dimana buku ini dikhususkan bagi seseorang yang benar-benar pemula di bidang kartu kredit dan ini salah satu bagian dari materi di buku CCR For Newbie.

Ketika sedang mempelajari ilmu kartu kredit, tidak sedikit orang yang masih bingung dengan istilah-istilah yang ada pada dunia kartu kredit.

Sebenarnya masalah ini bukan hanya di khususkan dalam satu bidang saja, tetapi semua ilmu juga sama.

Seperti ketika pertama kali mempelajari ilmu internet marketing, jujur saja waktu itu Saya sangat bingung dan tidak paham dengan istilah-istilah yang diajarkan.

Dengan begitu akhirnya kita berpikir bahwa ilmunya sulit untuk dipahami.

Maka dari itu banyak kata kunci yang harus dipelajari sebelum kita benar-benar mempelajari sesuatu hal.

Sebenarnya ada 3 cara atau step dalam mempelajari ilmu di kartu kredit, hal ini juga bisa diterapkan dalam bidang atau keterampilan lainnya.

Jika Anda sudah berhasil menguasai pola-pola ini, maka ketika Anda belajar apapun akan terasa mudah.

Lalu Apa Saja Ketiga Stepnya?

Penguasaan Dalam Bahasa

Seperti yang sudah Saya jelaskan diatas, ini penting sekali.

Mungkin setau kita, bahasa kita hanya bahasa Indonesia atau bahasa-bahasa yang digunakan dalam keseharian.

Namun sebenarnya didalam bahasa Indonesia sendiri terdapat bahasa-bahasa lain yang mungkin belum kita ketahui.

Dalam ilmu kartu kredit, banyak istilah diambil dari bahasa Inggris atau dari singkatan.

Kenapa bahasa baru bisa lahir?

 

Bahasa baru lahir untuk mempermudah kita.

Dengan bahasa baru, satu kata mungkin bisa mewakili satu kalimat.

Misalnya ketika Saya berbicara mengenai KFC, apa yang ada di benak Anda?

Pasti Anda berpikir KFC adalah sebuah tempat makan yang bernama Kent*cky Fri*d Ch*cken, tidak mungkin Anda berpikir KFC adalah Kuningan Fried Chicken.

Kita sendiripun terkadang suka membuat istilah atau singkatan agar mempermudah kita dalam mengingat.

Intinya ketika Anda ingin belajar di kartu kredit, pelajarilah istilah –istilah yang ada di dalam kartu kredit ataupun istilah-istilah perbankan.

Saat Anda tidak memahami ilmu kartu kredit, bisa jadi disebabkan ketidakpahaman Anda dalam istilah-istilah yang ada, contohnya istilah SID atau DBR, oleh karena itu Saya akan coba menjelaskan sedikit mengenai SID dan DBR.

Apa itu SID?

SID adalah System Information Debitur. Mungkin orang lebih paham dengan istilah BI Checking atau bahasa manusianya adalah rapor.

Artinya ketika Anda melakukan kredit ke bank, maka historis Anda akan dilaporkan dan dirangkum oleh Bank Indonesia.

Tujuannya adalah ketika suatu saat Anda apply kredit ke bank lain, kita bisa melihat historis kita disana.

Lalu Apa itu DBR?

DBR salah satu bahasa yang sering digunakan dalam istilah dunia kartu kredit.

DBR sendiri singkatan dari Debt Burden Ratio yang artinya rasio antara penghasilan dan hutang.

 

Jika Bank memberikan hutang, maka Anda tentu harus mengembalikannya.

Maka dari itu bank akan melihat dari penghasilan Anda dan kemudian bank akan membuat rasio.

Misalnya Anda seorang karyawan.

Tidak mungkin semua gaji Anda gunakan untuk membayar hutang di setiap bulannya, oleh sebab itu pihak bank membuat istilah rasio dimana berapa persen dari gaji Anda yang ideal digunakan untuk membayar hutang.

Biasanya di kartu kredit bank mematok DBR sebesar 50% dari penghasilan Anda.

Misalnya gaji Anda sebesar Rp 20.000.000,-, artinya Anda mempunyai jatah angsur sebesar Rp 10.000.000,-.

Nah, sekarang jatah angsur Rp 10.000.000,- tadi sudah Anda gunakan berapa?

Anda mempunyai tunggakan kredit motor Rp 1.000.000,-, kredit mobil Rp 3.000.000,- kemudian mungkin ditambah kartu kredit sebesar Rp 3.000.000,-. Artinya masih tersisa sebesar Rp 3.000.000,-.

Itu artinya jika Anda apply kartu kredit lain, bank mungkin memberikan maksimal di angka Rp 30.0000.000,- sebab Rp 3.000.000,- adalah batas minimum payment.

Tetapi jika Anda sudah kebanyakan hutang, maka bisa jadi DBR Anda akan minus.

Nah, inilah sedikit contoh istilah yang ada pada kartu kredit dan perbankan.

Jika Anda Tidak Memahami Maka Anda Akan Kesulitan

Itulah kenapa jika Anda bertanya di Facebook Saya secara singkat, maka Saya juga akan membalasnya secara singkat.

Dan ketika Anda sudah bertanya secara teknis, maka di setiap jawaban yang Saya berikan akan selalu menimbulkan satu pertanyaan lagi, sebab Anda tidak paham mengenai bahasa atau istilah yang digunakan.

Maka dari itu terkadang Saya langsung menyarankan Anda untuk join di program Saya.

Jika Anda bermasalah di kartu kredit, silahkan Anda belajar di Bangkit Dari Jeratan Kartu Kredit, sebab disana tutorial untuk membantu masalah kartu kredit Anda sudah dibahas secara lengkap.

Tetapi ketika Anda mau mencari modal, Saya akan menyarankan Anda untuk mengikuti workshop di Credit Card Revolution.

Kenapa?

Karena di CCR Anda bisa mempelajari bahasa atau istilah-istilah mengenai kartu kredit.

 

Jadi ketika Anda ngobrol dengan Saya, cukup memberikan satu kata Anda sudah bisa mencerna dengan baik maksud Saya.

Di CCR sendiri sebenarnya banyak istilah-istilah yang kita ciptakan sendiri.

Seperti saat ini mulai banyak orang yang bergestun lewat online, akhirnya kita membuat 3 istilah yang sekarang mulai kita populerkan.

Apa Saja Istilahnya?

GO ( Gestun Online )

Definisi dari gestun online sendiri adalah ketika Anda gesek, kemudian Anda mendapat kiriman berupa sebuah link yang harus Anda isi.

Ketika Anda sudah mengisinya dan mendapat approve, uang akan langsung ditransfer saat itu juga tanpa perlu si seller mengirim barang. Inilah yang dinamakan gestun online.

GM ( Gesek Marketplace )

Berbeda dengan GO, GM adalah Gesek Marketplace, artinya Anda menggesek lewat marketplace seperti bukal*pak, tokop*dia atau marketplace lain.

Jadi seolah-olah kita membeli barang ke seller, tetapi bedanya ketika kita bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit, seller akan mengirim barang melalui kurir.

Artinya Anda terima uang setelah paket sampai ke tempat Anda, kemudian baru Anda konfirmasi bahwa barang sudah diterima.

CO ( Cicilan Online )

Saat Anda memanfaatkan cicilan 0% di bukal*pak atau sebagainya, kita mengistilahkannya sebagai Cicilan Online.

Inilah bahasa yang kita buat sendiri, tujuannya agar seseorang tidak salah kaprah, sebab ketika orang berbicara mengenai gestun online, terkadang setiap orang memiliki presepsi yang berbeda-beda, gestun tok*pedia merubah cicilan diartikan sebagai gestun online, gestun lewat tokop*dia dianggap gestun online.

Maka dari itu kita membuat istilah sendiri yang mudah untuk dipahami banyak orang.

(Untuk step kedua dan ketiga tunggu di artikel berikutnya)

Share if you like this. 🙂

Tentang Gesek Tunai dari Segi Pebisnis dan Konsumen

Tentang Gesek Tunai dari Segi Pebisnis dan Konsumen

Kali ini Saya akan sharing mengenai cara bergesek tunai yang baik dan benar serta menjelaskan apa keunggulan dan kekurangan dari segi seorang pebisnis gestun (gesek tunai) maupun dari segi seorang customer.

Saat ini Saya melihat tidak sedikit orang hanya sibuk mencari-cari tempat gestun yang termurah.

Nah, kalau kita berbicara mengenai gestun murah maka inti sebenarnya hanya satu, kalau murah biasanya tidak memiliki banyak variasi dan jika bervariasi maka harganya tentu tidak murah.

Gestun sendiri mempunyai 2 tipe, gestun yang mengutamakan harga dan gestun yang mengutamakan kualitas.

Dengan begitu otomatis akan ada 2 pasar yang berbeda bukan?

Gestun yang mengutamakan harga biasanya pada kartel-kartel yang ada di pinggir jalan.

Saya sebagai pengajar selalu mengajarkan kepada murid-murid Saya di kelas Gesek Tunai Revolution untuk lebih mengutamakan kualitas.

Saat ini beberapa bank sudah mulai menurunkan rate MDR (Merchant Discount Rate) tentunya dengan beberapa syarat dan ketentuan.

Misalnya dalam tabungan harus ada endapan senilai beberapa ratus juta, kemudian harus ada deposito dan mungkin syarat-syarat lainnya.

 

Seseorang kemudian membuat satu mesin EDC.

Dikarenakan adanya endapan modal, maka otomatis pebisnis gestun akan menggenjot dengan harga yang relatif murah untuk menarik konsumen.

Biasanya dalam bisnisnya ia mempunyai target, misalnya dalam satu hari harus bertransaksi sebesar Rp 500.000.000,- dalam satu mesin EDC.

Kenapa ?

Sebab jika EDC tersebut pemakaiannya hanya 100 – 200 juta saja, maka ia akan mengalami kerugian, sebab nilai tersebut tidak sebanding dengan nilai modal endapan yang ada pada perbankan.

Sekarang kita akan berbicara dari segi seorang customer.

Apakah gestun murah itu selalu bagus?

Jika dari sisi perhitungan selisih uang sudah pasti bagus.

Dimana-mana yang murah berarti mengeluarkan uang lebih sedikit daripada yang mahal.

Tetapi Anda harus berhati-hati, terkadang banyak dari kita mencari gestun yang murah ibaratnya sampai harus keliling Jakarta.

Misalnya Anda dari Jakarta Barat mendapatkan gestun murah di Jakarta Selatan.

Memang benar Anda berhasil mendapatkan gestun dengan rate rendah, tetapi Anda lupa memperhitungkan waktu serta biaya transportasi yang sudah Anda keluarkan.

Bisa jadi jika dihitung secara global, Anda justru malah rugi.

Selanjutnya jika Anda bergestun di EDC yang murah, biasanya EDC tersebut EDC yang “diperkosa”.

Artinya satu EDC di gesek di atas 100 sampai 300 juta, bahkan bisa mencapai 500 juta.

Perlu Anda ketahui bahwa EDC yang normal sekarang sudah dibatasi.

Masalahnya adalah ketika Anda sudah mulai dicurigai melakukan gesek tunai, maka kerugian yang Anda dapatkan bermacam-macam.

Pertama, limit Anda akan susah naik

Rata-rata jika limit Anda susah naik, biasanya dikarenakan Anda sering gesek tunai di tempat yang “jorok”, sebab bank sudah mengindikasikan Anda telah bergestun.

Yang kedua, hal yang mulai diterapkan oleh beberapa bank.

Saya melihat beberapa bank menolak formulir aplikasi, artinya ketika Anda ditolak saat apply kartu bisa jadi alasannya karena kartu referensi sudah terindikasi gesek tunai.

Dan yang ketiga, ketika Anda sering melakukan gestun, maka ada kemungkinan kartu Anda akan diblokir secara sepihak, meskipun kemungkinannya masih kecil.

Itulah kerugian-kerugian yang Anda dapat jika Anda mencari EDC murah dan abal-abal.

Saya selalu mengajarkan kepada murid-murid di kelas Gesek Tunai Revolution untuk menjaga EDC.

Kita harus selalu menjaga performa seperti tidak diperbolehkannya transaksi lebih dari Rp 50.000.000,- dalam sehari.

Jadi dalam hal ini kita sudah memiliki parameter supaya EDC-EDC kita dapat terlindung dan tidak terindikasi gestun.

Jika Anda bergestun di tempat seperti ini, maka Anda tidak akan terdeteksi telah melakukan gestun sebab transaksinya memiliki batasan.

Jadi jika Anda mencari gestun yang baik, tidak menutup kemungkinan limit Anda nantinya bisa naik.

Nah, dikarenakan perhari kita membatasi tranksasi, otomatis para pebisnis gestun yang seperti ini tidak akan bisa memberikan harga yang murah.

Seperti bisnis gestun Saya di Malang, Saya memberi fix harga sebesar 2,5%, jika gesek sekarang cair besok sebesar 2,3%.

Sebab sebagai seorang pengajar dan seorang pebisnis gestun, Saya ingin agar kita sebagai pebisnis dan konsumen bisa merasa aman, dari sisi Anda aman dan dari sisi Saya pun juga aman.

Dalam Transaksi Gestun, Bank Tidak Dirugikan

Lalu Kenapa Dilarang?

Saya jelaskan bahwa cara pandangnya tidak terletak pada rugi tidaknya pihak bank, melainkan dari sisi transaksi gestun yang over.

Karena transaksi gestun yang berlebihan, cenderung akan dicurigai sebagai perbuatan money laundry atau istilahnya pencucian uang.

Jadi letak pasal dan undang-undang sebenarnya ada disana.

Atau Sebab lain Bank Indonesia dan bank penerbit kartu kredit melarang adanya gestun adalah karena mereka mempunyai produk sendiri berupa tarik tunai via ATM.

Ketika Anda melakukan tarik tunai via ATM, Anda akan dikenakan 2 biaya sekaligus, yaitu biaya tarik tunai senilai 4% dan biaya bunga berjalan sebesar 2,25%.

Jadi jika dihitung satu bulan penuh, maka totalnya sebesar 6,25%.

Artinya bila dibandingkan dengan tarik tunai ATM, gesek tunai jauh lebih murah sebab Anda hanya mendapatkan rate sebesar 2,3 hingga 2,5% saja.

Intinya dari sisi hukum tidak ada larangan

Buktinya Saya masih bebas, bisnis masih lancar

Saya pun masih bisa jalan-jalan walaupun Saya mengajar ilmu yang katanya dilarang 🙂

Share if you like this. 🙂

Antara Mental dan Pengusaha Newbie Jaman Sekarang

Antara Mental dan Pengusaha Newbie Jaman Sekarang

Semenjak meninggalnya Om Bob Sadino serta kejatuhan Entrepreneur University, pola pendidikan entrepreneur sedikit demi sedikit mulai berubah.

Apalagi dengan lahirnya gerakan anti hutang, membuat para newbie semakin takut untuk mengalami yang namanya kegagalan. 

Berkaca dari kegagalan masa lalu mengenai konsep,

” Action dulu aja, mikirnya belakangan 

Melahirkan konsep MIKIR TERUS

 

 

Keuntungan dari materi tersebut mungkin membuat resiko kegagalan menjadi menurun, namun kelemahannya lahirlah entrepreneur-entrepreneur yang takut dengan kegagalan atau maaf bahasa kasarnya “Entrepreneur bermental tempe“.

Alhasil karirnya hanya mentok sampai situ-situ saja tanpa kemajuan.

Kalau kata sahabat Saya Mas Agus Piranhamas

“Bangga dengan status entrepreneur tapi merasa cukup dengan penghasilan Rp 5.000.000,- per bulan”

Disarankan untuk men-scale up atau mengembangkan bisnis, nyatanya lagi-lagi takut dengan kegagalan.

Gagal sedikit sudah mengeluh, entah dengan membuat status-status di social media hingga nyindir-nyindir mentornya.

Perkembangan mereka dinilai seperti anak kecil yang terlalu dimanjakan oleh orang tuanya, “Jangan ini, jangan itu“.

Nyatanya esensi entrepreneur sesungguhnya HARUS TANGGUH, BERANI MENGAMBIL RESIKO DAN MAMPU MENGHADAPI MASALAH BERAT SEKALIPUN

TIDAK SEDIKIT PENGUSAHA BESAR LAHIR DARI KEGAGALAN-KEGAGALAN YANG EKSTRIM

Kecuali untuk golongan orang-orang yang memiliki jantung lemah.

Golongan jantung lemah tidak perlu menggunakan hutang, tidak perlu berurusan dengan yang namanya resiko tinggi, hidupnya cukup dengan pasrah dan bersyukur.

Digantikan oleh resep mie instan anti gagal, anti hutang, anti kena tipu dan alih-alih jaminan 100% sukses tanpa resiko.

Teringat petuah sahabat Saya Ridwan Raharjo,

Ciri ciri orang susah itu adalah orang yang gak mau susah 

Mereka lebih puas dengan gelar S3 (Segitu Segitu Saja)

Daripada S4 (Susah Senang Sudah Semua)

nb : ini hanya presepsi saya 🙂

Share if you like this. 🙂

Pentingnya Cashflow dalam Perjalanan Bisnis

Pentingnya Cashflow dalam Perjalanan Bisnis

Kali ini Saya akan sharing mengenai topik yang sangat menarik untuk Anda simak.

Namun berbeda dari sebelumnya, dalam pembahasan kali ini Saya tidak sendirian dalam memberikan analisa, melainkan bersama beberapa rekan yang memang sudah ahli di bidang cash flow, beliau adalah Coach Angky dan Coach Dania.

Mungkin sebagai Roy Shakti Pakar Kartu Kredit, Saya sering menemui orang-orang yang bermasalah di bidang kartu kredit.

Ibaratnya seperti orang yang terkena AIDS. Penyakit AIDS tentu bermula dari HIV.

Nah, pertanyaannya sekarang HIV sendiri mulanya darimana sehingga dapat menyebabkan penyakit AIDS.

Sama halnya dengan orang yang bermasalah dengan hutang

Pasti ada indikator-indikator yang menyebabkan hutang itu bisa tumbuh menjadi suatu permasalahan

Menurut coach Dania, tidak sedikit orang yang datang membawa masalah yang sudah sangat berat saat beliau menjadi mentor.

Ibaratnya ia sudah berpegangan hanya dengan dua jarinya di ujung jurang, kemudian ia meminta tolong kepada orang yang jaraknya 500 meter dari dirinya.

Tentu saja yang bisa kita lakukan hanya mendoakan supaya ia tidak jatuh ke jurang.

Jika sudah “kepepet” baru minta tolong

Hal ini tentu akan membahayakan bisnis Anda

Lalu seperti apa tanda awal dalam dunia cash flow system?

Coach Dania mengatakan jika kita sudah berbicara mengenai cash flow, hal pertama yang harus diperhatikan adalah “Apakah modal kerjanya terus digerogoti?”.

Sebab banyak sekali orang yang lupa bahwa dirinya sebenarnya juga harus menerima gaji.

Jika diabaikan, maka modal tersebut akan habis karena diambil secara terus-menerus.

Contoh kasus lain adalah ketika membeli bahan kepada supplier.

Supplier memberikan piutang karena sudah mempercayai kita sebagai pelanggannya, sebab dalam transaksi seringkali kita membayar secara cash dan teratur.

Ketika supplier sudah memberikan tempo, si pengusaha menganggap uang yang dimilikinya adalah miliknya, padahal uang yang dipegang adalah uang supplier yang belum dibayarkan.

Tidak sedikit kejadian seperti ini.

Saat hutang kita sudah mulai bertambah walaupun cash kita juga ikut bertambah, maka hal yang perlu diperhatikan adalah …

Seberapa besar cash kita bertambah dan seberapa besar hutang kita bertambah?”

Setelah itu pastikan apakah benar omset yang Anda peroleh mengalami kenaikan atau justru harga bahan bakunya naik dan menyebabkan semakin tipisnya profit yang didapatkan.

Tidak sedikit orang yang berhalusinasi bahwa ketika hutang bertambah maka otomatis penghasilan juga akan ikut bertambah, padahal kenyataanya tidak seperti itu.

Saat ini berapa orang yang memiliki laporan keuangan dalam bisnisnya?

Anda mungkin sudah mempunyai laporan keuangan yang dikelola oleh para staf Anda, tetapi apakah Anda bisa membaca laporan keuangan tersebut?

Atau justru Anda hanya mengetahuinya sebagai laporan saja, jika dilihat profit, ya sudah.

Terkadang masalah timbul bukan karena hutang, tetapi masalah timbul dari ketidakmampuan kita dalam membaca cash flow

Akhirnya kita menjalankan bisnis hanya dengan modal asumsi saja.

Dan ketika cash flow sudah kacau, otomatis akan mempengaruhi SOP.

Banyak orang-orang yang tidak sadar akan terjadinya kebocoran-kebocoran yang sifatnya tidak ada hubungannya dengan uang tetapi kenyataannya sangat berhubungan sekali.

Coach Angky selaku spesialis membimbing perusahaan-perusahaan bersertifikat ISO mengatakan bahwa terdapat 2 hal dalam hutang, yaitu hutang positif dan hutang negatif.

Akan menjadi positif ketika hutang tersebut digunakan untuk mengembangkan bisnis agar bisnis tersebut menjadi lebih baik.

Hal ini tentu saja tidak akan menimbulkan masalah.

Yang harus kita pahami disini ketika kita berhutang namun akhirnya justru membuat bisnis menjadi runtuh dan kacau.

Kenapa Bisnis Bisa Runtuh?

Sebab bisnis tersebut tidak memiliki cash flow, dan saat kita menutupinya dengan hutang, otomatis banyak SOP yang dilanggar.

Akhirnya semuanya menjadi kacau dan tidak terstruktur.

Namun yang menarik pada dasar penelitian saat ini justru agak berbeda.

Tidak adanya SOP dalam bisnis rupanya menjadi salah satu awal dari permasalahan kita terhadap hutang.

Contoh sederhananya, ketika berbisnis kita melihat bahwa omset kita terlihat sudah bagus, hitungan labanya pun sudah mencukupi, tetapi masalahnya hanya satu, kenapa tidak ada cash flow dan SOP dalam bisnis tersebut?

Ketika sebuah bisnis mempunyai SOP, kita akan mengetahui SOP nya seperti apa. Saat kita mendatangi gudang, ternyata bahan bakunya menggunung, maka sudah jelas keuntungannya berada pada bahan baku.

Sebaliknya ketika tidak ada SOP kemudian ditambah tidak ada barang di gudang, kita pasti akan berpikir dimana keuntungannya?

Ternyata banyak SOP yang dilanggar, salah satunya memberi piutang terlalu banyak hanya karena ingin dipercaya oleh konsumen, tetapi ketika ditagih, ternyata semua konsumennya bermasalah.

Artinya begitu pentingnya SOP sebagai bagian dasar sistemasi dari bisnis

Cash flow dan SOP sebenarnya bagian dari rangkaian, itulah kenapa kita membuat kelas Cashflow System Mastery.

SOP dan cash flow tidak dibutuhkan jika bisnis Anda jalankan secara single fighter, artinya Anda melakukan semua secara mandiri tanpa adanya karyawan.

Banyak pengusaha bermula dari single fighter, ketika semua dilakukan sendiri tentu tidak akan ada orang lain yang mengganggu bisnis Anda.

Lain halnya jika Anda sudah mulai mempekerjakan orang lain, tentu Anda harus lebih waspada dan berhati-hati.

Namun jika Anda mempunyai SOP, Anda tentu akan mempunyai sebuah parameter bernama KPI.

Jadi ketika menggunakan uang, kita akan tahu uang tersebut dipergunakan untuk apa.

Ketika bisnis Anda bermasalah, apakah Anda sudah mengetahui solusinya?

 

Hal pertama yang harus di pahami adalah Anda harus tahu “Kapan Bisnis Untung” dan “Kapan Bisnis Rugi”.

Pola penjualan tidaklah selalu mengalami kenaikan atau malah datar-datar saja, tetapi sifat penjualan itu  fleksibel bisa naik dan terkadang bisa juga mengalami penurunan.

Ada seseorang yang bisnisnya mengalami penurunan ketika bulan puasa, ada pula yang bisnisnya justru naik saat bulan puasa.

Setelah sudah mengetahui pola bisnis, kita juga harus tahu mengenai transaksi, cash dan piutang.

Transaksi, cash dan piutang tentu harus Anda hitung walaupun caranya sederhana.

Simple-nya saat kita sudah menggerogoti modal

Artinya “Bisnis Sudah Tidak Sehat”

Namun terkadang orang-orang masih berusaha untuk menipu dirinya sendiri dan menganggap semuanya baik-baik saja.

Maka dari itu kita harus tahu pola penjualan kita seperti apa.

Saya yakin saat ini banyak dari Anda yang sebenarnya bisnisnya sudah bagus, tetapi masih takut dan tidak punya keyakinan untuk berkembang.

Kondisi seperti itu dikarenakan ketiadaan parameter serta tidak adanya indikasi dan indikator.

Parahnya ia sendiri tidak mengetahui siapa yang mengendalikan profitnya sehingga ia merasa bisnisnya hanya gini-gini saja.

Kita sebenarnya mengetahui ada yang tidak beres dalam bisnis, tetapi kita sendiri tidak tahu darimana kita harus memperbaikinya.

Oleh sebab itu, Saya mengajak Coach Angky serta Coach Dania untuk membuat kelas Cashflow System Mastery yang bertujuan untuk menanggulangi bisnis kita supaya bisa berkembang dengan baik.

Jika faktor internal sudah bagus, otomatis faktor eksternal akan ikut berkembang bersama internal

Uang adalah akibat yang disebabkan oleh kita, oleh karena itu hanya kitalah yang bisa memperbaiki akibatnya

Bila kita tidak paham atau tidak punya kendali terhadap uang kita sendiri, maka yang ada kitalah yang akan dikendalikan oleh uang

Pertanyaannya, Anda MAU atau TIDAK ?

Share If You Like This. 🙂

Berani Ambil Sikap

Berani Ambil Sikap

Beberapa waktu yang lalu Saya mendapat konsultasi dari para alumni terkait masalah keuangan, bahkan tak jarang merambat sampai kepada permasalahan keluarga mereka.

Padahal notabene-nya Saya adalah seorang pakar kartu kredit dan bukan seorang pakar hubungan rumah tangga.

Nah, dari beberapa konsultasi yang masuk.

Saya menyimpulkan bahwa sebenarnya banyak orang atau bahkan mungkin diri Anda sendiri masih belum berani dalam mengambil sikap

Contohnya ketika Anda sudah tidak nyaman lagi dalam bekerja.

Namun Anda tetap memilih untuk berada di pekerjaan tersebut hanya karena ketidakberanian Anda untuk keluar dari pekerjaan.

Jika seperti itu keadaannya, maka yang ada hidup Anda semakin lama akan semakin berantakan.

Tidak akan ada kenyamanan yang bisa Anda dapatkan sampai Anda mau atau berani untuk mengambil tindakan.

Sama halnya ketika Anda bermasalah di kartu kredit.

Dalam permasalahan kartu kredit Anda belum mampu untuk melunasinya.

Jika kondisinya seperti itu, mungkin lebih baik memacetkan kartu kredit Anda.

Tapi kenyataannya Anda hanya membiarkan kejadian ini dengan cara gali lubang tutup lubang, gesek kartu lagi, apply kartu kembali atau mencari KTA untuk membayar kartu kredit.

Sebenarnya dalam hal ini Anda sudah menentukan pilihan.

Tetapi yang disayangkan pilihan Anda bukanlah pilihan yang terbaik, melainkan pilihan yang terburuk

Maka jangan pernah mengira jika masalah tersebut dibiarkan, makin lama akan semakin beres.

Yang ada masalah akan semakin parah.

Ingatlah bahwa hanya kita sendiri yang bisa menyelesaikan masalah kita

Hanya kita sendiri yang bisa menentukan masa depan kita

Maka mulailah untuk mengambil sikap atau tindakan, tidak perlu memikirkan hasil yang didapat nantinya akan bagus atau tidak.

Yang terpenting adalah Anda harus berani.

Jangan lagi menunda-nunda, sebab jika tidak dimulai dari sekarang maka akan semakin banyak waktu yang akan dikorbankan.

NOW OR NEVER! Jadi mulai ubah strategi Anda

Dunia ini sudah dipenuhi dengan pengecut, jangan sampai menambahkan diri Anda sebagai seorang pengecut.

Sekali lagi Saya katakan bahwa kita tidak akan pernah tahu keputusan yang kita ambil sudah benar atau salah.

Ini hanya masalah waktu.

Yang sudah pasti salah adalah ketika kita sama sekali tidak mau mengambil keputusan.

Oleh sebab itu daripada kita beranggapan bahwa diri kita salah, lebih baik kita mengambil sikap dan hasilnya akan fifty-fifty.

Share if you like this. 🙂