Kenapa Menaikkan Limit Kartu Kredit itu Penting? Ini Dia Alasan Dibaliknya

Kenapa Menaikkan Limit Kartu Kredit itu Penting? Ini Dia Alasan Dibaliknya

Kenapa sih naik limit di kartu kredit itu penting? Terus kenapa sampai ada materi “menaikkan limit kartu kredit” di kelas saya? Well, semua itu ada alasannya. Bukan tanpa sebab saya membuat kelas workshop Credit Card Revolution beserta materi naik limit.
Mungkin ada juga yang punya mindset begini: “Eh, ngapain harus naikin limit CC? Limit tambah gede bukannya tambah boros, ya? Lagian limit kecil gede mah sama aja, kok! Sama-sama kudu bayar!
Wait, anda harus tahu. Dengan anda naik limit, berbagai macam keuntungan bisa anda raih. Apa saja?

  1. Mencegah Over Limit Terjadi
    Saat terkena over limit, maka wajib bagi anda untuk membayar biaya minimum sebesar 5 persen dari total kelebihan transaksi. Biasanya sih jumlahnya sekitar 50.000 an. Kalau limit CC anda 5 juta, tapi total transaksinya ada 7 juta, maka anda harus bayar 5% nya. Artinya apa? Artinya kelebihan yang 2 juta tersebut dikalikan 5% = 100.000.
    Lha kalau biaya overlimitnya setelah dikalikan 5% dibawah 50 ribu, anda tetap dicharge 50.000. Lumayan, kan? Daripada membayar biaya over limit yang besar, mending sekalian naikin limit kartu kredit aja, kan? Anda pun bisa lebih leluasa buat transaksi.
  2. Opportunity Lebih Besar Buat Dapetin Promo
    Logikanya, limit makin gede, kesempatan buat transaksi lebih besar. Nah, kesempatan transaksi makin besar, secara nggak langsung akan membuka peluang anda mendapatkan promo yang lebih banyak dari bank penerbit kartu kredit.

    Buat anda yang ingin berhemat, tentunya akan sangat terbantu dengan promo-promo ini. Biasanya sih ada penawaran belanja bulanan, travelling, perawatan gratis dari kartu kredit. Namun, sekali lagi anda tetaplah harus mengontrol nafsu belanja anda.

  3. Dana Cadangan Lebih Besar
    Memiliki kartu kredit bagi seorang pengusaha tentu ada banyak untungnya. So, makin gede limit kartu kredit yang dipunyai tentu akan memudahkan anda dalam berbisnis. Ada opportunity yang besar pun anda akan langsung bisa take action tanpa nunggu dana terkumpul dulu.

So, gimana dengan anda? Limit CC anda sudah naik berapa?

3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Membuka Cabang Bisnis

3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Membuka Cabang Bisnis

“Pak, lebih baik gedein usaha sewa sepeda saya dulu atau buka cabang lagi di tempat lain?”. One day, ada akun yang mengirim DM ke saya, bunyinya mirip-mirip ini. Intinya dia mau buka cabang bisnis. Sebenarnya yang tanya perkara buka cabang ini nggak satu orang ini saja. Banyak yang tanya seperti ini. Rata-rata dari mereka penasaran juga dengan bisnis modal kartu kredit yang saya geluti. Mulai dari bisnis pakan burung, cafe, warung makan, dan lain-lain.

Memang, keinginan memiliki beberapa cabang bisnis itu lumrah. Setiap pengusaha pasti ingin punya cabang. Namun, perlu berbagai pertimbangan ketika melakukannya. Singkatnya, buka cabang bukan perkara gampang. Perhatikan dulu 5 hal berikut:

  1. Pastikan bisnis utama sudah stabil
    Banyak sekali pebisnis pemula yang terlalu tergesa-gesa. Bisnis utamanya masih belum stabil, eh, buka lagi bisnis baru di tempat lain. Bisnis utama istilahnya masih jalan 1-2 bulan, eh, gas lagi buka cabang baru. Padahal, waktu 1-2 bulan saja belumlah cukup jadi parameter apakah suatu bisnis akan berhasil.

    Misal anda buka warung makan, 1 bulan operasi awal itu adalah waktu untuk mengenalkan warung anda ke customer di sekitar lokasi. Baru, nanti seiring waktu berjalan, warung anda semakin kuat brandingnya, omset sudah stabil, maka silahkan anda buka cabang baru.

  2. Pikirkan behaviour pelanggan di sekitar lokasi
    Sebab utama Seven Eleven (711) gagal bersaing di Indonesia adalah kurang riset. Nah, Kita harus belajar dari hal ini. Memang, di negara seperti Amerika Serikat maupun Jepang, Seven Eleven ini laris manis. Namun, apa anda tahu apa penyebab Seven Eleven ramai di sana?

    Seven Eleven laris di Jepang dan Amerika Serikat karena penjualan Bir. Masyarakat Amerika dan Jepang punya budaya nongkrong sambil minum bir saat penat.

    Ketika gerainya buka di Indonesia, memang pada awalnya lumayan ramai. Tapi, ketika ada peraturan larangan jualan bir di Convenience Store disahkan, seketika 711 langsung sepi. Di Amerika dan Jepang mana ada larangan jualan bir di Convenience Store?.
    Penyebab lainnya 711 gagal di Indonesia karena behaviour orang kita yang lebih suka beli camilan sambil nongkrong main wifi berjam-jam. Kita juga tidak terbiasa memberi uang tips. Artinya, pendapatan 711 sedikit, namun costnya di lahan strategis mahal.

    Itulah kenapa penting untuk mempelajari behaviour calon customer sesuai lokasi sebelum buka cabang. Salah riset, gagal yang didapat!

  3. Pilih Manager yang Tepat
    Ketika membuka cabang baru, ada baiknya jangan anda yang mengoperasikan semuanya sendirian. Memberikan mandat ke orang lain bisa jadi pilihan tepat, dengan catatan manager di cabang baru haruslah kompeten. Bisa jadi anda mengambil karyawan di bisnis utama dan tempatkan di cabang baru.
Modal Nikah Pakai Limit Kartu Kredit? Solusi Cerdas Atau Bodoh?

Modal Nikah Pakai Limit Kartu Kredit? Solusi Cerdas Atau Bodoh?

Mau nikah, eh tapi modalnya kurang. Kalau nggak cepet, kemungkinan si cewek bisa diembat. Bagaimana kalau menggunakan limit kartu kredit untuk menikah? Wah, Pernah ngalamin seperti ini? Well, Jujur ini adalah case yang sangat menarik. Anyway, sebenarnya modal nikah itu kan tergantung bagaimana kedua mempelai menyelenggarakan pernikahan. Kalau mau dibuat murah, ya bisa murah. Kalau pengennya nikah yang mewah, jelas biayanya banyak, dong.

  1. Perhitungkan Dahulu Matang-Matang
    Sebelum memutuskan menikah dengan modal kartu kredit, yakinkan diri anda dahulu: siap nggak bayar dengan ketentuan sekian perbulan dalam kurun waktu sekian? Makannya, hitung dulu sebelumnya. Pastikan anda bisa membayarnya dalam kurun waktu sekian.
    Kalau gaji dari pekerjaan atau bisnis anda rasanya sudah bisa untuk mengcover kebutuhan anda dan utang anda tersebut, silahkan gunakan. Namun, bila gaji atau penghasilan anda untuk makan saja susah, megap-megap juga buat bayar tagihan kartu kredit, mending jangan. Sebaiknya anda kumpulin dulu uang, tahan diri dan kemudian baru selenggarakan pernikahan.
  2. Pertimbangkan Kehidupan Setelah Menikah
    Sebelum memutuskan memakai limit kartu kredit, pertimbangkan juga kondisi kehidupan setelah menikah. Nantinya, pasti anda itu pasti butuh perabotan, butuh kursi, meja dan lain sebagainya. Anda juga tentunya butuh beli rumah untuk tempat tidur, kan? Nah, perhitungan semacam inilah yang harus anda pahami agar akhirnya nanti anda dan istri anda nggak sengsara.
  3. Manfaatkan Paket yang Ditawarkan Oleh Bank
    Beberapa bank penerbit kartu kredit itu ada yang menawarkan paket gratis bulan madu dan lainnya. Nah, anda bisa jeli memanfaatkan promo ini. Tentunya, sebelumnya perhatikan juga “term and conditions” yang berlaku dari kartu kredit tersebut. Tanyakan bank penerbit mengenai promo yang sedang berlangsung.
    Biasanya promo yang diadakan bank itu tidak selalu sama setiap tahunnya, loh. Nah, untuk anda yang punya kartu kredit sudah lama dan punya poin miles yang lumayan, bisa manfaatkan promo gratis tersebut.
  4. Jangan Gunakan Seluruh Limit Kartu Kredit Anda Untuk Modal Nikah
    Kalau memang terpaksa tidak ada jalan lain selain menggunakan limit CC untuk menambal biaya nikah, maka tak mengapa. Namun, pastikan anda punya batas limit pemakaian bagi diri anda sendiri. Jadi, tidak semua biaya nikah mengandalkan CC. Selain itu, jangan gunakan seluruh limit kartu kredit anda untuk modal nikah.
Kenapa Perlu Punya Kartu Kredit? Sepenting Itukah?

Kenapa Perlu Punya Kartu Kredit? Sepenting Itukah?

Ada yang DM saya di akun instagram @royshakti:

“Pak, punya kartu kredit itu sebenarnya penting nggak? Kan sudah ada Pinjaman Online dan KTA. Terus bedanya apa, kan sama-sama utang pak?”

Begitu isi DM yang saya terima hari ini. Wah, dari situ saya sadar ternyata followers instagram saya isinya nggak cuma mereka yang sudah menggunakan kartu kredit. Ternyata ada juga yang tidak tahu kartu kredit itu apa.

Sebenarnya sayang sekali kalau anda memutuskan tidak memiliki kartu kredit. Padahal, kartu kredit itu penting sekali. Sepenting itu, kah?

Ya… sepenting itu punya kartu kredit. Anda bisa mendapatkan benefit berikut ketika memilikinya.

  1. Transaksi Pembayaran Cashless
    Di musim pandemi seperti sekarang ini, pembayaran cashless rasanya membuat perasaan lebih “lega” daripada sebelumnya. Dengan menggunakan kartu kredit, anda akan merasa lebih tenang.
  2. Lebih Aman
    Kartu kredit jelas lebih aman daripada uang tunai. Kalau anda bawa segepok uang di dompet, resiko kehilangannya jauh lebih besar. Sementara kalau anda kartu kredit, bakalan jauh lebih aman. Amit-amit kalau uang anda hilang, anda mau mencari ke siapa? Mau menuduh orang pun tentu juga sangat riskan. Kalau kartu kredit anda hilang? tinggal datangi saja bank penerbit kartu kredit anda. Nantinya, pihak bank akan membantu memblokir segera kartu anda. gampang, kan?

  3. Dana Cadangan
    Hidup ini penuh ketidakpastian. Anda bisa merencanakan batasan pengeluaran sekian-sekian, namun nyatanya terkadang ada saja pengeluaran mendadak yang tidak terduga. Entah itu ada saudara yang sakit, biaya sekolah anak, dan lain-lain.
    ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
    Kalau anda seorang pengusaha, biaya tak terduga anda ada pada “opportunity come” alias datangnya kesempatan. Sebagai pengusaha, pasti anda mengerti adanya momen harga suatu barang menyusut. Dari yang harganya tinggi, turun 50% lebih. Insting pengusaha anda pasti membutuhkan barang ini untuk kemudian dijual lagi. Lewat limit kartu kredit, anda bisa “grab opportunity” lebih cepat. 
  4. Banyak Diskon dan Miles
    Kartu kredit terkenal dengan kemudahannya memberikan diskon. Anda juga bisa mendapatkan miles di kartu kredit untuk kemudian ditukarkan dengan poin-poin yang benefit sekali bagi anda. Saya saja pernah kok terbang gratis dengan memanfaatkan poin miles kartu kredit.

Bagi saya yang pengusaha, kartu kredit jelas penting sebagai dana cadangan. Saya tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang ada. So, saya gunakan limit di kartu kredit sebagai dana cadangan. Bagaimana dengan anda?

Dibalik Kelebihannya, Kartu Kredit Juga Punya Kelemahan. Mari Kita Bongkar!

Dibalik Kelebihannya, Kartu Kredit Juga Punya Kelemahan. Mari Kita Bongkar!

Anda followers aktif instagram saya? Pasti notice dong kalau saya sering sekali memberikan edukasi kartu kredit berupa kelebihan-kelebihan yang ada. Kartu kredit memang bisa digunakan untuk membuka bisnis, scale up usaha, maupun jalan-jalan dengan memanfaatkan miles yang didapatkan.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Anyway, saya sangat yakin pasti di antara mereka yang melihat postingan instagram saya pernah membatin

Ini orang kenapa promosi kartu kredit terus? wah, bau-baunya jualan nih!

Haha. Maaf-maaf nih. Sebagai pengajar kartu kredit, memang sudah sewajarnya kalau saya mempromosikan kelebihan kartu kredit dan juga kelas yang saya adakan. Namun, perlu diketahui. Tidak ada paksaan sama sekali bagi anda yang tidak ingin join kelas. It is up to you!
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Namun, agar semuanya terlihat netral, saya siap dong membongkar sesuatu di luar kebiasaan saya. Saya akan bongkar kelemahan di kartu kredit! Biar apa? Ya, selain lebih netral, anda juga bisa lebih ‘Siap’ untuk berjaga-jaga. Dengan mengetahui kelemahan di kartu kredit, Simak, ya!

  1. Tidak ada rambu-rambu digesek benar atau salah
    Kartu kredit memang memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin menggunakannya. Mau dipakai buat belanja? Nggak masalah. Binomo? Tak masalah. Masalahnya, benar atau salah di kartu kredit itu berbeda dengan persepsi saya. Kalau di kartu kredit, selama digesek itu approve ya benar, kalau decline ya salah! Cuman, digesek bener itu untuk apa kan benar-benar kendali di tangan kita. Ya kalau digesek untuk modal usaha? Kalau untuk foya-foya?
  2. Makin punya banyak kartu kredit, makin susah untuk mengendalikannya
    Anda bisa punya kartu kredit di 10 atau 20 bank. Terserah anda! Namun masalahnya, makin punya banyak, makin susah untuk dikendalikan. Bayangkan, kalau anda adalah karyawan dengan gaji 4-5 juta sementara anda apply di 10 bank! Sementara anda terlanjur menganggap limit kartu kredit tersebut sebagai uang anda pribadi. Realitanya, uang tersebut adalah uang pinjaman yang suatu saat harus dikembalikan, kan? Ketika anda tidak bisa ngontrol, ini adalah kelemahan bagi anda.

Inilah kelemahan-kelemahan di kartu kredit. Mengetahuinya membuat anda jadi lebih sigap mulai dari sekarang. Nah, kalau sudah saya share begini jadi netral kan? Untuk anda yang ingin join kelas Credit Card Revolution untuk melejitkan bisnis anda, silahkan anda gabung. Ikuti instagram maupun facebook saya agar terhubung dengan update terbaru. Namun, sekali lagi tidak ada paksaan sama sekali.

Salam street smart.

Di Penghujung 2020, Inilah 3 Bank Dengan Sistem Paling Rawan Diretas?

Di Penghujung 2020, Inilah 3 Bank Dengan Sistem Paling Rawan Diretas?

Sobat street smart, anda pasti notice kalau saya sering memberikan info seputar kelebihan-kelebihan di kartu kredit. Anda pun pasti juga merasakan keunggulannya selama ini. Kartu kredit, meski bentuknya plastik, tapi manfaatnya sangat besar. Anda bisa gunakan untuk buka bisnis maupun scale up usaha. Tak perlu drama-drama layaknya mencari modal usaha lain cair.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Namun, kali ini berbeda.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Di tulisan ini saya akan membahas kelemahan di kartu kredit. Memangnya ada, Pak Roy? Wah, namanya juga produk manusia ya pasti adalah kelemahannya, Bos! Tujuan saya membongkar kelemahan di kartu kredit bukan karena ada tendensi tertentu untuk menjelekkan bank yang disebut. Ini murni berbagi pengalaman sebagai pengguna kartu kredit. Nah, harapannya juga supaya bank yang tersebut bisa introspeksi dan meningkatkan sistemnya. So, bank mana saja yang sistemnya perlu di upgrade?

  1. Bank Mandiri⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
    Beberapa DM dari followers saya curhat terkait kasus bank ini. Jadi, banyak yang cerita kalau ada oknum tertentu mengaku sebagai petugas bank mandiri. Oknum tersebut berpura-pura memberikan penawaran untuk kenaikan limit dan sebagai syarat approval. Bilangnya sih butuh kode OTP supaya prosesnya gampang.
    ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
    Parahnya nih, banyak sekali yang gaptek dan mau-mau aja memberikan OTP ke oknum tersebut. Padahal, OTP tersebut bisa saja kode untuk transaksi bukalapak, tokopedia dan semacamnya.
  2. Bank BNI
    Kasus di bank BNI ini juga lumayan banyak. Modusnya oknum menembak OTP beberapa kali ke calon korban yang kemudian gagal. Cara ini tentu membuat calon panik. Nah, beberapa saat kemudian ada telepon call center yang nomor ujungnya itu sangat mirip dengan bank BNI.
    ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
    Sedikit cerita, saya pun juga korban yang pernah kena. Buat yang nggak terbiasa telepon call center pasti mengira telefon ini dari bank BNI. Lalu, call center gadungan ini tanya: “apa benar Bapak/Ibu ada transaksi sekian sekian sekian?”. Kalau ditanya begitu otomatis kita panik dong. Kemudian dengan dalih meminta kode pembatalan (yang aslinya OTP) tersebutlah calon korban terperangkap.
  3. Bank BRI⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
    Berdasarkan curhatan followers saya, mostly kejadian kebobolan itu di bank BRI. Beberapa case bahkan membuktikan kalau transaksi bisa bypass tanpa OTP. Ini trully terjadi. OTP belum dimasukin, eh tiba-tiba approve aja. Ditakutkan, kalau ada pihak nakal, celah ini akan dimanfaatkan untuk menarik dana. Bahkan juga beberapa case, meski kartu sudah diganti, permintaan OTP ada lagi.

So, itulah dia 3 bank dengan sistem yang perlu diupgrade. Tahun sebentar lagi berganti, semoga ada perbaikan. Juga semoga tulisan ini bisa jadi feedback untuk bank-bank tersebut.

Kartu Kredit dilunasi Setelah Macet Bisa Aktif Lagi?

Kartu Kredit dilunasi Setelah Macet Bisa Aktif Lagi?

Apakah anda pernah berada di momen-momen seperti ini: Punya kartu kredit beberapa tahun lalu, posisinya macet bermasalah dan nggak kebayar, macetnya bertahun-tahun. Kemudian, selang beberapa tahun kemudian ekonomi anda sudah membaik, lalu anda kepikiran buat membayar tanggungan tersebut. Nah, kalau dilunasi begitu, apakah anda bisa mendapatkan kartu kredit tersebut lagi alias kartu kredit yang macet tersebut aktif lagi? Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik yang diajukan salah satu peserta kelas credit card revolution.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Ini saya jawab berdasarkan pengalaman saya selama ini, ya. Perlu diingat bahwa jawaban ini bukan berarti jawaban mutlak. So, silahkan disimak pendapat saya berikut ini:
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Pertama, anda perlu tahu, ya. Bila kartu kredit anda sudah tidak bayar di atas 1-2 bulan, maka kartu itu sudah tidak bisa diaktifkan lagi apalagi bila macetnya bertahun-tahun. Ini hal mendasar yang harus anda tahu.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Bank tentu sudah memblacklist anda sebagai nasabah karena anda tidak kunjung memperbaiki reputasi anda di mata mereka. Pada kenyataannya lagi, ada beberapa kasus di beberapa murid saya yang sudah dilunasi kartu kreditnya kemudian mereka coba pengajuan lagi. Hal yang terjadi adalah, sampai lebaran kuda pun juga nggak bakal keluar kartu kredit yang diinginkan itu. Jadi jawaban saya adalah: Tidak! Kartu kredit yang macet tersebut, walau anda lunasi, akan tetap tidak aktif kembali. Saran saya, ajukan kartu kredit baru bila anda memang membutuhkannya.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Catatan lagi, sebaiknya anda apply kartu kredit baru di bank lain, bukan di bank yang anda pernah macet tersebut. Jadi kalau anda ingin apply kartu kredit mindsetnya anda harus seperti playboy:
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
“cinta ditolak, cari yang lain!” “Apply di bank ini ditolak, anda cari bank lain!”
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Namun, Bila anda memang anda sangat menginginkan apply di bank yang sama, bisa-bisa saja. Cuman, anda harus menunggu 2 tahun lagi sampai BI Checkingnya hilang. Ini pun, setelah 2 tahun belum tentu pasti BI Checking akan terhapus, ya. Opsi lain, anda bisa deposito dengan nominal yang besar di bank yang sama agar history anda dipercaya bank. Cuman, untuk yang satu ini anda kan tidak bisa memastikan akan ada uang buat deposito nominal besar. Begitu, kan?
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
So, saran saya tetap kembali ke prinsip playboy: Cinta ditolak, cari yang lain!

Cukupkah Kartu Kredit 15 JUTA untuk Bisnis ?

Cukupkah Kartu Kredit 15 JUTA untuk Bisnis ?

Ada percakapan menarik di grup member credit card revolution. Pertanyaan ini cenderung tidak jelas. Beliau bertanya begini: “Pak, saya baru dapat kartu 15 juta. Bagaimana buat bisnis? cukupkah buat modal?”

Pertanyaan ini cukup public dan diketahui oleh member Credit Card Revolution pada saat itu. Kembali ke pertanyaan, apakah cukup kartu kredit 15 juta untuk modal bisnis?

Sangat cukup!

Dengan limit kartu kredit 15 juta anda bisa membuka usaha cilok, kopi saset, gorengan dan semacamnya. Pastikan anda tahu besaran rincian dana yang akan keluar.

Bagaimanapun sederhananya usaha anda, anda tetap harus menghargainya. Detail-detail kecil semacam arus keluar masuk, resep dan lain-lain tetaplah wajib anda perhatikan.

Intinya, dengan 15 juta anda tetap bisa melakukan apa saja!

Cuman, kalau anda inginnya buka usaha semacam cafe, restoran dan semacamnya, jelas modal usaha 15 juta ini tidaklah cukup. Perlu anda tahu, untuk membuka cafe saja, setidaknya butuh 200 juta.

Nah, ceritanya, si penanya ini bercerita lagi ke saya. Ternyata, beliau ini sudah pernah punya usaha! Usaha beliau di bidang kayu. Kemudian, rencananya limit 15 juta tersebut akan digunakan untuk scale up bisnisnya. Pertanyaannya kembali lagi: apakah bisa?

Tergantung aspek mana yang akan discale up. Pembagian tetap pada si empunya bisnis. Cuman masalahnya, si penanya ini menghubungi saya via DM instagram.

Bukan saya tidak mau jawab. Justru, kalau misalkan saya jawab di DM instagram, dikhawatirkan akan timbul persepsi yang salah. Saya sangat berhati-hati ketika menjawab pesan di instagram. Maksud saya “A”, eh, ditangkap “B” oleh si penanya.

Ini juga alasan kenapa saya membuka kelas workshop credit card revolution. Lewat kelas, peserta bisa bertatap muka, pembahasan bisa lebih jelas. Diskusi dua arah bisa dijalankan dengan lancar.

Hasilnya, peserta dapat ilmu yang lebih jelas. Nantinya, ketika ilmu ini dipraktikkan, tingkat keberhasilannya akan besar. Terbukti, peserta kelas workshop CCR banyak yang berhasil.

Ini bukan iklan, ya. Anda berhak tidak ikut kelas credit card revolution kalau dirasa tidak perlu. Keputusan ada di tangan anda.

Salam street smart.

Amankah Apply Kartu Kredit via Website Jasa Pelayanan?

Amankah Apply Kartu Kredit via Website Jasa Pelayanan?

Sobat street smart, apply kartu kredit sekarang ini tidak terbatas pada layanan via bank langsung. Kalau sobat street smart perhatikan sekarang ini ada yang namanya jasa outsourcing untuk apply CC.

Maksudnya adalah, ada sebuah perusahaan alias ahensi yang membuat website sebagai sarana untuk mereka yang ingin apply kartu kredit. Istilahnya sih, mereka secara tidak langsung menjadi marketing kartu kredit bagi calon-calon kreditur. Jadi, ahensi ini menerima aplikasi kartu kredit dan menjadi middleman untuk mereka yang ingin daftar.

Namun sebenarnya secara fakta, jasa ahensi ini diakui eksistensinya oleh perbankan. Justru, perbankan sendiri tidak sepenuhnya memasarkan kartu kreditnya sendiri tapi juga meminta tolong institusi. Apakah hal ini aman?

Aman atau tidak ini menjadi tanda tanya besar.

Ketika anda menyerahkan data aplikasi kartu kredit anda, fotokopi ktp, kemudian spt, slip gaji, bahkan terungkap nama ibu kandung, anda serahkan lah ke website tadi, apa ada yang menjamin data anda pasti akan aman?

Lagi pula, meski jasa seperti ini katakanlah kredibel, kita tetap tidak mengerti sama sekali data kita bakal digunakan untuk apa dan itu diluar kehendak kita. Kita tidak akan tahu aturan bisnis yang ada di dalamnya. Bisa jadi data anda dijual juga tidak akan ada yang tahu.

Fakta di lapangan, mereka yang apply kartu kredit dari beberapa jasa outsourcing seperti ini seringkali mendapatkan banyak telepon yang menyasar. Telepon tersebut memberikan penawaran entah itu pinjaman online, forex dan segala macam.

Kesimpulannya, jasa outsourcing seperti ini memang tak masalah anda gunakan bila memang ingin apply CC tanpa ribet dan anda tidak punya waktu. Namun, anda juga harus siap-siap resikonya dimana data anda bisa jadi diperjual belikan. Kalau anda mau lebih aman, carilah marketing kartu kredit yang anda kenal, dalam artian anda kenalan secara fisik alias pernah ketemu. Kalau anda ingin lebih aman lagi, anda bisa apply kartu kredit lewat bank langsung alias tanpa perantara.

Hati-hati. Zaman sekarang adalah zaman yang tidak aman kalau kita tidak berhati hati.

Cara Ampuh Pemula Berbisnis Modal Kartu Kredit

Cara Ampuh Pemula Berbisnis Modal Kartu Kredit

Banyak yang menanyakan kepada saya di DM maupun live instagram, gimana caranya berbisnis modal kartu kredit untuk pemula atau newbie?
⠀⠀⠀⠀⠀
Wait. Kita harus tahu dulu, kalau kita berbicara newbie itu kategorinya macem-macem. Secara real, newbie itu dibagi jadi 2 kategori:

  1. Newbie PRO
    Ada orang punya skill tapi nggak ada duitnya. Ada orang bekerja jadi manager F&B tapi nggak ada duit untuk action. Ini yang saya bilang. Dia newbie, tapi newbie PRO. Sebenarnya dia PRO untuk jadi eksekutor.
  2. Newbie Polos
    Ada yang benar-benar newbie nggak pernah berbisnis. Ini kita menyebutnya real newbie alias newbie polos. Newbie seperti ini malah lebih was was kalau mau berbisnis. Takutnya Newbie polos ini susah untuk mengendalikan diri

Kalau posisi anda sebagai orang yang buta akan pengalaman bisnis dan pengetahuan tapi anda cari modal, yang terjadi adalah, ketika anda dapat kartu kredit akan digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari.Ketika orang seperti ini pegang kartu kredit akan bermasalah karena mindsetnya sendiri. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Ketika kita berbisnis itu kita harus paham: sebenarnya modal uang itu terakhir. Anda harus punya ilmu dan pengalaman dahulu. Istilahnya, anda pakai aja limit kecil dulu sambil anda belajar.

Kemudian, ketika anda sudah paham ilmunya anda baru action Scale Up. Kemudian, ketika berbisnis nanti anda pasti akan mengalami level-level berikut:

  1. Level Pertama
    Di level ini anda akan berbisnis dan jualan dengan tenaga anda sendiri.
  2. Level Kedua
    Ketika anda masuk di level kedua, anda posisinya punya karyawan, bisnis di tahapan ini jadi tidak simpel. Anda juga harus mikirin gimana caranya gaji karyawan dan SOP.
  3. Level Ketiga
    Nah, di level 3 anda akan berpikir membuka cabang. Ketika anda punya outlet ke 2, kerangka berpikirnya beda lagi. Di level 3 anda sudah berfikir gimana caranya cari manager yang bisa mengatur karyawan untuk menghasilkan uang. Kasusnya beda lagi, ilmunya beda lagi.

Mengelola itu bukan cuma menyediakan duit 1 M saja… ketika level bertambah SOP nya jelas bertambah. Kalau anda newbie yang pengalaman, minimal anda pernah lihat bos anda menjalankan bisnis. Apa yang anda kerjakan di masa lalu pasti bisa anda kerjakan di masa depan.
⠀⠀⠀⠀⠀
Nah, itulah kenapa temen-temen, mereka yang newbie PRO lah yang untuk ikut CCR. Alias produknya sudah ada, pengalaman sudah ada, ilmu sudah ada, modal ada, dijamin bisnis meledak.
⠀⠀⠀⠀⠀
Bedanya utang dengan CC dan lain, kartu kredit sifatnya plafon, kalau yang lain angsuran. Saya sangat tidak setuju dengan orang yang berbisnis modal angsuran apalagi yang tahapannya baru mulai. Indahnya, kalau di kartu kredit sifatnya plafon. Anda selama nggak pakai limitnya anda nggak kena bunga di kartu kredit.
⠀⠀⠀⠀⠀
Namun, anda nggak bisa berbisnis dengan komposisi full limit ketika anda masih jadi Newbie. Titik amannya adalah ada dana cadangan 80% dan modal 20%. Contohnya anda mau bisnis modal 100 juta, ketika anda belajar di CCR anda carinya limit 500 juta dan gunakan modal 100 juta. Jadi, seenggaknya anda tenang ketika berbisnis dan anda jadi tenang dalam bisnis.
⠀⠀⠀⠀⠀
Selain modal, seorang newbie harus punya waktu! waktu ini suatu hal yang berharga dalam berbisnis. Selain itu, ketahui juga resikonya. Belum tentu juga ketika kita mencoba bisnis A lantas jadi. Butuh berpuluh kali percobaan sampai suatu saat anda mendapatkan formula bisnis yang bagus.