Kartu Kredit Dipakai Game Online Anak, Ringgo Agus Akui Kecolongan

Kartu Kredit Dipakai Game Online Anak, Ringgo Agus Akui Kecolongan

Penggunaan kartu kredit untuk belanja memang jadi hal lumrah di kehidupan era millenial. Seiring perkembangan dunia entertainment, pembayaran kartu kredit tak lagi cuma buat belanja kebutuhan pokok. Mau nonton netflix dan belanja skingame pun bisa pakai kartu kredit. Lonjakan kenaikan belanja item game dengan kartu kredit pun makin bertambah.

Nah, untuk anda sobat street smart yang memiliki anak kecil, coba lebih diawasi lagi sambungan kartu kreditnya ke layanan unduh game. Pasalnya, banyak orang tua yang lalai akan hal ini berakhir limit kartu kreditnya dipakai unduh game dengan jumlah yang tidak main-main. Pastikan gunakan password di ponsel yang susah ditembus orang lain, utamanya anak-anak. Naasnya, kisah tidak menguntungkan dialami agus Ringgo yang barusan kecolongan.

Ringgo pun membagikan ceritanya lewat instagramnya. Ia menuliskan curhatannya bahwa kartu kreditnya digunakan sang anak untuk mengunduh game. Anak pertama Ringgo, Bjorka lah yang mengira bahwa permainan tersebut bisa diunduh gratis. Meski begitu, Ringgo mengakui dirinya lalai pengawasan.

Sumber : TEMPO. Ringgo Agus Rahman

Ringgo menulis di caption instagramnya:

“Baba mau curhat ttg kakak kmu mars, jadi ditengah masa hemat ini.. kakak kmu menemukan cara membeli game secara digita diswitch”.

Bisa jadi tak hanya password ponsel, namun Ringgo juga menyambungkan pembayaran digital dengan kartu kredit. Hal ini memang membuat siapa saja bisa membeli apapun, termasuk game cukup sekali pencet.

Tak hanya Ringgo, sejumlah artis lain juga akui kecolongan. Rossa pun pernah menceritakan pengalaman serupa saat anaknya, Rizky berusia 9 tahun. Tiba-tiba, datang billing tagihan kartu kredit dengan jumlah belasan juta rupiah. Padahal, Rossa merasa tidak menggunakanya. Setelah dicek, ternyata kartu kredit tersebut digunakan untuk membeli aplikasi game oleh Rizky.

Mirip dengan kisah Rossa, Inul pun juga pernah mendapatkan billing tagihan kartu kredit yang digunakan untuk bermain game sang anak, Yusuf. Tak tanggung-tanggung, total tagihannya seniai 65 juta rupiah. Setelah insiden tersebut, Inul pun memberikan pengertian ke anak. Dibuatlah kesepakatan diantara keduanya. Bila Yusuf mampu meningkatkan prestasi belajarnya menuju angka 90 atau 100, maka sang Ibunda mau membelikan voucher tersebut.

Berbagai Bank Tutup Ribuan Unit Cabang Selama Pandemi Covid-19

Berbagai Bank Tutup Ribuan Unit Cabang Selama Pandemi Covid-19

Sobat street smart, perkembangan dunia digital memang susah untuk dikendalikan. Berbagai sektor dunia usaha dengan massif berganti haluan ke model usaha digital, termasuk perbankan. Otoritas jasa keuangan bahkan mencatat sekitar 1000 kantor bank cabang tutup sepanjang 2020. Di 2021, jumlah ini terus menerus bertambah.

Berbagai macam bank, termasuk diantaranya Bank Mandiri, BRI, BTN, bahkan CIMB NIAGA ikut menutup ribuan bank cabangnya. CIMB NIAGA sendiri sudah mengurangi sekitar 1.232 unit cabang per April 2021. Sebagai gantinya, CIMB NIAGA pun membuka pelayanan digital longue. Senada dengan CIMB NIAGA, Bank Mandiri juga menutup sekitar 92 kantor cabangnya selama Pandemi Covid-19. Di 2020 saja, sudah ada penurunan 1000 lebih kantor cabang.

Selain karena kecanggihan teknologi, masyarakat semakin punya trust issue terhadap kecepatan pelayanan perbankan. Kantor cabang dinilai lebih lambat dalam menangani perkara-perkara penting. Antrian yang mengulur-ulur membuat banyak orang merasa tidak sabar terhadap pelayanan staff bank.

Hadirnya pandemi juga mendorong banyak orang melakukan transaksi secara cashless. Orang merasa lebih aman menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Meskipun hampir semua bank mengikuti protokol kesehatan dengan mengatur tempat duduk berjarak, namun tetap saja, opsi chasless jadi salah satu pilihan yang lebih menarik nasabah.

Pertumbuhan pilihan aplikasi keuangan semacam internet dan mobile banking menunjukkan antusiasme nasabah terhadap produk digital. Bank Indonesia mencatat kenaikan transaksi keuangan secara digital melonjak tajam. Di 2020 saja, jumlahnya mencapai 2.775 trilyun. Pada periode 2021, jumlah ini sudah pasti naik.

Peningkatan transaksi digital sendiri juga didorong makin banyaknya nasabah yang berbelanja menggunakan e-commerce. Apalagi, saat ini, bank juga melayani pembukaan rekening dan apply kartu kredit secara online. Ini membuat pembukaan bank cabang dinilai tidak effisien. Bank cabang dinilai masih berguna bila lokasinya berada di daerah saja, dimana masih banyak orang yang gagap teknologi, serta akses internet dinilai belum terlalu bagus di daerah.

Perkiraannya, bila kondisi Covid-19 terus-terusan berlanjut, maka akan terjadi gelombang penutupan kantor cabang beberapa Bank. Meski begitu, kantor cabang Bank tidak serta merta tutup semuanya. Ini karena, masih banyak daerah-daerah tertinggal yang belum siap dengan digitalisasi, lebih memilih pelayanan tatap muka.

Cerita Tung Desem Waringin Survive dari COVID-19: Mulai dari Cara Bahagia Jasmani dan Finansial

Cerita Tung Desem Waringin Survive dari COVID-19: Mulai dari Cara Bahagia Jasmani dan Finansial

Sobat street smart, saya pernah punya pengalaman live instagram bareng salah seorang pakar finansial, Pak Tung Desem Waringin. Beliau ini salah satu orang yang menginspirasi saya dalam banyak hal.

Beberapa bulan kemarin, pak Tung Desem ini pernah bikin kaget dan heboh banyak orang. Kabar positif covidnya beliau jadi salah satu hal yang bikin banyak orang, termasuk peserta seminarnya deg-degan.

Gimana enggak, peserta seminarnya pasti pada khawatir juga dengan kabar ini.

Hebatnya nih, untungnya pak Tung sendiri sudah bisa survive dari COVID-19. Kok bisa. Sih? Bisa dong. Nah, di tulisan ini saya bakalan bagi-bagi tips poin penting yang bisa dipelajari dari live instagram saya dengan pak Tung.

Sebenarnya, live instagram saya dengan pak Tung menghabiskan waktu yang lumayan lama. Ada 1 jam! Memang kalau ngobrol dengan pak Tung itu nggak bisa kalau cuman sebentar hehe…

Penasaran videonya? Silahkan tonton di link berikut ini, ya!

Cek Youtube

Back to the topic. Bagaimana sih cerita dari pak Tung Desem Waringin hingga bisa survive?
Well, kuncinya sih satu: BAHAGIA!

Pak Tung selalu menekankan untuk selalu bahagia dan positif thinking selama menjalankan pengobatan melawan virus corona. Buang semua fikiran negative agar proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

Masalahnya, gimana caranya agar hidup bahagia tanpa tekanan? Kuncinya adalah bersyukur.

Masalah memang selalu ada dan nggak aka nada habisnya. Namun, lewat beryukur, seenggaknya beberapa hal bakalan lebih mudah dan gampang dijalani.

Nggak hanya itu saja sih, sebenarnya pak Tung Desem juga mempraktikkan yang namanya teknik pernafasan wim hof. Salah satu yang membuat keadaan pak Tung lebih baik adalah kebiasaannya melatih pernafasan ini.
Itu sih tips yang bikin pak Tung Bisa survive secara jasmani.

Gimana dengan cara sukses secara finansial?
Miliki multiple stream of income.

Kita nggak bisa mengandalkan satu saja sumber keran rezeki. Cobalah untuk mencari sumber rezeki lain. Bisa lewat jualan, berbisnis atau bisa juga berinvestasi di emas.

Tonton saja videonya, deh! Saya punya percakapan yang panjang lebar dengan pak Tung Desem.

Semoga info ini punya manfaat yang besar buat anda sekalian.

5 Jurus Jitu Survive Usaha Di Tengah Pandemi Covid-19. Anda Sudah Sampai di Tahap Mana?

5 Jurus Jitu Survive Usaha Di Tengah Pandemi Covid-19. Anda Sudah Sampai di Tahap Mana?

Sobat street smart, kalau anda pengikut setia instagram saya, (@royshakti) pasti bakal ngerti kalau saya akhir-akhir ini bahas seputar cara survive usaha di tengah virus corona. Saya juga membagikan materi seputar cara survive bayar kartu kredit di tengah wabah ini via kelas “Mini Class Online CCR Advance” yang kemarin sudah digelar. Buat anda yang masih ingin join kelas ini, sekiranya pertengahan april saya bakal adakan lagi. Tunggu updatenya di instagram maupun facebook saya.

Well, kenapa perlu buat survive usaha meski kondisi saat ini sedang krisis-krisisnya? Menurut saya, selama sesuatu bisa diusahakan, pasti ada jalan bagi tiap kemauan. Saya pakai kata “survive” disini sebagai highlight kalau usaha kita bisa “selamat”. Nggak harus untung besar, asal bisa survive atau selamat aja sudah cukup. Wajar banget sih kalau melihat kondisi dan situasi saat ini dimana banyak banget sektor usaha yang kena dampaknya. Di Malang saja, terasa sekali perbedaannya: banyak toko-toko tutup, mall juga berhenti beroperasi sementara dan jalanan sepi pengemudi.

Ikhlas di kondisi ini memang bagus,namun ya jangan menyerah! Ingat! kuncinya adalah survive alias selama bisa jalan, asal selamat aja. Nih, Menurut saya sendiri ada 5 prinsip survive usaha di tengah corona ini:

    1. Jaga Kesehatan Diri

      Anda sebagai pion bisnis harus banget menjaga kesehatan agar bisa survive usaha di tengah COVID-19. Tingkatkan imunitas tubuh dengan rajin makan dan minum yang bergizi. Meski ada banyak orang yang bakal bantuin, tapi kan anda pion penggerak bisnisnya. Otak bisnisnya itu ada di anda. Makannya, jangan sampai deh anda jatuh sakit.

    2. Jaga Kesehatan Keluarga Tercinta di tengah COVID-19Saya nggak henti-hentinya ngasih tau peserta seminar baik di kelas online maupun offline untuk selalu mengirit pengeluaran. Gunanya apa? tentu saja biar nggak kaget kalau-kalau terjadi sesuatu diluar dugaan. Sama seperti virus corona ini. Nggak ada yang bisa memprediksi virus ini masuk ke Indonesia. Maka, ketika waktunya virus ini datang, semuanya kalang-kabut.Inilah pentingnya berhemat. Saat situasi nggak tentu kayak sekarang, anda yang masih punya tabungan maupun limit bisa digunakan untuk stock persediaan makan keluarga sampai 2-3 bulan kedepan. Jangan lupa pula, keluarga itu orang pertama yang nggak bakal ninggalin anda di tengah kondisi susah. Jadi, anda harus bener-bener menjaganya.
    3. Di tengah COVID-19 ini, Tetap Jaga Karyawan Anda

      Tanpa karyawan, anda ini bukan siapa-siapa. Roda bisnis anda nggak akan berputar tanpa adanya karyawan loh. Kalau saya sendiri punya prinsip: “jangan pecat karyawan kalau nggak kepepet banget”. Selama anda bisa ngasih makan keluarga anda, ya jangan lupakan karyawan anda juga.

    4. Persiapkan THR Karyawan

      Sebentar lagi hari raya besar. Tentunya, setiap perusahaan bakal punya tradisi ngasih THR bagi karyawannya. Memberi THR karyawan tentu bakal bikin mereka bahagia jalani hari, yang akhirnya akan kembali ke kantor di hari kerja dengan hati gembira. Ingat, karyawan itu aset yang sangat berharga. Perlakukan dengan baik dan usahakan THR untuk mereka. Karyawan memberi yang terbaik, sebagai pemilik usaha kita juga memberi mereka yang terbaik.

    5. Bagaimana Dengan BI Checking?

      Perkara BI Checking ini sebenarnya penting. Tapi, statusnya menjadi bukan yang terpenting di kondisi seperti saat ini. Itulah kenapa saya tetapkan BI Checking ini jadi nomor 5. Kalau sanggup bikin lancar ya silahkan Tapi, kalau anda nggak sanggup ya jangan memaksakan diri. Kalau ga sehat dan macet, macet aja sekalian. Utamakan poin 1-4 terlebih dahulu.

Well, 5 jurus jitu survive usaha ditengah pandemi Covid-19 ini sebenernya juga saya bahas dan selipkan di video saya di link ini:

Di video ini saya juga menjelaskan banyak insight mengenai kebijakan tunda bayar 1 tahun atau relaksasi kredit yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Silahkan anda tonton biar mengerti penjelasan saya secara mendetail. Menurut anda sendiri bagaimana? Sudah proses memenuhi poin yang keberapa?