Beberapa waktu lalu, dunia hiburan dihebohkan dengan berita perceraian Ari Wibowo dengan Inge Anugrah yang yang viral di publik.
Petru Bala Pattyona selaku pengacara Inge menjelaskan jika sang aktor tidak pernah memberikan uang tunai, melainkan hanya menggunakan kartu kredit ke istrinya untuk memenuhi kebutuhan belanja di dapur. Kartu kredit yang dipakai pun hanya memiliki limit tertentu. Selama menjalani hidup bersama, Inge tidak pernah pegang uang tunai.
Sebenarnya, menggunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhan sehari-hari itu tidak salah. Apalagi yang berkaitan dengan urusan dapur. Apalagi kartu kredit juga sering memberikan manfaat kepada penggunanya, seperti adanya promo menarik hingga poin reward yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi tagihan.
Namun di balik semua kemudahan tersebut, ada beberapa kekurangan yang patut diwaspadai. Jika memang ingin memanfaatkan kartu kredit untuk urusan belanja, ketahuilah beberapa hal berikut.
Kartu Kredit bisa digunakan untuk hal yang benar maupun salah
Ketika menggunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhan bulanan, membayar premi asuransi, ataupun transaksi yang masih sesuai budget, maka kartu kredit ini sudah dimanfaatkan dengan benar.
Bisakah menggunakan tarik tunai kartu kredit untuk melunasi tunggakan utang yang lain? Tentu bisa, walaupun ini termasuk cara yang salah. Intinya, kartu kredit ini bisa dimanfaatkan untuk segala hal baik yang benar maupun yang benar.
Dengan menggunakan kartu kredit untuk satu pembayaran, pengguna sejatinya sudah menambah satu utang konsumtif. Dengan bertambahnya utang, itu justru akan membebani arus kas bulanan hingga mengurangi kekayaan. Jika memang harus menggunakan kartu kredit untuk mendapat promo, segera lakukan pembayaran secepatnya setelah digunakan.
Orang bisa memiliki kartu kredit dengan limit yang lebih tinggi dari penghasilan
Dikutip dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah penghasilan per bulan minimum untuk bisa memiliki kartu kredit adalan Rp 3 juta. Untuk orang bergaji Rp 3 juta sampai Rp 10 juta, memiliki dua kartu kredit diperbolehkan.
Lalu bagaimana jika orang yang bersangkutan memiliki gaji di atas Rp 10 juta? Dijelaskan bahwa tidak ada aturah khusus untuk pemegang kartu kredit yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 10 juta per bulan. Aturan ini dikembalikan ke penerbit kartu kredit agar bisa menyesuaikan dengan risk appetite masing-masing.
Godaan konsumtif untuk pemegang kartu kredit memang cukup tinggi. Dengan kemudahan dalam penggunaan dan limit yang besar, kemungkinan besar penggunaan kartu kredit akan menjadi overlimit, yang berakibat utang jadi bertambah dan nilai kekayaan terus menurun. Saat seseorang sedang terjerat utang kartu kredit, maka aset yang dimiliki pun bisa ilang akibat kewajiban pelunasan utang ini.
Suka belanja pakai kartu kredit? keuangan harus aman
Pemilik kartu kredit harus memiliki mindset yang baik jika kartu kredit bukanlah uang tambahan. Pemilik kartu kredit juga harus memiliki kesehatan keuangan yang baik, yang ditandai dengan memiliki dana darurat yang ideal serta memiliki tabungan yang cukup.
Sangat penting untuk bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi jika suatu saat kehilangan penghasilan namun tentap berkewajiban membayar cicilan tersebut. Tanpa keuangan yang sehat, pengguna bisa saja menunda pembayaran atau mengajukan pinjaman untuk melunasi utang alias gali lubang tutup lubang.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?
Tag: Cara Pemakaian Kartu Kredit
3 CHECKLIST YANG HARUS DITANDAI KALAU MAU NAIK LIMIT KARTU KREDIT!
Kartu kredit bisa menjadi metode pemmbayaran yang mudah dan bisa membawa banya keuntungkan kalau digunakan dengan tepat dan bijak. Semudah membeli kebutuhan sehari-hari dengan cara mencicil dan enggak perlu mengeluarkan banyak uang tunai dalam satu waktu. Simpel dan praktis, kan? Keuntungan yang didapatkan pun juga beragam kalau kalian menggunakan kartu kredit, semisal mendapatkan reward seperti diskon atau pun cash back ketika berbelanja.
Dengan adanya berbagai kemudahan tersebut, sudah menjadi rahasia umum kalau banyak orang yang tertarik untuk mengajukan kenaikan limit kartu kredit. tapi sebelum mengajukannya, perhatikan 3 hal ini:
1. SESUAIKAN DENGAN KEMAMPUAN FINANSIAL
Jangan pernah menaikkan limit kartu kredit hanya demi gengsi dan akhirnya mengubah gaya hidup kalian menjadi konsumtif. Bayarlah tepat waktu supaya riwayat penggunaan kartu kredit kalian tetap sehat dari sudut pandang bank, sehingga bank akan mempertimbangkan untuk pengajuan naik limit.
2. CICILAN TIDAK LEBIH DARI 30% PENGHASILAN
Beberapa ahli keuangan menyebut bahwa utang yang ideal adalah yang jumlahnya tidak lebih dari 30% penghasilan. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gagal bayar kalau seandainya kondisi keuangan tiba-tiba sedang memburuk. Oleh sebab itu, kalian perlu mengecek kembali total utang yang sudah ada sebelum mengajukan naik limit.
3. NAIKKAN LIMIT SESUAI KEBUTUHAN
Pilihlah limit yang sekiranya bisa memenuhi kebutuhan kalian, bukan keinginan. Jika diperlukan, lakukan evaluasi pemakaian kartu kredit kalian dalam beberapa bulan terakhir sebagai acuan. Pastikan jumlah limit baru yang akan diajukan sesuai dengan kebutuhan kalian.
Jadi, tidak ada salahnya untuk punya keinginan menaikkan limit kartu kredit, tapi harus memperhatikan beberapa hal sebelum menaikkan limit kredit. Tapi sebelum menaikkan limit kartu kredit, harus berhati-hati karena semakin banyak penipuan yang mengatasnamakan pihak bank dengan modus naik limit kartu kredit.
Jadi menurut kalian, apakah kalian setuju dengan pernyataan di atas? Apalagi hal yang harus diperhatikan kalau mau menaikkan limit kartu kredit?





