KALIAN  MASIH PEMULA? GUNAKAN CARA INI SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT!

KALIAN MASIH PEMULA? GUNAKAN CARA INI SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT!

Siapa yang tidak kenal dengan kartu kredit, kartu berukuran kecil yang bisa masuk ke dompet dan punya banyak fungsi. Namun terkadang orang yang masih awam masih kesulitan membedakan kartu kredit dan kartu debit. Walaupun serupa bentuknya, namun pada dasarnya kartu kredit dankartu debit itu berbeda. Kartu debit saat proses transaksi menggunakan uang yang diambil dari saldo tabungan. Jika tidak ada saldo, transaksi tidak bisa dilakukan. Berbeda dengan kartu kredit, tanpa ada saldo di tabungan pun, transaksi masih bisa dilakukan.
Ini diakibatkan karena uang yang digunakan untuk pembayaran adalah uang pinjaman dari bank. Banyak yang masih miskonsepsi dengan uang yang dipakai saat menggunakan kartu kredit adalah uang milik pribadi. Uang yang dipakai untuk membayar tersebut adalah uang dari bank, bisa dibilang kalian berutang ke bank dan wajib membayar utang sebelum jatuh tempo.
Walaupun kesannya ribet karena harus membayar tagihan, namun jika digunakan dengan baik dan tepat guna, kartu kredit bisa membantu dalam mengatur keuangan menjadi jauh lebih baik dan bisa dijadikan untuk dana darurat nantinya.
Namun, masih banyak yang kesulitan bagaimana cara menggunakan kartu kredit pertama. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh para pemegang kartu kredit pemula. Apa saja itu?
1. LAKUKAN AKTIVASI KARTU KREDIT
Ketika sudah mendapatkan kartu kredit dari kurir, kartu kredit tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk bertransaksi, harus melakukan aktivasi terlebih dahulu. Lalu bagaimana cara aktivasinya? Ada beberapa opsi yang bisa dipilih—via SMS, telepon, ataupun melalui m-banking.

2. INGAT DUA TANGGAL PENTING KARTU KREDIT
Setelah melakukan aktivasi kartu kredit, pengguna pemula harus selalu mengingat dua tanggal penting ini ketika sudah memiliki kartu kredit. dua tanggal ini wajib diingat untuk menghindari keterlambatan. Dua tanggal penting yang dimaksud adalah tanggal cetak tagihan yang merupakan tanggal pembukuan, dan tanggal jatuh tempo merupakan tanggal terakhir untuk membayar tagihan. Dua tanggal tersebut bisa ditemui di lembar tagihan yang akan dikirim ke alamat pengguna tiap bulannya.
Teruntuk pemegang kartu kredit pemula, penting sekali untuk mendpat lembar tagihan karena ada tanggal cetak tagihan dan tanggal jatuh tiap kartu kredit itu berbeda. Jika si pengguna belum juga mendapatkan lembar tagihan, bisa menghubungi call center bisa dilihat di bagian belakang kartu kredit.
Jika sudah menerima lembar tagihan secara rutin, selalu ingat untuk periksa lembar tagihan secara disiplin dan lunasi semua tagihan sebelum jatuh tempo. Dengan cara tersebut, pengguna bisa mendapatkan pinjaman dari bank sebesar 0% serta menhindari bunga dan denda keterlambatan.
Itu tadi beberapa cara penggunaan kartu kredit untuk para pemula. Walaupun terlihat mudah dan praktis, namun ada konsekuensi yang harus diterima ketika sudah memutuskan untuk memiliki kartu kredit. Jadi sebelum kalian yakin ingin memiliki kartu kredit, pastikan dulu kemampuan finansial untuk membayar tagihan kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

BAGAIMANA CARA GEN Z DALAM MENGGUNAKAN KARTU KREDIT?

BAGAIMANA CARA GEN Z DALAM MENGGUNAKAN KARTU KREDIT?

Masing-masing generasi mempunyai tingkat kenyamanan berbeda dalam melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit. Data yang dikumpulkan oleh survei fitur kartu kredit Bankrate pada Desember 2021 menyebutkan 55% orang berusia 18-20 tahun setidaknya memiliki satu kartu kredit. Angka tersebut meningkat menjadi 73% untuk usia 30-49 tahun, 78% untuk usia 50-64 tahun, dan 89% untuk usia 65 tahun ke atas.
Dari semua generasi, Gen Z cenderung tidak terlalu tertarik untuk menggunakan kartu kredit. beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain kurangnya akses terhadap kredit, takut terjebak jeratan utang, dan penggunaan paylater sebagai alternatif yang populer.
Di lain pihak, konsumen yang lebih tua cenderung memiliki sejarah kredit yang lebih panjang dan mempunyai akses yang lebih luas terhadap kartu kredit, hal ini membuat mereka lebih nyaman menggunakan kartu kredit.

Apa hubungan Gen Z dengan kartu kredit?
Dengan semakin beragamnya alternatif selain kartu kredit konvensional, banyak Gen Z yang memilih untuk menunda menambahkan kartu kredit ke dompet mereka dan lebih memilih menggunakan kartu debit untuk berbelanja.
Salah satu alternatif yang populer belakangan ini adalah paylater. Ini memberikan kesempatan kepada mereka yang lebih muda untuk menyebarkan pembayaran dalam jumlah besar dari waktu ke waktu, serta menghindari terjerumus ke dalam tumpukan utang dengan hanya perlu menggunakan paylater di tempat yang menerima dan hanya untuk pembelian tertentu.

Apa yang mendorong keputusan keuangan Gen Z?
Studi menunjukkan jika Gen Z merupakan generasi yang paling tidak melek dengan masalah finansial di antara semua generasi. Di samping itu, banyak Gen Z yang berhati-hati dalam mengambil langkah finansial yang beresiko akibat melihat pengalaman orang tua menghadapi resesi hebat dan generasi milenial yang banting tulang untuk membayar utang pendidikan dan mencari pekerjaan tetap.
Faktanya, masalah uang adalah pemicu stress utama bagi Gen Z. Menggunungnya utang pinjaman untuk pendidikan, ekonomi merosot akibat pandemi, dan inflasi yang semakin tinggi merupakan beberapa faktor yang membebani generasi muda saat ini.
Dari mana sumber keuangan Gen Z?
Walaupun belum begitu paham dengan keuangan pribadi, Gen Z memiliki banyak pilihan untuk bisa meningkatkan literasi keuangan mereka. Teruntuk Gen Z yang lahir di era digital, jawaban untuk sebagian besar pertanyaan seputar keuangan mereka mudah diakses di ujung jari mereka.
Tidak hanya itu saja, mereka bisa menemukan buku keuangan pribadi, podcast, dan sumber daya pemerintah yang bisa membantu mereka dalam meningkatkan literasi keuangan mereka secara keseluruhan serta membantu mereka untuk lebih bertanggung jawab terhadap keuangan mereka.
Menumbuhkan pengetahuan soal keuangan dan belajar untuk mampu mengelola uang dengan benar serta membangun riwayat kredit yang positif merupakan langkah utama untuk bisa mencapai tonggak keuangan utama seperti membeli kendaraan, menjadi pemilik rumah, bahkan mengambil pinjaman untuk berbisnis.
Dengan membuat anggaran sederhana seperti menggunakan metode 50/20/30 atau metode amplop bisa membantu konsumen untuk menghindari pengeluaran yang berlebihan dan bertanggung jawab terhadap tujuan tabungan serta pembayaran rutin tiap bulannya.
Memiliki kebiasaan dalam mengelola keuangan yang bertanggung jawab bisa memberikan hasil jangka panjang, menunjukkan kepada lembaga keuangan yang lebih besar bahwa mereka mampu mengelola keuangan dan bisa menjadi peminjam terpercaya di masa mendatang saat akan mengajukan kartu kredit maupun pinjaman baru.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sudah pernah melakukan hal-hal yang sudah dijelaskan di atas sebelumnya?

KALIAN  MASIH PEMULA? GUNAKAN CARA INI SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT!

KALIAN MASIH PEMULA? GUNAKAN CARA INI SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT!

Siapa yang tidak kenal dengan kartu kredit, kartu berukuran kecil yang bisa masuk ke dompet dan punya banyak fungsi. Namun terkadang orang yang masih awam masih kesulitan membedakan kartu kredit dan kartu debit. Walaupun serupa bentuknya, namun pada dasarnya kartu kredit dan kartu debit itu berbeda. Kartu debit saat proses transaksi menggunakan uang yang diambil dari saldo tabungan. Jika tidak ada saldo, transaksi tidak bisa dilakukan. Berbeda dengan kartu kredit, tanpa ada saldo di tabungan pun, transaksi masih bisa dilakukan.
Ini diakibatkan karena uang yang digunakan untuk pembayaran adalah uang pinjaman dari bank. Banyak yang masih miskonsepsi dengan uang yang dipakai saat menggunakan kartu kredit adalah uang milik pribadi. Uang yang dipakai untuk membayar tersebut adalah uang dari bank, bisa dibilang kalian berutang ke bank dan wajib membayar utang sebelum jatuh tempo.
Walaupun kesannya ribet karena harus membayar tagihan, namun jika digunakan dengan baik dan tepat guna, kartu kredit bisa membantu dalam mengatur keuangan menjadi jauh lebih baik dan bisa dijadikan untuk dana darurat nantinya.
Namun, masih banyak yang kesulitan bagaimana cara menggunakan kartu kredit pertama. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh para pemegang kartu kredit pemula. Apa saja itu?
1. LAKUKAN AKTIVASI KARTU KREDIT
Ketika sudah mendapatkan kartu kredit dari kurir, kartu kredit tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk bertransaksi, harus melakukan aktivasi terlebih dahulu. Lalu bagaimana cara aktivasinya? Ada beberapa opsi yang bisa dipilih—via SMS, telepon, ataupun melalui m-banking.

2. INGAT DUA TANGGAL PENTING KARTU KREDIT
Setelah melakukan aktivasi kartu kredit, pengguna pemula harus selalu mengingat dua tanggal penting ini ketika sudah memiliki kartu kredit. dua tanggal ini wajib diingat untuk menghindari keterlambatan. Dua tanggal penting yang dimaksud adalah tanggal cetak tagihan yang merupakan tanggal pembukuan, dan tanggal jatuh tempo merupakan tanggal terakhir untuk membayar tagihan. Dua tanggal tersebut bisa ditemui di lembar tagihan yang akan dikirim ke alamat pengguna tiap bulannya.
Teruntuk pemegang kartu kredit pemula, penting sekali untuk mendpat lembar tagihan karena ada tanggal cetak tagihan dan tanggal jatuh tiap kartu kredit itu berbeda. Jika si pengguna belum juga mendapatkan lembar tagihan, bisa menghubungi call center bisa dilihat di bagian belakang kartu kredit.
Jika sudah menerima lembar tagihan secara rutin, selalu ingat untuk periksa lembar tagihan secara disiplin dan lunasi semua tagihan sebelum jatuh tempo. Dengan cara tersebut, pengguna bisa mendapatkan pinjaman dari bank sebesar 0% serta menhindari bunga dan denda keterlambatan.
Itu tadi beberapa cara penggunaan kartu kredit untuk para pemula. Walaupun terlihat mudah dan praktis, namun ada konsekuensi yang harus diterima ketika sudah memutuskan untuk memiliki kartu kredit. Jadi sebelum kalian yakin ingin memiliki kartu kredit, pastikan dulu kemampuan finansial untuk membayar tagihan kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds