Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

blindspot dalam penerapan bisnis anda

Kali ini Saya ingin sharing mengenai Blind Spot.

BLIND SPOT?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]A[/mk_dropcaps]

pakah Anda pernah merasa bahwa Anda sudah cukup tahu banyak tentang sebuah ilmu yang sudah pernah dipelajari sebelumnya?

[feature_box style=”12″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”center”]

Anda merasa sudah memahami tentang tata cara penggunaan kartu kredit dalam bisnis.

Di sisi lain saat Anda dan teman Anda sama-sama memahami tentang ilmu penggunaan kartu kredit, ternyata teman Anda justru lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Lalu kenapa hal seperti itu bisa terjadi?

[/feature_box]

Setelah kejadian tersebut tentu Anda akan mulai mempelajari dan mengikuti kelas kembali bersama mentor-mentor yang berbeda.

Nah, saat Anda mulai open mind serta mempelajari jauh lebih dalam, Anda akan menyadari bahwa Anda telah mengalami yang namanya Blind Spot.

Mungkin inilah yang membedakan kenapa teman Anda bisa lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Istilah Blind Spot sendiri adalah dari semua hal yang sudah diketahui, ternyata masih terdapat miss detail, artinya kita tidak mengetahui secara detail tentang ilmu yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Mempelajari sesuatu tentu tidak bisa hanya sekali dua kali. Karena ketika Anda merasa tahu dan merasa sudah memahami semua hal disitulah letak kebodohan Anda.

Anda tidak mau mengembangkan ilmu dan akhirnya terjadilah Blind Spot.

Ada yang mengatakan bahwa “Pengulangan adalah ibu dari segala ketrampilan” tentu Saya sangat setuju dengan statment tersebut.

Itulah kenapa kita dituntut mempunyai pemikiran yang terbuka. Mempelajari suatu hal secara berulang-ulang agar ilmu yang didapatkan semakin bertambah terutama ilmu baru atau ilmu yang up to date.

Setiap ada kesempatan Saya selalu belajar dari banyak orang, walaupun saat ini Saya sudah menjadi seorang pengajar tapi hal itu tidak serta merta membuat Saya merasa bahwa diri Saya sudah memahami semua materi.

Saya masih akan terus belajar untuk menghindari terjadinya Blind Spot, sebab ketika sedang mengajar kadang seseorang seringkali tidak menyadari dengan adanya ilmu baru (up to date).

Nah, sekarang Saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda pernah mengalamI Blind Spot? Coba Anda pikirkan.

Saya pun baru akan menyadari bahwa Saya memiliki banyak Blind Spot ketika Saya mulai mempelajarinya lagi.

Ketika memutuskan untuk berhenti mempelajari sesuatu itu artinya Saya merasa sudah pintar tapi kenyataannya dalam hal bisnis omset Saya tidak bertambah.

Sebaliknya ketika Saya mengembangkan ilmu yang Saya miliki  dan terus mempelajarinya justru omset Saya semakin bertambah sebab Blind SpotBlind Spot yang semula banyak perlahan-lahan mulai tertutupi .

Always open mind dan jangan pernah berhenti untuk belajar. Sekali lagi Saya tekankan bahwa ketika Anda merasa pintar disitulah letak kebodohan Anda”.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi antara permodalan dan bisnis internet marketing

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]aat ini dunia digital marketing sudah berkembang sangat luar biasa. Saya sendiri memiliki background didunia permodalan.

Nah, jika dua dunia ini dikombinasikan mungkin dampaknya akan sangat luar biasa, karena saat ini hampir semua bisnis digital marketing sudah menggunakan fasilitas kartu kredit, tanpa kartu kreditpun sebenarnya masih bisa, namun Anda hanya akan membuang-buang waktu untuk melakukan transfer, konfirmasi dan hal-hal yang tentunya akan merepotkan Anda.

Saya menemukan adanya satu peluang yang sangat potensial terutama bagi Anda para digital marketer yang nantinya akan berkecimpung didunia seminar maupun workshop. Peluang ini sendiri mungkin belum di isi oleh banyak orang.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Masalahnya saat ini banyak orang yang berkeinginan terjun ke dunia digital enterpreneur tetapi masih mempunyai beberapa kendala, sebab kebanyakan dari kita khususnya yang umurnya sudah mencapai angka 30 sampai 50 memiliki pengetahuan yang minim soal teknologi alias gaptek (gagap teknologi) karena dunia digital marketing saat ini lebih dikuasai oleh orang-orang yang notabene-nya berumur dibawah 30 tahun.

Generasi muda dibawah 30 mungkin lebih pintar dan fresh dalam hal pemikiran, tapi mereka cenderung memiliki modal yang terbatas, sebaliknya orang-orang yang berumur diatas angka 30 memiliki banyak modal tetapi gaptek.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet MarketingJika Anda bisa menjadikan ini sebagai jembatan dan mengkombinasikan antara keduanya mungkin hasilnya akan sangat luar biasa, artinya Anda yang memiliki skill bisa membuat pelatihan-pelatihan yang sederhana untuk orang-orang yang mungkin masih awam dengan dunia digital marketing.

[feature_box style=”8″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”justify”]

Contoh :

Saat ini masih banyak orang yang belum bisa mengatur dan me-manage email, bahkan untuk membuat email saja terkadang orang masih merasa kesulitan, bukan berarti mereka orang-orang yang memiliki keterbatasan biaya, sebab Saya mempunyai murid-murid yang sebagian besar adalah bos-bos dengan gaji mencapai ratusan juta hingga miliaran tetapi pengetahuannya masih minim dibidang teknologi.

Tidak perlu sampai membuat orang langsung memiliki kemampuan yang high skill karena hal terpenting ialah Anda harus sabar saat mengajar. Saya rasa pelatihan semacam ini bisa Anda hargai dengan kisaran 2 sampai 3 juta.[/feature_box]

Selain email, Anda juga bisa mengajar tutorial seperti bagaimana cara menggunakan dan mengatur FB Ads, Google Ads dan lain-lain yang tentu masih ada hubungannya dengan digital marketing.

Andapun dapat memfokuskan pada salah satu materi dalam sekali mengajar karena yang dibutuhkan adalah bagaimana seseorang dapat memahami apa yang disampaikan secara step by step.

Tentu ini akan jadi sebuah peluang bisnis yang bagus untuk Anda sebagai seorang digital marketer.

Saya pribadi sudah mempelajari tentang teknologi digital marketing dari orang-orang yang memang memiliki skill dibidangnya masing-masing, bisa dibilang Saya cukup paham dan tidak terlalu gaptek, namun terkadang Saya masih suka nge-blank. Dari situ Saya bisa merasakan bagaimana perasaan rekan-rekan yang totally zero.

Maka dari itu dibutuhkan setidaknya sedikit pemahaman mengenai konsep-konsep yang terkait dalam dunia digital marketing, apalagi Anda bisa membuka kursus semacam ini tanpa perlu menggunakan modal, karena yang dibutuhkan hanya skill Anda.

“Sekali lagi Saya tekankan bahwa ini adalah peluang yang bagus terutama bagi generasi muda yang punya skill but no have money untuk memberikan ilmunya kepada  “generasi tua” yang have money but no skill. Simbiosis mutualisme mungkin istilah yang tepat untuk kondisi seperti ini”

Mudah-mudahan pembahasan ini dapat menginspirasi bahwa sebenarnya cari uang itu gampang dan bisnispun akan jauh lebih mudah dengan catatan Anda memiliki skill.

Nanti ketika Anda membutuhkan modal, Anda bisa belajar dikelas Credit Card Revolution, atau ketika Anda berencana membeli rumah agar KPR tidak ditolak bisa belajar materi di Credit Strategy For Property Investor. Tapi satu hal yang harus Anda perhatikan, Always Use Your Brain.

Sekian dan sukses untuk Anda.

About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk cari Uang atau Memang Passion

Sebenarnya apa tujuan anda berbisnis?

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]J[/mk_dropcaps]ika tujuan dan standart bisnis Anda cuma uang maka tidak heran Anda akan diperbudak oleh uang, sebab Anda hanya akan fokus pada bagaimana cara untuk mendapatkan peluang bisnis dengan uang yang jumlahnya besar.

Anda akan terus berpindah-pindah dari bisnis A ke bisnis B ketika sudah tidak ada lagi uang yang didapatkan, hal itu akan terus berulang-ulang sebab tujuan Anda hanya untuk mendapatkan uang, uang dan uang.

Saya pribadi tidak suka dengan statment “Bekerja demi mendapatkan uang”, karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya statment tersebut hanya akan membuat Anda diperbudak oleh uang.

Orang-orang yang terjebak di dalam money game akan tergiur dengan tawaran-tawaran yang memberikan peluang dengan jumlah uang yang besar dan tentu mereka lebih mudah terpengaruh dengan iming-iming uang. Saya menyebutnya dengan ababilpreneur, mungkin Anda merasa tersinggung ketika saya mengatakan hal ini, namun disini saya selalu berbicara apa adanya karena semua yang saya katakan demi kebaikan anda juga.

Jadi mulailah berpikir, tujuan Anda berbisnis sebenarnya untuk apa?

Saya pribadi selalu memilih bisnis yang saya gemari, artinya ketika saya mengerjakan bisnis tanpa mendapatkan uang, saya tetap senang dan bersemangat.

Saat ini saya memiliki bisnis yang bergerak dibidang supplier obat dan makanan burung, bisnis ini sudah berjalan 11 tahun lamanya. Berawal dari passion, saya mulai memelihara burung pada tahun 1998, ditambah mempunyai seorang ayah tiri yang bekerja sebagai dokter hewan, beliau pernah bekerja dibagian nutrisi burung, dari situlah saya mulai diajarkan bagaimana cara meracik obat dan makanan burung, pada akhirnya saya mulai mengembangkannya dengan menjual obat dan makanan burung walaupun sebagian orang menganggap makanan burung hanya begitu-begitu saja, tetapi bagi saya ini adalah sebuah investasi.

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

Mungkin sebagai seorang enterpreneur wajar jika saya mulai bosan dengan bisnis yang sedang dijalankan, maka pada tahun 2008 saya mulai beralih ke bisnis lain yaitu bisnis yang saya dirikan karena hobi yaitu bisnis stiker.

Tidak sampai dibisnis stiker saja, saya kembali membuka bisnis, lagi-lagi bisnis yang tidak jauh dari hobi yang mungkin sudah bisa diketahui dari postur badan saya yang besar, yaitu bisnis cafe dan restoran.

Di tahun 2010 Saya mulai mengajar seminar-seminar, Anda mungkin bertanya-tanya kenapa Saya mau melakukannya, simple karena I Love Sharing.

Ketika tujuan bisnis hanya sekedar untuk mencari uang, rasa bosan seringkali muncul. Hal itu yang saya rasakan sekitar tahun 2014–2015 pada bisnis seminar. Maka diakhir tahun 2015 saya melakukan satu tes untuk mengetahui apakah saya benar-benar suka mengajar atau saya mengajar hanya untuk mencari uang.

CCR

Akhirnya Saya membuat sebuah program bernama CCR Recovery, sebuah seminar yang dikhususkan bagi kawan-kawan yang bermasalah dengan kartu kreditnya, seminar CCR Recovery sendiri tidak memungut biaya apapun alias gratis, bahkan untuk tempat dan makanpun sudah terfasilitasi, program ini sudah berjalan sebanyak 4x. Artinya ketika class seminar biasanya dikenakan biaya 4 sampai 5 juta, kemudian saya mengajar seminar secara gratis maka yang didapatkan justru kepuasan batin karena saya berhasil membantu kawan-kawan dalam memecahkan masalah dikartu kreditnya. Bagi saya it’s ok and it’s fine dan dari situ saya mengetahui bahwa basic saya memang mengajar.

Ketika melakukan sesuatu, lakukan dengan passion.

Salah satu cara yang mudah untuk mengetahui passion Anda adalah ketika Anda sedang melakukan suatu hal tanpa mendapatkan uang, tanyakan pada diri anda sendiri, masih tertarikkah Anda melakukannya? Jika Anda tidak tertarik, bisa jadi passion anda bukanlah disana.

Lalu apa hubungan passion dengan uang?

Seseorang yang melakukan sebuah bisnis menggunakan passion memiliki aura yang berbeda, seorang konsumen pun dapat melihat perbedaan antara orang bekerja hanya karena uang dengan orang bekerja karena passion.

Konsumen cukup melihat bagaimana antusias dan semangatnya seseorang dalam menjalankan bisnis meskipun tidak banyak uang yang didapatkan. Dengan begitu konsumen cenderung akan lebih menghargai Anda dan tidak menutup kemungkinan konsumen akan terus-menerus mendatangi bisnis anda karena saya meyakini ketika kita menjadi yang terbaik dibidangnya, maka kita akan kaya dengan sendirinya, apapun itu.

Saya menganggap pekerjaan saya baik itu Seminar Kartu Kredit, Cafe dan Restoran, atau bisnis makanan burung didirikan karena adanya passion, karena dalam berbisnis kita tidak hanya bekerja untuk uang tetapi bagaimana kita bisa memiliki sesuatu yang terbaik, bagaimana kita menjadi artis dalam bisnis, dan bagaimana kita bisa menciptakan karya yang jauh lebih bagus lagi.

Hal terpenting dalam bisnis adalah Passion.

Ketika anda tidak memiliki passion dan hanya sekedar mencari uang, maka tidak bosan-bosannya saya katakan bahwa anda hanya akan diperbudak oleh yang namanya uang, dalam kondisi seperti ini yang bisa anda lakukan hanyalah berpindah-pindah dari tempat A ke tempat B lalu ke tempat C sampai anda menua termakan usia.

Saran saya ketika mencari sebuah bisnis jangan hanya fokus dalam hal mendapatkan uang, uang adalah urusan mudah sebab dengan adanya passion uang akan datang secara otomatis.

Ketika anda sudah menjadi pakar dibidangnya karena sebuah passion, maka orang lain akan melihatnya dan dari situ anda akan meraih really-really big money.

Sekian dari saya, semoga membantu. – Roy Shakti



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?

Halo sahabat semua dimanapun anda berada. Hari ini kita akan sedikit membahas tentang masalah antara bisnis dan judi, mungkin Anda tidak mengerti dan mungkin juga bertanya-tanya apakah bisnis dan judi itu sama, karena kebanyakan orang berpikir bahwa bisnis dan judi memiliki kemiripan sehingga banyak kita temui kasus-kasus yang seolah-olah Anda sedang berbisnis tetapi kenyataannya Anda berjudi, akhirnya Anda berjudi dalam bisnis. Lalu kira-kira apa yang membedakan antara bisnis dan judi itu sendiri?

Jika dikaitkan dengan judi, mungkin ada sebuah istilah yang namanya hukum probabilitas, sebagai contoh dalam judi bola probabilitasnya yaitu satu banding dua, dalam judi dadu probabilitasnya adalah satu banding enam, inilah yang dinamakan hukum probabilitas, artinya ketika anda menemui paul si gurita untuk meminta tolong meramalkan sebuah pertandingan bola, tetap saja perbandingannya hanya satu banding dua, tidak ada yang bisa merubahnya.

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?Tetapi ketika dalam bisnis, semua itu menjadi relatif dan bisa dirubah.

Contohnya, ketika anda mulai berbisnis kuliner :

  • Apakah Anda sudah mengerti soal bisnis kuliner ?
  • Apakah Anda punya pengalaman dibisnis kuliner ?
  • Apakah Anda pernah bekerja dibisnis kuliner ?
  • Apakah Anda pernah belajar tentang bisnis kuliner ?

Kalau Anda tidak pernah belajar apapun tentang bisnis kuliner, maka kemungkinan kesuksesan Anda hanya sebesar 5% dan 95% sisanya adalah besar rasio kegagalan Anda, itulah bisnis.

Namun kesuksesan dalam berbisnis bisa ditingkatkan dengan banyak cara, salah satunya dengan mengikuti seminar-seminar, belajar dari orang yang berpengalaman, atau belajar dari komunitas yang Anda ikuti, dengan begitu rasio keberhasilan Anda akan meningkat dari yang awalnya hanya 5% bisa menjadi 10%, 15%, 20% dan seterusnya. Faktor “kena tipu” dalam bisnispun sebenarnya bisa mempertinggi rasio kesuksesan karena Anda bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

Sampai pada akhirnya ketika anda sudah menjadi seorang master dibidangnya, rasio kegagalan Anda kemungkinan hanya sebesar 5% saja, kenapa Saya tidak mengatakan 0%? Karena sebagai manusia kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, sebab kita hanya bisa berusaha namun tetap Tuhan yang menentukan semuanya, setidaknya kita tetap bisa berusaha untuk mengurangi rasio kegagalan dalam bisnis. Lain halnya ketika Anda tidak mengetahui apapun tentang bisnis tersebut tapi tetap ngotot ingin menjalankan bisnis itu maka rasio kegagalan Anda berbalik menjadi 95%, 5% sisanya mungkin hanyalah faktor keberuntungan saja.

Jadi maksudnya ketika Anda ingin membuka bisnis bengkel, Anda harus mengerti soal bisnis bengkel, apabila Anda tidak mengerti apapun tapi tetap nekat membuka bisnis bengkel, itu artinya Anda sedang berjudi dalam bisnis. Oleh karena itu sebelum menginvestasikan uang Anda dalam bisnis, investasikan waktu Anda terlebih dahulu, dengan begitu rasio kegagalan Anda akan semakin berkurang dengan adanya proses pembelajaran serta pengalaman yang nantinya akan didapatkan. Apakah Anda sudah paham sekarang?



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Pentingnya Feedback dari yang Sudah Berpengalaman

Pentingnya Feedback dari yang Sudah Berpengalaman

Mempunyai bisnis adalah salah satu wujud impian bagi kalangan masyarakat. Namun memulai sebuah bisnis bukanlah perkara yang mudah, dalam menjalankan bisnis kita perlu mengetahui hal-hal apa saja yang dapat mendukung bisnis agar bisnis yang dijalankan mampu berkembang dan mampu bersaing dengan pesaing bisnis lainnya. Karena kesuksesan dalam berbisnis tidak akan pernah lepas dari yang namanya proses sebab bisnis bukan sesuatu yang bisa dilakukan secara instan, artinya seseorang tidak akan bisa memulai bisnis tanpa tahu hal-hal yang dapat menunjang bisnis itu sendiri. Lalu bagaimana caranya agar bisnis dapat berkembang dan mampu bersaing?

Salah satu cara agar bisnis dapat berkembang adalah dengan mendapatkan referensi yang bersumber dari informasi–informasi yang masih berkaitan dengan bisnis yang sedang dijalankan. Selain mencari informasi tentang cara mengembangkan bisnis, sebuah bisnis juga memerlukan masukan–masukan yang dapat berpengaruh dalam perkembangan bisnis itu sendiri. Masukan-masukan biasanya bisa didapatkan dari para konsumen yang sudah pernah mencoba atau menggunakan produk dan layanan yang ditawarkan, namun selain peran konsumen dalam memberikan masukan, mungkin penting bagi pebisnis untuk mendapatkan masukan dari para pakar bisnis atau orang yang jauh lebih berpengalaman dalam bidang bisnisnya masing-masing, salah satu bentuk usaha pebisnis untuk mewujudkan sebuah bisnis yang berkembang adalah seperti mendatangi acara-acara seminar atau pelatihan-pelatihan yang berisi mentor-mentor yang sudah memiliki banyak pengalaman dibidang bisnis, apabila dirasa perlu, presentasikan sedikit bisnis yang sedang dikelola kepada orang-orang atau mentor-mentor yang memang sudah memiliki jam terbang dibidangnya, dengan begitu setidaknya para pelaku bisnis akan mendapatkan pencerahan dalam pengembangan bisnis yang dimilikinya.

Pentingnya Feedback dari yang Sudah Berpengalamann

Contohnya seperti ketika memulai bisnis kuliner, tentu sebagai pemula kita harus mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan agar nantinya bisnis bisa mendapatkan kelancaran tanpa adanya hambatan, bisnis kuliner sendiri sebenarnya mempunyai peluang yang cukup besar untuk berkembang dengan catatan jika dilakukan dengan cara yang tepat dan sungguh-sungguh karena bisnis kuliner sendiri mempunyai segmentasi yang luas dan dapat mencakup semua kalangan dan golongan. Pebisnis kuliner bisa memulai meminta pendapat kepada pakar bisnis dibidang kuliner, mulai menanyakan bagaimana agar konsumen bisa merasakan kenyamanan saat berada dilokasi bisnis, bagaimana cara menciptakan menu yang dapat menarik minat konsumen untuk mencobanya, serta pelayanan yang bagaimana agar konsumen dapat merasa senang dan puas.

Dalam hal menggali informasi terkait pengembangan bisnis melalui mentoring, ada batasan-batasan yang harus dipahami oleh seorang pebisnis antara lain sebisa mungkin posisikan diri sebagai seseorang yang benar-benar ingin mendapatkan pembelajaran untuk mengembangkan sebuah bisnis, jangan memberikan statment-statment yang terkesan menggurui, dan yang terpenting dalam menjalani sebuah bisnis adalah kejujuran informasi yang diberikan artinya informasi bisnis benar-benar sesuatu yang real dan tidak dibuat-buat karena sebuah bisnis akan berkembang dengan baik jika informasi yang diberikan memang apa adanya, mulai dengan menunjukkan kondisi bisnis yang dijalankan,  strategi pemasaran bisnis yang dipakai, bagaimana minat konsumen terhadap produk dan pelayanan yang diberikan saat ini, sampai pada detail keuangan pada bisnis.

Maka dari itu hal yang perlu dilakukan oleh seorang pebisnis adalah mengetahui bagaimana cara yang tepat dalam menyaring informasi-informasi yang didapat dari pakar bisnis agar nantinya bisnis yang dikelola semakin memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat diperhitungkan sebagai pesaing bisnis yang kuat dikalangan pebisnis lainnya.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Feedback Dari Lingkungan Sekitar Berpengaruh Terhadap Bisnis Anda

Feedback Dari Lingkungan Sekitar Berpengaruh Terhadap Bisnis Anda

Ketika Anda mulai menggeluti dunia bisnis siapa orang pertama yang akan memberi dukungan pada Anda? Jelas sudah pasti keluarga Anda. Mereka cenderung paling powerfull mendukung bisnis yang sedang Anda jalankan, mungkin bagi seseorang yang memiliki latar belakang keluarga yang demokratis tentu tidak akan kesulitan saat meminta pendapat atau tanggapan, bahkan tanpa dimintapun mereka dapat secara gamblang mengatakan hal yang dirasa kurang dalam bisnis Anda. Sayangnya tidak semua orang mempunyai keluarga yang bisa secara terang-terangan memberikan kritikan pada bisnis Anda. Apabila sudah seperti itu darimana lagi Anda bisa mendapatkan masukan agar bisnis yang anda jalankan dapat mengalami perkembangan.

Mungkin dalam perkembangan bisnis, kawan terdekat memiliki peran cukup penting dalam memberikan pendapat, tetapi sebelum ia memberikan pendapatnya ada baiknya Anda mengatakan bahwa Anda menginginkan sebuah bisnis yang nantinya dapat berkembang dan penuh dengan inovasi, bila Anda sudah mengatakan seperti itu maka ia benar-benar akan memberikan masukan yang mungkin bisa membantu dalam perkembangan bisnis.

Sebagai awalan, Anda bisa mulai mendeskripsikan terlebih dahulu jenis bisnis yang sedang Anda jalankan secara lengkap dan detail kepada kawan Anda, ceritakan keunggulan dan inovasi-inovasi yang ada dalam bisnis Anda. Setelah penjelasan bisnis anda dirasa cukup coba mulai dengarkan tanggapan kawan Anda.

Saat kawan Anda memberi tanggapan yang positif tentu Anda akan merasa senang, namun tidak serta merta membuat Anda bangga dan langsung merasa puas dengan pencapaian bisnis Anda kala itu sebab feedback positif sekalipun nantinya bisa jadi boomerang bagi bisnis Anda ketika sudah mulai terlena dengan kata-kata pujian yang diberikan. Namun ketika kawan Anda malah memberikan feedback berupa kritikan jangan buru-buru marah atau merasa tersinggung, coba dengarkan terlebih dahulu semua kritikan dan masukan yang ia berikan, kemudian setelah itu Anda bisa mulai memilah-milah masukan mana yang cocok bagi perkembangan bisnis serta mulai benahi sedikit demi sedikit kekurangan yang ada pada bisnis Anda.

Feedback Dari Lingkungan Sekitar Berpengaruh Terhadap Bisnis Andaaa

Mendengarkan masukan dari kawan dekat mungkin belum cukup bagi bisnis Anda, mulailah meminta tanggapan kepada real konsumen, tentu sedikit membutuhkan mental bagi Anda yang belum terbiasa menerima feedback dari orang lain karena bisa jadi tanggapan yang dikeluarkan adalah tanggapan yang sebenarnya tidak ingin Anda dengar dari mulut konsumen, konsumen sendiri cenderung akan melontarkan kata-kata yang benar-benar ingin mereka lontarkan, maka dari itu anda sebaiknya mulai mencari cara bagaimana membuat konsumen merasa puas dengan pelayanan yang ada, misalkan dengan meminta feedback secara langsung artinya Anda akan langsung bertatap muka dengan konsumen sehingga memudahkan Anda untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan atau tidak diinginkan oleh konsumen, salah satu cara lain dengan pemanfaatan sarana teknologi telepon pintar, saat konsumen berada dilokasi, konsumen secara otomatis akan mendapatkan pesan singkat berupa link angket, link tersebut berisi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas dan pelayanan dalam bisnis yang sedang Anda jalankan, maka untuk memudahkan mereka dalam pengaksesan sebaiknya dilingkungan bisnis diberikan fasilitas wifi atau internet gratis. Dengan begitu konsumen akan lebih mudah untuk memberikan tanggapan sebab hal terpenting dalam berbisnis adalah mendengarkan dan menampung semua aspirasi, kritikan dan saran dari konsumen karena kritikan bisa menjadi salah satu tolak ukur untuk dapat mengetahui seberapa puaskah konsumen atas pelayanan yang diberikan didalam bisnis yang sedang anda coba kembangkan.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Feedback yang Cerdas Dibutuhkan Untuk Perkembangan Bisnis

Feedback yang Cerdas Dibutuhkan Untuk Perkembangan Bisnis

Perkembangan bisnis di Indonesia akhir-akhir ini melaju sangat pesat, saat ini banyak orang memilih terjun didunia bisnis, mulai dari bisnis kuliner, bisnis ternak, bisnis properti hingga segala macam bisnis lainnya termasuk bisnis asongan dan kaki lima. Untuk yang ingin memulai berbisnis, setidaknya mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kemajuan dalam berbisnis, faktor-faktor pendukungnya antara lain faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal yaitu sumber daya manusia yang ikut andil dalam bisnis tersebut misalnya dengan adanya manajer, staff serta karyawan didalamnya, kemudian faktor eksternal adalah faktor yang berada diluar bisnis tetapi berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis itu sendiri, salah satunya adalah konsumen.

Berbicara tentang konsumen, konsumen sendiri sudah menjadi salah satu tolak ukur yang penting dalam perkembangan bisnis, masalahnya tidak semua konsumen dapat secara jujur memberikan tanggapannya, mungkin karena kebanyakan orang Indonesia masih menganut budaya sungkan.

Feedback yang Cerdas Dibutuhkan Untuk Perkembangan Bisnis
Negara kita sendiri memang dikenal sebagai negara dengan penduduk yang baik dan ramah. Orang Indonesia cenderung sangat sopan dan berhati-hati dalam urusan berbicara, mereka lebih suka mengeluarkan kata-kata yang membuat orang lain merasa senang daripada melontaran sebuah kritikan, termasuk kaitannya dengan hal berbisnis.

Sebagai contoh ketika seseorang baru saja membuka usaha dibidang kuliner, pastinya orang tersebut akan mengundang keluarga atau kerabat terdekatnya untuk mencoba menu kuliner yang disajikan, ketika ditanya soal rasa mereka cenderung memberikan feedback yang positif atau mengucapkan kata-kata pujian hanya karena tidak ingin membuat tersinggung. Feedback positif sendiri sebenarnya tidak begitu bermanfaat untuk perkembangan bisnis, tidak adanya masukan hanya membuat bisnis kita jalan ditempat dan tidak berinovasi.

Berbeda ketika bisnis kita sudah dihadapkan langsung dengan real konsumen, mereka lebih bisa memberikan tanggapannya, entah positif atau negatif, sebagai contoh bisnis yang sedang marak saat ini adalah bisnis online, bagi mereka mendapatkan feedback positif dibisnis online sangat penting, karena mereka beranggapan dengan adanya feedback positif tentu membuat rating bisnis online mereka naik dan secara otomatis akan berpengaruh pada meningkatnya jumlah konsumen. Namun ketika mereka mendapat feedback berupa kritikan biasanya sebagian dari mereka enggan menanggapi, merasa tersinggung, kecewa atau mungkin terkesan menyerang balik hanya karena mereka berpikir bisnis yang ia jalankan sudah benar.

Mungkin kita sudah mulai harus berpikir bahwa feedback negatif tidak hanya menerima kritikan, cibiran atau hinaan tanpa adanya solusi tetapi sebuah kritikan juga dapat mengarah pada perkembangan dan kemajuan dalam bisnis itu sendiri, semakin banyak kritikkan dan masukan yang kita terima maka semakin kita tahu dimana letak kekurangan pada bisnis kita, dengan begitu kita dapat melakukan evaluasi serta memberikan inovasi-inovasi terbaru agar bisnis yang dijalankan mampu bertahan ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Maka dari itu mulai dari sekarang kita bisa merubah pandangan bahwa sebetulnya sebuah kritikan bisa menjadi poin positif bagi perkembangan dan kemajuan bisnis kita.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.