Presiden Joko Widodo telah meresmikan Kartu Kredit Pemerintah di akhir Agustus 2022. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa program tersebut bisa dilakukan mulai per Januari 2023.
Beliau mengatakan bahwa KKP bisa menjadi salah satu dari 6 program strategis pemerintah untuk mendorong Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, dan BUMN untuk belanja produk dalam negeri. Lima program pemerintah lainnya adalah:
1. Digitalisasi belanja pemerintah
2. Penandatanganan pengadaan kontrak laptop dalam negeri untuk digunakan pemerintah
3. Penyusunan strategi internal masing-masing Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, dan BUMN untuk mengurangi impor
4. Pembekuan produk impor yang sudah bisa dibuat di dalam negeri
5. Pembentukan platform pengadaan nasional terintegrasi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa program ini memfasilitasi pembelian barang dan jasa pemerintah baik pusat maupun daerah dengan skema pembayaran KKP yang prosesnya dilakukan secara domestik. Program ini juga sekaligus menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2022 mengenai penggunaan transaksi non-tunai untuk belanja pemerintah baik di pusat maupun daerah untuk mencintai produk dalam negeri.
KKP Domestik ini merupakan sebuah inisiasi dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Bank Indonesia, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), di mana penerbitan pada tahap awal dilakukan oleh Bank Himbara (BNI, BRI, Bank Mandiri) yang nantinya akan diperluas ke Bank Pembangunan Daerah secara bertahap.
Di tahap awal implementasi KKP Domestik ini dilakukan melalui interkoneksi QRIS yang sudah didukung oleh 85 penyelenggara dan 20,3 juta merchant sehingga bisa langsung dibayar. Dikutip dari keterangan Bank Indonesia Agustus lalu, KKP Domestik ini akan bisa menjadi sumber dana bagi satuan kerja untuk kebutuhan belanja operasional maupun belanja perjalanan dinas.
Tag: BRI
Digitalisasi Kartu Kredit “Cardless” Ala BRI Mulai Dikembangkan
Era digital semakin terdepan. Perkembangan teknologi ini menghasilkan berbagai macam produk baru yang semakin dikenal di masyarakat.
Mengikuti perkembangan teknologi dan demi tujuan efisiensi, kartu kredit pun rencananya akan dibuat “cardless”.
Melansir dari CNBC Indonesia, Handayani – Direktur Bisnis Konsumer BRI menjelaskan arah bisnis kartu kredit bank berwarna biru ini. BRI mengembangkan kartu kredit cardless dan produk paylater bekerja sama dengan fintech.
Kartu kredit cardless ini juga dinamakan sebagai BRI TOUCH Cordless. Kartu kredit ini ditunjukkan untuk generasi millenial dengan rentang usia 25 hingga 35 tahun. Kartu ini dipakai untuk mengakomodasi transaksi online.
Dikatakan bahwa kelebihan kartu kredit cardless ala BRI ini gratis iuran tahunan dan memberi banyak sekali reward yang bisa ditukarkan dengan fasilitas terbang gratis. Produk kartu kredit BRI “Cardless digital” ini juga memberikan perlindungan asuransi jiwa dari sequislife hingga maksimum 75 juta tergantung total limit yang diberikan.
Fitur lainnya adalah adanya BRI Autopay yang bisa membantu pembayaran tagihan rumah seperti telepon, listrik, internet dan lain-lain. Hanya dengan satu kartu bisa digunakan untuk membayar seluruh tagihan.
Tentu fasilitas ini akan memudahkan Anda membayar tepat waktu sebelum denda mendapat denda.
Kartu kredit BRI Cardless juga memberikan kemudahan untuk membayar tiket pesawat dengan metode cicilan, sehingga Anda bisa berpergian kapanpun tanpa takut kehabisan tiket pesawat.
Diharapkan dengan adanya kartu kredit BRI Cardless ini akan memicu bank-bank lain untuk memunculkan produk serupa. Semakin banyak produk keuangan yang terdigitalisasi, akan memberikan keuntungan dari segi efisiensi, kenyamanan dan keamanan.
Produk keuangan digital mampu membantu meminimalisir persebaran virus corona serta mempercepat proses transaksi. Aplikasi produk keuangan digital pun jadi semakin mudah, tinggal klik dari rumah.





