Dampak Penurunan Bunga Kartu Kredit

Dampak Penurunan Bunga Kartu Kredit

Dalam sebuah pemberitaan dilaporkan bahwa bunga kartu kredit akan mengalami penurunan per Juni 2017.

Lalu seperti apa imbasnya bagi pengguna kartu kredit?

Coba mari kita bahas disini.

Anda pasti tahu bahwa dalam dunia kartu kredit kita mengenal 3 jenis biaya yang antara lain :

BIAYA GESTUN

Biaya gestun dikenakan ketika Anda melakukan tarik tunai lewat gesek tunai.

BIAYA TARIK TUNAI

Biaya tarik tunai dikenakan ketika Anda menarik secara tunai lewat ATM.

BIAYA BUNGA

Biaya bunga dikenakan ketika Anda tidak melakukan pembayaran secara full payment atau Anda hanya membayar minimum payment.

[divider style=”0″]

Lalu penurunan bunga terjadi dimana?

Penurunan terjadi pada BIAYA BUNGA yang awalnya 2.95% turun menjadi 2.25%.

Tetapi yang harus diketahui adalah selama Anda melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo.

Maka tidak akan ada efek yang dirasakan sebab tidak akan dikenakan biaya bunga.

Yang berimbas adalah ketika Anda menggunakan kartu kredit.

Kemudian bulan depan Anda hanya membayar minimum payment atau membayar sebagian.

Disitulah efek dari penurunan biaya bunga.

Bagaimana dengan gesek tunai?

Jika pada biaya bunga terjadi penurunan, sebaliknya tidak ada tanda-tanda penurunan pada biaya gestun.

Sebab Merchant Discount Rate (MDR) yang diberikan pihak perbankan tetap di angka 1.8%.

Jika dilihat secara angka memang terlihat lebih mahal.

Pada gesek tunai biasanya dikenakan biaya sebesar 2.5%, sedangkan bunga kartu kredit biayanya sebesar 2.25%.

Tetapi yang harus Anda pahami adalah saat Anda membandingkan antara tarik tunai dengan gesek tunai.

Jika Anda melakukan tarik tunai maka yang terjadi adalah Anda akan dikenakan biaya tarik tunai dan biaya bunga.

Artinya jika ditotal dengan hitungan 30 hari saja Anda akan menanggung presentase tarik tunai sebesar 4% ditambah biaya bunga sebesar 2.25%.

Angka yang dihasilkan sudah hampir mencapai 7%.

Lebih murah biaya gesek tunai bukan?

[divider style=”0″]

Lalu problem lainnya adalah ketika Anda memutuskan bergestun untuk membayar jatuh tempo kartu kredit Anda dengan cara menggesek kartu kredit yang lain untuk membayar minimum payment.

Anda pasti berpikir bahwa jatuhnya akan lebih murah bukan?

CONTOH

Anda melakukan transaksi dibulan Mei.

Kemudian dibulan Juni Anda membayar dengan minimum payment.

Maka jelas perhitungan bunganya dihitung dari bulan Mei ke bulan Juni.

Nah, jika dibulan Juni Anda membayar minimum payment.

Kemudian Anda kembali membayar minimum payment pada bulan berikutnya.

Maka bank tidak menghitung minimum payment dari bulan Juni.

Tetapi bank menghitung dari transaksi terakhir (mei.red).

Inilah kenapa minimum payment masih terbilang lebih mahal.

Kenapa?

Sebab dengan minimum payment, hutang Anda tidak akan kunjung lunas dan akan terjadi akumulatif pada biaya bunga.

[divider style=”0″]

Sebenarnya penurunan bunga kartu kredit memiliki sisi positif dan negatif.

Dampak positifnya adalah ketika terjadi penurunan bunga.

Saya yakin banyak orang melakukan pembayaran secara minimum payment dan otomatis hal itu akan mengurangi keuntungan bagi pihak perbankan.

Untuk mengantisipasinya pihak perbankan tentu akan melakukan ekspansi.

Jadi bagi Anda yang ingin apply kartu kredit, lakukanlah pada bulan-bulan ini (Mei – Juni.red) sebab pihak bank akan mencari kompensasi sebesar-besarnya dari penurunan profit.

Ingat, pihak bank mendapatkan keuntungan dari kita, artinya pihak bank lah yang membutuhkan kita.

Lalu apa dampak negatifnya?

Secara psikologis, penurunan biaya bunga menyebabkan meningkatnya keinginan seseorang untuk berbelanja.

Maka berhati-hatilah sebab hal ini dapat memicu penggunaan kartu kredit dengan pemakaian yang over.

Maka dari itu, mulailah cerdas untuk menghitung bunga.

Share if you like this. 🙂

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis (2)

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis (2)

Menyambung artikel sebelumnya tentang delusi [baca disini], yaitu kondisi dimana keyakinan bertentangan dengan kenyataannya.

Nah, selain bisnis money game dan MLM, Anda juga harus berhati-hati pada bisnis e-commerce.

Teknik membangun mimpi yang digunakan pada bisnis e-commerce adalah dengan menyajikan data transaksi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Mereka tidak menyadari bahwa pada kenyataannya perusahaan sekelas foodpanda di Indonesia pun bisa jatuh.

Intinya ketika ada peluang pasti ada masalah yang akan dihadapi, jadi keduanya harus balance atau seimbang.

Inilah realita yang harus dipahami.

Dikelas Credit Card Revolution, Saya tidak sekedar membangun mimpi yang pada akhirnya akan membuat Anda jatuh.

[divider style=”0″]

Dikelas Credit Card Revolution atau Credit Strategy for Property Investor Saya mengajarkan bahwa jika sekedar apply kartu mungkin masih terbilang sangat mudah.

Dikelas Credit Card Revolution, average atau rata-rata yang berhasil mendapat kartu kredit diatas Rp 100.00.000,- sebesar 80% dari seluruh peserta.

Artinya 4 dari 5 orang sukses mendapatkan kartu kredit diatas Rp 100.000.000,-.

Tetapi Saya selalu mengingatkan bahwa,

Mendapatkan Bukanlah Tujuan

Mendapatkan kartu kredit hanyalah awal

The real challenge adalah bagaimana memanfaatkannya setelah Anda mendapatkannya

Itulah kenapa dikelas Saya ada semacam konsultasi yang sifatnya eksplore.

Di mulai dari menanyakan bisnis apa yang ingin dijalankan.

Contohnya jika ingin memulai bisnis kuliner, Saya selalu memberikan pertanyaan terlebih dahulu.

Dalam memulai bisnis, bisa karena merasa bisa saja atau bisa karena punya pengalaman.

Apabila Anda bisa karena memang mempunyai pengalaman.

Maka sekali lagi Saya katakan bahwa Anda bebas untuk memulainya, sebab Saya yakin 90% bisnis Anda akan berjalan dengan baik.

Sebaliknya jika hanya merasa bisa, Saya akan menyarankan untuk melakukan tes pasar atau validasi market terlebih dahulu.

CONTOH

Share if you like this. 🙂

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis

Berbicara tentang delusi, coba kita ambil contoh dari bisnis yang sedang ramai saat ini.

Saat ini bisnis kuliner semacam mie-mie menggunakan level kepedasan mungkin sedang banyak digandrungi oleh para pebisnis untuk dijadikan lahan bisnisnya.

Mungkin dalam bisnis tersebut banyak orang berpendapat bahwa bisnis seperti itu sangatlah mudah, namun ketika sudah dijalankan nyatanya tak semudah yang dibayangkan sebelumnya.

Inilah yang dinamakan delusi.

Kondisi dimana keyakinan bertentangan dengan kenyataan.

BISA karena merasa bisa

Maka yang harus Anda lakukan adalah validasi market artinya lakukan percobaan bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu.

BISA karena mempunyai pengalaman

Maka Anda bebas untuk terjun langsung kedalam dunia bisnis yang ingin Anda bangun.

Inilah yang harus Anda pahami.

Apapun bisnis yang ingin Anda geluti entah itu bisnis properti, kuliner atau bisnis-bisnis lainnya Anda harus memikirkan secara matang.

Dalam bisnis tersebut, apakah Anda bisa karena punya pengalaman atau hanya bisa karena merasa bisa? Mulai tanyakan pada diri Anda.

CONTOH

Salah satu murid Saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya.

Begitu keluar dari pekerjaan, ia langsung membuka bisnis dengan modal kartu kredit.

Ia membuka bisnis kuliner yaitu menjual ayam ala fried chicken, dan ternyata bisnis yang dijalankan langsung “jadi”.

Artinya bisnis yang dibuat berjalan dengan lancar.

Saya pun bertanya padanya, apakah sebelumnya ia mempunyai pengalaman dalam membuka bisnis tersebut? Ia menjawab tidak pernah.

Kemudian Saya bertanya kembali, sebelum membuka bisnis fried chicken apa pekerjaan yang dilakukan?

Ia pun menjawab, dulunya ia adalah seorang karyawan, ia bekerja sebagai manajer di salah satu restoran cepat saji terkemuka selama 7 tahun.

Mungkin inilah yang membuat ia bisa dengan mudah membuka bisnis.

Dengan pengalaman yang dimiliki, tentu ia paham mengenai ilmu yang berkaitan dengan marketing dan leadership yang diterapkan dalam dunia bisnis kuliner.

Sebaliknya dari mana sikap BISA karena merasa bisa muncul?

Biasanya sikap bisa karena merasa bisa muncul setelah Anda mengikuti acara seminar yang sifatnya hardcore sales, seminar yang isinya hanya membangun mimpi tanpa detail proses.

CONTOH

Dalam sebuah seminar dikatakan bahwa membangun bisnis import sangatlah mudah.

Anda bisa menjadi distributor barang dengan harga Rp 10.000,- yang nantinya bisa Anda jual seharga Rp 100.000,-.

Hal inilah yang akan membuat Anda merasa bahwa Anda bisa melakukan bisnis ini dengan mudah.

Istilahnya ngepitch hardcore sales tetapi deliver atau prosesnya tidak dijelaskan secara detail.

Apakah hal itu boleh dilakukan?

Boleh-boleh saja, sebab pada seminar-seminar tidak sedikit yang menerapkan hardcore sales.

Tetapi berbeda ketika mengajar di workshop, Saya selalu mengajarkan semua proses beserta step by step-nya.

Money game dan MLM adalah salah satu contoh bisnis yang membuat orang merasa dibangun mimpinya, tetapi tanpa disertai aksi yang konsisten.

Oleh sebab itu punya mimpi yang besar tanpa konsisten action sama saja dengan delusi, hanya akan menjadi khayalan Anda saja.

Share if you like this. 🙂

Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Sudah Benarkah Mentalitas Anda?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]

aya menemukan sebuah ilmu yang luar biasa ketika bertemu dengan salah satu rekan Saya, ia adalah seseorang yang bisa dibilang jago dalam memaksimalkan Facebook Ads.

Tidak hanya itu, ia pun bisa mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah dari penjualan kaos disalah satu perusahaan digital marketing yang menyediakan layanan pembuatan desain kaos dan cetak. Luar biasa bukan?

Saya menemukan bahwa ilmu basic yang diajarkan mungkin hampir sama, tetapi pola pikir yang berbeda telah Saya dapatkan darinya yaitu ketika ia menemukan peluang untuk mendapatkan sebuah iklan yang bagus.

Sebagai contoh iklan A menghabiskan 100 dollar, ia bisa menghasilkan 1000 dollar dari dana 100 dollar yang sudah ia keluarkan sebelumnya sebab yang ia lakukan adalah men-scale up bisnis yang ia jalankan.

Ia secara terus-menerus melakukan teknik double scale up. Dengan nilai 100 dollar ia bisa menghasilkan 1000 dollar, 500 dollar menjadi 5000 dollar. Menurut Saya ini merupakan satu mindset yang sangat luar biasa.

Di lain waktu salah satu murid Saya berkonsultasi dan bertanya “Mengapa bisnis Saya sepi padahal dulu sempat ramai?”.

Saya sempat menanyakan tentang cara yang pernah Saya ajarkan yaitu mempromosikan bisnis menggunakan Facebook Ads.

Awalnya cara itu memang dilakukan, namun ketika bisnis yang dijalankannya sudah ramai dan berjalan lancar, justru cara itu sudah tidak dilakukan lagi sebab murid Saya berasumsi bahwa bisnisnya sudah ramai.

Ini tentu saja suatu perbedaan yang mendasar antara bumi dan langit.

Disisi lain rekan Saya berinisiatif melakukan scale up saat bisnisnya sedang dalam kondisi yang bagus.

Sebaliknya salah satu murid Saya justru stuck karena bisnis yang dijalankan dirasa sudah cukup lancar dan ramai kala itu.

Mungkin inilah yang membedakan perihal hasil pencapaian yang didapat antara rekan dan salah satu murid Saya.

“Ilmu yang didapatkan mungkin sama, tetapi mentality setiap orang tentu berbeda-beda. Itulah kenapa belajar tidak hanya masalah ilmu tetapi juga masalah mental.”

Pertanyaan Saya, Mental seperti apakah Anda?



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

blindspot dalam penerapan bisnis anda

Kali ini Saya ingin sharing mengenai Blind Spot.

BLIND SPOT?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]A[/mk_dropcaps]

pakah Anda pernah merasa bahwa Anda sudah cukup tahu banyak tentang sebuah ilmu yang sudah pernah dipelajari sebelumnya?

[feature_box style=”12″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”center”]

Anda merasa sudah memahami tentang tata cara penggunaan kartu kredit dalam bisnis.

Di sisi lain saat Anda dan teman Anda sama-sama memahami tentang ilmu penggunaan kartu kredit, ternyata teman Anda justru lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Lalu kenapa hal seperti itu bisa terjadi?

[/feature_box]

Setelah kejadian tersebut tentu Anda akan mulai mempelajari dan mengikuti kelas kembali bersama mentor-mentor yang berbeda.

Nah, saat Anda mulai open mind serta mempelajari jauh lebih dalam, Anda akan menyadari bahwa Anda telah mengalami yang namanya Blind Spot.

Mungkin inilah yang membedakan kenapa teman Anda bisa lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Istilah Blind Spot sendiri adalah dari semua hal yang sudah diketahui, ternyata masih terdapat miss detail, artinya kita tidak mengetahui secara detail tentang ilmu yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Mempelajari sesuatu tentu tidak bisa hanya sekali dua kali. Karena ketika Anda merasa tahu dan merasa sudah memahami semua hal disitulah letak kebodohan Anda.

Anda tidak mau mengembangkan ilmu dan akhirnya terjadilah Blind Spot.

Ada yang mengatakan bahwa “Pengulangan adalah ibu dari segala ketrampilan” tentu Saya sangat setuju dengan statment tersebut.

Itulah kenapa kita dituntut mempunyai pemikiran yang terbuka. Mempelajari suatu hal secara berulang-ulang agar ilmu yang didapatkan semakin bertambah terutama ilmu baru atau ilmu yang up to date.

Setiap ada kesempatan Saya selalu belajar dari banyak orang, walaupun saat ini Saya sudah menjadi seorang pengajar tapi hal itu tidak serta merta membuat Saya merasa bahwa diri Saya sudah memahami semua materi.

Saya masih akan terus belajar untuk menghindari terjadinya Blind Spot, sebab ketika sedang mengajar kadang seseorang seringkali tidak menyadari dengan adanya ilmu baru (up to date).

Nah, sekarang Saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda pernah mengalamI Blind Spot? Coba Anda pikirkan.

Saya pun baru akan menyadari bahwa Saya memiliki banyak Blind Spot ketika Saya mulai mempelajarinya lagi.

Ketika memutuskan untuk berhenti mempelajari sesuatu itu artinya Saya merasa sudah pintar tapi kenyataannya dalam hal bisnis omset Saya tidak bertambah.

Sebaliknya ketika Saya mengembangkan ilmu yang Saya miliki  dan terus mempelajarinya justru omset Saya semakin bertambah sebab Blind SpotBlind Spot yang semula banyak perlahan-lahan mulai tertutupi .

Always open mind dan jangan pernah berhenti untuk belajar. Sekali lagi Saya tekankan bahwa ketika Anda merasa pintar disitulah letak kebodohan Anda”.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi antara permodalan dan bisnis internet marketing

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]aat ini dunia digital marketing sudah berkembang sangat luar biasa. Saya sendiri memiliki background didunia permodalan.

Nah, jika dua dunia ini dikombinasikan mungkin dampaknya akan sangat luar biasa, karena saat ini hampir semua bisnis digital marketing sudah menggunakan fasilitas kartu kredit, tanpa kartu kreditpun sebenarnya masih bisa, namun Anda hanya akan membuang-buang waktu untuk melakukan transfer, konfirmasi dan hal-hal yang tentunya akan merepotkan Anda.

Saya menemukan adanya satu peluang yang sangat potensial terutama bagi Anda para digital marketer yang nantinya akan berkecimpung didunia seminar maupun workshop. Peluang ini sendiri mungkin belum di isi oleh banyak orang.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Masalahnya saat ini banyak orang yang berkeinginan terjun ke dunia digital enterpreneur tetapi masih mempunyai beberapa kendala, sebab kebanyakan dari kita khususnya yang umurnya sudah mencapai angka 30 sampai 50 memiliki pengetahuan yang minim soal teknologi alias gaptek (gagap teknologi) karena dunia digital marketing saat ini lebih dikuasai oleh orang-orang yang notabene-nya berumur dibawah 30 tahun.

Generasi muda dibawah 30 mungkin lebih pintar dan fresh dalam hal pemikiran, tapi mereka cenderung memiliki modal yang terbatas, sebaliknya orang-orang yang berumur diatas angka 30 memiliki banyak modal tetapi gaptek.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet MarketingJika Anda bisa menjadikan ini sebagai jembatan dan mengkombinasikan antara keduanya mungkin hasilnya akan sangat luar biasa, artinya Anda yang memiliki skill bisa membuat pelatihan-pelatihan yang sederhana untuk orang-orang yang mungkin masih awam dengan dunia digital marketing.

[feature_box style=”8″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”justify”]

Contoh :

Saat ini masih banyak orang yang belum bisa mengatur dan me-manage email, bahkan untuk membuat email saja terkadang orang masih merasa kesulitan, bukan berarti mereka orang-orang yang memiliki keterbatasan biaya, sebab Saya mempunyai murid-murid yang sebagian besar adalah bos-bos dengan gaji mencapai ratusan juta hingga miliaran tetapi pengetahuannya masih minim dibidang teknologi.

Tidak perlu sampai membuat orang langsung memiliki kemampuan yang high skill karena hal terpenting ialah Anda harus sabar saat mengajar. Saya rasa pelatihan semacam ini bisa Anda hargai dengan kisaran 2 sampai 3 juta.[/feature_box]

Selain email, Anda juga bisa mengajar tutorial seperti bagaimana cara menggunakan dan mengatur FB Ads, Google Ads dan lain-lain yang tentu masih ada hubungannya dengan digital marketing.

Andapun dapat memfokuskan pada salah satu materi dalam sekali mengajar karena yang dibutuhkan adalah bagaimana seseorang dapat memahami apa yang disampaikan secara step by step.

Tentu ini akan jadi sebuah peluang bisnis yang bagus untuk Anda sebagai seorang digital marketer.

Saya pribadi sudah mempelajari tentang teknologi digital marketing dari orang-orang yang memang memiliki skill dibidangnya masing-masing, bisa dibilang Saya cukup paham dan tidak terlalu gaptek, namun terkadang Saya masih suka nge-blank. Dari situ Saya bisa merasakan bagaimana perasaan rekan-rekan yang totally zero.

Maka dari itu dibutuhkan setidaknya sedikit pemahaman mengenai konsep-konsep yang terkait dalam dunia digital marketing, apalagi Anda bisa membuka kursus semacam ini tanpa perlu menggunakan modal, karena yang dibutuhkan hanya skill Anda.

“Sekali lagi Saya tekankan bahwa ini adalah peluang yang bagus terutama bagi generasi muda yang punya skill but no have money untuk memberikan ilmunya kepada  “generasi tua” yang have money but no skill. Simbiosis mutualisme mungkin istilah yang tepat untuk kondisi seperti ini”

Mudah-mudahan pembahasan ini dapat menginspirasi bahwa sebenarnya cari uang itu gampang dan bisnispun akan jauh lebih mudah dengan catatan Anda memiliki skill.

Nanti ketika Anda membutuhkan modal, Anda bisa belajar dikelas Credit Card Revolution, atau ketika Anda berencana membeli rumah agar KPR tidak ditolak bisa belajar materi di Credit Strategy For Property Investor. Tapi satu hal yang harus Anda perhatikan, Always Use Your Brain.

Sekian dan sukses untuk Anda.

About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk cari Uang atau Memang Passion

Sebenarnya apa tujuan anda berbisnis?

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]J[/mk_dropcaps]ika tujuan dan standart bisnis Anda cuma uang maka tidak heran Anda akan diperbudak oleh uang, sebab Anda hanya akan fokus pada bagaimana cara untuk mendapatkan peluang bisnis dengan uang yang jumlahnya besar.

Anda akan terus berpindah-pindah dari bisnis A ke bisnis B ketika sudah tidak ada lagi uang yang didapatkan, hal itu akan terus berulang-ulang sebab tujuan Anda hanya untuk mendapatkan uang, uang dan uang.

Saya pribadi tidak suka dengan statment “Bekerja demi mendapatkan uang”, karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya statment tersebut hanya akan membuat Anda diperbudak oleh uang.

Orang-orang yang terjebak di dalam money game akan tergiur dengan tawaran-tawaran yang memberikan peluang dengan jumlah uang yang besar dan tentu mereka lebih mudah terpengaruh dengan iming-iming uang. Saya menyebutnya dengan ababilpreneur, mungkin Anda merasa tersinggung ketika saya mengatakan hal ini, namun disini saya selalu berbicara apa adanya karena semua yang saya katakan demi kebaikan anda juga.

Jadi mulailah berpikir, tujuan Anda berbisnis sebenarnya untuk apa?

Saya pribadi selalu memilih bisnis yang saya gemari, artinya ketika saya mengerjakan bisnis tanpa mendapatkan uang, saya tetap senang dan bersemangat.

Saat ini saya memiliki bisnis yang bergerak dibidang supplier obat dan makanan burung, bisnis ini sudah berjalan 11 tahun lamanya. Berawal dari passion, saya mulai memelihara burung pada tahun 1998, ditambah mempunyai seorang ayah tiri yang bekerja sebagai dokter hewan, beliau pernah bekerja dibagian nutrisi burung, dari situlah saya mulai diajarkan bagaimana cara meracik obat dan makanan burung, pada akhirnya saya mulai mengembangkannya dengan menjual obat dan makanan burung walaupun sebagian orang menganggap makanan burung hanya begitu-begitu saja, tetapi bagi saya ini adalah sebuah investasi.

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

Mungkin sebagai seorang enterpreneur wajar jika saya mulai bosan dengan bisnis yang sedang dijalankan, maka pada tahun 2008 saya mulai beralih ke bisnis lain yaitu bisnis yang saya dirikan karena hobi yaitu bisnis stiker.

Tidak sampai dibisnis stiker saja, saya kembali membuka bisnis, lagi-lagi bisnis yang tidak jauh dari hobi yang mungkin sudah bisa diketahui dari postur badan saya yang besar, yaitu bisnis cafe dan restoran.

Di tahun 2010 Saya mulai mengajar seminar-seminar, Anda mungkin bertanya-tanya kenapa Saya mau melakukannya, simple karena I Love Sharing.

Ketika tujuan bisnis hanya sekedar untuk mencari uang, rasa bosan seringkali muncul. Hal itu yang saya rasakan sekitar tahun 2014–2015 pada bisnis seminar. Maka diakhir tahun 2015 saya melakukan satu tes untuk mengetahui apakah saya benar-benar suka mengajar atau saya mengajar hanya untuk mencari uang.

CCR

Akhirnya Saya membuat sebuah program bernama CCR Recovery, sebuah seminar yang dikhususkan bagi kawan-kawan yang bermasalah dengan kartu kreditnya, seminar CCR Recovery sendiri tidak memungut biaya apapun alias gratis, bahkan untuk tempat dan makanpun sudah terfasilitasi, program ini sudah berjalan sebanyak 4x. Artinya ketika class seminar biasanya dikenakan biaya 4 sampai 5 juta, kemudian saya mengajar seminar secara gratis maka yang didapatkan justru kepuasan batin karena saya berhasil membantu kawan-kawan dalam memecahkan masalah dikartu kreditnya. Bagi saya it’s ok and it’s fine dan dari situ saya mengetahui bahwa basic saya memang mengajar.

Ketika melakukan sesuatu, lakukan dengan passion.

Salah satu cara yang mudah untuk mengetahui passion Anda adalah ketika Anda sedang melakukan suatu hal tanpa mendapatkan uang, tanyakan pada diri anda sendiri, masih tertarikkah Anda melakukannya? Jika Anda tidak tertarik, bisa jadi passion anda bukanlah disana.

Lalu apa hubungan passion dengan uang?

Seseorang yang melakukan sebuah bisnis menggunakan passion memiliki aura yang berbeda, seorang konsumen pun dapat melihat perbedaan antara orang bekerja hanya karena uang dengan orang bekerja karena passion.

Konsumen cukup melihat bagaimana antusias dan semangatnya seseorang dalam menjalankan bisnis meskipun tidak banyak uang yang didapatkan. Dengan begitu konsumen cenderung akan lebih menghargai Anda dan tidak menutup kemungkinan konsumen akan terus-menerus mendatangi bisnis anda karena saya meyakini ketika kita menjadi yang terbaik dibidangnya, maka kita akan kaya dengan sendirinya, apapun itu.

Saya menganggap pekerjaan saya baik itu Seminar Kartu Kredit, Cafe dan Restoran, atau bisnis makanan burung didirikan karena adanya passion, karena dalam berbisnis kita tidak hanya bekerja untuk uang tetapi bagaimana kita bisa memiliki sesuatu yang terbaik, bagaimana kita menjadi artis dalam bisnis, dan bagaimana kita bisa menciptakan karya yang jauh lebih bagus lagi.

Hal terpenting dalam bisnis adalah Passion.

Ketika anda tidak memiliki passion dan hanya sekedar mencari uang, maka tidak bosan-bosannya saya katakan bahwa anda hanya akan diperbudak oleh yang namanya uang, dalam kondisi seperti ini yang bisa anda lakukan hanyalah berpindah-pindah dari tempat A ke tempat B lalu ke tempat C sampai anda menua termakan usia.

Saran saya ketika mencari sebuah bisnis jangan hanya fokus dalam hal mendapatkan uang, uang adalah urusan mudah sebab dengan adanya passion uang akan datang secara otomatis.

Ketika anda sudah menjadi pakar dibidangnya karena sebuah passion, maka orang lain akan melihatnya dan dari situ anda akan meraih really-really big money.

Sekian dari saya, semoga membantu. – Roy Shakti



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?

Halo sahabat semua dimanapun anda berada. Hari ini kita akan sedikit membahas tentang masalah antara bisnis dan judi, mungkin Anda tidak mengerti dan mungkin juga bertanya-tanya apakah bisnis dan judi itu sama, karena kebanyakan orang berpikir bahwa bisnis dan judi memiliki kemiripan sehingga banyak kita temui kasus-kasus yang seolah-olah Anda sedang berbisnis tetapi kenyataannya Anda berjudi, akhirnya Anda berjudi dalam bisnis. Lalu kira-kira apa yang membedakan antara bisnis dan judi itu sendiri?

Jika dikaitkan dengan judi, mungkin ada sebuah istilah yang namanya hukum probabilitas, sebagai contoh dalam judi bola probabilitasnya yaitu satu banding dua, dalam judi dadu probabilitasnya adalah satu banding enam, inilah yang dinamakan hukum probabilitas, artinya ketika anda menemui paul si gurita untuk meminta tolong meramalkan sebuah pertandingan bola, tetap saja perbandingannya hanya satu banding dua, tidak ada yang bisa merubahnya.

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?Tetapi ketika dalam bisnis, semua itu menjadi relatif dan bisa dirubah.

Contohnya, ketika anda mulai berbisnis kuliner :

  • Apakah Anda sudah mengerti soal bisnis kuliner ?
  • Apakah Anda punya pengalaman dibisnis kuliner ?
  • Apakah Anda pernah bekerja dibisnis kuliner ?
  • Apakah Anda pernah belajar tentang bisnis kuliner ?

Kalau Anda tidak pernah belajar apapun tentang bisnis kuliner, maka kemungkinan kesuksesan Anda hanya sebesar 5% dan 95% sisanya adalah besar rasio kegagalan Anda, itulah bisnis.

Namun kesuksesan dalam berbisnis bisa ditingkatkan dengan banyak cara, salah satunya dengan mengikuti seminar-seminar, belajar dari orang yang berpengalaman, atau belajar dari komunitas yang Anda ikuti, dengan begitu rasio keberhasilan Anda akan meningkat dari yang awalnya hanya 5% bisa menjadi 10%, 15%, 20% dan seterusnya. Faktor “kena tipu” dalam bisnispun sebenarnya bisa mempertinggi rasio kesuksesan karena Anda bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

Sampai pada akhirnya ketika anda sudah menjadi seorang master dibidangnya, rasio kegagalan Anda kemungkinan hanya sebesar 5% saja, kenapa Saya tidak mengatakan 0%? Karena sebagai manusia kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, sebab kita hanya bisa berusaha namun tetap Tuhan yang menentukan semuanya, setidaknya kita tetap bisa berusaha untuk mengurangi rasio kegagalan dalam bisnis. Lain halnya ketika Anda tidak mengetahui apapun tentang bisnis tersebut tapi tetap ngotot ingin menjalankan bisnis itu maka rasio kegagalan Anda berbalik menjadi 95%, 5% sisanya mungkin hanyalah faktor keberuntungan saja.

Jadi maksudnya ketika Anda ingin membuka bisnis bengkel, Anda harus mengerti soal bisnis bengkel, apabila Anda tidak mengerti apapun tapi tetap nekat membuka bisnis bengkel, itu artinya Anda sedang berjudi dalam bisnis. Oleh karena itu sebelum menginvestasikan uang Anda dalam bisnis, investasikan waktu Anda terlebih dahulu, dengan begitu rasio kegagalan Anda akan semakin berkurang dengan adanya proses pembelajaran serta pengalaman yang nantinya akan didapatkan. Apakah Anda sudah paham sekarang?



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen

Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen

Saat ini berbisnis memang menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memperoleh sumber pendapatan. Bisnis sendiri adalah suatu kegiatan menjual barang ataupun jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba atau penghasilan. Bisnis sendiri dibagi menjadi beberapa bidang antara lain bisnis yang bergerak dalam bidang jasa, properti, kuliner dan lain sebagainya.

Salah satu contoh bisnis yang sedang marak saat ini adalah bisnis kuliner dimana bisnis dibidang ini sangat menguntungkan bagi pebisnis karena makanan adalah kebutuhan primer yang pastinya diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi jika konsumen sudah terlanjur menyukai masakan pada sebuah restoran maka konsumen tersebut tidak akan hanya sekali dua kali berkunjung untuk membelinya. Oleh sebab itu seorang pebisnis dituntut harus bisa mengetahui bagaimana cara agar bisnis yang dijalankan mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat ini, bisa dengan mengutamakan kepuasan para konsumen melalui konsumen itu sendiri artinya pebisnis mengajak konsumen untuk memberikan masukan dan tanggapan.

Salah satu Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen adalah dengan memanfaatkan metode survey. Survey bisa diberikan secara langsung kepada konsumen atau dengan bantuan alat penunjang survey, contoh survey secara langsung kepada konsumen adalah saat seorang konsumen mengunjungi sebuah restoran, pelayan dapat memintanya untuk mengisi kertas survey yang meliputi pertanyaan-pertanyaan seputar produk dan pelayanan yang berkaitan dengan bisnis tersebut, survey semacam ini mungkin akan sedikit mengganggu kenyamanan konsumen pada saat itu, tetapi jangan khawatir anda dapat mengakalinya dengan memberikan semacam promo pada konsumen seperti mendapatkan gratis minuman bagi yang mau meluangkan waktunya untuk sekedar mengisi kuisioner. Untuk bahan surveynya sebaiknya berisi hal-hal yang sekiranya dapat dipakai sebagai referensi untuk mengembangkan bisnis seperti menanyakan hal-hal yang dirasa kurang memuaskan bagi konsumen.

Metode survey dalam berbisnis saat ini memang sangat diperlukan bagi kalangan pebisnis, tujuannya tidak lain untuk bisa mengembangkan bisnis itu sendiri. Melalui konsumen para pebisnis dapat mengetahui dimana letak kekurangan pada bisnis yang sedang dijalankan serta bisa mendapatkan sebuah acuan untuk lebih meningkatkan kualitas produk maupun layanan yang diberikan. Apalagi saat ini banyak sekali media yang dapat dimanfaatkan para pebisnis untuk melakukan survey, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang semakin memudahkan kita dalam melakukan segala sesuatu termasuk untuk mendapatkan perhatian dan respon dari konsumen terhadap bisnis yang sedang dijalankan maka dalam berbisnis kita tidak akan pernah lepas dari peran penting seorang konsumen karena tujuan survey adalah untuk mengetahui seberapa puaskah para konsumen terhadap pelayanan dan produk yang diberikan.

Mungkin inilah beberapa metode yang dapat membantu kita untuk mendapatkan respon yang membangun dari konsumen, antara lain :

  • Survey dengan memanfaatkan Teknologi
  • Media Elektronik

Media elektronik adalah suatu media yang membutuhkan sumber energi listrik untuk dapat kita akses atau melihat isi dari content tersebut, seperti pada rekaman video, anda pasti akan membutuhkan suatu daya listrik untuk melihat isi dalam content tersebut.

Contoh metode survey menggunakan sarana media elektronik adalah dengan adanya bisnis supermarket waralaba yang menyediakan sebuah layar touchscreen atau media elektronik yang diletakkan didepan kasir, kemudian konsumen akan diminta untuk menekan salah satu dari 2 tombol, yaitu tombol puas dan tidak puas pada layar, namun survey ini masih memiliki kekurangan yaitu hanya ada 2 tombol pada layar, artinya seorang konsumen tidak bisa memberikan alasan yang spesifik kenapa  konsumen bisa memilih salah satu tombol yang tersedia, namun bagi konsumen mungkin ini malah menjadi suatu kelebihan atau keuntungan tersendiri karena mereka hanya perlu sekali menekan.

Konsumen dapat menekan tombol puas ketika ia mendapatkan pelayanan yang baik entah saat karyawan membantunya untuk mencarikan barang atau menawarkan keranjang belanja ketika melihat konsumen membawa banyak barang. Tetapi konsumen cenderung akan menekan tombol tidak puas ketika pelayanan yang diterima tidak sesuai harapan, semisal saat terjadi antrian yang panjang dikarenakan kasir yang lelet dalam menjumlah barang yang dibeli atau mungkin karena pelayanan kasir kepada konsumen yang tidak ramah padahal keramahan adalah salah satu hal sederhana namun sangat disukai oleh konsumen.

Ketika anda mendapatkan pujian dalam bisnis, jangan pernah merasa puas terlebih dahulu, karena respon-respon bernada kritikan dan masukan justru yang diperlukan dan dibutuhkan untuk pengembangan bisnis, karena sebagai pelaku bisnis kita bisa tahu dimana letak kesalahan kita saat melakukan bisnis tersebut dan anda bisa mulai memperbaiki atau meningkatkan produk maupun pelayanan supaya bisnis yang sedang di jalani bisa terus berjalan dan mengalami kemajuan.

  • Sosial Media

Selain dengan memanfaatkan media elektronik, Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen adalah dengan menggunakan sosial media sebagai sarana untuk melakukan survey terhadap kepuasan konsumen. Sosial media sudah banyak dimanfaatkan oleh kalangan masyarakat, hal itu dapat diketahui dari  banyaknya aplikasi-aplikasi sosial media yang sudah digunakan oleh pengguna ponsel pintar semua kalangan baik anak-anak, remaja hingga orang dewasa karena sosial media mungkin sudah jadi bagian dari gaya hidup bahkan mungkin sudah menjadi suatu kebutuhan hidup bagi manusia untuk sarana berbagi informasi, berkumpul dan berbicara secara online, serta dapat memudahkan dalam hal berkomunikasi satu sama lain.

Selain digunakan untuk hal-hal tersebut, sosial media juga sudah banyak dimanfaatkan sebagai lahan untuk berbisnis, bukan hanya bisnis yang basisnya online saja, bisnis toko, restoran hingga perusahaan-perusahaan besar juga menggunakannya, tujuannya tidak lain untuk mengenalkan bisnis yang mereka jalankan agar dapat lebih dikenal di masyarakat Indonesia bahkan sampai luar negeri.

Dengan media sosial kita dapat lebih mudah menjaring konsumen dengan pemanfaatan fitur-fitur yang ada pada media sosial itu sendiri. Media sosial yang banyak dimanfaatkan untuk lahan berbisnis saat ini antara lain facebook, twitter, instagram dan masih banyak lagi.

Sebagai contoh, pada jejaring sosial seperti facebook anda dapat memanfaatkan kolom komentar dan fitur polling sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa puaskah konsumen dengan produk dan layanan yang sudah diberikan, dalam membuat pertanyaan jangan pernah mengarahkan konsumen ke respon yang hanya akan membuat anda senang seperti pertanyaan yang  berisi tentang kelebihan-kelebihan yang ada pada bisnis anda, buatlah pertanyaan yang sekiranya dapat membuat bisnis anda bisa tumbuh berkembang seperti menanyakan apa yang perlu dievaluasi atau diperbaiki dalam produk dan layanan yang sudah diberikan. Dari situ anda akan sedikit mengetahui dimana letak kekurangan bisnis anda dan tentunya anda bisa segera melakukan perubahan kearah yang lebih baik untuk perkembangan bisnis anda melalui jejaring sosial.

Kekurangan dan kelebihan menggunakan sosial media untuk media survey sendiri adalah testimonial yang diberikan konsumen terbaca oleh konsumen lain yang nantinya dapat mempengaruhi minat konsumen untuk menggunakan jasa ataupun produk yang ditawarkan. Contohnya ketika salah satu konsumen memberikan testimonial yang negatif, lalu terbaca oleh konsumen lain yang ingin menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan, konsumen cenderung akan membatalkan niat untuk menggunakan produk atau jasanya karena adanya respon negatif yang diberikan konsumen, tetapi ketika konsumen memberikan testimonial yang positif tentu akan membuat konsumen lain merasa yakin bahwa barang atau jasa yang diberikan mempunyai kualitas yang baik.

Soal berbisnis kita tidak akan luput dengan yang namanya respon positif dan respon negatif, maka dari itu pemanfaatan media sosial bagi bisnis juga dapat mempermudah konsumen untuk memberikan masukan dan kritikan. Jadikan sosial media sebagai alat yang dapat mengantarkan anda dalam meraih kesuksesan dalam berbisnis.

Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen

  • Survey Kuesioner

Adapun Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen adalah dengan melakukan survey kueisioner. Survey kuisioner adalah salah satu survey yang bisa dilakukan secara online maupun offline, untuk survey kueisioner secara online konsumen dapat melakukan pengisian pada sebuah halaman yang diakses melalui internet, untuk cara offline atau manual pebisnis dapat memanfaatkan kuesioner semacam angket untuk meminta konsumen memberikan responnya selama menggunakan produk maupun layanan yang ditawarkan.

Metode survey kuisioner sendiri merupakan metode pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan yang akan dijawab langsung oleh para koresponden, dan kuisioner adalah alat yang digunakan untuk pengumpulan data tersebut.

Survey kuesioner sering dijumpai pada bisnis manapun tentunya dengan tujuan yang sama yaitu bagaimana para pelaku bisnis dapat mengetahui perkembangan bisnisnya melalui survey kuisioner yang sampai saat ini masih banyak digunakan dikalangan pebisnis untuk mengetahui seberapa besar minat para konsumen dengan produk dan layanan yang ditawarkan.

Dengan diberikannya kuesioner pada konsumen, tentu akan sangat membantu para pebisnis untuk mengetahui hal-hal yang dirasa perlu diperbaiki agar nantinya bisa lebih meningkatkan kualitas jasa dan layanan yang diberikan selama ini.

Kelebihan menggunakan survey kuisioner yaitu pelaku bisnis bisa mendapatkan respon dari konsumen secara langsung karena kuisioner dapat dilakukan pada saat konsumen berada pada lokasi bisnis. Namun kekurangan dari survey kuesioner ini adalah konsumen cenderung menjawab pertanyaan secara asal–asalan, apalagi jika kuisioner dberikan diwaktu yang tidak tepat seperti saat konsumen sedang sibuk atau sedang terburu–buru.

  • Survey Konsumen

Dalam sebuah bisnis kepuasan konsumen adalah hal yang sangat penting, apabila konsumen merasa puas dan senang dengan pelayanan yang diberikan otomatis konsumen tidak akan kapok untuk kembali pada bisnis yang sedang anda jalankan. Melakukan survey langsung kepada konsumen mungkin cara yang paling mudah dan efektif sebenarnya, namun cara ini sedikit memerlukan keberanian karena anda akan berhadapan secara langsung dan menanyakan bagaimana tanggapannya tentang bisnis yang sedang anda kelola. Arahkan mereka dengan  pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya bisa membantu bisnis anda semakin maju, berkembang dan mempunyai banyak inovasi, oleh sebab itu ketika ingin mencapai kesuksesan dalam bisnis, anda dituntut memiliki mental yang kuat untuk mendengarkan tanggapan dari seorang konsumen.

  • Survey Produk

Selain dengan survey konsumen para pebisnis juga perlu mengadakan survey produk yang nantinya bisa anda jadikan acuan dalam mengembangan bisnis yang sedang dikelola, dengan survey produk, anda akan tahu produk mana yang dapat memberikan kepuasan untuk para konsumen dan produk mana yang dirasa kurang diminati oleh konsumen karena berbagai alasan.

Mungkin dalam melakukan survey produk, anda dapat melakukan sebuah perbandingan pada sebuah produk, artinya produk anda akan dijejerkan langsung dengan produk pesaing yang tentunya tanpa menyebutkan merk dagang produk yang kita jadikan perbandingan. Dengan begitu pebisnis akan memperoleh tanggapan objektif atau tanggapan yang tidak memihak salah satu merk dagang.

Untuk menjadi seorang pebisnis yang pertama kali dibutuhkan adalah mental yang kuat, seperti tidak mudah menyerah, tidak mudah tersinggung dengan ucapan konsumen ketika mendapatkan kritikan, serta bersedia mendengarkan dan menampung aspirasi semua konsumen karena bisnis yang baik adalah bisnis yang memperhatikan keinginan para konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan akan segera mengevaluasi serta memperbaiki kekurangan agar bisa membuat konsumen semakin puas terhadap produk dan layanan yang diberikan.

Oleh sebab itu respon dari para konsumen memiliki peran yang sangat penting untuk kemajuan bisnis yang sedang dijalankan sebab bisnis dan konsumen sendiri sangat erat kaitannya, bisnis membutuhkan konsumen agar bisnis bisa tetap berjalan dan konsumen membutuhkan sebuah produk yang dihasilkan dalam suatu bisnis karena memberikan manfaat bagi seorang konsumen.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Feedback Dari Lingkungan Sekitar Berpengaruh Terhadap Bisnis Anda

Feedback Dari Lingkungan Sekitar Berpengaruh Terhadap Bisnis Anda

Ketika Anda mulai menggeluti dunia bisnis siapa orang pertama yang akan memberi dukungan pada Anda? Jelas sudah pasti keluarga Anda. Mereka cenderung paling powerfull mendukung bisnis yang sedang Anda jalankan, mungkin bagi seseorang yang memiliki latar belakang keluarga yang demokratis tentu tidak akan kesulitan saat meminta pendapat atau tanggapan, bahkan tanpa dimintapun mereka dapat secara gamblang mengatakan hal yang dirasa kurang dalam bisnis Anda. Sayangnya tidak semua orang mempunyai keluarga yang bisa secara terang-terangan memberikan kritikan pada bisnis Anda. Apabila sudah seperti itu darimana lagi Anda bisa mendapatkan masukan agar bisnis yang anda jalankan dapat mengalami perkembangan.

Mungkin dalam perkembangan bisnis, kawan terdekat memiliki peran cukup penting dalam memberikan pendapat, tetapi sebelum ia memberikan pendapatnya ada baiknya Anda mengatakan bahwa Anda menginginkan sebuah bisnis yang nantinya dapat berkembang dan penuh dengan inovasi, bila Anda sudah mengatakan seperti itu maka ia benar-benar akan memberikan masukan yang mungkin bisa membantu dalam perkembangan bisnis.

Sebagai awalan, Anda bisa mulai mendeskripsikan terlebih dahulu jenis bisnis yang sedang Anda jalankan secara lengkap dan detail kepada kawan Anda, ceritakan keunggulan dan inovasi-inovasi yang ada dalam bisnis Anda. Setelah penjelasan bisnis anda dirasa cukup coba mulai dengarkan tanggapan kawan Anda.

Saat kawan Anda memberi tanggapan yang positif tentu Anda akan merasa senang, namun tidak serta merta membuat Anda bangga dan langsung merasa puas dengan pencapaian bisnis Anda kala itu sebab feedback positif sekalipun nantinya bisa jadi boomerang bagi bisnis Anda ketika sudah mulai terlena dengan kata-kata pujian yang diberikan. Namun ketika kawan Anda malah memberikan feedback berupa kritikan jangan buru-buru marah atau merasa tersinggung, coba dengarkan terlebih dahulu semua kritikan dan masukan yang ia berikan, kemudian setelah itu Anda bisa mulai memilah-milah masukan mana yang cocok bagi perkembangan bisnis serta mulai benahi sedikit demi sedikit kekurangan yang ada pada bisnis Anda.

Feedback Dari Lingkungan Sekitar Berpengaruh Terhadap Bisnis Andaaa

Mendengarkan masukan dari kawan dekat mungkin belum cukup bagi bisnis Anda, mulailah meminta tanggapan kepada real konsumen, tentu sedikit membutuhkan mental bagi Anda yang belum terbiasa menerima feedback dari orang lain karena bisa jadi tanggapan yang dikeluarkan adalah tanggapan yang sebenarnya tidak ingin Anda dengar dari mulut konsumen, konsumen sendiri cenderung akan melontarkan kata-kata yang benar-benar ingin mereka lontarkan, maka dari itu anda sebaiknya mulai mencari cara bagaimana membuat konsumen merasa puas dengan pelayanan yang ada, misalkan dengan meminta feedback secara langsung artinya Anda akan langsung bertatap muka dengan konsumen sehingga memudahkan Anda untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan atau tidak diinginkan oleh konsumen, salah satu cara lain dengan pemanfaatan sarana teknologi telepon pintar, saat konsumen berada dilokasi, konsumen secara otomatis akan mendapatkan pesan singkat berupa link angket, link tersebut berisi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas dan pelayanan dalam bisnis yang sedang Anda jalankan, maka untuk memudahkan mereka dalam pengaksesan sebaiknya dilingkungan bisnis diberikan fasilitas wifi atau internet gratis. Dengan begitu konsumen akan lebih mudah untuk memberikan tanggapan sebab hal terpenting dalam berbisnis adalah mendengarkan dan menampung semua aspirasi, kritikan dan saran dari konsumen karena kritikan bisa menjadi salah satu tolak ukur untuk dapat mengetahui seberapa puaskah konsumen atas pelayanan yang diberikan didalam bisnis yang sedang anda coba kembangkan.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds