Mau Beli Gadget Baru? Baiknya Pakai Sistem Kredit Apa Pakai Kartu Kredit Ya?

Mau Beli Gadget Baru? Baiknya Pakai Sistem Kredit Apa Pakai Kartu Kredit Ya?

Awal bulan, tentu banyak sekali kebutuhan yang ingin anda beli. Tak hanya kebutuhan,kebanyakan orang habis gajian tentu ingin memenuhi yang namanya gaya hidup. Entah itu untuk membeli yang namanya baju kekinian, ataupun ganti gadget baru.

Buat anda yang ingin membeli gadget, tentu browsing dan riset dulu tipe ponsel yang ingin dibeli. Tak hanya itu, anda tentu juga merencanakan budget yang akan anda keluarkan untukmembeli sebuah smartphone. Bila memang anda belum sanggup membeli secara tunai. Mungkin bisa gunakan dua cara berikut ini:

    1. Beli Gadget dengan Cara Kredit
      Membeli gadget dengan cara kredit ini sudah ada sejak lama. Sudah banyak sekali toko-tokoponsel yang menyediakan layanan kredit hp langsung ke penjual. Cara ini dapat disebut pulasebagai cara leasing. Sebagai calon customer yang ingin membeli barang secara kredit, andaperlu beberapa syarat untuk pengajuan kredit berupa KTP, Slip Gaji, dan KK. 


      Jangan khawatir, proses beli gadget dengan sistem kredit ini relative memakan waktu yang cepat.Di hari yang sama, anda akan mendapatkan persetujuan bila dirasa syarat yang anda ajukansudah mencukupi. Besaran DP yang dibutuhkan biasanya berkisar 20-30% dari harga gadget. Pengajuan kredit gadget juga tidak membutuhkan jaminan.
       

      Misalkan saja ponsel yang akan anda beli sebesar 4.600.000 rupiah dan anda mengambil cicilan12 bulan dan bunga 2,75%, maka total biaya yang anda harus bayar perbulan adalah 455.000atau setara dengan 5.970.000.

    2. Beli Gadget dengan Kartu Kredit
      Anda yang punya kartu kredit dan sekiranya memiliki limit yang cukup untuk mencicil pembelian gadget, bisa coba membeli gadget dengan kartu kredit. Bahkan, kabarnya, di tahun2019, 65% pembeli gadget Surabaya menggunakan kartu kredit.

      Salah satu kelebihan pembelian gadget dengan kartu kredit, adalah anda bisa mendapat angsuran lebih murah ketika ada program cicilan 0%. Selain itu, banyak juga program promo menarik lain. Tenor untuk cicilan dapat ditentukan hingga 24 bulan lamanya. Membeli gadget dengan kartu kredit juga tidak mengharuskan anda pergi ke tempat seperti layaknya beli gadget dengan kredit leasing.

      Anda cukup apply online saja. Selain itu, misalkan total harga ponsel yang dibeli adalah 4.600.000, maka anda cukup membagi total harga 4.600.000 selama 12 bulan tambah biayamaterai sebesar 6000 rupiah. Jadi, anda cukup membayar 389.333 perbulan atau setara dengan 4.671.996, lebih murah daripada membeli dengan sistem leasing.

Dari kesimpulan diatas, tentu anda punya pertimbangan mana yang sebaiknya anda ambil. Bila memang limit anda mencukupi, anda bisa pertimbangkan untuk mengambil cicilan dengan kartukredit. Akan tetapi, bila anda tidak punya kartu kredit, boleh-boleh saja mengambil kredit ponseldengan sistem leasing. Namun, anda juga harus terima dengan bunga yang lebih tinggi dibandingkan bunga kartu kredit. Sesuaikan saja dengan kemampuan anda.

Hai Entrepeneur! Simak Tips-tips Berikut Untuk Jaga Cash Flow Bisnis Tetap Sehat

Hai Entrepeneur! Simak Tips-tips Berikut Untuk Jaga Cash Flow Bisnis Tetap Sehat

Banyak pengusaha ketika awal terjun, yang difikirkan adalah profit, profit, dan profit.

Selalu setiap pengusaha yang awal newbie saya perhatikan selalu fokus ke profit terus.

“Wah hari ini dapat untung 10 juta nih. Besok harus dapet lebih pokoknya”

Iya emang bagus sih, yang namanya usaha itu harus fokus pada profit. Tapi, anda juga harus paham cara mengatur cash flow yang baik.

“Profit besar dalam suatu usaha belum tentu pertanda sebuah bisnis sukses. Anda harus paham mengatur cash flow“
Cash flow sendiri adalah laporan keuangan bisnis pada periode tertentu mengenai uang masuk dan keluar pada suatu bisnis. Bisnis yang sehat tentu mempunyai cash flow yang baik.

Perhatikan tips berikut ini agar cash flow perusahaan anda berjalan dengan lancar:

    1. Prioritaskan Tingkat Pengeluaran
      Anda tidak boleh yang namanya lalai dengan tingkat pengeluaran untuk suatu bisnis. Pengeluaran akan digunakan dalam rencana produksi. Untuk itu, perlu yang namanya menentukan harga jual secara matang sebelum meluncurkan produk di pasaran agar profit bisnis bisa bertambah banyak. Anda juga bisa yang namanya memberi diskon untuk produk yang dijual. Namun, anda harus paham bahwa pemberian harga diskon juga ada aturan. Anda tidak bisa memberi harga diskon dibawah harga pokok.
    2. Berikan Penawaran Harga yang Lebih Tinggi dari Biasanya
      Memberikan penawaran harga yang tinggi akan membantu menaikkan profit. Logikanya, seorang pembeli akan menawar dengan harga lebih rendah daripada harga jual. Menaikkan penawaran harga menjadi lebih tinggi akan menaikkan pula ‘martabat’ produk anda. Namun, anda perlu paham bahwa menaikkan harga juga harus dibarengi dengan perbaikan dalam bidang packaging, pelayanan, bonus, dan sebagainya.
    3. Jual Produk dengan Strategi Bundlings
      Buat kamu yang ingin berjualan, sangat bisa gunakan strategi bundling. Bundling dapat digunakan untuk membuat suatu produk bisa laku lebih banyak. Hal ini akan membuat cash flow bisnis jadi makin meningkat.
    4. Mendorong Pembelian Ulang Barang
      Bagaimana maksud menjuali barang secara berulang? Hal ini dimaksudkan bahwa semakin banyak barang yang dijual, maka semakin banyak pula profit yang diperoleh. Cara yang paling simple bagi anda untuk mendorong pembelian ulang barang adalah dengan cara mempromosikan suatu barang lewat program Buy 1 Get 1. 
    5. Tunda Rencana Membeli Barang Inventaris yang Tidak Perlu
      Dalam berbisnis, tentu seseorang akan melakukan penambahan inventaris suatu barang. Namun, anda yang sedang berbisnis perlu memperhatikan apakah suatu barang begitu urgent untuk digunakan dan apakah mempunyai pengaruh yang begitu signifikan bagi perkembangan bisnis. Bila tidak terlalu berpengaruh pada profit, maka lebih baik tunda dulu keinginan anda membeli barang.

    6. Evaluasi Cash Flow Secara Bertahap
      Anda yang sedang berbisnis tentu membutuhkan yang namanya evaluasi cash flow. Hal ini bermaksud untuk mengetahui sejauh mana anda memproyeksikan dana untuk sesuatu. Lewat laporan keuangan, anda akan dituntut lebih bijak dalam mengatur keuangan untuk bisnis. Dalam mengelola keuangan bisnis sendiri anda tidak boleh melakukannya secara asal-asalan saja. Percayakan laporang keuangan bisnis pada orang yang kompeten di bidangnya seperti seorang akuntan yang berpengalaman.

 

Mengatur dan menjaga cash flow bisnis memang tidak mudah. Namun, bukan berarti anda boleh asal-asalan dalam mengerjakannya. Perlu waktu yang tidak sebentar untuk mengaturnya. Anda harus berhati-hati mengatur cash flow bisnis agar alur bisnis anda bisa berjalan dengan lancer untuk jangka waktu yang lama.

Ingat ya “untung besar bukan pertanda bisnis selalu bagus. Cash Flow yang lancar akan jadikan bisnis anda bertahan lebih lama”.

Sukses Berbisnis Lewat Passion? Bisa Saja! Asal Anda Lakukan Poin-Poin Berikut!

Sukses Berbisnis Lewat Passion? Bisa Saja! Asal Anda Lakukan Poin-Poin Berikut!

Sering ada pertanyaan: berbisnis butuh passion tidak?
Jawabannya begini:
Bisnis sebenarnya nggak harus ikut passion. Tapi, dengan adanya passion, suatu bisnis akan lebih bergairah.
Bayangkan saja, anda menjual sesuatu yang anda sukai, seperti sepatu.
Dengan passion yang anda punya mengenai sepatu, tentu pengetahuan anda seputar sepatu bakal lebih banyak dibanding orang lain yang tidak punya passion akan sepatu. Dengan gairah dan pengetahuan tentang sepatu tersebut, anda bakal lebih paham bagaimana menjual sesuatu yang anda suka. Bagaimana insole yang bagus, matching warna yang baik, dan lain sebagainya.
Tapi, anda juga tidak boleh terjebak dengan kekuatan “passion” saja. Anda tidak bisa berprinsip:
“Wah, passion aku di sepatu. Sepertinya kalau aku buka bisnis dibidang yang aku suka akan laris nih”
Wah, tidak bisa seperti itu.
Setidaknya, anda harus lakukan poin-poin berikut ini agar bisnis dengan passion berjalan lancar:
    1. Banyak Orang Punya Passion yang Sama. Ciptakan Sesuatu yang Out of The Box
      Memang, setiap individu punya passion yang berbeda-beda. Namun, tidakah anda berfikir ada jutaan pebisnis lain yang juga punya passion yang sama dengan anda? 

      Tidak mungkin cuma anda yang punya passion membuat bisnis sepatu diantara ribuan pebisnis lain di dunia ini.Untuk itu, lakukan yang namanya “Berfikir Out of The Box”.

      Anda disarankan membuat bisnis yang “lumayan beda” dibanding yang lain.

      Ketika membuat bisnis sepatu, buatlah bisnis yang lain dari pada lain. Misalkan, anda ciptakan usaha Sneakers dengan custom tali sepatu sesuai warna yang diinginkan pembeli, dan lain sebagainya.

    2. Jangan Individualis. Berjejaringlah Dengan Komunitas
      Passion boleh beda dengan yang lain. Tapi, urusan berjejaring, jangan sampai jadi pribadi yang Individualistis. Anda harus memperbanyak relasi dengan teman sekomunitas.

      Dari relasi-relasi tersebut, anda akan dapat banyak sekali ilmu baru dan mungkin saja relasipromosi yang bakal lebih dahsyat lagi. Tawaran-tawaran yang tidak akan anda duga akan seringmenghampiri anda yang doyan berkomunitas.

    3. Selalu Upgrade Ilmu. Jangan Cepat Merasa Puas
      Penyakit para pebisnis biasanya datang dari rasa cepat puas yang selalu datang. Merasa cukupdan terlena dengan bisnis yang dijalani ketika mendapatkan kepuasan ditengah jalan.

      Ingat prinsp ini: “Passion boleh idealis. Tapi strategy harus tetap fleksibel”.

      Untuk itu, anda harus upgrade ilmu. Anda harus tahu kapan waktu yang tepat ketika meluncurkan suatu produk di pasaran.

      Meskipun anda lebih suka sepatu sneakers model low untuk dijual, anda juga tak boleh menafikkan fakta bahwa ada banyak orang diluaran sana yang memilih sneakers model high.

      Untuk itu, sering-seringlah mengupgrade ilmu. Jangan sampai merasa cepat puas.

    4. Kumpulkan Modal Untuk Mendanai Bisnis Anda. Jadilah Proaktif
      Bisnis modal passion saja tentu tidak cukup. Anda perlu yang namanya. Modal. Kalau andamemang ingin serius dalam bisnis, jadilah proaktif dengan mencari investor yang mau mendanai bisnis anda.

      Bila dirasa mencari investor terlalu ribet, anda bisa gunakan limit kartu kredit sebagai salah satu cara permodalan bisnis. Artikel selengkapnya bisa anda baca di “https://ritzacademy.com/selain-untuk-modal-inilah-manfaat-kartu-kredit-bagi-pemula“.

 

Itulah tadi beberapa poin yang semestinya harus anda perhatikan ketika melakukan bisnisbedasarkan passion. Selalu upgrade skill, perluas relasi, dan jangan sampai stuck alias berhenti ditempat tanpa ada perkembangan.

Dampak Penurunan Bunga Kartu Kredit

Dampak Penurunan Bunga Kartu Kredit

Dalam sebuah pemberitaan dilaporkan bahwa bunga kartu kredit akan mengalami penurunan per Juni 2017.

Lalu seperti apa imbasnya bagi pengguna kartu kredit?

Coba mari kita bahas disini.

Anda pasti tahu bahwa dalam dunia kartu kredit kita mengenal 3 jenis biaya yang antara lain :

BIAYA GESTUN

Biaya gestun dikenakan ketika Anda melakukan tarik tunai lewat gesek tunai.

BIAYA TARIK TUNAI

Biaya tarik tunai dikenakan ketika Anda menarik secara tunai lewat ATM.

BIAYA BUNGA

Biaya bunga dikenakan ketika Anda tidak melakukan pembayaran secara full payment atau Anda hanya membayar minimum payment.

[divider style=”0″]

Lalu penurunan bunga terjadi dimana?

Penurunan terjadi pada BIAYA BUNGA yang awalnya 2.95% turun menjadi 2.25%.

Tetapi yang harus diketahui adalah selama Anda melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo.

Maka tidak akan ada efek yang dirasakan sebab tidak akan dikenakan biaya bunga.

Yang berimbas adalah ketika Anda menggunakan kartu kredit.

Kemudian bulan depan Anda hanya membayar minimum payment atau membayar sebagian.

Disitulah efek dari penurunan biaya bunga.

Bagaimana dengan gesek tunai?

Jika pada biaya bunga terjadi penurunan, sebaliknya tidak ada tanda-tanda penurunan pada biaya gestun.

Sebab Merchant Discount Rate (MDR) yang diberikan pihak perbankan tetap di angka 1.8%.

Jika dilihat secara angka memang terlihat lebih mahal.

Pada gesek tunai biasanya dikenakan biaya sebesar 2.5%, sedangkan bunga kartu kredit biayanya sebesar 2.25%.

Tetapi yang harus Anda pahami adalah saat Anda membandingkan antara tarik tunai dengan gesek tunai.

Jika Anda melakukan tarik tunai maka yang terjadi adalah Anda akan dikenakan biaya tarik tunai dan biaya bunga.

Artinya jika ditotal dengan hitungan 30 hari saja Anda akan menanggung presentase tarik tunai sebesar 4% ditambah biaya bunga sebesar 2.25%.

Angka yang dihasilkan sudah hampir mencapai 7%.

Lebih murah biaya gesek tunai bukan?

[divider style=”0″]

Lalu problem lainnya adalah ketika Anda memutuskan bergestun untuk membayar jatuh tempo kartu kredit Anda dengan cara menggesek kartu kredit yang lain untuk membayar minimum payment.

Anda pasti berpikir bahwa jatuhnya akan lebih murah bukan?

CONTOH

Anda melakukan transaksi dibulan Mei.

Kemudian dibulan Juni Anda membayar dengan minimum payment.

Maka jelas perhitungan bunganya dihitung dari bulan Mei ke bulan Juni.

Nah, jika dibulan Juni Anda membayar minimum payment.

Kemudian Anda kembali membayar minimum payment pada bulan berikutnya.

Maka bank tidak menghitung minimum payment dari bulan Juni.

Tetapi bank menghitung dari transaksi terakhir (mei.red).

Inilah kenapa minimum payment masih terbilang lebih mahal.

Kenapa?

Sebab dengan minimum payment, hutang Anda tidak akan kunjung lunas dan akan terjadi akumulatif pada biaya bunga.

[divider style=”0″]

Sebenarnya penurunan bunga kartu kredit memiliki sisi positif dan negatif.

Dampak positifnya adalah ketika terjadi penurunan bunga.

Saya yakin banyak orang melakukan pembayaran secara minimum payment dan otomatis hal itu akan mengurangi keuntungan bagi pihak perbankan.

Untuk mengantisipasinya pihak perbankan tentu akan melakukan ekspansi.

Jadi bagi Anda yang ingin apply kartu kredit, lakukanlah pada bulan-bulan ini (Mei – Juni.red) sebab pihak bank akan mencari kompensasi sebesar-besarnya dari penurunan profit.

Ingat, pihak bank mendapatkan keuntungan dari kita, artinya pihak bank lah yang membutuhkan kita.

Lalu apa dampak negatifnya?

Secara psikologis, penurunan biaya bunga menyebabkan meningkatnya keinginan seseorang untuk berbelanja.

Maka berhati-hatilah sebab hal ini dapat memicu penggunaan kartu kredit dengan pemakaian yang over.

Maka dari itu, mulailah cerdas untuk menghitung bunga.

Share if you like this. 🙂

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis (2)

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis (2)

Menyambung artikel sebelumnya tentang delusi [baca disini], yaitu kondisi dimana keyakinan bertentangan dengan kenyataannya.

Nah, selain bisnis money game dan MLM, Anda juga harus berhati-hati pada bisnis e-commerce.

Teknik membangun mimpi yang digunakan pada bisnis e-commerce adalah dengan menyajikan data transaksi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Mereka tidak menyadari bahwa pada kenyataannya perusahaan sekelas foodpanda di Indonesia pun bisa jatuh.

Intinya ketika ada peluang pasti ada masalah yang akan dihadapi, jadi keduanya harus balance atau seimbang.

Inilah realita yang harus dipahami.

Dikelas Credit Card Revolution, Saya tidak sekedar membangun mimpi yang pada akhirnya akan membuat Anda jatuh.

[divider style=”0″]

Dikelas Credit Card Revolution atau Credit Strategy for Property Investor Saya mengajarkan bahwa jika sekedar apply kartu mungkin masih terbilang sangat mudah.

Dikelas Credit Card Revolution, average atau rata-rata yang berhasil mendapat kartu kredit diatas Rp 100.00.000,- sebesar 80% dari seluruh peserta.

Artinya 4 dari 5 orang sukses mendapatkan kartu kredit diatas Rp 100.000.000,-.

Tetapi Saya selalu mengingatkan bahwa,

Mendapatkan Bukanlah Tujuan

Mendapatkan kartu kredit hanyalah awal

The real challenge adalah bagaimana memanfaatkannya setelah Anda mendapatkannya

Itulah kenapa dikelas Saya ada semacam konsultasi yang sifatnya eksplore.

Di mulai dari menanyakan bisnis apa yang ingin dijalankan.

Contohnya jika ingin memulai bisnis kuliner, Saya selalu memberikan pertanyaan terlebih dahulu.

Dalam memulai bisnis, bisa karena merasa bisa saja atau bisa karena punya pengalaman.

Apabila Anda bisa karena memang mempunyai pengalaman.

Maka sekali lagi Saya katakan bahwa Anda bebas untuk memulainya, sebab Saya yakin 90% bisnis Anda akan berjalan dengan baik.

Sebaliknya jika hanya merasa bisa, Saya akan menyarankan untuk melakukan tes pasar atau validasi market terlebih dahulu.

CONTOH

Share if you like this. 🙂

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis

Berbicara tentang delusi, coba kita ambil contoh dari bisnis yang sedang ramai saat ini.

Saat ini bisnis kuliner semacam mie-mie menggunakan level kepedasan mungkin sedang banyak digandrungi oleh para pebisnis untuk dijadikan lahan bisnisnya.

Mungkin dalam bisnis tersebut banyak orang berpendapat bahwa bisnis seperti itu sangatlah mudah, namun ketika sudah dijalankan nyatanya tak semudah yang dibayangkan sebelumnya.

Inilah yang dinamakan delusi.

Kondisi dimana keyakinan bertentangan dengan kenyataan.

BISA karena merasa bisa

Maka yang harus Anda lakukan adalah validasi market artinya lakukan percobaan bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu.

BISA karena mempunyai pengalaman

Maka Anda bebas untuk terjun langsung kedalam dunia bisnis yang ingin Anda bangun.

Inilah yang harus Anda pahami.

Apapun bisnis yang ingin Anda geluti entah itu bisnis properti, kuliner atau bisnis-bisnis lainnya Anda harus memikirkan secara matang.

Dalam bisnis tersebut, apakah Anda bisa karena punya pengalaman atau hanya bisa karena merasa bisa? Mulai tanyakan pada diri Anda.

CONTOH

Salah satu murid Saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya.

Begitu keluar dari pekerjaan, ia langsung membuka bisnis dengan modal kartu kredit.

Ia membuka bisnis kuliner yaitu menjual ayam ala fried chicken, dan ternyata bisnis yang dijalankan langsung “jadi”.

Artinya bisnis yang dibuat berjalan dengan lancar.

Saya pun bertanya padanya, apakah sebelumnya ia mempunyai pengalaman dalam membuka bisnis tersebut? Ia menjawab tidak pernah.

Kemudian Saya bertanya kembali, sebelum membuka bisnis fried chicken apa pekerjaan yang dilakukan?

Ia pun menjawab, dulunya ia adalah seorang karyawan, ia bekerja sebagai manajer di salah satu restoran cepat saji terkemuka selama 7 tahun.

Mungkin inilah yang membuat ia bisa dengan mudah membuka bisnis.

Dengan pengalaman yang dimiliki, tentu ia paham mengenai ilmu yang berkaitan dengan marketing dan leadership yang diterapkan dalam dunia bisnis kuliner.

Sebaliknya dari mana sikap BISA karena merasa bisa muncul?

Biasanya sikap bisa karena merasa bisa muncul setelah Anda mengikuti acara seminar yang sifatnya hardcore sales, seminar yang isinya hanya membangun mimpi tanpa detail proses.

CONTOH

Dalam sebuah seminar dikatakan bahwa membangun bisnis import sangatlah mudah.

Anda bisa menjadi distributor barang dengan harga Rp 10.000,- yang nantinya bisa Anda jual seharga Rp 100.000,-.

Hal inilah yang akan membuat Anda merasa bahwa Anda bisa melakukan bisnis ini dengan mudah.

Istilahnya ngepitch hardcore sales tetapi deliver atau prosesnya tidak dijelaskan secara detail.

Apakah hal itu boleh dilakukan?

Boleh-boleh saja, sebab pada seminar-seminar tidak sedikit yang menerapkan hardcore sales.

Tetapi berbeda ketika mengajar di workshop, Saya selalu mengajarkan semua proses beserta step by step-nya.

Money game dan MLM adalah salah satu contoh bisnis yang membuat orang merasa dibangun mimpinya, tetapi tanpa disertai aksi yang konsisten.

Oleh sebab itu punya mimpi yang besar tanpa konsisten action sama saja dengan delusi, hanya akan menjadi khayalan Anda saja.

Share if you like this. 🙂

Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Sudah Benarkah Mentalitas Anda?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]

aya menemukan sebuah ilmu yang luar biasa ketika bertemu dengan salah satu rekan Saya, ia adalah seseorang yang bisa dibilang jago dalam memaksimalkan Facebook Ads.

Tidak hanya itu, ia pun bisa mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah dari penjualan kaos disalah satu perusahaan digital marketing yang menyediakan layanan pembuatan desain kaos dan cetak. Luar biasa bukan?

Saya menemukan bahwa ilmu basic yang diajarkan mungkin hampir sama, tetapi pola pikir yang berbeda telah Saya dapatkan darinya yaitu ketika ia menemukan peluang untuk mendapatkan sebuah iklan yang bagus.

Sebagai contoh iklan A menghabiskan 100 dollar, ia bisa menghasilkan 1000 dollar dari dana 100 dollar yang sudah ia keluarkan sebelumnya sebab yang ia lakukan adalah men-scale up bisnis yang ia jalankan.

Ia secara terus-menerus melakukan teknik double scale up. Dengan nilai 100 dollar ia bisa menghasilkan 1000 dollar, 500 dollar menjadi 5000 dollar. Menurut Saya ini merupakan satu mindset yang sangat luar biasa.

Di lain waktu salah satu murid Saya berkonsultasi dan bertanya “Mengapa bisnis Saya sepi padahal dulu sempat ramai?”.

Saya sempat menanyakan tentang cara yang pernah Saya ajarkan yaitu mempromosikan bisnis menggunakan Facebook Ads.

Awalnya cara itu memang dilakukan, namun ketika bisnis yang dijalankannya sudah ramai dan berjalan lancar, justru cara itu sudah tidak dilakukan lagi sebab murid Saya berasumsi bahwa bisnisnya sudah ramai.

Ini tentu saja suatu perbedaan yang mendasar antara bumi dan langit.

Disisi lain rekan Saya berinisiatif melakukan scale up saat bisnisnya sedang dalam kondisi yang bagus.

Sebaliknya salah satu murid Saya justru stuck karena bisnis yang dijalankan dirasa sudah cukup lancar dan ramai kala itu.

Mungkin inilah yang membedakan perihal hasil pencapaian yang didapat antara rekan dan salah satu murid Saya.

“Ilmu yang didapatkan mungkin sama, tetapi mentality setiap orang tentu berbeda-beda. Itulah kenapa belajar tidak hanya masalah ilmu tetapi juga masalah mental.”

Pertanyaan Saya, Mental seperti apakah Anda?



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

blindspot dalam penerapan bisnis anda

Kali ini Saya ingin sharing mengenai Blind Spot.

BLIND SPOT?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]A[/mk_dropcaps]

pakah Anda pernah merasa bahwa Anda sudah cukup tahu banyak tentang sebuah ilmu yang sudah pernah dipelajari sebelumnya?

[feature_box style=”12″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”center”]

Anda merasa sudah memahami tentang tata cara penggunaan kartu kredit dalam bisnis.

Di sisi lain saat Anda dan teman Anda sama-sama memahami tentang ilmu penggunaan kartu kredit, ternyata teman Anda justru lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Lalu kenapa hal seperti itu bisa terjadi?

[/feature_box]

Setelah kejadian tersebut tentu Anda akan mulai mempelajari dan mengikuti kelas kembali bersama mentor-mentor yang berbeda.

Nah, saat Anda mulai open mind serta mempelajari jauh lebih dalam, Anda akan menyadari bahwa Anda telah mengalami yang namanya Blind Spot.

Mungkin inilah yang membedakan kenapa teman Anda bisa lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Istilah Blind Spot sendiri adalah dari semua hal yang sudah diketahui, ternyata masih terdapat miss detail, artinya kita tidak mengetahui secara detail tentang ilmu yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Mempelajari sesuatu tentu tidak bisa hanya sekali dua kali. Karena ketika Anda merasa tahu dan merasa sudah memahami semua hal disitulah letak kebodohan Anda.

Anda tidak mau mengembangkan ilmu dan akhirnya terjadilah Blind Spot.

Ada yang mengatakan bahwa “Pengulangan adalah ibu dari segala ketrampilan” tentu Saya sangat setuju dengan statment tersebut.

Itulah kenapa kita dituntut mempunyai pemikiran yang terbuka. Mempelajari suatu hal secara berulang-ulang agar ilmu yang didapatkan semakin bertambah terutama ilmu baru atau ilmu yang up to date.

Setiap ada kesempatan Saya selalu belajar dari banyak orang, walaupun saat ini Saya sudah menjadi seorang pengajar tapi hal itu tidak serta merta membuat Saya merasa bahwa diri Saya sudah memahami semua materi.

Saya masih akan terus belajar untuk menghindari terjadinya Blind Spot, sebab ketika sedang mengajar kadang seseorang seringkali tidak menyadari dengan adanya ilmu baru (up to date).

Nah, sekarang Saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda pernah mengalamI Blind Spot? Coba Anda pikirkan.

Saya pun baru akan menyadari bahwa Saya memiliki banyak Blind Spot ketika Saya mulai mempelajarinya lagi.

Ketika memutuskan untuk berhenti mempelajari sesuatu itu artinya Saya merasa sudah pintar tapi kenyataannya dalam hal bisnis omset Saya tidak bertambah.

Sebaliknya ketika Saya mengembangkan ilmu yang Saya miliki  dan terus mempelajarinya justru omset Saya semakin bertambah sebab Blind SpotBlind Spot yang semula banyak perlahan-lahan mulai tertutupi .

Always open mind dan jangan pernah berhenti untuk belajar. Sekali lagi Saya tekankan bahwa ketika Anda merasa pintar disitulah letak kebodohan Anda”.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi antara permodalan dan bisnis internet marketing

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]aat ini dunia digital marketing sudah berkembang sangat luar biasa. Saya sendiri memiliki background didunia permodalan.

Nah, jika dua dunia ini dikombinasikan mungkin dampaknya akan sangat luar biasa, karena saat ini hampir semua bisnis digital marketing sudah menggunakan fasilitas kartu kredit, tanpa kartu kreditpun sebenarnya masih bisa, namun Anda hanya akan membuang-buang waktu untuk melakukan transfer, konfirmasi dan hal-hal yang tentunya akan merepotkan Anda.

Saya menemukan adanya satu peluang yang sangat potensial terutama bagi Anda para digital marketer yang nantinya akan berkecimpung didunia seminar maupun workshop. Peluang ini sendiri mungkin belum di isi oleh banyak orang.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Masalahnya saat ini banyak orang yang berkeinginan terjun ke dunia digital enterpreneur tetapi masih mempunyai beberapa kendala, sebab kebanyakan dari kita khususnya yang umurnya sudah mencapai angka 30 sampai 50 memiliki pengetahuan yang minim soal teknologi alias gaptek (gagap teknologi) karena dunia digital marketing saat ini lebih dikuasai oleh orang-orang yang notabene-nya berumur dibawah 30 tahun.

Generasi muda dibawah 30 mungkin lebih pintar dan fresh dalam hal pemikiran, tapi mereka cenderung memiliki modal yang terbatas, sebaliknya orang-orang yang berumur diatas angka 30 memiliki banyak modal tetapi gaptek.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet MarketingJika Anda bisa menjadikan ini sebagai jembatan dan mengkombinasikan antara keduanya mungkin hasilnya akan sangat luar biasa, artinya Anda yang memiliki skill bisa membuat pelatihan-pelatihan yang sederhana untuk orang-orang yang mungkin masih awam dengan dunia digital marketing.

[feature_box style=”8″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”justify”]

Contoh :

Saat ini masih banyak orang yang belum bisa mengatur dan me-manage email, bahkan untuk membuat email saja terkadang orang masih merasa kesulitan, bukan berarti mereka orang-orang yang memiliki keterbatasan biaya, sebab Saya mempunyai murid-murid yang sebagian besar adalah bos-bos dengan gaji mencapai ratusan juta hingga miliaran tetapi pengetahuannya masih minim dibidang teknologi.

Tidak perlu sampai membuat orang langsung memiliki kemampuan yang high skill karena hal terpenting ialah Anda harus sabar saat mengajar. Saya rasa pelatihan semacam ini bisa Anda hargai dengan kisaran 2 sampai 3 juta.[/feature_box]

Selain email, Anda juga bisa mengajar tutorial seperti bagaimana cara menggunakan dan mengatur FB Ads, Google Ads dan lain-lain yang tentu masih ada hubungannya dengan digital marketing.

Andapun dapat memfokuskan pada salah satu materi dalam sekali mengajar karena yang dibutuhkan adalah bagaimana seseorang dapat memahami apa yang disampaikan secara step by step.

Tentu ini akan jadi sebuah peluang bisnis yang bagus untuk Anda sebagai seorang digital marketer.

Saya pribadi sudah mempelajari tentang teknologi digital marketing dari orang-orang yang memang memiliki skill dibidangnya masing-masing, bisa dibilang Saya cukup paham dan tidak terlalu gaptek, namun terkadang Saya masih suka nge-blank. Dari situ Saya bisa merasakan bagaimana perasaan rekan-rekan yang totally zero.

Maka dari itu dibutuhkan setidaknya sedikit pemahaman mengenai konsep-konsep yang terkait dalam dunia digital marketing, apalagi Anda bisa membuka kursus semacam ini tanpa perlu menggunakan modal, karena yang dibutuhkan hanya skill Anda.

“Sekali lagi Saya tekankan bahwa ini adalah peluang yang bagus terutama bagi generasi muda yang punya skill but no have money untuk memberikan ilmunya kepada  “generasi tua” yang have money but no skill. Simbiosis mutualisme mungkin istilah yang tepat untuk kondisi seperti ini”

Mudah-mudahan pembahasan ini dapat menginspirasi bahwa sebenarnya cari uang itu gampang dan bisnispun akan jauh lebih mudah dengan catatan Anda memiliki skill.

Nanti ketika Anda membutuhkan modal, Anda bisa belajar dikelas Credit Card Revolution, atau ketika Anda berencana membeli rumah agar KPR tidak ditolak bisa belajar materi di Credit Strategy For Property Investor. Tapi satu hal yang harus Anda perhatikan, Always Use Your Brain.

Sekian dan sukses untuk Anda.

About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk cari Uang atau Memang Passion

Sebenarnya apa tujuan anda berbisnis?

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]J[/mk_dropcaps]ika tujuan dan standart bisnis Anda cuma uang maka tidak heran Anda akan diperbudak oleh uang, sebab Anda hanya akan fokus pada bagaimana cara untuk mendapatkan peluang bisnis dengan uang yang jumlahnya besar.

Anda akan terus berpindah-pindah dari bisnis A ke bisnis B ketika sudah tidak ada lagi uang yang didapatkan, hal itu akan terus berulang-ulang sebab tujuan Anda hanya untuk mendapatkan uang, uang dan uang.

Saya pribadi tidak suka dengan statment “Bekerja demi mendapatkan uang”, karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya statment tersebut hanya akan membuat Anda diperbudak oleh uang.

Orang-orang yang terjebak di dalam money game akan tergiur dengan tawaran-tawaran yang memberikan peluang dengan jumlah uang yang besar dan tentu mereka lebih mudah terpengaruh dengan iming-iming uang. Saya menyebutnya dengan ababilpreneur, mungkin Anda merasa tersinggung ketika saya mengatakan hal ini, namun disini saya selalu berbicara apa adanya karena semua yang saya katakan demi kebaikan anda juga.

Jadi mulailah berpikir, tujuan Anda berbisnis sebenarnya untuk apa?

Saya pribadi selalu memilih bisnis yang saya gemari, artinya ketika saya mengerjakan bisnis tanpa mendapatkan uang, saya tetap senang dan bersemangat.

Saat ini saya memiliki bisnis yang bergerak dibidang supplier obat dan makanan burung, bisnis ini sudah berjalan 11 tahun lamanya. Berawal dari passion, saya mulai memelihara burung pada tahun 1998, ditambah mempunyai seorang ayah tiri yang bekerja sebagai dokter hewan, beliau pernah bekerja dibagian nutrisi burung, dari situlah saya mulai diajarkan bagaimana cara meracik obat dan makanan burung, pada akhirnya saya mulai mengembangkannya dengan menjual obat dan makanan burung walaupun sebagian orang menganggap makanan burung hanya begitu-begitu saja, tetapi bagi saya ini adalah sebuah investasi.

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

Mungkin sebagai seorang enterpreneur wajar jika saya mulai bosan dengan bisnis yang sedang dijalankan, maka pada tahun 2008 saya mulai beralih ke bisnis lain yaitu bisnis yang saya dirikan karena hobi yaitu bisnis stiker.

Tidak sampai dibisnis stiker saja, saya kembali membuka bisnis, lagi-lagi bisnis yang tidak jauh dari hobi yang mungkin sudah bisa diketahui dari postur badan saya yang besar, yaitu bisnis cafe dan restoran.

Di tahun 2010 Saya mulai mengajar seminar-seminar, Anda mungkin bertanya-tanya kenapa Saya mau melakukannya, simple karena I Love Sharing.

Ketika tujuan bisnis hanya sekedar untuk mencari uang, rasa bosan seringkali muncul. Hal itu yang saya rasakan sekitar tahun 2014–2015 pada bisnis seminar. Maka diakhir tahun 2015 saya melakukan satu tes untuk mengetahui apakah saya benar-benar suka mengajar atau saya mengajar hanya untuk mencari uang.

CCR

Akhirnya Saya membuat sebuah program bernama CCR Recovery, sebuah seminar yang dikhususkan bagi kawan-kawan yang bermasalah dengan kartu kreditnya, seminar CCR Recovery sendiri tidak memungut biaya apapun alias gratis, bahkan untuk tempat dan makanpun sudah terfasilitasi, program ini sudah berjalan sebanyak 4x. Artinya ketika class seminar biasanya dikenakan biaya 4 sampai 5 juta, kemudian saya mengajar seminar secara gratis maka yang didapatkan justru kepuasan batin karena saya berhasil membantu kawan-kawan dalam memecahkan masalah dikartu kreditnya. Bagi saya it’s ok and it’s fine dan dari situ saya mengetahui bahwa basic saya memang mengajar.

Ketika melakukan sesuatu, lakukan dengan passion.

Salah satu cara yang mudah untuk mengetahui passion Anda adalah ketika Anda sedang melakukan suatu hal tanpa mendapatkan uang, tanyakan pada diri anda sendiri, masih tertarikkah Anda melakukannya? Jika Anda tidak tertarik, bisa jadi passion anda bukanlah disana.

Lalu apa hubungan passion dengan uang?

Seseorang yang melakukan sebuah bisnis menggunakan passion memiliki aura yang berbeda, seorang konsumen pun dapat melihat perbedaan antara orang bekerja hanya karena uang dengan orang bekerja karena passion.

Konsumen cukup melihat bagaimana antusias dan semangatnya seseorang dalam menjalankan bisnis meskipun tidak banyak uang yang didapatkan. Dengan begitu konsumen cenderung akan lebih menghargai Anda dan tidak menutup kemungkinan konsumen akan terus-menerus mendatangi bisnis anda karena saya meyakini ketika kita menjadi yang terbaik dibidangnya, maka kita akan kaya dengan sendirinya, apapun itu.

Saya menganggap pekerjaan saya baik itu Seminar Kartu Kredit, Cafe dan Restoran, atau bisnis makanan burung didirikan karena adanya passion, karena dalam berbisnis kita tidak hanya bekerja untuk uang tetapi bagaimana kita bisa memiliki sesuatu yang terbaik, bagaimana kita menjadi artis dalam bisnis, dan bagaimana kita bisa menciptakan karya yang jauh lebih bagus lagi.

Hal terpenting dalam bisnis adalah Passion.

Ketika anda tidak memiliki passion dan hanya sekedar mencari uang, maka tidak bosan-bosannya saya katakan bahwa anda hanya akan diperbudak oleh yang namanya uang, dalam kondisi seperti ini yang bisa anda lakukan hanyalah berpindah-pindah dari tempat A ke tempat B lalu ke tempat C sampai anda menua termakan usia.

Saran saya ketika mencari sebuah bisnis jangan hanya fokus dalam hal mendapatkan uang, uang adalah urusan mudah sebab dengan adanya passion uang akan datang secara otomatis.

Ketika anda sudah menjadi pakar dibidangnya karena sebuah passion, maka orang lain akan melihatnya dan dari situ anda akan meraih really-really big money.

Sekian dari saya, semoga membantu. – Roy Shakti



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.