RESMI, JOKOWI MINTA KARTU KREDIT PNS TIDAK PAKAI VISA DAN MASTERCARD

RESMI, JOKOWI MINTA KARTU KREDIT PNS TIDAK PAKAI VISA DAN MASTERCARD

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap belanja pemerintah pusat dan daerah menggunakan kartu kredit yang sudah diluncurkan beberapa bulan lalu. Namun, Jokowi tidak ingin bergantung kepada Visa dan MasterCard.
Beliau menjelaskan jika penggunaan kartu kredit pemerintah daerah, seharusnya semuanya bisa menggunakan karena zaman sudah digital seperti saat ini. Jika menggunakan kartu kredit tersebut, pemerintah bisa mandiri.
Permintaan tersebut juga bukan tanpa alasan. Jokowi menceritakan kejadian yang menimpa Rusia ketika pecah perang dengan Ukraina di bulan Februari 2022. Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan hukuman kepada Rusia yang diikuti oleh kebijakan perusahaan asal AS.
Oleh karena itu, Indonesia harus bisa mandiri, terutama dari sisi sistem pembayaran. Beliau menegaskan bahwa jika bisa menggunakan platform milik sendiri dan mulai menyebar, dimulai dari KL, provinsi, kabupaten, dan kota akan menjadi lebih tenang.
Seperti yang sudah pernah dijelaskan sebelumnya, Kartu Kredit Pemerintah merupakan alat pembayaran menggunakan kartu yang bisa dipakai untuk pembayaran terhadap belanja yang dibebankan oleh APBN. Kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi dahulu oleh Bank Penerbit Kartu Kredit Pemerintah.
Lalu, satuan kerja (Satker) wajib melakukan pelunasan kewajiban pembayaran di waktu yang sudah disepakati dengan pelunasan sekaligus. Kartu kredit pemerintah akan diterbitkan oleh tiga bank Himbara: BRI, BNI, dan Bank Mandiri. KKP ini diharapakan bisa digunakan di 20 juta merchant baik domestik maupun luar negeri.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

KARTU KREDIT PEMERINTAH BISA MULAI JALAN PER JANUARI 2023

KARTU KREDIT PEMERINTAH BISA MULAI JALAN PER JANUARI 2023

Presiden Joko Widodo telah meresmikan Kartu Kredit Pemerintah di akhir Agustus 2022. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa program tersebut bisa dilakukan mulai per Januari 2023.
Beliau mengatakan bahwa KKP bisa menjadi salah satu dari 6 program strategis pemerintah untuk mendorong Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, dan BUMN untuk belanja produk dalam negeri. Lima program pemerintah lainnya adalah:
1. Digitalisasi belanja pemerintah
2. Penandatanganan pengadaan kontrak laptop dalam negeri untuk digunakan pemerintah
3. Penyusunan strategi internal masing-masing Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, dan BUMN untuk mengurangi impor
4. Pembekuan produk impor yang sudah bisa dibuat di dalam negeri
5. Pembentukan platform pengadaan nasional terintegrasi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa program ini memfasilitasi pembelian barang dan jasa pemerintah baik pusat maupun daerah dengan skema pembayaran KKP yang prosesnya dilakukan secara domestik. Program ini juga sekaligus menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2022 mengenai penggunaan transaksi non-tunai untuk belanja pemerintah baik di pusat maupun daerah untuk mencintai produk dalam negeri.
KKP Domestik ini merupakan sebuah inisiasi dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Bank Indonesia, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), di mana penerbitan pada tahap awal dilakukan oleh Bank Himbara (BNI, BRI, Bank Mandiri) yang nantinya akan diperluas ke Bank Pembangunan Daerah secara bertahap.
Di tahap awal implementasi KKP Domestik ini dilakukan melalui interkoneksi QRIS yang sudah didukung oleh 85 penyelenggara dan 20,3 juta merchant sehingga bisa langsung dibayar. Dikutip dari keterangan Bank Indonesia Agustus lalu, KKP Domestik ini akan bisa menjadi sumber dana bagi satuan kerja untuk kebutuhan belanja operasional maupun belanja perjalanan dinas.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds