Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?

Halo sahabat semua dimanapun anda berada. Hari ini kita akan sedikit membahas tentang masalah antara bisnis dan judi, mungkin Anda tidak mengerti dan mungkin juga bertanya-tanya apakah bisnis dan judi itu sama, karena kebanyakan orang berpikir bahwa bisnis dan judi memiliki kemiripan sehingga banyak kita temui kasus-kasus yang seolah-olah Anda sedang berbisnis tetapi kenyataannya Anda berjudi, akhirnya Anda berjudi dalam bisnis. Lalu kira-kira apa yang membedakan antara bisnis dan judi itu sendiri?

Jika dikaitkan dengan judi, mungkin ada sebuah istilah yang namanya hukum probabilitas, sebagai contoh dalam judi bola probabilitasnya yaitu satu banding dua, dalam judi dadu probabilitasnya adalah satu banding enam, inilah yang dinamakan hukum probabilitas, artinya ketika anda menemui paul si gurita untuk meminta tolong meramalkan sebuah pertandingan bola, tetap saja perbandingannya hanya satu banding dua, tidak ada yang bisa merubahnya.

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?Tetapi ketika dalam bisnis, semua itu menjadi relatif dan bisa dirubah.

Contohnya, ketika anda mulai berbisnis kuliner :

  • Apakah Anda sudah mengerti soal bisnis kuliner ?
  • Apakah Anda punya pengalaman dibisnis kuliner ?
  • Apakah Anda pernah bekerja dibisnis kuliner ?
  • Apakah Anda pernah belajar tentang bisnis kuliner ?

Kalau Anda tidak pernah belajar apapun tentang bisnis kuliner, maka kemungkinan kesuksesan Anda hanya sebesar 5% dan 95% sisanya adalah besar rasio kegagalan Anda, itulah bisnis.

Namun kesuksesan dalam berbisnis bisa ditingkatkan dengan banyak cara, salah satunya dengan mengikuti seminar-seminar, belajar dari orang yang berpengalaman, atau belajar dari komunitas yang Anda ikuti, dengan begitu rasio keberhasilan Anda akan meningkat dari yang awalnya hanya 5% bisa menjadi 10%, 15%, 20% dan seterusnya. Faktor “kena tipu” dalam bisnispun sebenarnya bisa mempertinggi rasio kesuksesan karena Anda bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

Sampai pada akhirnya ketika anda sudah menjadi seorang master dibidangnya, rasio kegagalan Anda kemungkinan hanya sebesar 5% saja, kenapa Saya tidak mengatakan 0%? Karena sebagai manusia kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, sebab kita hanya bisa berusaha namun tetap Tuhan yang menentukan semuanya, setidaknya kita tetap bisa berusaha untuk mengurangi rasio kegagalan dalam bisnis. Lain halnya ketika Anda tidak mengetahui apapun tentang bisnis tersebut tapi tetap ngotot ingin menjalankan bisnis itu maka rasio kegagalan Anda berbalik menjadi 95%, 5% sisanya mungkin hanyalah faktor keberuntungan saja.

Jadi maksudnya ketika Anda ingin membuka bisnis bengkel, Anda harus mengerti soal bisnis bengkel, apabila Anda tidak mengerti apapun tapi tetap nekat membuka bisnis bengkel, itu artinya Anda sedang berjudi dalam bisnis. Oleh karena itu sebelum menginvestasikan uang Anda dalam bisnis, investasikan waktu Anda terlebih dahulu, dengan begitu rasio kegagalan Anda akan semakin berkurang dengan adanya proses pembelajaran serta pengalaman yang nantinya akan didapatkan. Apakah Anda sudah paham sekarang?



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen

Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen

Saat ini berbisnis memang menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memperoleh sumber pendapatan. Bisnis sendiri adalah suatu kegiatan menjual barang ataupun jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba atau penghasilan. Bisnis sendiri dibagi menjadi beberapa bidang antara lain bisnis yang bergerak dalam bidang jasa, properti, kuliner dan lain sebagainya.

Salah satu contoh bisnis yang sedang marak saat ini adalah bisnis kuliner dimana bisnis dibidang ini sangat menguntungkan bagi pebisnis karena makanan adalah kebutuhan primer yang pastinya diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi jika konsumen sudah terlanjur menyukai masakan pada sebuah restoran maka konsumen tersebut tidak akan hanya sekali dua kali berkunjung untuk membelinya. Oleh sebab itu seorang pebisnis dituntut harus bisa mengetahui bagaimana cara agar bisnis yang dijalankan mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat ini, bisa dengan mengutamakan kepuasan para konsumen melalui konsumen itu sendiri artinya pebisnis mengajak konsumen untuk memberikan masukan dan tanggapan.

Salah satu Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen adalah dengan memanfaatkan metode survey. Survey bisa diberikan secara langsung kepada konsumen atau dengan bantuan alat penunjang survey, contoh survey secara langsung kepada konsumen adalah saat seorang konsumen mengunjungi sebuah restoran, pelayan dapat memintanya untuk mengisi kertas survey yang meliputi pertanyaan-pertanyaan seputar produk dan pelayanan yang berkaitan dengan bisnis tersebut, survey semacam ini mungkin akan sedikit mengganggu kenyamanan konsumen pada saat itu, tetapi jangan khawatir anda dapat mengakalinya dengan memberikan semacam promo pada konsumen seperti mendapatkan gratis minuman bagi yang mau meluangkan waktunya untuk sekedar mengisi kuisioner. Untuk bahan surveynya sebaiknya berisi hal-hal yang sekiranya dapat dipakai sebagai referensi untuk mengembangkan bisnis seperti menanyakan hal-hal yang dirasa kurang memuaskan bagi konsumen.

Metode survey dalam berbisnis saat ini memang sangat diperlukan bagi kalangan pebisnis, tujuannya tidak lain untuk bisa mengembangkan bisnis itu sendiri. Melalui konsumen para pebisnis dapat mengetahui dimana letak kekurangan pada bisnis yang sedang dijalankan serta bisa mendapatkan sebuah acuan untuk lebih meningkatkan kualitas produk maupun layanan yang diberikan. Apalagi saat ini banyak sekali media yang dapat dimanfaatkan para pebisnis untuk melakukan survey, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang semakin memudahkan kita dalam melakukan segala sesuatu termasuk untuk mendapatkan perhatian dan respon dari konsumen terhadap bisnis yang sedang dijalankan maka dalam berbisnis kita tidak akan pernah lepas dari peran penting seorang konsumen karena tujuan survey adalah untuk mengetahui seberapa puaskah para konsumen terhadap pelayanan dan produk yang diberikan.

Mungkin inilah beberapa metode yang dapat membantu kita untuk mendapatkan respon yang membangun dari konsumen, antara lain :

  • Survey dengan memanfaatkan Teknologi
  • Media Elektronik

Media elektronik adalah suatu media yang membutuhkan sumber energi listrik untuk dapat kita akses atau melihat isi dari content tersebut, seperti pada rekaman video, anda pasti akan membutuhkan suatu daya listrik untuk melihat isi dalam content tersebut.

Contoh metode survey menggunakan sarana media elektronik adalah dengan adanya bisnis supermarket waralaba yang menyediakan sebuah layar touchscreen atau media elektronik yang diletakkan didepan kasir, kemudian konsumen akan diminta untuk menekan salah satu dari 2 tombol, yaitu tombol puas dan tidak puas pada layar, namun survey ini masih memiliki kekurangan yaitu hanya ada 2 tombol pada layar, artinya seorang konsumen tidak bisa memberikan alasan yang spesifik kenapa  konsumen bisa memilih salah satu tombol yang tersedia, namun bagi konsumen mungkin ini malah menjadi suatu kelebihan atau keuntungan tersendiri karena mereka hanya perlu sekali menekan.

Konsumen dapat menekan tombol puas ketika ia mendapatkan pelayanan yang baik entah saat karyawan membantunya untuk mencarikan barang atau menawarkan keranjang belanja ketika melihat konsumen membawa banyak barang. Tetapi konsumen cenderung akan menekan tombol tidak puas ketika pelayanan yang diterima tidak sesuai harapan, semisal saat terjadi antrian yang panjang dikarenakan kasir yang lelet dalam menjumlah barang yang dibeli atau mungkin karena pelayanan kasir kepada konsumen yang tidak ramah padahal keramahan adalah salah satu hal sederhana namun sangat disukai oleh konsumen.

Ketika anda mendapatkan pujian dalam bisnis, jangan pernah merasa puas terlebih dahulu, karena respon-respon bernada kritikan dan masukan justru yang diperlukan dan dibutuhkan untuk pengembangan bisnis, karena sebagai pelaku bisnis kita bisa tahu dimana letak kesalahan kita saat melakukan bisnis tersebut dan anda bisa mulai memperbaiki atau meningkatkan produk maupun pelayanan supaya bisnis yang sedang di jalani bisa terus berjalan dan mengalami kemajuan.

  • Sosial Media

Selain dengan memanfaatkan media elektronik, Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen adalah dengan menggunakan sosial media sebagai sarana untuk melakukan survey terhadap kepuasan konsumen. Sosial media sudah banyak dimanfaatkan oleh kalangan masyarakat, hal itu dapat diketahui dari  banyaknya aplikasi-aplikasi sosial media yang sudah digunakan oleh pengguna ponsel pintar semua kalangan baik anak-anak, remaja hingga orang dewasa karena sosial media mungkin sudah jadi bagian dari gaya hidup bahkan mungkin sudah menjadi suatu kebutuhan hidup bagi manusia untuk sarana berbagi informasi, berkumpul dan berbicara secara online, serta dapat memudahkan dalam hal berkomunikasi satu sama lain.

Selain digunakan untuk hal-hal tersebut, sosial media juga sudah banyak dimanfaatkan sebagai lahan untuk berbisnis, bukan hanya bisnis yang basisnya online saja, bisnis toko, restoran hingga perusahaan-perusahaan besar juga menggunakannya, tujuannya tidak lain untuk mengenalkan bisnis yang mereka jalankan agar dapat lebih dikenal di masyarakat Indonesia bahkan sampai luar negeri.

Dengan media sosial kita dapat lebih mudah menjaring konsumen dengan pemanfaatan fitur-fitur yang ada pada media sosial itu sendiri. Media sosial yang banyak dimanfaatkan untuk lahan berbisnis saat ini antara lain facebook, twitter, instagram dan masih banyak lagi.

Sebagai contoh, pada jejaring sosial seperti facebook anda dapat memanfaatkan kolom komentar dan fitur polling sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa puaskah konsumen dengan produk dan layanan yang sudah diberikan, dalam membuat pertanyaan jangan pernah mengarahkan konsumen ke respon yang hanya akan membuat anda senang seperti pertanyaan yang  berisi tentang kelebihan-kelebihan yang ada pada bisnis anda, buatlah pertanyaan yang sekiranya dapat membuat bisnis anda bisa tumbuh berkembang seperti menanyakan apa yang perlu dievaluasi atau diperbaiki dalam produk dan layanan yang sudah diberikan. Dari situ anda akan sedikit mengetahui dimana letak kekurangan bisnis anda dan tentunya anda bisa segera melakukan perubahan kearah yang lebih baik untuk perkembangan bisnis anda melalui jejaring sosial.

Kekurangan dan kelebihan menggunakan sosial media untuk media survey sendiri adalah testimonial yang diberikan konsumen terbaca oleh konsumen lain yang nantinya dapat mempengaruhi minat konsumen untuk menggunakan jasa ataupun produk yang ditawarkan. Contohnya ketika salah satu konsumen memberikan testimonial yang negatif, lalu terbaca oleh konsumen lain yang ingin menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan, konsumen cenderung akan membatalkan niat untuk menggunakan produk atau jasanya karena adanya respon negatif yang diberikan konsumen, tetapi ketika konsumen memberikan testimonial yang positif tentu akan membuat konsumen lain merasa yakin bahwa barang atau jasa yang diberikan mempunyai kualitas yang baik.

Soal berbisnis kita tidak akan luput dengan yang namanya respon positif dan respon negatif, maka dari itu pemanfaatan media sosial bagi bisnis juga dapat mempermudah konsumen untuk memberikan masukan dan kritikan. Jadikan sosial media sebagai alat yang dapat mengantarkan anda dalam meraih kesuksesan dalam berbisnis.

Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen

  • Survey Kuesioner

Adapun Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen adalah dengan melakukan survey kueisioner. Survey kuisioner adalah salah satu survey yang bisa dilakukan secara online maupun offline, untuk survey kueisioner secara online konsumen dapat melakukan pengisian pada sebuah halaman yang diakses melalui internet, untuk cara offline atau manual pebisnis dapat memanfaatkan kuesioner semacam angket untuk meminta konsumen memberikan responnya selama menggunakan produk maupun layanan yang ditawarkan.

Metode survey kuisioner sendiri merupakan metode pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan yang akan dijawab langsung oleh para koresponden, dan kuisioner adalah alat yang digunakan untuk pengumpulan data tersebut.

Survey kuesioner sering dijumpai pada bisnis manapun tentunya dengan tujuan yang sama yaitu bagaimana para pelaku bisnis dapat mengetahui perkembangan bisnisnya melalui survey kuisioner yang sampai saat ini masih banyak digunakan dikalangan pebisnis untuk mengetahui seberapa besar minat para konsumen dengan produk dan layanan yang ditawarkan.

Dengan diberikannya kuesioner pada konsumen, tentu akan sangat membantu para pebisnis untuk mengetahui hal-hal yang dirasa perlu diperbaiki agar nantinya bisa lebih meningkatkan kualitas jasa dan layanan yang diberikan selama ini.

Kelebihan menggunakan survey kuisioner yaitu pelaku bisnis bisa mendapatkan respon dari konsumen secara langsung karena kuisioner dapat dilakukan pada saat konsumen berada pada lokasi bisnis. Namun kekurangan dari survey kuesioner ini adalah konsumen cenderung menjawab pertanyaan secara asal–asalan, apalagi jika kuisioner dberikan diwaktu yang tidak tepat seperti saat konsumen sedang sibuk atau sedang terburu–buru.

  • Survey Konsumen

Dalam sebuah bisnis kepuasan konsumen adalah hal yang sangat penting, apabila konsumen merasa puas dan senang dengan pelayanan yang diberikan otomatis konsumen tidak akan kapok untuk kembali pada bisnis yang sedang anda jalankan. Melakukan survey langsung kepada konsumen mungkin cara yang paling mudah dan efektif sebenarnya, namun cara ini sedikit memerlukan keberanian karena anda akan berhadapan secara langsung dan menanyakan bagaimana tanggapannya tentang bisnis yang sedang anda kelola. Arahkan mereka dengan  pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya bisa membantu bisnis anda semakin maju, berkembang dan mempunyai banyak inovasi, oleh sebab itu ketika ingin mencapai kesuksesan dalam bisnis, anda dituntut memiliki mental yang kuat untuk mendengarkan tanggapan dari seorang konsumen.

  • Survey Produk

Selain dengan survey konsumen para pebisnis juga perlu mengadakan survey produk yang nantinya bisa anda jadikan acuan dalam mengembangan bisnis yang sedang dikelola, dengan survey produk, anda akan tahu produk mana yang dapat memberikan kepuasan untuk para konsumen dan produk mana yang dirasa kurang diminati oleh konsumen karena berbagai alasan.

Mungkin dalam melakukan survey produk, anda dapat melakukan sebuah perbandingan pada sebuah produk, artinya produk anda akan dijejerkan langsung dengan produk pesaing yang tentunya tanpa menyebutkan merk dagang produk yang kita jadikan perbandingan. Dengan begitu pebisnis akan memperoleh tanggapan objektif atau tanggapan yang tidak memihak salah satu merk dagang.

Untuk menjadi seorang pebisnis yang pertama kali dibutuhkan adalah mental yang kuat, seperti tidak mudah menyerah, tidak mudah tersinggung dengan ucapan konsumen ketika mendapatkan kritikan, serta bersedia mendengarkan dan menampung aspirasi semua konsumen karena bisnis yang baik adalah bisnis yang memperhatikan keinginan para konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan akan segera mengevaluasi serta memperbaiki kekurangan agar bisa membuat konsumen semakin puas terhadap produk dan layanan yang diberikan.

Oleh sebab itu respon dari para konsumen memiliki peran yang sangat penting untuk kemajuan bisnis yang sedang dijalankan sebab bisnis dan konsumen sendiri sangat erat kaitannya, bisnis membutuhkan konsumen agar bisnis bisa tetap berjalan dan konsumen membutuhkan sebuah produk yang dihasilkan dalam suatu bisnis karena memberikan manfaat bagi seorang konsumen.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Pentingnya Feedback dari yang Sudah Berpengalaman

Pentingnya Feedback dari yang Sudah Berpengalaman

Mempunyai bisnis adalah salah satu wujud impian bagi kalangan masyarakat. Namun memulai sebuah bisnis bukanlah perkara yang mudah, dalam menjalankan bisnis kita perlu mengetahui hal-hal apa saja yang dapat mendukung bisnis agar bisnis yang dijalankan mampu berkembang dan mampu bersaing dengan pesaing bisnis lainnya. Karena kesuksesan dalam berbisnis tidak akan pernah lepas dari yang namanya proses sebab bisnis bukan sesuatu yang bisa dilakukan secara instan, artinya seseorang tidak akan bisa memulai bisnis tanpa tahu hal-hal yang dapat menunjang bisnis itu sendiri. Lalu bagaimana caranya agar bisnis dapat berkembang dan mampu bersaing?

Salah satu cara agar bisnis dapat berkembang adalah dengan mendapatkan referensi yang bersumber dari informasi–informasi yang masih berkaitan dengan bisnis yang sedang dijalankan. Selain mencari informasi tentang cara mengembangkan bisnis, sebuah bisnis juga memerlukan masukan–masukan yang dapat berpengaruh dalam perkembangan bisnis itu sendiri. Masukan-masukan biasanya bisa didapatkan dari para konsumen yang sudah pernah mencoba atau menggunakan produk dan layanan yang ditawarkan, namun selain peran konsumen dalam memberikan masukan, mungkin penting bagi pebisnis untuk mendapatkan masukan dari para pakar bisnis atau orang yang jauh lebih berpengalaman dalam bidang bisnisnya masing-masing, salah satu bentuk usaha pebisnis untuk mewujudkan sebuah bisnis yang berkembang adalah seperti mendatangi acara-acara seminar atau pelatihan-pelatihan yang berisi mentor-mentor yang sudah memiliki banyak pengalaman dibidang bisnis, apabila dirasa perlu, presentasikan sedikit bisnis yang sedang dikelola kepada orang-orang atau mentor-mentor yang memang sudah memiliki jam terbang dibidangnya, dengan begitu setidaknya para pelaku bisnis akan mendapatkan pencerahan dalam pengembangan bisnis yang dimilikinya.

Pentingnya Feedback dari yang Sudah Berpengalamann

Contohnya seperti ketika memulai bisnis kuliner, tentu sebagai pemula kita harus mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan agar nantinya bisnis bisa mendapatkan kelancaran tanpa adanya hambatan, bisnis kuliner sendiri sebenarnya mempunyai peluang yang cukup besar untuk berkembang dengan catatan jika dilakukan dengan cara yang tepat dan sungguh-sungguh karena bisnis kuliner sendiri mempunyai segmentasi yang luas dan dapat mencakup semua kalangan dan golongan. Pebisnis kuliner bisa memulai meminta pendapat kepada pakar bisnis dibidang kuliner, mulai menanyakan bagaimana agar konsumen bisa merasakan kenyamanan saat berada dilokasi bisnis, bagaimana cara menciptakan menu yang dapat menarik minat konsumen untuk mencobanya, serta pelayanan yang bagaimana agar konsumen dapat merasa senang dan puas.

Dalam hal menggali informasi terkait pengembangan bisnis melalui mentoring, ada batasan-batasan yang harus dipahami oleh seorang pebisnis antara lain sebisa mungkin posisikan diri sebagai seseorang yang benar-benar ingin mendapatkan pembelajaran untuk mengembangkan sebuah bisnis, jangan memberikan statment-statment yang terkesan menggurui, dan yang terpenting dalam menjalani sebuah bisnis adalah kejujuran informasi yang diberikan artinya informasi bisnis benar-benar sesuatu yang real dan tidak dibuat-buat karena sebuah bisnis akan berkembang dengan baik jika informasi yang diberikan memang apa adanya, mulai dengan menunjukkan kondisi bisnis yang dijalankan,  strategi pemasaran bisnis yang dipakai, bagaimana minat konsumen terhadap produk dan pelayanan yang diberikan saat ini, sampai pada detail keuangan pada bisnis.

Maka dari itu hal yang perlu dilakukan oleh seorang pebisnis adalah mengetahui bagaimana cara yang tepat dalam menyaring informasi-informasi yang didapat dari pakar bisnis agar nantinya bisnis yang dikelola semakin memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat diperhitungkan sebagai pesaing bisnis yang kuat dikalangan pebisnis lainnya.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Feedback Dari Lingkungan Sekitar Berpengaruh Terhadap Bisnis Anda

Feedback Dari Lingkungan Sekitar Berpengaruh Terhadap Bisnis Anda

Ketika Anda mulai menggeluti dunia bisnis siapa orang pertama yang akan memberi dukungan pada Anda? Jelas sudah pasti keluarga Anda. Mereka cenderung paling powerfull mendukung bisnis yang sedang Anda jalankan, mungkin bagi seseorang yang memiliki latar belakang keluarga yang demokratis tentu tidak akan kesulitan saat meminta pendapat atau tanggapan, bahkan tanpa dimintapun mereka dapat secara gamblang mengatakan hal yang dirasa kurang dalam bisnis Anda. Sayangnya tidak semua orang mempunyai keluarga yang bisa secara terang-terangan memberikan kritikan pada bisnis Anda. Apabila sudah seperti itu darimana lagi Anda bisa mendapatkan masukan agar bisnis yang anda jalankan dapat mengalami perkembangan.

Mungkin dalam perkembangan bisnis, kawan terdekat memiliki peran cukup penting dalam memberikan pendapat, tetapi sebelum ia memberikan pendapatnya ada baiknya Anda mengatakan bahwa Anda menginginkan sebuah bisnis yang nantinya dapat berkembang dan penuh dengan inovasi, bila Anda sudah mengatakan seperti itu maka ia benar-benar akan memberikan masukan yang mungkin bisa membantu dalam perkembangan bisnis.

Sebagai awalan, Anda bisa mulai mendeskripsikan terlebih dahulu jenis bisnis yang sedang Anda jalankan secara lengkap dan detail kepada kawan Anda, ceritakan keunggulan dan inovasi-inovasi yang ada dalam bisnis Anda. Setelah penjelasan bisnis anda dirasa cukup coba mulai dengarkan tanggapan kawan Anda.

Saat kawan Anda memberi tanggapan yang positif tentu Anda akan merasa senang, namun tidak serta merta membuat Anda bangga dan langsung merasa puas dengan pencapaian bisnis Anda kala itu sebab feedback positif sekalipun nantinya bisa jadi boomerang bagi bisnis Anda ketika sudah mulai terlena dengan kata-kata pujian yang diberikan. Namun ketika kawan Anda malah memberikan feedback berupa kritikan jangan buru-buru marah atau merasa tersinggung, coba dengarkan terlebih dahulu semua kritikan dan masukan yang ia berikan, kemudian setelah itu Anda bisa mulai memilah-milah masukan mana yang cocok bagi perkembangan bisnis serta mulai benahi sedikit demi sedikit kekurangan yang ada pada bisnis Anda.

Feedback Dari Lingkungan Sekitar Berpengaruh Terhadap Bisnis Andaaa

Mendengarkan masukan dari kawan dekat mungkin belum cukup bagi bisnis Anda, mulailah meminta tanggapan kepada real konsumen, tentu sedikit membutuhkan mental bagi Anda yang belum terbiasa menerima feedback dari orang lain karena bisa jadi tanggapan yang dikeluarkan adalah tanggapan yang sebenarnya tidak ingin Anda dengar dari mulut konsumen, konsumen sendiri cenderung akan melontarkan kata-kata yang benar-benar ingin mereka lontarkan, maka dari itu anda sebaiknya mulai mencari cara bagaimana membuat konsumen merasa puas dengan pelayanan yang ada, misalkan dengan meminta feedback secara langsung artinya Anda akan langsung bertatap muka dengan konsumen sehingga memudahkan Anda untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan atau tidak diinginkan oleh konsumen, salah satu cara lain dengan pemanfaatan sarana teknologi telepon pintar, saat konsumen berada dilokasi, konsumen secara otomatis akan mendapatkan pesan singkat berupa link angket, link tersebut berisi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas dan pelayanan dalam bisnis yang sedang Anda jalankan, maka untuk memudahkan mereka dalam pengaksesan sebaiknya dilingkungan bisnis diberikan fasilitas wifi atau internet gratis. Dengan begitu konsumen akan lebih mudah untuk memberikan tanggapan sebab hal terpenting dalam berbisnis adalah mendengarkan dan menampung semua aspirasi, kritikan dan saran dari konsumen karena kritikan bisa menjadi salah satu tolak ukur untuk dapat mengetahui seberapa puaskah konsumen atas pelayanan yang diberikan didalam bisnis yang sedang anda coba kembangkan.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Feedback yang Cerdas Dibutuhkan Untuk Perkembangan Bisnis

Feedback yang Cerdas Dibutuhkan Untuk Perkembangan Bisnis

Perkembangan bisnis di Indonesia akhir-akhir ini melaju sangat pesat, saat ini banyak orang memilih terjun didunia bisnis, mulai dari bisnis kuliner, bisnis ternak, bisnis properti hingga segala macam bisnis lainnya termasuk bisnis asongan dan kaki lima. Untuk yang ingin memulai berbisnis, setidaknya mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kemajuan dalam berbisnis, faktor-faktor pendukungnya antara lain faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal yaitu sumber daya manusia yang ikut andil dalam bisnis tersebut misalnya dengan adanya manajer, staff serta karyawan didalamnya, kemudian faktor eksternal adalah faktor yang berada diluar bisnis tetapi berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis itu sendiri, salah satunya adalah konsumen.

Berbicara tentang konsumen, konsumen sendiri sudah menjadi salah satu tolak ukur yang penting dalam perkembangan bisnis, masalahnya tidak semua konsumen dapat secara jujur memberikan tanggapannya, mungkin karena kebanyakan orang Indonesia masih menganut budaya sungkan.

Feedback yang Cerdas Dibutuhkan Untuk Perkembangan Bisnis
Negara kita sendiri memang dikenal sebagai negara dengan penduduk yang baik dan ramah. Orang Indonesia cenderung sangat sopan dan berhati-hati dalam urusan berbicara, mereka lebih suka mengeluarkan kata-kata yang membuat orang lain merasa senang daripada melontaran sebuah kritikan, termasuk kaitannya dengan hal berbisnis.

Sebagai contoh ketika seseorang baru saja membuka usaha dibidang kuliner, pastinya orang tersebut akan mengundang keluarga atau kerabat terdekatnya untuk mencoba menu kuliner yang disajikan, ketika ditanya soal rasa mereka cenderung memberikan feedback yang positif atau mengucapkan kata-kata pujian hanya karena tidak ingin membuat tersinggung. Feedback positif sendiri sebenarnya tidak begitu bermanfaat untuk perkembangan bisnis, tidak adanya masukan hanya membuat bisnis kita jalan ditempat dan tidak berinovasi.

Berbeda ketika bisnis kita sudah dihadapkan langsung dengan real konsumen, mereka lebih bisa memberikan tanggapannya, entah positif atau negatif, sebagai contoh bisnis yang sedang marak saat ini adalah bisnis online, bagi mereka mendapatkan feedback positif dibisnis online sangat penting, karena mereka beranggapan dengan adanya feedback positif tentu membuat rating bisnis online mereka naik dan secara otomatis akan berpengaruh pada meningkatnya jumlah konsumen. Namun ketika mereka mendapat feedback berupa kritikan biasanya sebagian dari mereka enggan menanggapi, merasa tersinggung, kecewa atau mungkin terkesan menyerang balik hanya karena mereka berpikir bisnis yang ia jalankan sudah benar.

Mungkin kita sudah mulai harus berpikir bahwa feedback negatif tidak hanya menerima kritikan, cibiran atau hinaan tanpa adanya solusi tetapi sebuah kritikan juga dapat mengarah pada perkembangan dan kemajuan dalam bisnis itu sendiri, semakin banyak kritikkan dan masukan yang kita terima maka semakin kita tahu dimana letak kekurangan pada bisnis kita, dengan begitu kita dapat melakukan evaluasi serta memberikan inovasi-inovasi terbaru agar bisnis yang dijalankan mampu bertahan ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Maka dari itu mulai dari sekarang kita bisa merubah pandangan bahwa sebetulnya sebuah kritikan bisa menjadi poin positif bagi perkembangan dan kemajuan bisnis kita.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.