Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (2)

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (2)

Saya melihat banyak orang, entah itu murid-murid, alumni-alumni Saya, atau bahkan orang-orang disekitar kita yang ingin kaya tapi nyatanya tidak kaya-kaya.

Terkadang bukan karena mereka tidak tahu apa yang diinginkan, tetapi rata-rata mereka “kepengennya terlalu banyak”.

Kalau istilah Saya adalah “Kebanyakan cita-cita”

 

Contohnya, seorang alumni datang ke kelas Saya dengan membawa 10 kartu kredit dan kondisinya macet semua.

Ketika masuk kelas Credit Card Revolution harapan mereka semua utangnya bisa lunas, mendapatkan penghasilan yang besar dan langsung kaya.

Saat Saya tanya bisnis apa yang diinginkan, mereka cenderung menjawab berbagai macam jenis bisnis usaha. “Saya ingin bisnis A, B, C, D dan E”.

Jika sudah berbicara seperti itu, ketika Saya tanya detailnya ia tidak bisa mendeskripsikan bisnisnya seperti apa. Inilah penyakit kebanyakan cita-cita.

Lalu bagaimana cara menyiasatinya ?

 

Digambarkan bahwa saat ini kondisi Anda sedang “Kebanyakan cita-cita”.

Sebelumnya, apakah Anda pernah mendengarkan istilah,

Jika Anda mengejar 2 kelinci secara bersamaan, maka Anda tidak akan mendapatkan kedua-duanya

 

Sampai saat ini Saya sudah memiliki 8 bisnis usaha, tapi bukan berarti semua bisnis tersebut Saya dirikan dalam waktu yang bersamaan, melainkan Saya memfokuskan dari satu bisnis ke bisnis yang lain.

Sebenarnya Anda bisa mendapatkan semua bisnis yang Anda inginkan.

Bagaimana caranya?

Fokuslah pada satu bisnis usaha terlebih dahulu, dan pilih mana yang kira-kira bisa Anda raih terlebih dahulu

Misalnya bisnis jualan sebuah barang, maka fokuslah pada barang tersebut.

Pada bisnis berjualan barang pilihlah transaksi yang termudah, misalnya sebagai dropshiper.

Ambil bisnis yang sumber income-nya paling cepat untuk didapatkan, jangan cari penghasilan yang terbesar terlebih dahulu.

Kenapa cari yang paling cepat ?

Karena yang Anda butuhkan saat ini adalah kemenangan-kemenangan kecil agar nantinya mental Anda dapat dipersiapkan untuk kemenangan-kemenangan yang lebih besar

Tetapi jika Anda dari awal selalu mengejar hal yang besar, maka resiko kegagalannya tentu juga akan semakin besar

 

Kembali lagi ke bisnis, beri target berapa omset yang harus didapatkan, misalnya 3 juta.

Ketika Anda sudah mencapai target tersebut, maka Anda bisa fokus ke bisnis berikutnya, lakukan strategi ini setiap Anda ingin membuka bisnis baru.

Pada akhirnya Anda pun akan mendapatkan semua bisnis yang Anda inginkan JIKA ANDA KONSISTEN.

Lebih baik fokus 1 bisnis dalam 1 tahun, maka 5 bisnis akan diraih dalam 5 tahun

 

daripada

Dalam 1 tahun memiliki 5 bisnis tapi kemudian semuanya hancur

 

Artinya dalam sebuah bisnis bangun sales marketing terlebih dahulu, kemudian buatlah sistem di setiap Anda ingin memulai bisnis.

Minimal dengan seperti ini Anda bisa fokus, dan semua cita-cita dapat tercapai.

Oleh sebab itu hal terpenting adalah…

Majulah terlebih dahulu, maka hal-hal lain akan diatur dalam tempo yang sesingkat-singkatnya

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Cara Mudah Apply Kartu Kredit

Cara Mudah Apply Kartu Kredit

Kali ini Saya akan sharing mengenai cara mudah mendapatkan kartu kredit dan dimana materi kali ini adalah salah satu materi yang akan Saya angkat di buku CCR For Newbie.

Bagaimana cara mendapatkan kartu kredit dengan mudah?

 

Di materi ini, Saya tidak mengajarkan cara yang biasa Saya ajarkan di Credit Card Revolution, jadi Saya hanya mengajarkan cara yang sifatnya basic.

Tetapi jika Anda ingin pembelajaran yang lebih advance  seperti bagaimana mendapatkan kartu kredit dengan limit ratusan juta hingga miliaran rupiah, maka Saya menyarankan Anda untuk bergabung di kelas Credit Card Revolution.

Saat Anda ingin apply kartu kredit, apa yang Anda lakukan?

Tentu hal yang pertama kali terpikirkan adalah mendatangi bank penerbit.

Sebenarnya ada banyak solusi selain langsung mendatangi bank penerbit, salah satunya Anda bisa melewati marketing kartu kredit yang ada di pusat-pusat perbelanjaan, airport atau stand-stand yang telah di sediakan oleh pihak bank penerbit.

Namun perlu diperhatikan, jika menggunakan jasa marketing Anda harus memperhatikan kekurangan dan kelebihannya.

Marketing sendiri mempunyai 2 jenis, yaitu marketing internal  dan marketing eksternal  (freelance).

 

Marketing internal  biasanya sudah memakai seragam berlogo bank penerbit dan ia hanya membawa satu nama bank saja.

Sebaliknya, marketing eksternal biasanya mengurus lebih dari satu bank.

Lalu apa kekurangan dan kelebihan jika kita apply kartu lewat marketing?

Jika seorang marketing menangani banyak bank, maka saat kita meminta apply ke satu bank, marketing tersebut akan meng-apply ke semua bank yang di tangani olehnya. Inilah salah satu kelebihan yang di miliki marketing eksternal.

Tetapi yang berbahaya ketika kita berurusan dengan marketing adalah banyak kasus yang melibatkan data Anda.

Ketika Anda apply melalui marketing, maka data Anda akan rawan untuk di gandakan dengan cara ia akan apply ke bank lain menggunakan data Anda tetapi dengan nomor telepon serta alamat yang berbeda.

“Jadi bisa di bilang bahwa Anda telah mendapat kartu kredit tetapi Anda tidak ikut menggunakan kartu kreditnya

Dan saat kartu kredit yang digunakan macet, Anda akan terkena imbas pada BI Checking.

Maka berhati-hatilah ketika Anda apply  kartu melalui marketing terutama marketing eksternal, sebab marketing internal  bekerja di bawah pengawasan yang ketat jadi kemungkinannya sangatlah kecil untuk melakukan hal-hal yang sifatnya curang.

Maka carilah marketing yang memang benar-benar bisa dipercaya dalam menyimpan data Anda.

Lalu cara berikutnya tidak lain tidak bukan adalah langsung datang ke bank penerbit kartu kredit.

 

Saat di bank Anda akan mendapat formulir aplikasi yang harus Anda isi.

Selain mengisi data, Anda harus sudah mempunyai syarat-syarat yang di minta oleh pihak bank.

Apa saja persyaratannya?

Syarat yang paling utama adalah Anda harus lolos dari BI Checking  dan DBR (Debt Burden Ratio), setelah dirasa beres Anda bisa melanjutkan ke persyaratan berikutnya.

Jika Anda seorang karyawan, maka syarat yang dibutuhkan adalah KTP, NPWP, Slip Gaji dan SPT. Jangan lupa sertakan kartu referensi jika Anda memilikinya.

Untuk kartu referensi paling bagus adalah yang mempunyai limit besar dan umurnya harus diatas 6 bulan.

Syaratnya akan sedikit berbeda jika Anda seorang pengusaha, selain KTP, NPWP, Slip Gaji dan SPT, Anda harus menyertakan SIUP, TDP dan rekening 3 bulan terakhir.

Setelah itu Anda akan menyertakan data-data seperti penghasilan, pekerjaan dan nomor telepon.

Untuk nomor telepon, Anda akan di minta 3 nomor telepon yaitu nomor telepon kantor, nomor telepon pribadi atau rumah dan nomor telepon saudara tidak serumah.

Kenapa 3 nomor ini diminta oleh pihak bank?

 

Sebab ketika Anda apply,  bank akan mengecek ketiga nomor ini.

Dalam hal ini kata kuncinya hanya satu, yaitu JAWABAN yang didapatkan harus sesuai dengan apa yang Anda isikan di dalam formulir aplikasi.

Mereka akan men-survey secara acak, mereka akan bertanya kepada orang-orang yang berada di lingkungan kantor Anda, bertanya pada diri Anda dan bertanya kepada saudara Anda.

“Selama jawaban yang di dapatkan sama, maka akan ada jaminan kartu kredit Anda akan mendapat approve  dari bank penerbit”

Di sini Saya akan memberikan beberapa tips  dan informasi ketika akan melakukan apply  kartu kredit.

Untuk saudara tidak serumah, jangan sampai menggunakan nama orangtua ataupun nama mertua, sebab jika kartu kredit Anda macet maka mereka yang akan dikejar-kejar, lebih baik memakai nama saudara jauh.

Kemudian mengenai telepon kantor, kita tidak diperbolehkan memberikan nomor berupa nomor handphone, sebab kalau kita berbicara dari kacamata perbankan, jika Anda memberikan nomor berupa nomor handphone, maka indikasi “ngakalinya” akan lebih mudah, berbeda dengan telepon rumah yang nomornya lebih permanen.

Jika Anda seorang pemula, untuk cara apply nya “Jangan tergoda untuk apply langsung ke banyak bank“, sebab fokus kita adalah lebih baik kita punya satu atau dua terlebih dahulu, setelah limitnya sudah bagus barulah bisa dikembangbiakkan.

Kenapa?

Sebab jika Anda langsung apply  ke banyak bank, dapatnya memang banyak tapi dengan limit yang kecil.

Kalau sudah limitnya kecil dan banyak maka akan susah untuk menaikkannya, oleh karena itu yang terpenting adalah bagaimana Anda untuk bisa mendapatkan kartu kredit terlebih dahulu.

 

Seperti yang Saya tulis di artikel sebelumnya, jika Anda sampai tertolak, maka cara simpel untuk mengetahui letak permasalahan Anda dimana adalah Anda ditolak sebelum Anda verifikasi atau setelah verifikasi kemudian ditolak.

Jika sebelum verifikasi Anda sudah ditolak, artinya Anda masih bermasalah di BI Checking, DBR atau mungkin data-data yang belum memenuhi syarat.

Tetapi jika Anda ditolak setelah verifikasi, maka masalahnya ketika pihak bank memverifikasi, datanya tidak sama dengan apa yang Anda tulis.

Semoga bermanfaat.

Share if you like this. 🙂

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (2)

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (2)

Minggu lalu kita sudah membahas tentang “Mempelajari Bahasa sebagai salah satu tips dalam memahami ilmu kartu kredit maupun ketrampilan lainnya“.

Setelah pemahaman bahasa, hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah Alur.

ALUR

Alur sendiri dapat kita ibaratkan sebagai seseorang yang berprofesi sebagai tukang talang. Ketika rumah Anda bocor, tukang talang tentu akan melakukan pengecekan alur keluar masuknya air.

Air masuk darimana dan turun kemana, tukang talang harus memeriksa satu persatu agar tahu dimana letak kebocorannya.

Permasalahan ini sama halnya dengan kartu kredit, kita juga harus paham mengenai ALUR.

Ketika step pertama sudah Anda lakukan, tentu akan ada step-step  selanjutnya yang harus Anda selesaikan.

Sebagai contoh ketika Anda apply kartu kredit, maka pertama kali yang harus Anda pahami adalah BI Checking.

Setelah BI Checking  aman, maka pihak bank akan melihat data-data Anda yang lain.

Jadi ketika Anda konsultasi tentang masalah kartu kredit yang ditolak, Anda pun harus pelajari alur atau step by stepnya terlebih dahulu mengapa kartu kredit Anda tertolak.

Saya pribadi memiliki cara yang terbilang mudah untuk mendeteksi.

Anda di tolak sebelum survey atau di tolak setelah survey ?

 

Jika sebelum survey  Anda sudah di tolak, jelas data Anda yang tidak beres.

Namun jika Anda di tolak setelah survey, maka data Anda mungkin sudah memenuhi syarat tetapi saat melakukan wawancara Anda yang tidak beres.

Sebagai contohnya ada kejadian yang pernah dialami oleh murid Saya dulu.

Setiap apply  kartu ia selalu di tolak, akhirnya Saya penasaran dan mulai menelusuri alur-alurnya.

Saya bertanya mengenai beres tidaknya BI Checking, ia pun menjawab sudah beres.

Setelah itu Saya kembali bertanya, saat maju apply kartu profesinya sebagai karyawan atau pengusaha, dan ia menjawab sebagai seorang karyawan (guru).

Artinya data beserta KTP, NPWP, slip gaji dan sebagainya tidak ada masalah, dari sini masih baik-baik saja dan otomatis kita berlanjut ke alur berikutnya.

Kemudian Saya bertanya mengenai gaji yang ia tuliskan.

Ia menjawab “Saya menuliskan Rp 80.000.000,-/bulan” dan disitu Saya langsung terdiam.

Apa yang Salah ?

Mengajukan kartu kredit sebagai guru dengan gaji sebesar Rp 80.000.000,-

 

Tentu tidak masuk akal dan pantas saja jika di tolak secara terus-menerus.

Saya katakan sekali lagi, jika Anda ingin menguasai segala bidang, Anda harus paham mengenai bahasa dan alur apa saja yang harus dilewati dan diselesaikan.

Jika Anda sudah mempelajari dan paham dengan 2 cara ini, maka 90% Anda akan menguasainya

Kemudian apa step ketiganya?

Step ketiganya tidak lain tidak bukan adalah praktek atau action.

PRAKTEK atau ACTION

Ketika Anda gagal dalam praktek, maka cobalah kembali.

Jika gagal lagi, tetap coba lagi sambil melihat dimana letak permasalahan serta apa penyebab Anda bisa kegagalan.

Merasa bisa dan bisa karena pengalaman itu berbeda.

Salah satu alumni Saya di Credit Card Revolution membuka usaha yang lumayan menjanjikan.

Ia membuat bisnis dan saat ini cabang bisnisnya ada dimana-mana.

Ia membuka bisnis kuliner dengan berjualan indom*e sebagai bahan pokok. Tentu Anda pasti akan menyepelekan.

Jualan Indom*e Siapa yang Tidak Bisa?

 

Namun ketika Anda mempraktekan, belum tentu Anda bisa mendapatkan pencapaian sesukses itu.

Inilah Saya katakan bahwa “Merasa bisa dan bisa karena pengalaman atau berlatih” sangat jauh berbeda.

Kita pun juga sama, ketika kita merasa bisa ditambah kita tidak pernah berlatih ataupun praktek, you are nothing.

Maka yang harus Anda lakukan adalah latihan, latihan dan latihan secara terus-menerus.

Anda mengikuti workshop  Saya yang bayarnya mahal, workshop yang Anda ikuti memang berbayar tetapi latihannya gratis.

Terkadang Anda hanya mau bayar-bayar tetapi dalam berlatih sesuatu hal yang jelas-jelas gratis justru tidak Anda dilakukan. Tentu hal ini sangat disayangkan.

Ketika Anda apply  kartu kredit untuk pertama kalinya, mungkin Anda di tolak atau tidak lancar.

Tetapi hal seperti ini jangan sampai membuat Anda putus asa, lakukan evaluasi dan teruslah mencoba.

Jika tidak paham, pelajari dulu bahasanya kemudian pahami alurnya dan jangan lupa untuk terus berlatih.

Dengan mempelajari 3 hal ini, Saya yakin Anda mau mempelajari apapun akan terasa mudah. Trust me!

Share if you like this. 🙂

Berani Ambil Sikap

Berani Ambil Sikap

Beberapa waktu yang lalu Saya mendapat konsultasi dari para alumni terkait masalah keuangan, bahkan tak jarang merambat sampai kepada permasalahan keluarga mereka.

Padahal notabene-nya Saya adalah seorang pakar kartu kredit dan bukan seorang pakar hubungan rumah tangga.

Nah, dari beberapa konsultasi yang masuk.

Saya menyimpulkan bahwa sebenarnya banyak orang atau bahkan mungkin diri Anda sendiri masih belum berani dalam mengambil sikap

Contohnya ketika Anda sudah tidak nyaman lagi dalam bekerja.

Namun Anda tetap memilih untuk berada di pekerjaan tersebut hanya karena ketidakberanian Anda untuk keluar dari pekerjaan.

Jika seperti itu keadaannya, maka yang ada hidup Anda semakin lama akan semakin berantakan.

Tidak akan ada kenyamanan yang bisa Anda dapatkan sampai Anda mau atau berani untuk mengambil tindakan.

Sama halnya ketika Anda bermasalah di kartu kredit.

Dalam permasalahan kartu kredit Anda belum mampu untuk melunasinya.

Jika kondisinya seperti itu, mungkin lebih baik memacetkan kartu kredit Anda.

Tapi kenyataannya Anda hanya membiarkan kejadian ini dengan cara gali lubang tutup lubang, gesek kartu lagi, apply kartu kembali atau mencari KTA untuk membayar kartu kredit.

Sebenarnya dalam hal ini Anda sudah menentukan pilihan.

Tetapi yang disayangkan pilihan Anda bukanlah pilihan yang terbaik, melainkan pilihan yang terburuk

Maka jangan pernah mengira jika masalah tersebut dibiarkan, makin lama akan semakin beres.

Yang ada masalah akan semakin parah.

Ingatlah bahwa hanya kita sendiri yang bisa menyelesaikan masalah kita

Hanya kita sendiri yang bisa menentukan masa depan kita

Maka mulailah untuk mengambil sikap atau tindakan, tidak perlu memikirkan hasil yang didapat nantinya akan bagus atau tidak.

Yang terpenting adalah Anda harus berani.

Jangan lagi menunda-nunda, sebab jika tidak dimulai dari sekarang maka akan semakin banyak waktu yang akan dikorbankan.

NOW OR NEVER! Jadi mulai ubah strategi Anda

Dunia ini sudah dipenuhi dengan pengecut, jangan sampai menambahkan diri Anda sebagai seorang pengecut.

Sekali lagi Saya katakan bahwa kita tidak akan pernah tahu keputusan yang kita ambil sudah benar atau salah.

Ini hanya masalah waktu.

Yang sudah pasti salah adalah ketika kita sama sekali tidak mau mengambil keputusan.

Oleh sebab itu daripada kita beranggapan bahwa diri kita salah, lebih baik kita mengambil sikap dan hasilnya akan fifty-fifty.

Share if you like this. 🙂

Berbisnis Karena Status?

Berbisnis Karena Status?

Sebenarnya apa tujuan Anda dalam berbisnis?

Cari uang atau hanya sekedar cari status?

Tidak sedikit dari mereka hanya ingin berstatus sebagai seorang pengusaha atau entrepreneur.

Apalagi dengan adanya social media yang mendukung untuk sekedar menunjukkan status.

Pada sosial media, Anda dapat memposting banyak hal yang menunjukkan bahwa Anda adalah orang kaya yang paling bahagia.

Tetapi pada kenyataannya bisnis yang dijalankan tidak bagus, tekor atau bahkan bermasalah.

Bisnis yang dilakukan hanya terlihat sibuk, tetapi tidak ada hasil.

Omset yang didapatkan besar tetapi keuntungannya tidak ada.

Lalu sebenarnya apa yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan hal seperti itu?

Gengsi? Ya, hanya feel atau perasaan senang saja yang Anda dapatkan.

Tetapi apakah secara finansial Anda mendapatkan sesuatu?

Nyinyiran orang-oranglah yang mungkin akan Anda dapatkan.

Jaman sekarang banyak orang ingin statusnya sebagai entrepreneur ataupun internet marketer.

Mereka beranggapan bahwa yang terpenting adalah tidak bekerja dengan orang.

Tetapi kondisinya penghasilan stuck di satu angka saja dan ketika disarankan untuk meningkatkan omset ia tidak berani.

Ingin kaya hanya untuk mengejar status.

Orderan banyak bikin status, mobil baru bikin status, punya kolam renang dirumah bikin status, jalan-jalan bikin status.

Misalnya ketika sebuah fanpage mendapatkan review jelek, maka mereka akan merasa sangat khawatir.

Kalo Saya pribadi “i don’t care”.

Anda mau review dengan memberi bintang 1, 2, 3 atau berkomentar negatif.

Langit tidak perlu menjelaskan bahwa dia tinggi.

Jadi untuk apa menjelaskan hal-hal yang tidak perlu dijelaskan.

Sebenarnya menunjukkan status tidak masalah, tetapi jangan lupa bahwa fungsi utama dalam berbisnis adalah untuk mencari profit, bukan untuk mencari status saja.

Bukan juga mencari omset tinggi tetapi untuk cari profit.

Ingat, sekali lagi yang terpenting adalah mendapatkan keuntungan dari berbisnis.

Caranya bagaimana?

Mulai buang sifat gengsi yang Anda miliki.

Gengsi doesn’t make you rich, it’s just make you broke.

Biarlah terlihat miskin, toh terlihat kayapun tidak akan membuat Anda mendapatkan keuntungan dari siapapun.

Share If You Like This. 🙂

Ilusi Cicilan

Ilusi Cicilan

ilusi cicilanBanyak orang berpikiran bahwa “cicilan itu lebih murah dan gampang prosesnya”.

Namun kenyataan yang Saya temui justru penyebab nomor satu orang-orang yang bermasalah di kartu kredit adalah CICILAN.

Akhirnya tidak sedikit orang yang terjebak dengan ilusi cicilan.

Nah, disini Saya akan membahas sedikit tentang ILUSI CICILAN.

Terkadang sebagai manusia kita terbuai dengan yang namanya cicilan, entah itu cicilan 0% atau jenis cicilan lainnya.

Padahal tidak sedikit bank menjebak kita dengan permainan kata-kata.

Seperti saat kita datang ke bank untuk deposito, pihak bank pasti mengatakan bahwa bunga deposito yang diberikan sangat tinggi, misalnya sebesar 6,5%, tetapi hitungannya pertahun, bukan perbulan.

Tetapi jika kita melakukan kredit ke bank, bunga yang ditawarkan oleh pihak bank hanya sepersekian persen, seolah-olah bunganya rendah padahal hitungannya perbulan, bukan pertahun.

Inilah yang harus kita pahami.

Jika Anda menggunakan kartu kredit sebagai modal bisnis, cicilan akan sangat berbahaya jika Anda tidak mengetahui kapan timing yang tepat untuk merubah cicilan.

Rejeki Itu Misteri, Angsuran Itu Pasti

CONTOH

Mungkin tidak sedikit dari kita akan merubah cicilan ketika sedang kepepet.

Kasus yang banyak terjadi ada pada cicilan 0% selama 3 bulan.

Yang harus kita pahami dari cicilan 0% selama 3 bulan adalah :

Jika kita mengasumsikan penggunaan kartu kredit sebesar Rp 100.000.000,-

Maka bulan depan Anda diharuskan membayar cicilan sebesar Rp 33.300.000,-.

[divider style=”0″]

Apabila bulan depan Anda mampu membayar sebesar Rp 33.300.000,-

Maka cicilan 0% adalah cara terbaik untuk membayar, sebab pembayaran cicilan Anda dikenakan tanpa bunga.

[divider style=”0″]

Sebaliknya ketika bulan depan Anda tidak mampu membayar sebesar Rp 33.300.000,-.

Biasanya yang akan Anda dilakukan adalah kembali menggesek kartu kredit untuk membayar cicilan tersebut.

[divider style=”0″]

Artinya yang terjadi adalah bunga-berbunga atau istilahnya Compounding Interest, dan compounding interest itu sangat berbahaya dalam kredit.

Salah satu yang dapat mengindikasikan masalah dalam cicilan adalah KTA (Kredit Tanpa Agunan).

Jika Anda mendapatkan dana KTA sebesar Rp 50.000.000,- ternyata yang Anda gunakan untuk bisnis hanya sebesar Rp 20.000.000,-.

Artinya bisnis Anda sedang menanggung beban bunga sebesar 2,5 kali lipat. Ini yang harus Anda pahami.

Saat Anda mendapatkan dana KTA sebesar Rp 50.000.000,-, namun yang Anda gunakan hanya sebesar Rp 20.000.000,-.

Kira-kira sisa dana sebesar Rp 30.000.000,- akan Anda gunakan untuk apa?

Tentu Anda akan berpikir bahwa sayang jika sisa dananya tidak digunakan, akhirnya Anda gunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya.

Itulah kenapa banyak orang “macet“.

 Bisnis yang tidak bagus akan terlihat bagus.

 Barang yang tidak penting akan jadi penting.

 Barang yang tidak diinginkan menjadi diinginkan.

Akhirnya pemakaian tidak sesuai dengan jalur awal dan Anda akan terjebak dengan cicilan-cicilan yang harus Anda bayar dan tentu hal itu akan jadi masalah kedepannya.

Maka sebelum Anda merubah cicilan, periksa terlebih dahulu apakah Anda mampu untuk membayar cicilan tersebut?

Jika Anda mampu, maka itu adalah pilihan terbaik bagi Anda.

Sebab sebenarnya cicilan hanya bagus dalam hal pembelian barang-barang.

Seperti ketika Anda ingin membeli handphone tetapi Anda tidak sanggup bila membayar secara tunai, Anda bisa melakukan pembayaran dengan cara cicilan.

Tetapi cicilan akan sangat berbahaya jika Anda gunakan untuk berbisnis, sebab dunia bisnis tidak bisa diprediksi dan tentu belum jelas bagaimana keadaannya.

Maka dari itu berhati-hatilah dengan cicilan, lebih baik Anda menggunakan dana talangan. Beres!

Share If You Like This. 🙂

Asumsi Bisa Membunuh Bisnismu

Asumsi Bisa Membunuh Bisnismu

Apasih awal mula orang jatuh ketika berbisnis menggunakan hutang?

Terkadang orang tidak menyadari akan tanda-tanda terjadinya “malapetaka” ini, tahu-tahu pemakaian sudah hampir mendekati limit.

Salah satu awal mula orang bermasalah dalam bisnisnya adalah ketika ia mulai menggunakan asumsi dalam bisnisnya.

Suatu ketika Saya melihat timeline salah satu rekan, ia adalah seorang business mastery di Amerika. Dari sinilah Saya mulai mendapatkan inspirasi.

Inspirasi sekaligus pelajaran yang Saya dapatkan dari bisnis masternya adalah adanya tahapan-tahapan atau life cycle dalam bisnis.

Dalam memulai bisnis, hal pertama yang paling penting adalah kehadiran kita dalam bisnis.

Jadi, kenapa banyak dari kalian mengalami kegagalan dalam bisnis?

Karena kebanyakan pebisnis masih suka meninggalkan bisnisnya hanya karena sebuah mindset “Bisnisnya jalan, bosnya jalan-jalan”. Tentu ini adalah mindset yang salah.

Bayangkan saja apabila Anda mempunyai seorang bayi lalu Anda serahkan langsung kepada orang lain. Kira-kira bagaimana?

Maka sebuah bisnis baru bisa ditinggalkan ketika life cycle-nya sudah berada ditahap remaja atau dewasa.

Bisnis yang sukses ditandai dengan omset yang meningkat.

Dan bisnis yang sukses biasanya akan terlihat pada tahap anak-anak menuju tahap remaja.

Namun ketika omset meningkat, seringkali kita hanya terpaku pada jumlah omset tanpa pernah sadar akan biaya-biaya lain yang dikeluarkan, dan parahnya saat menjalankan bisnis kita tidak pernah mengenal yang namanya laporan keuangan.

Saya pribadi pernah mengalami hal semacam itu, saat itu Saya tidak menaikkan biaya produksi ketika ada kenaikan bensin.

Artinya ketika biaya produksi harusnya mengalami kenaikan namun secara tidak sadar Saya tidak menaikannya.

Lalu apa akibatnya? Gros Profit Saya memang profit, tapi pada Nett Profit Saya tekor. Kondisi seperti itu Saya jalankan kurang lebih selama 6 bulan.

Ini adalah salah satu contoh awal mula bisnis Anda bermasalah, memulai dan menjalankan bisnis hanya berdasarkan asumsi tanpa memiliki laporan keuangan.

CONTOH I

Apakah Anda yakin keuntungan yang didapat benar-benar sebesar Rp 40.000,- ?

Padahal kita tidak tahu jika nantinya akan ada pengeluaran tambahan yang dapat menggerus profit bisnis Anda.

Parahnya dalam menjalankan bisnis, kita memakai asumsi seperti ini selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Saya pribadi pernah mengalaminya, tetapi Saya selalu belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah Saya lakukan agar hal-hal semacam ini tidak kembali terulang.

Artinya kita sama-sama belajar dari kesalahan, sebab tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada hanya sukses atau belajar. Ketika kita belum sukses berarti kita masih perlu belajar.

[divider style=”4″]

Saya selalu mengajarkan di Credit Card Revolution :

 Selalu ketahui skor bisnis Anda

 Hitung Berapa Omset Anda

 Hitung Berapa HPP (Harga Pokok Penjualan) Anda

 Hitung Berapa Overhead Anda

 Hitung Berapa Pengeluaran Anda

 dan yang terpenting adalah Hitung Berapa Nett Profit Anda

Kalo Anda sudah mengetahui semua yang dibutuhkan tentu Anda akan lebih mudah untuk mengejar profit.

[divider style=”4″]

CONTOH II

Ketika Anda sudah mempunyai laporan keuangan dalam bisnis, kemudian antara keuntungan bersih dan penghasilan Anda ternyata ada minus sebesar Rp 10.000.000,-.

Itu artinya Anda harus mencari profit minimal sebesar Rp 10.000.000,- untuk mengejar minus Anda bukan?

Maka kita harus mulai berkalkulasi.

Jika nominal Rp 10.000.000,- dibagi 30 hari, maka setiap harinya Anda harus mendapatkan keuntungan kurang lebih sebesar Rp 330.000,-.

Dari angka Rp 330.000,- berapa persen omset yang Anda dapatkan?

Misalnya omset yang Anda dapatkan sebesar 20%, maka Anda harus mencari tambahan omset sebesar Rp 1.980.000,-/bulan.

Jadi Anda harus berpikir tentang bagaimana cara menambah omset sebesar Rp 1.980.000,- dalam bisnis Anda.

Dengan kondisi seperti ini Anda tentu akan mendapatkan susunan laporan dan langkah-langkah yang harus Anda lakukan. Inilah salah satu keuntungan adanya laporan keuangan.

Tetapi jika Anda hanya mengandalkan asumsi, maka dapat diartikan bahwa “otak pintar Anda sedang dibius dengan asumsi Anda“.

Artinya the power of kepepet-nya tidak teraktivasi sebab Anda merasa sudah berada pada titik aman.

Tetapi jika Anda tahu bahwa tiap bulan Anda minus sebesar Rp 10.000.000,- tentu the power of kepepet Anda akan teraktivasi, dengan begitu otak kita pasti akan bekerja secara maksimal.

Share If You Like This.  

Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Sudah Benarkah Mentalitas Anda?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]

aya menemukan sebuah ilmu yang luar biasa ketika bertemu dengan salah satu rekan Saya, ia adalah seseorang yang bisa dibilang jago dalam memaksimalkan Facebook Ads.

Tidak hanya itu, ia pun bisa mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah dari penjualan kaos disalah satu perusahaan digital marketing yang menyediakan layanan pembuatan desain kaos dan cetak. Luar biasa bukan?

Saya menemukan bahwa ilmu basic yang diajarkan mungkin hampir sama, tetapi pola pikir yang berbeda telah Saya dapatkan darinya yaitu ketika ia menemukan peluang untuk mendapatkan sebuah iklan yang bagus.

Sebagai contoh iklan A menghabiskan 100 dollar, ia bisa menghasilkan 1000 dollar dari dana 100 dollar yang sudah ia keluarkan sebelumnya sebab yang ia lakukan adalah men-scale up bisnis yang ia jalankan.

Ia secara terus-menerus melakukan teknik double scale up. Dengan nilai 100 dollar ia bisa menghasilkan 1000 dollar, 500 dollar menjadi 5000 dollar. Menurut Saya ini merupakan satu mindset yang sangat luar biasa.

Di lain waktu salah satu murid Saya berkonsultasi dan bertanya “Mengapa bisnis Saya sepi padahal dulu sempat ramai?”.

Saya sempat menanyakan tentang cara yang pernah Saya ajarkan yaitu mempromosikan bisnis menggunakan Facebook Ads.

Awalnya cara itu memang dilakukan, namun ketika bisnis yang dijalankannya sudah ramai dan berjalan lancar, justru cara itu sudah tidak dilakukan lagi sebab murid Saya berasumsi bahwa bisnisnya sudah ramai.

Ini tentu saja suatu perbedaan yang mendasar antara bumi dan langit.

Disisi lain rekan Saya berinisiatif melakukan scale up saat bisnisnya sedang dalam kondisi yang bagus.

Sebaliknya salah satu murid Saya justru stuck karena bisnis yang dijalankan dirasa sudah cukup lancar dan ramai kala itu.

Mungkin inilah yang membedakan perihal hasil pencapaian yang didapat antara rekan dan salah satu murid Saya.

“Ilmu yang didapatkan mungkin sama, tetapi mentality setiap orang tentu berbeda-beda. Itulah kenapa belajar tidak hanya masalah ilmu tetapi juga masalah mental.”

Pertanyaan Saya, Mental seperti apakah Anda?



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi antara permodalan dan bisnis internet marketing

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]aat ini dunia digital marketing sudah berkembang sangat luar biasa. Saya sendiri memiliki background didunia permodalan.

Nah, jika dua dunia ini dikombinasikan mungkin dampaknya akan sangat luar biasa, karena saat ini hampir semua bisnis digital marketing sudah menggunakan fasilitas kartu kredit, tanpa kartu kreditpun sebenarnya masih bisa, namun Anda hanya akan membuang-buang waktu untuk melakukan transfer, konfirmasi dan hal-hal yang tentunya akan merepotkan Anda.

Saya menemukan adanya satu peluang yang sangat potensial terutama bagi Anda para digital marketer yang nantinya akan berkecimpung didunia seminar maupun workshop. Peluang ini sendiri mungkin belum di isi oleh banyak orang.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Masalahnya saat ini banyak orang yang berkeinginan terjun ke dunia digital enterpreneur tetapi masih mempunyai beberapa kendala, sebab kebanyakan dari kita khususnya yang umurnya sudah mencapai angka 30 sampai 50 memiliki pengetahuan yang minim soal teknologi alias gaptek (gagap teknologi) karena dunia digital marketing saat ini lebih dikuasai oleh orang-orang yang notabene-nya berumur dibawah 30 tahun.

Generasi muda dibawah 30 mungkin lebih pintar dan fresh dalam hal pemikiran, tapi mereka cenderung memiliki modal yang terbatas, sebaliknya orang-orang yang berumur diatas angka 30 memiliki banyak modal tetapi gaptek.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet MarketingJika Anda bisa menjadikan ini sebagai jembatan dan mengkombinasikan antara keduanya mungkin hasilnya akan sangat luar biasa, artinya Anda yang memiliki skill bisa membuat pelatihan-pelatihan yang sederhana untuk orang-orang yang mungkin masih awam dengan dunia digital marketing.

[feature_box style=”8″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”justify”]

Contoh :

Saat ini masih banyak orang yang belum bisa mengatur dan me-manage email, bahkan untuk membuat email saja terkadang orang masih merasa kesulitan, bukan berarti mereka orang-orang yang memiliki keterbatasan biaya, sebab Saya mempunyai murid-murid yang sebagian besar adalah bos-bos dengan gaji mencapai ratusan juta hingga miliaran tetapi pengetahuannya masih minim dibidang teknologi.

Tidak perlu sampai membuat orang langsung memiliki kemampuan yang high skill karena hal terpenting ialah Anda harus sabar saat mengajar. Saya rasa pelatihan semacam ini bisa Anda hargai dengan kisaran 2 sampai 3 juta.[/feature_box]

Selain email, Anda juga bisa mengajar tutorial seperti bagaimana cara menggunakan dan mengatur FB Ads, Google Ads dan lain-lain yang tentu masih ada hubungannya dengan digital marketing.

Andapun dapat memfokuskan pada salah satu materi dalam sekali mengajar karena yang dibutuhkan adalah bagaimana seseorang dapat memahami apa yang disampaikan secara step by step.

Tentu ini akan jadi sebuah peluang bisnis yang bagus untuk Anda sebagai seorang digital marketer.

Saya pribadi sudah mempelajari tentang teknologi digital marketing dari orang-orang yang memang memiliki skill dibidangnya masing-masing, bisa dibilang Saya cukup paham dan tidak terlalu gaptek, namun terkadang Saya masih suka nge-blank. Dari situ Saya bisa merasakan bagaimana perasaan rekan-rekan yang totally zero.

Maka dari itu dibutuhkan setidaknya sedikit pemahaman mengenai konsep-konsep yang terkait dalam dunia digital marketing, apalagi Anda bisa membuka kursus semacam ini tanpa perlu menggunakan modal, karena yang dibutuhkan hanya skill Anda.

“Sekali lagi Saya tekankan bahwa ini adalah peluang yang bagus terutama bagi generasi muda yang punya skill but no have money untuk memberikan ilmunya kepada  “generasi tua” yang have money but no skill. Simbiosis mutualisme mungkin istilah yang tepat untuk kondisi seperti ini”

Mudah-mudahan pembahasan ini dapat menginspirasi bahwa sebenarnya cari uang itu gampang dan bisnispun akan jauh lebih mudah dengan catatan Anda memiliki skill.

Nanti ketika Anda membutuhkan modal, Anda bisa belajar dikelas Credit Card Revolution, atau ketika Anda berencana membeli rumah agar KPR tidak ditolak bisa belajar materi di Credit Strategy For Property Investor. Tapi satu hal yang harus Anda perhatikan, Always Use Your Brain.

Sekian dan sukses untuk Anda.

About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk cari Uang atau Memang Passion

Sebenarnya apa tujuan anda berbisnis?

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]J[/mk_dropcaps]ika tujuan dan standart bisnis Anda cuma uang maka tidak heran Anda akan diperbudak oleh uang, sebab Anda hanya akan fokus pada bagaimana cara untuk mendapatkan peluang bisnis dengan uang yang jumlahnya besar.

Anda akan terus berpindah-pindah dari bisnis A ke bisnis B ketika sudah tidak ada lagi uang yang didapatkan, hal itu akan terus berulang-ulang sebab tujuan Anda hanya untuk mendapatkan uang, uang dan uang.

Saya pribadi tidak suka dengan statment “Bekerja demi mendapatkan uang”, karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya statment tersebut hanya akan membuat Anda diperbudak oleh uang.

Orang-orang yang terjebak di dalam money game akan tergiur dengan tawaran-tawaran yang memberikan peluang dengan jumlah uang yang besar dan tentu mereka lebih mudah terpengaruh dengan iming-iming uang. Saya menyebutnya dengan ababilpreneur, mungkin Anda merasa tersinggung ketika saya mengatakan hal ini, namun disini saya selalu berbicara apa adanya karena semua yang saya katakan demi kebaikan anda juga.

Jadi mulailah berpikir, tujuan Anda berbisnis sebenarnya untuk apa?

Saya pribadi selalu memilih bisnis yang saya gemari, artinya ketika saya mengerjakan bisnis tanpa mendapatkan uang, saya tetap senang dan bersemangat.

Saat ini saya memiliki bisnis yang bergerak dibidang supplier obat dan makanan burung, bisnis ini sudah berjalan 11 tahun lamanya. Berawal dari passion, saya mulai memelihara burung pada tahun 1998, ditambah mempunyai seorang ayah tiri yang bekerja sebagai dokter hewan, beliau pernah bekerja dibagian nutrisi burung, dari situlah saya mulai diajarkan bagaimana cara meracik obat dan makanan burung, pada akhirnya saya mulai mengembangkannya dengan menjual obat dan makanan burung walaupun sebagian orang menganggap makanan burung hanya begitu-begitu saja, tetapi bagi saya ini adalah sebuah investasi.

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

Mungkin sebagai seorang enterpreneur wajar jika saya mulai bosan dengan bisnis yang sedang dijalankan, maka pada tahun 2008 saya mulai beralih ke bisnis lain yaitu bisnis yang saya dirikan karena hobi yaitu bisnis stiker.

Tidak sampai dibisnis stiker saja, saya kembali membuka bisnis, lagi-lagi bisnis yang tidak jauh dari hobi yang mungkin sudah bisa diketahui dari postur badan saya yang besar, yaitu bisnis cafe dan restoran.

Di tahun 2010 Saya mulai mengajar seminar-seminar, Anda mungkin bertanya-tanya kenapa Saya mau melakukannya, simple karena I Love Sharing.

Ketika tujuan bisnis hanya sekedar untuk mencari uang, rasa bosan seringkali muncul. Hal itu yang saya rasakan sekitar tahun 2014–2015 pada bisnis seminar. Maka diakhir tahun 2015 saya melakukan satu tes untuk mengetahui apakah saya benar-benar suka mengajar atau saya mengajar hanya untuk mencari uang.

CCR

Akhirnya Saya membuat sebuah program bernama CCR Recovery, sebuah seminar yang dikhususkan bagi kawan-kawan yang bermasalah dengan kartu kreditnya, seminar CCR Recovery sendiri tidak memungut biaya apapun alias gratis, bahkan untuk tempat dan makanpun sudah terfasilitasi, program ini sudah berjalan sebanyak 4x. Artinya ketika class seminar biasanya dikenakan biaya 4 sampai 5 juta, kemudian saya mengajar seminar secara gratis maka yang didapatkan justru kepuasan batin karena saya berhasil membantu kawan-kawan dalam memecahkan masalah dikartu kreditnya. Bagi saya it’s ok and it’s fine dan dari situ saya mengetahui bahwa basic saya memang mengajar.

Ketika melakukan sesuatu, lakukan dengan passion.

Salah satu cara yang mudah untuk mengetahui passion Anda adalah ketika Anda sedang melakukan suatu hal tanpa mendapatkan uang, tanyakan pada diri anda sendiri, masih tertarikkah Anda melakukannya? Jika Anda tidak tertarik, bisa jadi passion anda bukanlah disana.

Lalu apa hubungan passion dengan uang?

Seseorang yang melakukan sebuah bisnis menggunakan passion memiliki aura yang berbeda, seorang konsumen pun dapat melihat perbedaan antara orang bekerja hanya karena uang dengan orang bekerja karena passion.

Konsumen cukup melihat bagaimana antusias dan semangatnya seseorang dalam menjalankan bisnis meskipun tidak banyak uang yang didapatkan. Dengan begitu konsumen cenderung akan lebih menghargai Anda dan tidak menutup kemungkinan konsumen akan terus-menerus mendatangi bisnis anda karena saya meyakini ketika kita menjadi yang terbaik dibidangnya, maka kita akan kaya dengan sendirinya, apapun itu.

Saya menganggap pekerjaan saya baik itu Seminar Kartu Kredit, Cafe dan Restoran, atau bisnis makanan burung didirikan karena adanya passion, karena dalam berbisnis kita tidak hanya bekerja untuk uang tetapi bagaimana kita bisa memiliki sesuatu yang terbaik, bagaimana kita menjadi artis dalam bisnis, dan bagaimana kita bisa menciptakan karya yang jauh lebih bagus lagi.

Hal terpenting dalam bisnis adalah Passion.

Ketika anda tidak memiliki passion dan hanya sekedar mencari uang, maka tidak bosan-bosannya saya katakan bahwa anda hanya akan diperbudak oleh yang namanya uang, dalam kondisi seperti ini yang bisa anda lakukan hanyalah berpindah-pindah dari tempat A ke tempat B lalu ke tempat C sampai anda menua termakan usia.

Saran saya ketika mencari sebuah bisnis jangan hanya fokus dalam hal mendapatkan uang, uang adalah urusan mudah sebab dengan adanya passion uang akan datang secara otomatis.

Ketika anda sudah menjadi pakar dibidangnya karena sebuah passion, maka orang lain akan melihatnya dan dari situ anda akan meraih really-really big money.

Sekian dari saya, semoga membantu. – Roy Shakti



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.