Berbisnis Karena Status?

Berbisnis Karena Status?

Sebenarnya apa tujuan Anda dalam berbisnis?

Cari uang atau hanya sekedar cari status?

Tidak sedikit dari mereka hanya ingin berstatus sebagai seorang pengusaha atau entrepreneur.

Apalagi dengan adanya social media yang mendukung untuk sekedar menunjukkan status.

Pada sosial media, Anda dapat memposting banyak hal yang menunjukkan bahwa Anda adalah orang kaya yang paling bahagia.

Tetapi pada kenyataannya bisnis yang dijalankan tidak bagus, tekor atau bahkan bermasalah.

Bisnis yang dilakukan hanya terlihat sibuk, tetapi tidak ada hasil.

Omset yang didapatkan besar tetapi keuntungannya tidak ada.

Lalu sebenarnya apa yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan hal seperti itu?

Gengsi? Ya, hanya feel atau perasaan senang saja yang Anda dapatkan.

Tetapi apakah secara finansial Anda mendapatkan sesuatu?

Nyinyiran orang-oranglah yang mungkin akan Anda dapatkan.

Jaman sekarang banyak orang ingin statusnya sebagai entrepreneur ataupun internet marketer.

Mereka beranggapan bahwa yang terpenting adalah tidak bekerja dengan orang.

Tetapi kondisinya penghasilan stuck di satu angka saja dan ketika disarankan untuk meningkatkan omset ia tidak berani.

Ingin kaya hanya untuk mengejar status.

Orderan banyak bikin status, mobil baru bikin status, punya kolam renang dirumah bikin status, jalan-jalan bikin status.

Misalnya ketika sebuah fanpage mendapatkan review jelek, maka mereka akan merasa sangat khawatir.

Kalo Saya pribadi “i don’t care”.

Anda mau review dengan memberi bintang 1, 2, 3 atau berkomentar negatif.

Langit tidak perlu menjelaskan bahwa dia tinggi.

Jadi untuk apa menjelaskan hal-hal yang tidak perlu dijelaskan.

Sebenarnya menunjukkan status tidak masalah, tetapi jangan lupa bahwa fungsi utama dalam berbisnis adalah untuk mencari profit, bukan untuk mencari status saja.

Bukan juga mencari omset tinggi tetapi untuk cari profit.

Ingat, sekali lagi yang terpenting adalah mendapatkan keuntungan dari berbisnis.

Caranya bagaimana?

Mulai buang sifat gengsi yang Anda miliki.

Gengsi doesn’t make you rich, it’s just make you broke.

Biarlah terlihat miskin, toh terlihat kayapun tidak akan membuat Anda mendapatkan keuntungan dari siapapun.

Share If You Like This. 🙂

Ilusi Cicilan

Ilusi Cicilan

ilusi cicilanBanyak orang berpikiran bahwa “cicilan itu lebih murah dan gampang prosesnya”.

Namun kenyataan yang Saya temui justru penyebab nomor satu orang-orang yang bermasalah di kartu kredit adalah CICILAN.

Akhirnya tidak sedikit orang yang terjebak dengan ilusi cicilan.

Nah, disini Saya akan membahas sedikit tentang ILUSI CICILAN.

Terkadang sebagai manusia kita terbuai dengan yang namanya cicilan, entah itu cicilan 0% atau jenis cicilan lainnya.

Padahal tidak sedikit bank menjebak kita dengan permainan kata-kata.

Seperti saat kita datang ke bank untuk deposito, pihak bank pasti mengatakan bahwa bunga deposito yang diberikan sangat tinggi, misalnya sebesar 6,5%, tetapi hitungannya pertahun, bukan perbulan.

Tetapi jika kita melakukan kredit ke bank, bunga yang ditawarkan oleh pihak bank hanya sepersekian persen, seolah-olah bunganya rendah padahal hitungannya perbulan, bukan pertahun.

Inilah yang harus kita pahami.

Jika Anda menggunakan kartu kredit sebagai modal bisnis, cicilan akan sangat berbahaya jika Anda tidak mengetahui kapan timing yang tepat untuk merubah cicilan.

Rejeki Itu Misteri, Angsuran Itu Pasti

CONTOH

Mungkin tidak sedikit dari kita akan merubah cicilan ketika sedang kepepet.

Kasus yang banyak terjadi ada pada cicilan 0% selama 3 bulan.

Yang harus kita pahami dari cicilan 0% selama 3 bulan adalah :

Jika kita mengasumsikan penggunaan kartu kredit sebesar Rp 100.000.000,-

Maka bulan depan Anda diharuskan membayar cicilan sebesar Rp 33.300.000,-.

[divider style=”0″]

Apabila bulan depan Anda mampu membayar sebesar Rp 33.300.000,-

Maka cicilan 0% adalah cara terbaik untuk membayar, sebab pembayaran cicilan Anda dikenakan tanpa bunga.

[divider style=”0″]

Sebaliknya ketika bulan depan Anda tidak mampu membayar sebesar Rp 33.300.000,-.

Biasanya yang akan Anda dilakukan adalah kembali menggesek kartu kredit untuk membayar cicilan tersebut.

[divider style=”0″]

Artinya yang terjadi adalah bunga-berbunga atau istilahnya Compounding Interest, dan compounding interest itu sangat berbahaya dalam kredit.

Salah satu yang dapat mengindikasikan masalah dalam cicilan adalah KTA (Kredit Tanpa Agunan).

Jika Anda mendapatkan dana KTA sebesar Rp 50.000.000,- ternyata yang Anda gunakan untuk bisnis hanya sebesar Rp 20.000.000,-.

Artinya bisnis Anda sedang menanggung beban bunga sebesar 2,5 kali lipat. Ini yang harus Anda pahami.

Saat Anda mendapatkan dana KTA sebesar Rp 50.000.000,-, namun yang Anda gunakan hanya sebesar Rp 20.000.000,-.

Kira-kira sisa dana sebesar Rp 30.000.000,- akan Anda gunakan untuk apa?

Tentu Anda akan berpikir bahwa sayang jika sisa dananya tidak digunakan, akhirnya Anda gunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya.

Itulah kenapa banyak orang “macet“.

 Bisnis yang tidak bagus akan terlihat bagus.

 Barang yang tidak penting akan jadi penting.

 Barang yang tidak diinginkan menjadi diinginkan.

Akhirnya pemakaian tidak sesuai dengan jalur awal dan Anda akan terjebak dengan cicilan-cicilan yang harus Anda bayar dan tentu hal itu akan jadi masalah kedepannya.

Maka sebelum Anda merubah cicilan, periksa terlebih dahulu apakah Anda mampu untuk membayar cicilan tersebut?

Jika Anda mampu, maka itu adalah pilihan terbaik bagi Anda.

Sebab sebenarnya cicilan hanya bagus dalam hal pembelian barang-barang.

Seperti ketika Anda ingin membeli handphone tetapi Anda tidak sanggup bila membayar secara tunai, Anda bisa melakukan pembayaran dengan cara cicilan.

Tetapi cicilan akan sangat berbahaya jika Anda gunakan untuk berbisnis, sebab dunia bisnis tidak bisa diprediksi dan tentu belum jelas bagaimana keadaannya.

Maka dari itu berhati-hatilah dengan cicilan, lebih baik Anda menggunakan dana talangan. Beres!

Share If You Like This. 🙂

Asumsi Bisa Membunuh Bisnismu

Asumsi Bisa Membunuh Bisnismu

Apasih awal mula orang jatuh ketika berbisnis menggunakan hutang?

Terkadang orang tidak menyadari akan tanda-tanda terjadinya “malapetaka” ini, tahu-tahu pemakaian sudah hampir mendekati limit.

Salah satu awal mula orang bermasalah dalam bisnisnya adalah ketika ia mulai menggunakan asumsi dalam bisnisnya.

Suatu ketika Saya melihat timeline salah satu rekan, ia adalah seorang business mastery di Amerika. Dari sinilah Saya mulai mendapatkan inspirasi.

Inspirasi sekaligus pelajaran yang Saya dapatkan dari bisnis masternya adalah adanya tahapan-tahapan atau life cycle dalam bisnis.

Dalam memulai bisnis, hal pertama yang paling penting adalah kehadiran kita dalam bisnis.

Jadi, kenapa banyak dari kalian mengalami kegagalan dalam bisnis?

Karena kebanyakan pebisnis masih suka meninggalkan bisnisnya hanya karena sebuah mindset “Bisnisnya jalan, bosnya jalan-jalan”. Tentu ini adalah mindset yang salah.

Bayangkan saja apabila Anda mempunyai seorang bayi lalu Anda serahkan langsung kepada orang lain. Kira-kira bagaimana?

Maka sebuah bisnis baru bisa ditinggalkan ketika life cycle-nya sudah berada ditahap remaja atau dewasa.

Bisnis yang sukses ditandai dengan omset yang meningkat.

Dan bisnis yang sukses biasanya akan terlihat pada tahap anak-anak menuju tahap remaja.

Namun ketika omset meningkat, seringkali kita hanya terpaku pada jumlah omset tanpa pernah sadar akan biaya-biaya lain yang dikeluarkan, dan parahnya saat menjalankan bisnis kita tidak pernah mengenal yang namanya laporan keuangan.

Saya pribadi pernah mengalami hal semacam itu, saat itu Saya tidak menaikkan biaya produksi ketika ada kenaikan bensin.

Artinya ketika biaya produksi harusnya mengalami kenaikan namun secara tidak sadar Saya tidak menaikannya.

Lalu apa akibatnya? Gros Profit Saya memang profit, tapi pada Nett Profit Saya tekor. Kondisi seperti itu Saya jalankan kurang lebih selama 6 bulan.

Ini adalah salah satu contoh awal mula bisnis Anda bermasalah, memulai dan menjalankan bisnis hanya berdasarkan asumsi tanpa memiliki laporan keuangan.

CONTOH I

Apakah Anda yakin keuntungan yang didapat benar-benar sebesar Rp 40.000,- ?

Padahal kita tidak tahu jika nantinya akan ada pengeluaran tambahan yang dapat menggerus profit bisnis Anda.

Parahnya dalam menjalankan bisnis, kita memakai asumsi seperti ini selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Saya pribadi pernah mengalaminya, tetapi Saya selalu belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah Saya lakukan agar hal-hal semacam ini tidak kembali terulang.

Artinya kita sama-sama belajar dari kesalahan, sebab tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada hanya sukses atau belajar. Ketika kita belum sukses berarti kita masih perlu belajar.

[divider style=”4″]

Saya selalu mengajarkan di Credit Card Revolution :

 Selalu ketahui skor bisnis Anda

 Hitung Berapa Omset Anda

 Hitung Berapa HPP (Harga Pokok Penjualan) Anda

 Hitung Berapa Overhead Anda

 Hitung Berapa Pengeluaran Anda

 dan yang terpenting adalah Hitung Berapa Nett Profit Anda

Kalo Anda sudah mengetahui semua yang dibutuhkan tentu Anda akan lebih mudah untuk mengejar profit.

[divider style=”4″]

CONTOH II

Ketika Anda sudah mempunyai laporan keuangan dalam bisnis, kemudian antara keuntungan bersih dan penghasilan Anda ternyata ada minus sebesar Rp 10.000.000,-.

Itu artinya Anda harus mencari profit minimal sebesar Rp 10.000.000,- untuk mengejar minus Anda bukan?

Maka kita harus mulai berkalkulasi.

Jika nominal Rp 10.000.000,- dibagi 30 hari, maka setiap harinya Anda harus mendapatkan keuntungan kurang lebih sebesar Rp 330.000,-.

Dari angka Rp 330.000,- berapa persen omset yang Anda dapatkan?

Misalnya omset yang Anda dapatkan sebesar 20%, maka Anda harus mencari tambahan omset sebesar Rp 1.980.000,-/bulan.

Jadi Anda harus berpikir tentang bagaimana cara menambah omset sebesar Rp 1.980.000,- dalam bisnis Anda.

Dengan kondisi seperti ini Anda tentu akan mendapatkan susunan laporan dan langkah-langkah yang harus Anda lakukan. Inilah salah satu keuntungan adanya laporan keuangan.

Tetapi jika Anda hanya mengandalkan asumsi, maka dapat diartikan bahwa “otak pintar Anda sedang dibius dengan asumsi Anda“.

Artinya the power of kepepet-nya tidak teraktivasi sebab Anda merasa sudah berada pada titik aman.

Tetapi jika Anda tahu bahwa tiap bulan Anda minus sebesar Rp 10.000.000,- tentu the power of kepepet Anda akan teraktivasi, dengan begitu otak kita pasti akan bekerja secara maksimal.

Share If You Like This.  

Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Sudah Benarkah Mentalitas Anda?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]

aya menemukan sebuah ilmu yang luar biasa ketika bertemu dengan salah satu rekan Saya, ia adalah seseorang yang bisa dibilang jago dalam memaksimalkan Facebook Ads.

Tidak hanya itu, ia pun bisa mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah dari penjualan kaos disalah satu perusahaan digital marketing yang menyediakan layanan pembuatan desain kaos dan cetak. Luar biasa bukan?

Saya menemukan bahwa ilmu basic yang diajarkan mungkin hampir sama, tetapi pola pikir yang berbeda telah Saya dapatkan darinya yaitu ketika ia menemukan peluang untuk mendapatkan sebuah iklan yang bagus.

Sebagai contoh iklan A menghabiskan 100 dollar, ia bisa menghasilkan 1000 dollar dari dana 100 dollar yang sudah ia keluarkan sebelumnya sebab yang ia lakukan adalah men-scale up bisnis yang ia jalankan.

Ia secara terus-menerus melakukan teknik double scale up. Dengan nilai 100 dollar ia bisa menghasilkan 1000 dollar, 500 dollar menjadi 5000 dollar. Menurut Saya ini merupakan satu mindset yang sangat luar biasa.

Di lain waktu salah satu murid Saya berkonsultasi dan bertanya “Mengapa bisnis Saya sepi padahal dulu sempat ramai?”.

Saya sempat menanyakan tentang cara yang pernah Saya ajarkan yaitu mempromosikan bisnis menggunakan Facebook Ads.

Awalnya cara itu memang dilakukan, namun ketika bisnis yang dijalankannya sudah ramai dan berjalan lancar, justru cara itu sudah tidak dilakukan lagi sebab murid Saya berasumsi bahwa bisnisnya sudah ramai.

Ini tentu saja suatu perbedaan yang mendasar antara bumi dan langit.

Disisi lain rekan Saya berinisiatif melakukan scale up saat bisnisnya sedang dalam kondisi yang bagus.

Sebaliknya salah satu murid Saya justru stuck karena bisnis yang dijalankan dirasa sudah cukup lancar dan ramai kala itu.

Mungkin inilah yang membedakan perihal hasil pencapaian yang didapat antara rekan dan salah satu murid Saya.

“Ilmu yang didapatkan mungkin sama, tetapi mentality setiap orang tentu berbeda-beda. Itulah kenapa belajar tidak hanya masalah ilmu tetapi juga masalah mental.”

Pertanyaan Saya, Mental seperti apakah Anda?



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

blindspot dalam penerapan bisnis anda

Kali ini Saya ingin sharing mengenai Blind Spot.

BLIND SPOT?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]A[/mk_dropcaps]

pakah Anda pernah merasa bahwa Anda sudah cukup tahu banyak tentang sebuah ilmu yang sudah pernah dipelajari sebelumnya?

[feature_box style=”12″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”center”]

Anda merasa sudah memahami tentang tata cara penggunaan kartu kredit dalam bisnis.

Di sisi lain saat Anda dan teman Anda sama-sama memahami tentang ilmu penggunaan kartu kredit, ternyata teman Anda justru lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Lalu kenapa hal seperti itu bisa terjadi?

[/feature_box]

Setelah kejadian tersebut tentu Anda akan mulai mempelajari dan mengikuti kelas kembali bersama mentor-mentor yang berbeda.

Nah, saat Anda mulai open mind serta mempelajari jauh lebih dalam, Anda akan menyadari bahwa Anda telah mengalami yang namanya Blind Spot.

Mungkin inilah yang membedakan kenapa teman Anda bisa lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Istilah Blind Spot sendiri adalah dari semua hal yang sudah diketahui, ternyata masih terdapat miss detail, artinya kita tidak mengetahui secara detail tentang ilmu yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Mempelajari sesuatu tentu tidak bisa hanya sekali dua kali. Karena ketika Anda merasa tahu dan merasa sudah memahami semua hal disitulah letak kebodohan Anda.

Anda tidak mau mengembangkan ilmu dan akhirnya terjadilah Blind Spot.

Ada yang mengatakan bahwa “Pengulangan adalah ibu dari segala ketrampilan” tentu Saya sangat setuju dengan statment tersebut.

Itulah kenapa kita dituntut mempunyai pemikiran yang terbuka. Mempelajari suatu hal secara berulang-ulang agar ilmu yang didapatkan semakin bertambah terutama ilmu baru atau ilmu yang up to date.

Setiap ada kesempatan Saya selalu belajar dari banyak orang, walaupun saat ini Saya sudah menjadi seorang pengajar tapi hal itu tidak serta merta membuat Saya merasa bahwa diri Saya sudah memahami semua materi.

Saya masih akan terus belajar untuk menghindari terjadinya Blind Spot, sebab ketika sedang mengajar kadang seseorang seringkali tidak menyadari dengan adanya ilmu baru (up to date).

Nah, sekarang Saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda pernah mengalamI Blind Spot? Coba Anda pikirkan.

Saya pun baru akan menyadari bahwa Saya memiliki banyak Blind Spot ketika Saya mulai mempelajarinya lagi.

Ketika memutuskan untuk berhenti mempelajari sesuatu itu artinya Saya merasa sudah pintar tapi kenyataannya dalam hal bisnis omset Saya tidak bertambah.

Sebaliknya ketika Saya mengembangkan ilmu yang Saya miliki  dan terus mempelajarinya justru omset Saya semakin bertambah sebab Blind SpotBlind Spot yang semula banyak perlahan-lahan mulai tertutupi .

Always open mind dan jangan pernah berhenti untuk belajar. Sekali lagi Saya tekankan bahwa ketika Anda merasa pintar disitulah letak kebodohan Anda”.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi antara permodalan dan bisnis internet marketing

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]aat ini dunia digital marketing sudah berkembang sangat luar biasa. Saya sendiri memiliki background didunia permodalan.

Nah, jika dua dunia ini dikombinasikan mungkin dampaknya akan sangat luar biasa, karena saat ini hampir semua bisnis digital marketing sudah menggunakan fasilitas kartu kredit, tanpa kartu kreditpun sebenarnya masih bisa, namun Anda hanya akan membuang-buang waktu untuk melakukan transfer, konfirmasi dan hal-hal yang tentunya akan merepotkan Anda.

Saya menemukan adanya satu peluang yang sangat potensial terutama bagi Anda para digital marketer yang nantinya akan berkecimpung didunia seminar maupun workshop. Peluang ini sendiri mungkin belum di isi oleh banyak orang.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Masalahnya saat ini banyak orang yang berkeinginan terjun ke dunia digital enterpreneur tetapi masih mempunyai beberapa kendala, sebab kebanyakan dari kita khususnya yang umurnya sudah mencapai angka 30 sampai 50 memiliki pengetahuan yang minim soal teknologi alias gaptek (gagap teknologi) karena dunia digital marketing saat ini lebih dikuasai oleh orang-orang yang notabene-nya berumur dibawah 30 tahun.

Generasi muda dibawah 30 mungkin lebih pintar dan fresh dalam hal pemikiran, tapi mereka cenderung memiliki modal yang terbatas, sebaliknya orang-orang yang berumur diatas angka 30 memiliki banyak modal tetapi gaptek.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet MarketingJika Anda bisa menjadikan ini sebagai jembatan dan mengkombinasikan antara keduanya mungkin hasilnya akan sangat luar biasa, artinya Anda yang memiliki skill bisa membuat pelatihan-pelatihan yang sederhana untuk orang-orang yang mungkin masih awam dengan dunia digital marketing.

[feature_box style=”8″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”justify”]

Contoh :

Saat ini masih banyak orang yang belum bisa mengatur dan me-manage email, bahkan untuk membuat email saja terkadang orang masih merasa kesulitan, bukan berarti mereka orang-orang yang memiliki keterbatasan biaya, sebab Saya mempunyai murid-murid yang sebagian besar adalah bos-bos dengan gaji mencapai ratusan juta hingga miliaran tetapi pengetahuannya masih minim dibidang teknologi.

Tidak perlu sampai membuat orang langsung memiliki kemampuan yang high skill karena hal terpenting ialah Anda harus sabar saat mengajar. Saya rasa pelatihan semacam ini bisa Anda hargai dengan kisaran 2 sampai 3 juta.[/feature_box]

Selain email, Anda juga bisa mengajar tutorial seperti bagaimana cara menggunakan dan mengatur FB Ads, Google Ads dan lain-lain yang tentu masih ada hubungannya dengan digital marketing.

Andapun dapat memfokuskan pada salah satu materi dalam sekali mengajar karena yang dibutuhkan adalah bagaimana seseorang dapat memahami apa yang disampaikan secara step by step.

Tentu ini akan jadi sebuah peluang bisnis yang bagus untuk Anda sebagai seorang digital marketer.

Saya pribadi sudah mempelajari tentang teknologi digital marketing dari orang-orang yang memang memiliki skill dibidangnya masing-masing, bisa dibilang Saya cukup paham dan tidak terlalu gaptek, namun terkadang Saya masih suka nge-blank. Dari situ Saya bisa merasakan bagaimana perasaan rekan-rekan yang totally zero.

Maka dari itu dibutuhkan setidaknya sedikit pemahaman mengenai konsep-konsep yang terkait dalam dunia digital marketing, apalagi Anda bisa membuka kursus semacam ini tanpa perlu menggunakan modal, karena yang dibutuhkan hanya skill Anda.

“Sekali lagi Saya tekankan bahwa ini adalah peluang yang bagus terutama bagi generasi muda yang punya skill but no have money untuk memberikan ilmunya kepada  “generasi tua” yang have money but no skill. Simbiosis mutualisme mungkin istilah yang tepat untuk kondisi seperti ini”

Mudah-mudahan pembahasan ini dapat menginspirasi bahwa sebenarnya cari uang itu gampang dan bisnispun akan jauh lebih mudah dengan catatan Anda memiliki skill.

Nanti ketika Anda membutuhkan modal, Anda bisa belajar dikelas Credit Card Revolution, atau ketika Anda berencana membeli rumah agar KPR tidak ditolak bisa belajar materi di Credit Strategy For Property Investor. Tapi satu hal yang harus Anda perhatikan, Always Use Your Brain.

Sekian dan sukses untuk Anda.

About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk Cari Uang atau Memang Passion

Kerja Hanya Sekedar untuk cari Uang atau Memang Passion

Sebenarnya apa tujuan anda berbisnis?

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]J[/mk_dropcaps]ika tujuan dan standart bisnis Anda cuma uang maka tidak heran Anda akan diperbudak oleh uang, sebab Anda hanya akan fokus pada bagaimana cara untuk mendapatkan peluang bisnis dengan uang yang jumlahnya besar.

Anda akan terus berpindah-pindah dari bisnis A ke bisnis B ketika sudah tidak ada lagi uang yang didapatkan, hal itu akan terus berulang-ulang sebab tujuan Anda hanya untuk mendapatkan uang, uang dan uang.

Saya pribadi tidak suka dengan statment “Bekerja demi mendapatkan uang”, karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya statment tersebut hanya akan membuat Anda diperbudak oleh uang.

Orang-orang yang terjebak di dalam money game akan tergiur dengan tawaran-tawaran yang memberikan peluang dengan jumlah uang yang besar dan tentu mereka lebih mudah terpengaruh dengan iming-iming uang. Saya menyebutnya dengan ababilpreneur, mungkin Anda merasa tersinggung ketika saya mengatakan hal ini, namun disini saya selalu berbicara apa adanya karena semua yang saya katakan demi kebaikan anda juga.

Jadi mulailah berpikir, tujuan Anda berbisnis sebenarnya untuk apa?

Saya pribadi selalu memilih bisnis yang saya gemari, artinya ketika saya mengerjakan bisnis tanpa mendapatkan uang, saya tetap senang dan bersemangat.

Saat ini saya memiliki bisnis yang bergerak dibidang supplier obat dan makanan burung, bisnis ini sudah berjalan 11 tahun lamanya. Berawal dari passion, saya mulai memelihara burung pada tahun 1998, ditambah mempunyai seorang ayah tiri yang bekerja sebagai dokter hewan, beliau pernah bekerja dibagian nutrisi burung, dari situlah saya mulai diajarkan bagaimana cara meracik obat dan makanan burung, pada akhirnya saya mulai mengembangkannya dengan menjual obat dan makanan burung walaupun sebagian orang menganggap makanan burung hanya begitu-begitu saja, tetapi bagi saya ini adalah sebuah investasi.

Kerja Hanya Sekedar Untuk Cari Uang atau Memang Passion?

Mungkin sebagai seorang enterpreneur wajar jika saya mulai bosan dengan bisnis yang sedang dijalankan, maka pada tahun 2008 saya mulai beralih ke bisnis lain yaitu bisnis yang saya dirikan karena hobi yaitu bisnis stiker.

Tidak sampai dibisnis stiker saja, saya kembali membuka bisnis, lagi-lagi bisnis yang tidak jauh dari hobi yang mungkin sudah bisa diketahui dari postur badan saya yang besar, yaitu bisnis cafe dan restoran.

Di tahun 2010 Saya mulai mengajar seminar-seminar, Anda mungkin bertanya-tanya kenapa Saya mau melakukannya, simple karena I Love Sharing.

Ketika tujuan bisnis hanya sekedar untuk mencari uang, rasa bosan seringkali muncul. Hal itu yang saya rasakan sekitar tahun 2014–2015 pada bisnis seminar. Maka diakhir tahun 2015 saya melakukan satu tes untuk mengetahui apakah saya benar-benar suka mengajar atau saya mengajar hanya untuk mencari uang.

CCR

Akhirnya Saya membuat sebuah program bernama CCR Recovery, sebuah seminar yang dikhususkan bagi kawan-kawan yang bermasalah dengan kartu kreditnya, seminar CCR Recovery sendiri tidak memungut biaya apapun alias gratis, bahkan untuk tempat dan makanpun sudah terfasilitasi, program ini sudah berjalan sebanyak 4x. Artinya ketika class seminar biasanya dikenakan biaya 4 sampai 5 juta, kemudian saya mengajar seminar secara gratis maka yang didapatkan justru kepuasan batin karena saya berhasil membantu kawan-kawan dalam memecahkan masalah dikartu kreditnya. Bagi saya it’s ok and it’s fine dan dari situ saya mengetahui bahwa basic saya memang mengajar.

Ketika melakukan sesuatu, lakukan dengan passion.

Salah satu cara yang mudah untuk mengetahui passion Anda adalah ketika Anda sedang melakukan suatu hal tanpa mendapatkan uang, tanyakan pada diri anda sendiri, masih tertarikkah Anda melakukannya? Jika Anda tidak tertarik, bisa jadi passion anda bukanlah disana.

Lalu apa hubungan passion dengan uang?

Seseorang yang melakukan sebuah bisnis menggunakan passion memiliki aura yang berbeda, seorang konsumen pun dapat melihat perbedaan antara orang bekerja hanya karena uang dengan orang bekerja karena passion.

Konsumen cukup melihat bagaimana antusias dan semangatnya seseorang dalam menjalankan bisnis meskipun tidak banyak uang yang didapatkan. Dengan begitu konsumen cenderung akan lebih menghargai Anda dan tidak menutup kemungkinan konsumen akan terus-menerus mendatangi bisnis anda karena saya meyakini ketika kita menjadi yang terbaik dibidangnya, maka kita akan kaya dengan sendirinya, apapun itu.

Saya menganggap pekerjaan saya baik itu Seminar Kartu Kredit, Cafe dan Restoran, atau bisnis makanan burung didirikan karena adanya passion, karena dalam berbisnis kita tidak hanya bekerja untuk uang tetapi bagaimana kita bisa memiliki sesuatu yang terbaik, bagaimana kita menjadi artis dalam bisnis, dan bagaimana kita bisa menciptakan karya yang jauh lebih bagus lagi.

Hal terpenting dalam bisnis adalah Passion.

Ketika anda tidak memiliki passion dan hanya sekedar mencari uang, maka tidak bosan-bosannya saya katakan bahwa anda hanya akan diperbudak oleh yang namanya uang, dalam kondisi seperti ini yang bisa anda lakukan hanyalah berpindah-pindah dari tempat A ke tempat B lalu ke tempat C sampai anda menua termakan usia.

Saran saya ketika mencari sebuah bisnis jangan hanya fokus dalam hal mendapatkan uang, uang adalah urusan mudah sebab dengan adanya passion uang akan datang secara otomatis.

Ketika anda sudah menjadi pakar dibidangnya karena sebuah passion, maka orang lain akan melihatnya dan dari situ anda akan meraih really-really big money.

Sekian dari saya, semoga membantu. – Roy Shakti



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?

Halo sahabat semua dimanapun anda berada. Hari ini kita akan sedikit membahas tentang masalah antara bisnis dan judi, mungkin Anda tidak mengerti dan mungkin juga bertanya-tanya apakah bisnis dan judi itu sama, karena kebanyakan orang berpikir bahwa bisnis dan judi memiliki kemiripan sehingga banyak kita temui kasus-kasus yang seolah-olah Anda sedang berbisnis tetapi kenyataannya Anda berjudi, akhirnya Anda berjudi dalam bisnis. Lalu kira-kira apa yang membedakan antara bisnis dan judi itu sendiri?

Jika dikaitkan dengan judi, mungkin ada sebuah istilah yang namanya hukum probabilitas, sebagai contoh dalam judi bola probabilitasnya yaitu satu banding dua, dalam judi dadu probabilitasnya adalah satu banding enam, inilah yang dinamakan hukum probabilitas, artinya ketika anda menemui paul si gurita untuk meminta tolong meramalkan sebuah pertandingan bola, tetap saja perbandingannya hanya satu banding dua, tidak ada yang bisa merubahnya.

Apakah Anda sedang Benar-Benar Berbisnis ataukah Berjudi?Tetapi ketika dalam bisnis, semua itu menjadi relatif dan bisa dirubah.

Contohnya, ketika anda mulai berbisnis kuliner :

  • Apakah Anda sudah mengerti soal bisnis kuliner ?
  • Apakah Anda punya pengalaman dibisnis kuliner ?
  • Apakah Anda pernah bekerja dibisnis kuliner ?
  • Apakah Anda pernah belajar tentang bisnis kuliner ?

Kalau Anda tidak pernah belajar apapun tentang bisnis kuliner, maka kemungkinan kesuksesan Anda hanya sebesar 5% dan 95% sisanya adalah besar rasio kegagalan Anda, itulah bisnis.

Namun kesuksesan dalam berbisnis bisa ditingkatkan dengan banyak cara, salah satunya dengan mengikuti seminar-seminar, belajar dari orang yang berpengalaman, atau belajar dari komunitas yang Anda ikuti, dengan begitu rasio keberhasilan Anda akan meningkat dari yang awalnya hanya 5% bisa menjadi 10%, 15%, 20% dan seterusnya. Faktor “kena tipu” dalam bisnispun sebenarnya bisa mempertinggi rasio kesuksesan karena Anda bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

Sampai pada akhirnya ketika anda sudah menjadi seorang master dibidangnya, rasio kegagalan Anda kemungkinan hanya sebesar 5% saja, kenapa Saya tidak mengatakan 0%? Karena sebagai manusia kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, sebab kita hanya bisa berusaha namun tetap Tuhan yang menentukan semuanya, setidaknya kita tetap bisa berusaha untuk mengurangi rasio kegagalan dalam bisnis. Lain halnya ketika Anda tidak mengetahui apapun tentang bisnis tersebut tapi tetap ngotot ingin menjalankan bisnis itu maka rasio kegagalan Anda berbalik menjadi 95%, 5% sisanya mungkin hanyalah faktor keberuntungan saja.

Jadi maksudnya ketika Anda ingin membuka bisnis bengkel, Anda harus mengerti soal bisnis bengkel, apabila Anda tidak mengerti apapun tapi tetap nekat membuka bisnis bengkel, itu artinya Anda sedang berjudi dalam bisnis. Oleh karena itu sebelum menginvestasikan uang Anda dalam bisnis, investasikan waktu Anda terlebih dahulu, dengan begitu rasio kegagalan Anda akan semakin berkurang dengan adanya proses pembelajaran serta pengalaman yang nantinya akan didapatkan. Apakah Anda sudah paham sekarang?



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen

Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen

Saat ini berbisnis memang menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memperoleh sumber pendapatan. Bisnis sendiri adalah suatu kegiatan menjual barang ataupun jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba atau penghasilan. Bisnis sendiri dibagi menjadi beberapa bidang antara lain bisnis yang bergerak dalam bidang jasa, properti, kuliner dan lain sebagainya.

Salah satu contoh bisnis yang sedang marak saat ini adalah bisnis kuliner dimana bisnis dibidang ini sangat menguntungkan bagi pebisnis karena makanan adalah kebutuhan primer yang pastinya diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi jika konsumen sudah terlanjur menyukai masakan pada sebuah restoran maka konsumen tersebut tidak akan hanya sekali dua kali berkunjung untuk membelinya. Oleh sebab itu seorang pebisnis dituntut harus bisa mengetahui bagaimana cara agar bisnis yang dijalankan mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat ini, bisa dengan mengutamakan kepuasan para konsumen melalui konsumen itu sendiri artinya pebisnis mengajak konsumen untuk memberikan masukan dan tanggapan.

Salah satu Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen adalah dengan memanfaatkan metode survey. Survey bisa diberikan secara langsung kepada konsumen atau dengan bantuan alat penunjang survey, contoh survey secara langsung kepada konsumen adalah saat seorang konsumen mengunjungi sebuah restoran, pelayan dapat memintanya untuk mengisi kertas survey yang meliputi pertanyaan-pertanyaan seputar produk dan pelayanan yang berkaitan dengan bisnis tersebut, survey semacam ini mungkin akan sedikit mengganggu kenyamanan konsumen pada saat itu, tetapi jangan khawatir anda dapat mengakalinya dengan memberikan semacam promo pada konsumen seperti mendapatkan gratis minuman bagi yang mau meluangkan waktunya untuk sekedar mengisi kuisioner. Untuk bahan surveynya sebaiknya berisi hal-hal yang sekiranya dapat dipakai sebagai referensi untuk mengembangkan bisnis seperti menanyakan hal-hal yang dirasa kurang memuaskan bagi konsumen.

Metode survey dalam berbisnis saat ini memang sangat diperlukan bagi kalangan pebisnis, tujuannya tidak lain untuk bisa mengembangkan bisnis itu sendiri. Melalui konsumen para pebisnis dapat mengetahui dimana letak kekurangan pada bisnis yang sedang dijalankan serta bisa mendapatkan sebuah acuan untuk lebih meningkatkan kualitas produk maupun layanan yang diberikan. Apalagi saat ini banyak sekali media yang dapat dimanfaatkan para pebisnis untuk melakukan survey, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang semakin memudahkan kita dalam melakukan segala sesuatu termasuk untuk mendapatkan perhatian dan respon dari konsumen terhadap bisnis yang sedang dijalankan maka dalam berbisnis kita tidak akan pernah lepas dari peran penting seorang konsumen karena tujuan survey adalah untuk mengetahui seberapa puaskah para konsumen terhadap pelayanan dan produk yang diberikan.

Mungkin inilah beberapa metode yang dapat membantu kita untuk mendapatkan respon yang membangun dari konsumen, antara lain :

  • Survey dengan memanfaatkan Teknologi
  • Media Elektronik

Media elektronik adalah suatu media yang membutuhkan sumber energi listrik untuk dapat kita akses atau melihat isi dari content tersebut, seperti pada rekaman video, anda pasti akan membutuhkan suatu daya listrik untuk melihat isi dalam content tersebut.

Contoh metode survey menggunakan sarana media elektronik adalah dengan adanya bisnis supermarket waralaba yang menyediakan sebuah layar touchscreen atau media elektronik yang diletakkan didepan kasir, kemudian konsumen akan diminta untuk menekan salah satu dari 2 tombol, yaitu tombol puas dan tidak puas pada layar, namun survey ini masih memiliki kekurangan yaitu hanya ada 2 tombol pada layar, artinya seorang konsumen tidak bisa memberikan alasan yang spesifik kenapa  konsumen bisa memilih salah satu tombol yang tersedia, namun bagi konsumen mungkin ini malah menjadi suatu kelebihan atau keuntungan tersendiri karena mereka hanya perlu sekali menekan.

Konsumen dapat menekan tombol puas ketika ia mendapatkan pelayanan yang baik entah saat karyawan membantunya untuk mencarikan barang atau menawarkan keranjang belanja ketika melihat konsumen membawa banyak barang. Tetapi konsumen cenderung akan menekan tombol tidak puas ketika pelayanan yang diterima tidak sesuai harapan, semisal saat terjadi antrian yang panjang dikarenakan kasir yang lelet dalam menjumlah barang yang dibeli atau mungkin karena pelayanan kasir kepada konsumen yang tidak ramah padahal keramahan adalah salah satu hal sederhana namun sangat disukai oleh konsumen.

Ketika anda mendapatkan pujian dalam bisnis, jangan pernah merasa puas terlebih dahulu, karena respon-respon bernada kritikan dan masukan justru yang diperlukan dan dibutuhkan untuk pengembangan bisnis, karena sebagai pelaku bisnis kita bisa tahu dimana letak kesalahan kita saat melakukan bisnis tersebut dan anda bisa mulai memperbaiki atau meningkatkan produk maupun pelayanan supaya bisnis yang sedang di jalani bisa terus berjalan dan mengalami kemajuan.

  • Sosial Media

Selain dengan memanfaatkan media elektronik, Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen adalah dengan menggunakan sosial media sebagai sarana untuk melakukan survey terhadap kepuasan konsumen. Sosial media sudah banyak dimanfaatkan oleh kalangan masyarakat, hal itu dapat diketahui dari  banyaknya aplikasi-aplikasi sosial media yang sudah digunakan oleh pengguna ponsel pintar semua kalangan baik anak-anak, remaja hingga orang dewasa karena sosial media mungkin sudah jadi bagian dari gaya hidup bahkan mungkin sudah menjadi suatu kebutuhan hidup bagi manusia untuk sarana berbagi informasi, berkumpul dan berbicara secara online, serta dapat memudahkan dalam hal berkomunikasi satu sama lain.

Selain digunakan untuk hal-hal tersebut, sosial media juga sudah banyak dimanfaatkan sebagai lahan untuk berbisnis, bukan hanya bisnis yang basisnya online saja, bisnis toko, restoran hingga perusahaan-perusahaan besar juga menggunakannya, tujuannya tidak lain untuk mengenalkan bisnis yang mereka jalankan agar dapat lebih dikenal di masyarakat Indonesia bahkan sampai luar negeri.

Dengan media sosial kita dapat lebih mudah menjaring konsumen dengan pemanfaatan fitur-fitur yang ada pada media sosial itu sendiri. Media sosial yang banyak dimanfaatkan untuk lahan berbisnis saat ini antara lain facebook, twitter, instagram dan masih banyak lagi.

Sebagai contoh, pada jejaring sosial seperti facebook anda dapat memanfaatkan kolom komentar dan fitur polling sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa puaskah konsumen dengan produk dan layanan yang sudah diberikan, dalam membuat pertanyaan jangan pernah mengarahkan konsumen ke respon yang hanya akan membuat anda senang seperti pertanyaan yang  berisi tentang kelebihan-kelebihan yang ada pada bisnis anda, buatlah pertanyaan yang sekiranya dapat membuat bisnis anda bisa tumbuh berkembang seperti menanyakan apa yang perlu dievaluasi atau diperbaiki dalam produk dan layanan yang sudah diberikan. Dari situ anda akan sedikit mengetahui dimana letak kekurangan bisnis anda dan tentunya anda bisa segera melakukan perubahan kearah yang lebih baik untuk perkembangan bisnis anda melalui jejaring sosial.

Kekurangan dan kelebihan menggunakan sosial media untuk media survey sendiri adalah testimonial yang diberikan konsumen terbaca oleh konsumen lain yang nantinya dapat mempengaruhi minat konsumen untuk menggunakan jasa ataupun produk yang ditawarkan. Contohnya ketika salah satu konsumen memberikan testimonial yang negatif, lalu terbaca oleh konsumen lain yang ingin menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan, konsumen cenderung akan membatalkan niat untuk menggunakan produk atau jasanya karena adanya respon negatif yang diberikan konsumen, tetapi ketika konsumen memberikan testimonial yang positif tentu akan membuat konsumen lain merasa yakin bahwa barang atau jasa yang diberikan mempunyai kualitas yang baik.

Soal berbisnis kita tidak akan luput dengan yang namanya respon positif dan respon negatif, maka dari itu pemanfaatan media sosial bagi bisnis juga dapat mempermudah konsumen untuk memberikan masukan dan kritikan. Jadikan sosial media sebagai alat yang dapat mengantarkan anda dalam meraih kesuksesan dalam berbisnis.

Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen

  • Survey Kuesioner

Adapun Cara Agar Bisnis Anda Mendapatkan Respon dari Konsumen adalah dengan melakukan survey kueisioner. Survey kuisioner adalah salah satu survey yang bisa dilakukan secara online maupun offline, untuk survey kueisioner secara online konsumen dapat melakukan pengisian pada sebuah halaman yang diakses melalui internet, untuk cara offline atau manual pebisnis dapat memanfaatkan kuesioner semacam angket untuk meminta konsumen memberikan responnya selama menggunakan produk maupun layanan yang ditawarkan.

Metode survey kuisioner sendiri merupakan metode pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan yang akan dijawab langsung oleh para koresponden, dan kuisioner adalah alat yang digunakan untuk pengumpulan data tersebut.

Survey kuesioner sering dijumpai pada bisnis manapun tentunya dengan tujuan yang sama yaitu bagaimana para pelaku bisnis dapat mengetahui perkembangan bisnisnya melalui survey kuisioner yang sampai saat ini masih banyak digunakan dikalangan pebisnis untuk mengetahui seberapa besar minat para konsumen dengan produk dan layanan yang ditawarkan.

Dengan diberikannya kuesioner pada konsumen, tentu akan sangat membantu para pebisnis untuk mengetahui hal-hal yang dirasa perlu diperbaiki agar nantinya bisa lebih meningkatkan kualitas jasa dan layanan yang diberikan selama ini.

Kelebihan menggunakan survey kuisioner yaitu pelaku bisnis bisa mendapatkan respon dari konsumen secara langsung karena kuisioner dapat dilakukan pada saat konsumen berada pada lokasi bisnis. Namun kekurangan dari survey kuesioner ini adalah konsumen cenderung menjawab pertanyaan secara asal–asalan, apalagi jika kuisioner dberikan diwaktu yang tidak tepat seperti saat konsumen sedang sibuk atau sedang terburu–buru.

  • Survey Konsumen

Dalam sebuah bisnis kepuasan konsumen adalah hal yang sangat penting, apabila konsumen merasa puas dan senang dengan pelayanan yang diberikan otomatis konsumen tidak akan kapok untuk kembali pada bisnis yang sedang anda jalankan. Melakukan survey langsung kepada konsumen mungkin cara yang paling mudah dan efektif sebenarnya, namun cara ini sedikit memerlukan keberanian karena anda akan berhadapan secara langsung dan menanyakan bagaimana tanggapannya tentang bisnis yang sedang anda kelola. Arahkan mereka dengan  pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya bisa membantu bisnis anda semakin maju, berkembang dan mempunyai banyak inovasi, oleh sebab itu ketika ingin mencapai kesuksesan dalam bisnis, anda dituntut memiliki mental yang kuat untuk mendengarkan tanggapan dari seorang konsumen.

  • Survey Produk

Selain dengan survey konsumen para pebisnis juga perlu mengadakan survey produk yang nantinya bisa anda jadikan acuan dalam mengembangan bisnis yang sedang dikelola, dengan survey produk, anda akan tahu produk mana yang dapat memberikan kepuasan untuk para konsumen dan produk mana yang dirasa kurang diminati oleh konsumen karena berbagai alasan.

Mungkin dalam melakukan survey produk, anda dapat melakukan sebuah perbandingan pada sebuah produk, artinya produk anda akan dijejerkan langsung dengan produk pesaing yang tentunya tanpa menyebutkan merk dagang produk yang kita jadikan perbandingan. Dengan begitu pebisnis akan memperoleh tanggapan objektif atau tanggapan yang tidak memihak salah satu merk dagang.

Untuk menjadi seorang pebisnis yang pertama kali dibutuhkan adalah mental yang kuat, seperti tidak mudah menyerah, tidak mudah tersinggung dengan ucapan konsumen ketika mendapatkan kritikan, serta bersedia mendengarkan dan menampung aspirasi semua konsumen karena bisnis yang baik adalah bisnis yang memperhatikan keinginan para konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan akan segera mengevaluasi serta memperbaiki kekurangan agar bisa membuat konsumen semakin puas terhadap produk dan layanan yang diberikan.

Oleh sebab itu respon dari para konsumen memiliki peran yang sangat penting untuk kemajuan bisnis yang sedang dijalankan sebab bisnis dan konsumen sendiri sangat erat kaitannya, bisnis membutuhkan konsumen agar bisnis bisa tetap berjalan dan konsumen membutuhkan sebuah produk yang dihasilkan dalam suatu bisnis karena memberikan manfaat bagi seorang konsumen.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Pentingnya Feedback dari yang Sudah Berpengalaman

Pentingnya Feedback dari yang Sudah Berpengalaman

Mempunyai bisnis adalah salah satu wujud impian bagi kalangan masyarakat. Namun memulai sebuah bisnis bukanlah perkara yang mudah, dalam menjalankan bisnis kita perlu mengetahui hal-hal apa saja yang dapat mendukung bisnis agar bisnis yang dijalankan mampu berkembang dan mampu bersaing dengan pesaing bisnis lainnya. Karena kesuksesan dalam berbisnis tidak akan pernah lepas dari yang namanya proses sebab bisnis bukan sesuatu yang bisa dilakukan secara instan, artinya seseorang tidak akan bisa memulai bisnis tanpa tahu hal-hal yang dapat menunjang bisnis itu sendiri. Lalu bagaimana caranya agar bisnis dapat berkembang dan mampu bersaing?

Salah satu cara agar bisnis dapat berkembang adalah dengan mendapatkan referensi yang bersumber dari informasi–informasi yang masih berkaitan dengan bisnis yang sedang dijalankan. Selain mencari informasi tentang cara mengembangkan bisnis, sebuah bisnis juga memerlukan masukan–masukan yang dapat berpengaruh dalam perkembangan bisnis itu sendiri. Masukan-masukan biasanya bisa didapatkan dari para konsumen yang sudah pernah mencoba atau menggunakan produk dan layanan yang ditawarkan, namun selain peran konsumen dalam memberikan masukan, mungkin penting bagi pebisnis untuk mendapatkan masukan dari para pakar bisnis atau orang yang jauh lebih berpengalaman dalam bidang bisnisnya masing-masing, salah satu bentuk usaha pebisnis untuk mewujudkan sebuah bisnis yang berkembang adalah seperti mendatangi acara-acara seminar atau pelatihan-pelatihan yang berisi mentor-mentor yang sudah memiliki banyak pengalaman dibidang bisnis, apabila dirasa perlu, presentasikan sedikit bisnis yang sedang dikelola kepada orang-orang atau mentor-mentor yang memang sudah memiliki jam terbang dibidangnya, dengan begitu setidaknya para pelaku bisnis akan mendapatkan pencerahan dalam pengembangan bisnis yang dimilikinya.

Pentingnya Feedback dari yang Sudah Berpengalamann

Contohnya seperti ketika memulai bisnis kuliner, tentu sebagai pemula kita harus mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan agar nantinya bisnis bisa mendapatkan kelancaran tanpa adanya hambatan, bisnis kuliner sendiri sebenarnya mempunyai peluang yang cukup besar untuk berkembang dengan catatan jika dilakukan dengan cara yang tepat dan sungguh-sungguh karena bisnis kuliner sendiri mempunyai segmentasi yang luas dan dapat mencakup semua kalangan dan golongan. Pebisnis kuliner bisa memulai meminta pendapat kepada pakar bisnis dibidang kuliner, mulai menanyakan bagaimana agar konsumen bisa merasakan kenyamanan saat berada dilokasi bisnis, bagaimana cara menciptakan menu yang dapat menarik minat konsumen untuk mencobanya, serta pelayanan yang bagaimana agar konsumen dapat merasa senang dan puas.

Dalam hal menggali informasi terkait pengembangan bisnis melalui mentoring, ada batasan-batasan yang harus dipahami oleh seorang pebisnis antara lain sebisa mungkin posisikan diri sebagai seseorang yang benar-benar ingin mendapatkan pembelajaran untuk mengembangkan sebuah bisnis, jangan memberikan statment-statment yang terkesan menggurui, dan yang terpenting dalam menjalani sebuah bisnis adalah kejujuran informasi yang diberikan artinya informasi bisnis benar-benar sesuatu yang real dan tidak dibuat-buat karena sebuah bisnis akan berkembang dengan baik jika informasi yang diberikan memang apa adanya, mulai dengan menunjukkan kondisi bisnis yang dijalankan,  strategi pemasaran bisnis yang dipakai, bagaimana minat konsumen terhadap produk dan pelayanan yang diberikan saat ini, sampai pada detail keuangan pada bisnis.

Maka dari itu hal yang perlu dilakukan oleh seorang pebisnis adalah mengetahui bagaimana cara yang tepat dalam menyaring informasi-informasi yang didapat dari pakar bisnis agar nantinya bisnis yang dikelola semakin memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat diperhitungkan sebagai pesaing bisnis yang kuat dikalangan pebisnis lainnya.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.