Dampak Penurunan Bunga Kartu Kredit

Dampak Penurunan Bunga Kartu Kredit

Dalam sebuah pemberitaan dilaporkan bahwa bunga kartu kredit akan mengalami penurunan per Juni 2017.

Lalu seperti apa imbasnya bagi pengguna kartu kredit?

Coba mari kita bahas disini.

Anda pasti tahu bahwa dalam dunia kartu kredit kita mengenal 3 jenis biaya yang antara lain :

BIAYA GESTUN

Biaya gestun dikenakan ketika Anda melakukan tarik tunai lewat gesek tunai.

BIAYA TARIK TUNAI

Biaya tarik tunai dikenakan ketika Anda menarik secara tunai lewat ATM.

BIAYA BUNGA

Biaya bunga dikenakan ketika Anda tidak melakukan pembayaran secara full payment atau Anda hanya membayar minimum payment.

[divider style=”0″]

Lalu penurunan bunga terjadi dimana?

Penurunan terjadi pada BIAYA BUNGA yang awalnya 2.95% turun menjadi 2.25%.

Tetapi yang harus diketahui adalah selama Anda melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo.

Maka tidak akan ada efek yang dirasakan sebab tidak akan dikenakan biaya bunga.

Yang berimbas adalah ketika Anda menggunakan kartu kredit.

Kemudian bulan depan Anda hanya membayar minimum payment atau membayar sebagian.

Disitulah efek dari penurunan biaya bunga.

Bagaimana dengan gesek tunai?

Jika pada biaya bunga terjadi penurunan, sebaliknya tidak ada tanda-tanda penurunan pada biaya gestun.

Sebab Merchant Discount Rate (MDR) yang diberikan pihak perbankan tetap di angka 1.8%.

Jika dilihat secara angka memang terlihat lebih mahal.

Pada gesek tunai biasanya dikenakan biaya sebesar 2.5%, sedangkan bunga kartu kredit biayanya sebesar 2.25%.

Tetapi yang harus Anda pahami adalah saat Anda membandingkan antara tarik tunai dengan gesek tunai.

Jika Anda melakukan tarik tunai maka yang terjadi adalah Anda akan dikenakan biaya tarik tunai dan biaya bunga.

Artinya jika ditotal dengan hitungan 30 hari saja Anda akan menanggung presentase tarik tunai sebesar 4% ditambah biaya bunga sebesar 2.25%.

Angka yang dihasilkan sudah hampir mencapai 7%.

Lebih murah biaya gesek tunai bukan?

[divider style=”0″]

Lalu problem lainnya adalah ketika Anda memutuskan bergestun untuk membayar jatuh tempo kartu kredit Anda dengan cara menggesek kartu kredit yang lain untuk membayar minimum payment.

Anda pasti berpikir bahwa jatuhnya akan lebih murah bukan?

CONTOH

Anda melakukan transaksi dibulan Mei.

Kemudian dibulan Juni Anda membayar dengan minimum payment.

Maka jelas perhitungan bunganya dihitung dari bulan Mei ke bulan Juni.

Nah, jika dibulan Juni Anda membayar minimum payment.

Kemudian Anda kembali membayar minimum payment pada bulan berikutnya.

Maka bank tidak menghitung minimum payment dari bulan Juni.

Tetapi bank menghitung dari transaksi terakhir (mei.red).

Inilah kenapa minimum payment masih terbilang lebih mahal.

Kenapa?

Sebab dengan minimum payment, hutang Anda tidak akan kunjung lunas dan akan terjadi akumulatif pada biaya bunga.

[divider style=”0″]

Sebenarnya penurunan bunga kartu kredit memiliki sisi positif dan negatif.

Dampak positifnya adalah ketika terjadi penurunan bunga.

Saya yakin banyak orang melakukan pembayaran secara minimum payment dan otomatis hal itu akan mengurangi keuntungan bagi pihak perbankan.

Untuk mengantisipasinya pihak perbankan tentu akan melakukan ekspansi.

Jadi bagi Anda yang ingin apply kartu kredit, lakukanlah pada bulan-bulan ini (Mei – Juni.red) sebab pihak bank akan mencari kompensasi sebesar-besarnya dari penurunan profit.

Ingat, pihak bank mendapatkan keuntungan dari kita, artinya pihak bank lah yang membutuhkan kita.

Lalu apa dampak negatifnya?

Secara psikologis, penurunan biaya bunga menyebabkan meningkatnya keinginan seseorang untuk berbelanja.

Maka berhati-hatilah sebab hal ini dapat memicu penggunaan kartu kredit dengan pemakaian yang over.

Maka dari itu, mulailah cerdas untuk menghitung bunga.

Share if you like this. 🙂

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis (2)

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis (2)

Menyambung artikel sebelumnya tentang delusi [baca disini], yaitu kondisi dimana keyakinan bertentangan dengan kenyataannya.

Nah, selain bisnis money game dan MLM, Anda juga harus berhati-hati pada bisnis e-commerce.

Teknik membangun mimpi yang digunakan pada bisnis e-commerce adalah dengan menyajikan data transaksi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Mereka tidak menyadari bahwa pada kenyataannya perusahaan sekelas foodpanda di Indonesia pun bisa jatuh.

Intinya ketika ada peluang pasti ada masalah yang akan dihadapi, jadi keduanya harus balance atau seimbang.

Inilah realita yang harus dipahami.

Dikelas Credit Card Revolution, Saya tidak sekedar membangun mimpi yang pada akhirnya akan membuat Anda jatuh.

[divider style=”0″]

Dikelas Credit Card Revolution atau Credit Strategy for Property Investor Saya mengajarkan bahwa jika sekedar apply kartu mungkin masih terbilang sangat mudah.

Dikelas Credit Card Revolution, average atau rata-rata yang berhasil mendapat kartu kredit diatas Rp 100.00.000,- sebesar 80% dari seluruh peserta.

Artinya 4 dari 5 orang sukses mendapatkan kartu kredit diatas Rp 100.000.000,-.

Tetapi Saya selalu mengingatkan bahwa,

Mendapatkan Bukanlah Tujuan

Mendapatkan kartu kredit hanyalah awal

The real challenge adalah bagaimana memanfaatkannya setelah Anda mendapatkannya

Itulah kenapa dikelas Saya ada semacam konsultasi yang sifatnya eksplore.

Di mulai dari menanyakan bisnis apa yang ingin dijalankan.

Contohnya jika ingin memulai bisnis kuliner, Saya selalu memberikan pertanyaan terlebih dahulu.

Dalam memulai bisnis, bisa karena merasa bisa saja atau bisa karena punya pengalaman.

Apabila Anda bisa karena memang mempunyai pengalaman.

Maka sekali lagi Saya katakan bahwa Anda bebas untuk memulainya, sebab Saya yakin 90% bisnis Anda akan berjalan dengan baik.

Sebaliknya jika hanya merasa bisa, Saya akan menyarankan untuk melakukan tes pasar atau validasi market terlebih dahulu.

CONTOH

Share if you like this. 🙂

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis

Berbicara tentang delusi, coba kita ambil contoh dari bisnis yang sedang ramai saat ini.

Saat ini bisnis kuliner semacam mie-mie menggunakan level kepedasan mungkin sedang banyak digandrungi oleh para pebisnis untuk dijadikan lahan bisnisnya.

Mungkin dalam bisnis tersebut banyak orang berpendapat bahwa bisnis seperti itu sangatlah mudah, namun ketika sudah dijalankan nyatanya tak semudah yang dibayangkan sebelumnya.

Inilah yang dinamakan delusi.

Kondisi dimana keyakinan bertentangan dengan kenyataan.

BISA karena merasa bisa

Maka yang harus Anda lakukan adalah validasi market artinya lakukan percobaan bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu.

BISA karena mempunyai pengalaman

Maka Anda bebas untuk terjun langsung kedalam dunia bisnis yang ingin Anda bangun.

Inilah yang harus Anda pahami.

Apapun bisnis yang ingin Anda geluti entah itu bisnis properti, kuliner atau bisnis-bisnis lainnya Anda harus memikirkan secara matang.

Dalam bisnis tersebut, apakah Anda bisa karena punya pengalaman atau hanya bisa karena merasa bisa? Mulai tanyakan pada diri Anda.

CONTOH

Salah satu murid Saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya.

Begitu keluar dari pekerjaan, ia langsung membuka bisnis dengan modal kartu kredit.

Ia membuka bisnis kuliner yaitu menjual ayam ala fried chicken, dan ternyata bisnis yang dijalankan langsung “jadi”.

Artinya bisnis yang dibuat berjalan dengan lancar.

Saya pun bertanya padanya, apakah sebelumnya ia mempunyai pengalaman dalam membuka bisnis tersebut? Ia menjawab tidak pernah.

Kemudian Saya bertanya kembali, sebelum membuka bisnis fried chicken apa pekerjaan yang dilakukan?

Ia pun menjawab, dulunya ia adalah seorang karyawan, ia bekerja sebagai manajer di salah satu restoran cepat saji terkemuka selama 7 tahun.

Mungkin inilah yang membuat ia bisa dengan mudah membuka bisnis.

Dengan pengalaman yang dimiliki, tentu ia paham mengenai ilmu yang berkaitan dengan marketing dan leadership yang diterapkan dalam dunia bisnis kuliner.

Sebaliknya dari mana sikap BISA karena merasa bisa muncul?

Biasanya sikap bisa karena merasa bisa muncul setelah Anda mengikuti acara seminar yang sifatnya hardcore sales, seminar yang isinya hanya membangun mimpi tanpa detail proses.

CONTOH

Dalam sebuah seminar dikatakan bahwa membangun bisnis import sangatlah mudah.

Anda bisa menjadi distributor barang dengan harga Rp 10.000,- yang nantinya bisa Anda jual seharga Rp 100.000,-.

Hal inilah yang akan membuat Anda merasa bahwa Anda bisa melakukan bisnis ini dengan mudah.

Istilahnya ngepitch hardcore sales tetapi deliver atau prosesnya tidak dijelaskan secara detail.

Apakah hal itu boleh dilakukan?

Boleh-boleh saja, sebab pada seminar-seminar tidak sedikit yang menerapkan hardcore sales.

Tetapi berbeda ketika mengajar di workshop, Saya selalu mengajarkan semua proses beserta step by step-nya.

Money game dan MLM adalah salah satu contoh bisnis yang membuat orang merasa dibangun mimpinya, tetapi tanpa disertai aksi yang konsisten.

Oleh sebab itu punya mimpi yang besar tanpa konsisten action sama saja dengan delusi, hanya akan menjadi khayalan Anda saja.

Share if you like this. 🙂

Ilusi Cicilan

Ilusi Cicilan

ilusi cicilanBanyak orang berpikiran bahwa “cicilan itu lebih murah dan gampang prosesnya”.

Namun kenyataan yang Saya temui justru penyebab nomor satu orang-orang yang bermasalah di kartu kredit adalah CICILAN.

Akhirnya tidak sedikit orang yang terjebak dengan ilusi cicilan.

Nah, disini Saya akan membahas sedikit tentang ILUSI CICILAN.

Terkadang sebagai manusia kita terbuai dengan yang namanya cicilan, entah itu cicilan 0% atau jenis cicilan lainnya.

Padahal tidak sedikit bank menjebak kita dengan permainan kata-kata.

Seperti saat kita datang ke bank untuk deposito, pihak bank pasti mengatakan bahwa bunga deposito yang diberikan sangat tinggi, misalnya sebesar 6,5%, tetapi hitungannya pertahun, bukan perbulan.

Tetapi jika kita melakukan kredit ke bank, bunga yang ditawarkan oleh pihak bank hanya sepersekian persen, seolah-olah bunganya rendah padahal hitungannya perbulan, bukan pertahun.

Inilah yang harus kita pahami.

Jika Anda menggunakan kartu kredit sebagai modal bisnis, cicilan akan sangat berbahaya jika Anda tidak mengetahui kapan timing yang tepat untuk merubah cicilan.

Rejeki Itu Misteri, Angsuran Itu Pasti

CONTOH

Mungkin tidak sedikit dari kita akan merubah cicilan ketika sedang kepepet.

Kasus yang banyak terjadi ada pada cicilan 0% selama 3 bulan.

Yang harus kita pahami dari cicilan 0% selama 3 bulan adalah :

Jika kita mengasumsikan penggunaan kartu kredit sebesar Rp 100.000.000,-

Maka bulan depan Anda diharuskan membayar cicilan sebesar Rp 33.300.000,-.

[divider style=”0″]

Apabila bulan depan Anda mampu membayar sebesar Rp 33.300.000,-

Maka cicilan 0% adalah cara terbaik untuk membayar, sebab pembayaran cicilan Anda dikenakan tanpa bunga.

[divider style=”0″]

Sebaliknya ketika bulan depan Anda tidak mampu membayar sebesar Rp 33.300.000,-.

Biasanya yang akan Anda dilakukan adalah kembali menggesek kartu kredit untuk membayar cicilan tersebut.

[divider style=”0″]

Artinya yang terjadi adalah bunga-berbunga atau istilahnya Compounding Interest, dan compounding interest itu sangat berbahaya dalam kredit.

Salah satu yang dapat mengindikasikan masalah dalam cicilan adalah KTA (Kredit Tanpa Agunan).

Jika Anda mendapatkan dana KTA sebesar Rp 50.000.000,- ternyata yang Anda gunakan untuk bisnis hanya sebesar Rp 20.000.000,-.

Artinya bisnis Anda sedang menanggung beban bunga sebesar 2,5 kali lipat. Ini yang harus Anda pahami.

Saat Anda mendapatkan dana KTA sebesar Rp 50.000.000,-, namun yang Anda gunakan hanya sebesar Rp 20.000.000,-.

Kira-kira sisa dana sebesar Rp 30.000.000,- akan Anda gunakan untuk apa?

Tentu Anda akan berpikir bahwa sayang jika sisa dananya tidak digunakan, akhirnya Anda gunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya.

Itulah kenapa banyak orang “macet“.

 Bisnis yang tidak bagus akan terlihat bagus.

 Barang yang tidak penting akan jadi penting.

 Barang yang tidak diinginkan menjadi diinginkan.

Akhirnya pemakaian tidak sesuai dengan jalur awal dan Anda akan terjebak dengan cicilan-cicilan yang harus Anda bayar dan tentu hal itu akan jadi masalah kedepannya.

Maka sebelum Anda merubah cicilan, periksa terlebih dahulu apakah Anda mampu untuk membayar cicilan tersebut?

Jika Anda mampu, maka itu adalah pilihan terbaik bagi Anda.

Sebab sebenarnya cicilan hanya bagus dalam hal pembelian barang-barang.

Seperti ketika Anda ingin membeli handphone tetapi Anda tidak sanggup bila membayar secara tunai, Anda bisa melakukan pembayaran dengan cara cicilan.

Tetapi cicilan akan sangat berbahaya jika Anda gunakan untuk berbisnis, sebab dunia bisnis tidak bisa diprediksi dan tentu belum jelas bagaimana keadaannya.

Maka dari itu berhati-hatilah dengan cicilan, lebih baik Anda menggunakan dana talangan. Beres!

Share If You Like This. 🙂

Asumsi Bisa Membunuh Bisnismu

Asumsi Bisa Membunuh Bisnismu

Apasih awal mula orang jatuh ketika berbisnis menggunakan hutang?

Terkadang orang tidak menyadari akan tanda-tanda terjadinya “malapetaka” ini, tahu-tahu pemakaian sudah hampir mendekati limit.

Salah satu awal mula orang bermasalah dalam bisnisnya adalah ketika ia mulai menggunakan asumsi dalam bisnisnya.

Suatu ketika Saya melihat timeline salah satu rekan, ia adalah seorang business mastery di Amerika. Dari sinilah Saya mulai mendapatkan inspirasi.

Inspirasi sekaligus pelajaran yang Saya dapatkan dari bisnis masternya adalah adanya tahapan-tahapan atau life cycle dalam bisnis.

Dalam memulai bisnis, hal pertama yang paling penting adalah kehadiran kita dalam bisnis.

Jadi, kenapa banyak dari kalian mengalami kegagalan dalam bisnis?

Karena kebanyakan pebisnis masih suka meninggalkan bisnisnya hanya karena sebuah mindset “Bisnisnya jalan, bosnya jalan-jalan”. Tentu ini adalah mindset yang salah.

Bayangkan saja apabila Anda mempunyai seorang bayi lalu Anda serahkan langsung kepada orang lain. Kira-kira bagaimana?

Maka sebuah bisnis baru bisa ditinggalkan ketika life cycle-nya sudah berada ditahap remaja atau dewasa.

Bisnis yang sukses ditandai dengan omset yang meningkat.

Dan bisnis yang sukses biasanya akan terlihat pada tahap anak-anak menuju tahap remaja.

Namun ketika omset meningkat, seringkali kita hanya terpaku pada jumlah omset tanpa pernah sadar akan biaya-biaya lain yang dikeluarkan, dan parahnya saat menjalankan bisnis kita tidak pernah mengenal yang namanya laporan keuangan.

Saya pribadi pernah mengalami hal semacam itu, saat itu Saya tidak menaikkan biaya produksi ketika ada kenaikan bensin.

Artinya ketika biaya produksi harusnya mengalami kenaikan namun secara tidak sadar Saya tidak menaikannya.

Lalu apa akibatnya? Gros Profit Saya memang profit, tapi pada Nett Profit Saya tekor. Kondisi seperti itu Saya jalankan kurang lebih selama 6 bulan.

Ini adalah salah satu contoh awal mula bisnis Anda bermasalah, memulai dan menjalankan bisnis hanya berdasarkan asumsi tanpa memiliki laporan keuangan.

CONTOH I

Apakah Anda yakin keuntungan yang didapat benar-benar sebesar Rp 40.000,- ?

Padahal kita tidak tahu jika nantinya akan ada pengeluaran tambahan yang dapat menggerus profit bisnis Anda.

Parahnya dalam menjalankan bisnis, kita memakai asumsi seperti ini selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Saya pribadi pernah mengalaminya, tetapi Saya selalu belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah Saya lakukan agar hal-hal semacam ini tidak kembali terulang.

Artinya kita sama-sama belajar dari kesalahan, sebab tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada hanya sukses atau belajar. Ketika kita belum sukses berarti kita masih perlu belajar.

[divider style=”4″]

Saya selalu mengajarkan di Credit Card Revolution :

 Selalu ketahui skor bisnis Anda

 Hitung Berapa Omset Anda

 Hitung Berapa HPP (Harga Pokok Penjualan) Anda

 Hitung Berapa Overhead Anda

 Hitung Berapa Pengeluaran Anda

 dan yang terpenting adalah Hitung Berapa Nett Profit Anda

Kalo Anda sudah mengetahui semua yang dibutuhkan tentu Anda akan lebih mudah untuk mengejar profit.

[divider style=”4″]

CONTOH II

Ketika Anda sudah mempunyai laporan keuangan dalam bisnis, kemudian antara keuntungan bersih dan penghasilan Anda ternyata ada minus sebesar Rp 10.000.000,-.

Itu artinya Anda harus mencari profit minimal sebesar Rp 10.000.000,- untuk mengejar minus Anda bukan?

Maka kita harus mulai berkalkulasi.

Jika nominal Rp 10.000.000,- dibagi 30 hari, maka setiap harinya Anda harus mendapatkan keuntungan kurang lebih sebesar Rp 330.000,-.

Dari angka Rp 330.000,- berapa persen omset yang Anda dapatkan?

Misalnya omset yang Anda dapatkan sebesar 20%, maka Anda harus mencari tambahan omset sebesar Rp 1.980.000,-/bulan.

Jadi Anda harus berpikir tentang bagaimana cara menambah omset sebesar Rp 1.980.000,- dalam bisnis Anda.

Dengan kondisi seperti ini Anda tentu akan mendapatkan susunan laporan dan langkah-langkah yang harus Anda lakukan. Inilah salah satu keuntungan adanya laporan keuangan.

Tetapi jika Anda hanya mengandalkan asumsi, maka dapat diartikan bahwa “otak pintar Anda sedang dibius dengan asumsi Anda“.

Artinya the power of kepepet-nya tidak teraktivasi sebab Anda merasa sudah berada pada titik aman.

Tetapi jika Anda tahu bahwa tiap bulan Anda minus sebesar Rp 10.000.000,- tentu the power of kepepet Anda akan teraktivasi, dengan begitu otak kita pasti akan bekerja secara maksimal.

Share If You Like This.  

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

blindspot dalam penerapan bisnis anda

Kali ini Saya ingin sharing mengenai Blind Spot.

BLIND SPOT?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]A[/mk_dropcaps]

pakah Anda pernah merasa bahwa Anda sudah cukup tahu banyak tentang sebuah ilmu yang sudah pernah dipelajari sebelumnya?

[feature_box style=”12″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”center”]

Anda merasa sudah memahami tentang tata cara penggunaan kartu kredit dalam bisnis.

Di sisi lain saat Anda dan teman Anda sama-sama memahami tentang ilmu penggunaan kartu kredit, ternyata teman Anda justru lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Lalu kenapa hal seperti itu bisa terjadi?

[/feature_box]

Setelah kejadian tersebut tentu Anda akan mulai mempelajari dan mengikuti kelas kembali bersama mentor-mentor yang berbeda.

Nah, saat Anda mulai open mind serta mempelajari jauh lebih dalam, Anda akan menyadari bahwa Anda telah mengalami yang namanya Blind Spot.

Mungkin inilah yang membedakan kenapa teman Anda bisa lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Istilah Blind Spot sendiri adalah dari semua hal yang sudah diketahui, ternyata masih terdapat miss detail, artinya kita tidak mengetahui secara detail tentang ilmu yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Mempelajari sesuatu tentu tidak bisa hanya sekali dua kali. Karena ketika Anda merasa tahu dan merasa sudah memahami semua hal disitulah letak kebodohan Anda.

Anda tidak mau mengembangkan ilmu dan akhirnya terjadilah Blind Spot.

Ada yang mengatakan bahwa “Pengulangan adalah ibu dari segala ketrampilan” tentu Saya sangat setuju dengan statment tersebut.

Itulah kenapa kita dituntut mempunyai pemikiran yang terbuka. Mempelajari suatu hal secara berulang-ulang agar ilmu yang didapatkan semakin bertambah terutama ilmu baru atau ilmu yang up to date.

Setiap ada kesempatan Saya selalu belajar dari banyak orang, walaupun saat ini Saya sudah menjadi seorang pengajar tapi hal itu tidak serta merta membuat Saya merasa bahwa diri Saya sudah memahami semua materi.

Saya masih akan terus belajar untuk menghindari terjadinya Blind Spot, sebab ketika sedang mengajar kadang seseorang seringkali tidak menyadari dengan adanya ilmu baru (up to date).

Nah, sekarang Saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda pernah mengalamI Blind Spot? Coba Anda pikirkan.

Saya pun baru akan menyadari bahwa Saya memiliki banyak Blind Spot ketika Saya mulai mempelajarinya lagi.

Ketika memutuskan untuk berhenti mempelajari sesuatu itu artinya Saya merasa sudah pintar tapi kenyataannya dalam hal bisnis omset Saya tidak bertambah.

Sebaliknya ketika Saya mengembangkan ilmu yang Saya miliki  dan terus mempelajarinya justru omset Saya semakin bertambah sebab Blind SpotBlind Spot yang semula banyak perlahan-lahan mulai tertutupi .

Always open mind dan jangan pernah berhenti untuk belajar. Sekali lagi Saya tekankan bahwa ketika Anda merasa pintar disitulah letak kebodohan Anda”.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Kombinasi antara permodalan dan bisnis internet marketing

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]aat ini dunia digital marketing sudah berkembang sangat luar biasa. Saya sendiri memiliki background didunia permodalan.

Nah, jika dua dunia ini dikombinasikan mungkin dampaknya akan sangat luar biasa, karena saat ini hampir semua bisnis digital marketing sudah menggunakan fasilitas kartu kredit, tanpa kartu kreditpun sebenarnya masih bisa, namun Anda hanya akan membuang-buang waktu untuk melakukan transfer, konfirmasi dan hal-hal yang tentunya akan merepotkan Anda.

Saya menemukan adanya satu peluang yang sangat potensial terutama bagi Anda para digital marketer yang nantinya akan berkecimpung didunia seminar maupun workshop. Peluang ini sendiri mungkin belum di isi oleh banyak orang.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet Marketing

Masalahnya saat ini banyak orang yang berkeinginan terjun ke dunia digital enterpreneur tetapi masih mempunyai beberapa kendala, sebab kebanyakan dari kita khususnya yang umurnya sudah mencapai angka 30 sampai 50 memiliki pengetahuan yang minim soal teknologi alias gaptek (gagap teknologi) karena dunia digital marketing saat ini lebih dikuasai oleh orang-orang yang notabene-nya berumur dibawah 30 tahun.

Generasi muda dibawah 30 mungkin lebih pintar dan fresh dalam hal pemikiran, tapi mereka cenderung memiliki modal yang terbatas, sebaliknya orang-orang yang berumur diatas angka 30 memiliki banyak modal tetapi gaptek.

Kombinasi Antara Permodalan dan Digital Internet MarketingJika Anda bisa menjadikan ini sebagai jembatan dan mengkombinasikan antara keduanya mungkin hasilnya akan sangat luar biasa, artinya Anda yang memiliki skill bisa membuat pelatihan-pelatihan yang sederhana untuk orang-orang yang mungkin masih awam dengan dunia digital marketing.

[feature_box style=”8″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”justify”]

Contoh :

Saat ini masih banyak orang yang belum bisa mengatur dan me-manage email, bahkan untuk membuat email saja terkadang orang masih merasa kesulitan, bukan berarti mereka orang-orang yang memiliki keterbatasan biaya, sebab Saya mempunyai murid-murid yang sebagian besar adalah bos-bos dengan gaji mencapai ratusan juta hingga miliaran tetapi pengetahuannya masih minim dibidang teknologi.

Tidak perlu sampai membuat orang langsung memiliki kemampuan yang high skill karena hal terpenting ialah Anda harus sabar saat mengajar. Saya rasa pelatihan semacam ini bisa Anda hargai dengan kisaran 2 sampai 3 juta.[/feature_box]

Selain email, Anda juga bisa mengajar tutorial seperti bagaimana cara menggunakan dan mengatur FB Ads, Google Ads dan lain-lain yang tentu masih ada hubungannya dengan digital marketing.

Andapun dapat memfokuskan pada salah satu materi dalam sekali mengajar karena yang dibutuhkan adalah bagaimana seseorang dapat memahami apa yang disampaikan secara step by step.

Tentu ini akan jadi sebuah peluang bisnis yang bagus untuk Anda sebagai seorang digital marketer.

Saya pribadi sudah mempelajari tentang teknologi digital marketing dari orang-orang yang memang memiliki skill dibidangnya masing-masing, bisa dibilang Saya cukup paham dan tidak terlalu gaptek, namun terkadang Saya masih suka nge-blank. Dari situ Saya bisa merasakan bagaimana perasaan rekan-rekan yang totally zero.

Maka dari itu dibutuhkan setidaknya sedikit pemahaman mengenai konsep-konsep yang terkait dalam dunia digital marketing, apalagi Anda bisa membuka kursus semacam ini tanpa perlu menggunakan modal, karena yang dibutuhkan hanya skill Anda.

“Sekali lagi Saya tekankan bahwa ini adalah peluang yang bagus terutama bagi generasi muda yang punya skill but no have money untuk memberikan ilmunya kepada  “generasi tua” yang have money but no skill. Simbiosis mutualisme mungkin istilah yang tepat untuk kondisi seperti ini”

Mudah-mudahan pembahasan ini dapat menginspirasi bahwa sebenarnya cari uang itu gampang dan bisnispun akan jauh lebih mudah dengan catatan Anda memiliki skill.

Nanti ketika Anda membutuhkan modal, Anda bisa belajar dikelas Credit Card Revolution, atau ketika Anda berencana membeli rumah agar KPR tidak ditolak bisa belajar materi di Credit Strategy For Property Investor. Tapi satu hal yang harus Anda perhatikan, Always Use Your Brain.

Sekian dan sukses untuk Anda.

About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.