Kali ini aplikasi CT4F jadi topik utama pembahasan hari ini. CT4F sedang ramai tapi bergerak underground atau secara gerilya. Dia berjalan lumayan besar dan bisa dibilang berpotensi lebih besar daripada RBOD atau Redford. Bisa dilbilang CT4F ini sudah sekelas DNA Pro atau ATG. Ada banyak leader dari NET89 dan ATG yang bergabung di CT4F, bahkan Pak Idaman Ghea juga bergabung di CT4F, itu artinya CT4F sedang serius untuk membesarkan jaringan untuk sekali lagi menipu bangsa Indonesia. Padahal kasus robot trading belum selesai dan sekarang muncul baru lagi.
Yang menarik adalah ada beberapa leader NET89 dan perusahaan dan ownernya tidak jelas. Yang ada adalah 001Asia Mr. Kenzo, bukan Wahyu Kenzo. Sedangkan sistem bisnis CT4F ini adalah arbitase, yaitu mencari keuntungan antara 2 exchanger ketika bermain crypto dan ketika ada selisih harga, di situlah dia mendapatkan cuan. Bagi yang kurang paham, arbitrase adalah bisnis pertama Charles Ponzi yang sekarang terkenal menjadi skema ponzi. Jadi kalau bercerita soal sejarah, pertama kali Charles Ponzi ini melakukan skema ponzi dengan menggunakan teknik arbitrase, yaitu lewat semacam perangko. Jadi saat perangko menjadi sarana komunikasi pada saat itu. Terkadang perangko itu ada yang dikirim yang nantinya si pengirim ini akan mendapatkan perangko balasan, jadi tidak perlu bayar lagi. Semisal harga perangko di Amerika dan harga perangko Eropa ada selisih, berarti ada kemungkinan bisa bawa keuntungan jika dimainkan. Maka ia kemudian menawarkan ide bisnis ini ke beberapa investor di Amerika. Karena terlihat meyakinkan dan too good to be true, sehingga makin banyak investor yang bergabung.
Lalu apakah ini berhasil? Tidak, karena dalam perjalanannya masih banyak biaya tambahan yang terjadi dan selisih makin tipis, artinya tidak bisa memberikan keuntungan kepada investor hingga akhirnya terciptalah yang namanya skema ponzi. Untuk masa sekarang, ini adalah campuran dari ide pertama Charles Ponzi dan crypto, jadilah arbitrase crypto sehingga bisa melihat perbandingan harga crypto di Indodax dan Binance.
Begitu masuk, CT4F mengklaim bahwa mereka memanfaatkan dari Indodax dan Binance. Ketika bergabung, harus membuat akun Indodax dan akun Binance. Kalau semisal hanya buka akun CT4F, itu tipu-tipu. Tidak hanya itu, CT4F ini juga mengklaim memberikan keuntungan 20% per bulannya. Lalu transfernya ke mana? Ke indodax? Ke Binance? Atau ke rekening perusahaan atau rekening pribadi? Kalau pilihannya terakhir, bisa jadi penipuan. Kalau masih percaya ini benar, berarti memang layak buat ditipu.
Ada kemungkinan terjadi keteledoran pihak CT4F ang membuat bisnis ini terbongkar kepalsuan. Mereka mengklaim bahwa mereka bertransaksi di IndoDax dan di Binance, yang di mana IndoDax sendiri adalah crypto di Indonesia dan ownernya Oscar Darmawan. Ketika ditanyai apakah benar CT4F melakukan bisnis arbitrase di IndoDax atau tidak. Sang owner menjelaskan, ”keuntungan berdagang arbitrase mungkin saja tapi naik turunnya sangat tergantung kondisi market. Hampir tidak mungkin menjanjikan stabil persentase tertentu setiap beberapa hari sekali. Ada kemungkinan ponzi kalau semua yang menjanjikan fix return. Baik berhati-hati dengan tawaran seperti ini”.
Ini CT4F bukan bisnis yang legal dan juga tidak berada di bawah pengawasan BAPPEBTI. Jadi jangan sampai Anda terjebak di dalam bisnis ponzi ini, kalau Anda tidak ingin uang Anda terbang ke tangan yang salah.
Jadi, bagaimana cara terbaik untuk menghindari kasus-kasus yang sejenis seperti ini? Perlu kah edukasi yang lebih mendalam soal kasus-kasus yang serupa seperti kepada masyarakat yang masih awam?




