5 Fakta Dibalik Hebohnya Kartu Kredit Ahok Limit 30M

5 Fakta Dibalik Hebohnya Kartu Kredit Ahok Limit 30M

Sobat street smart, baru-baru ini publik dibuat heboh dengan berita pengakuan komisaris utama PT. Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pasalnya, Ahok mengaku mendapatkan limit kartu kredit sebesar 30M. Namun, hal ini langsung dibantah oleh Kementrian BUMN, selaku pemegang saham.

Nah, setelah bantahan ini, Ahok pun menyarankan dilakukannya audit penggunaan kartu kredit para pejabat pertamina. Berikut ini beberapa fakta mengenai hebohnya fasilitas limit kartu kredit 30 M di jajaran BUMN:

Sumber : news.detik.com
  1. Fasilitas ini pun dihapus setelah diusulkan Ahok
    Per 15 Juni 2021, fasilitas kartu kredit bagi direksi, vice president, manajer hingga komisaris pun dihapus. Aturan ini dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) bersama dengan kementrian BUMN. Aturan ini diterapkan ke semua pejabat perusahaan induk maupun anak usaha pertamina.
  2. Dibantah oleh staff khusus Erick Thohir
    Mengenai berita kartu kredit Ahok limit 30 M, staf khusus Erick thohir, Arya Sinulingga membantah hal tersebut. Bedasarkan hasil pengecekan, batas nilai kartu kredit pejabat BUMN berada di kisaran 50-100 juta saja.
  3. Limit kartu kredit tersebut bukan untuk pribadi
    Menurut Arya, fasilitas kartu kredit yang diberikan bukan untuk kepentingan pribadi, namun untuk perusahaan. Menurutnya, justru dengan penggunaan kartu kredit maka internal perusahaan bisa lebih terbuka terhadap pengeluaran dan kebutuhan finansial. Menurutnya, kartu kredit lebih transparan terhadap pengeluaran sehingga keuangan perusahaan bisa dikontrol.
  4. Saran Ahok terhadap audit pemakaian kartu kredit
    Sementara itu, Ahok pun mempersilahkan kementrian BUMN untuk audit pemakaian kartu kredit dengan benar. Ahok menyarankan untuk membuka pemakaian kartu kredit direski dari tahun 2019 hingga 2021.
  5. 30 M merupakan batas maksimal limit kartu kredit
    Menurut Ahok, 30 M merupakan batas maksimal nominal transaksi kartu kredit dari pertamina. Jumlah ini adalah batas maksimal yang sudah disepakati oleh manajemen, dewan direksi, dan komisaris pertamina. Namun, fasilitas kartu kredit tersebut pun saat ini sudah dihapus lewat aturan baru Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Bagaimana tanggapan sobat street smart? Setujukah bila fasilitas kartu kredit bagi jajaran komisaris BUMN dihapus?

5 Kesalahan Pemakaian Kartu Kredit Ini Menyusahkan Penggunanya. Wajib Dihindari

5 Kesalahan Pemakaian Kartu Kredit Ini Menyusahkan Penggunanya. Wajib Dihindari

Kartu kredit merupakan salah satu alat pembayaran sekaligus dana cadangan yang sangat bagus bagi sebagian orang. Bila mampu memanfaatkan, kartu kredit bisa jadi salah satu modal usaha yang sangat bagut. Alumni kelas Credit Card Revolution (CCR) banyak yang mendirikan usaha dan dulang profit berkali-kali liat. Namun, bila ceroboh menggunakannya, kartu kredit bisa menjadi pisau belati yang menikam diri sendiri.

  1. Telat membayar tagihan
    Selain harus dibayar sesuai dengan nominal tagihan, anda juga tidak boleh telat membayarnya. Lumayan loh kalau denda perharinya dikalikan. Selain itu, kebiasaan telat membayar tagihan bisa berpengaruh pada history kredit anda. So, jaga selalu pembayaran anda supaya tidak telt. Jika terlambat, riwayat kredit pun akan memburuk.
  2. Menggunakan kartu kredit untuk belanja impulsif
    Bedasarkan penelitian, seseorang akan cenderung menghabiskan uang digital ketimbang cash. Ini karena, saat melakukan transaksi digital, seseorang tidak akan ‘ditampakkan’ wujud uangnya. So, rasa kehilangan atas uang tersebut pun tidak akan terasa. Ini juga yang mengakibatkan banyak pengguna kartu kredit cenderung doyan berbelanja. Namun, bukan berarti semua pengguna kartu kredit pasti boros. Boros tidaknya seseorang dalam memanfaatkan limit ditentukan oleh sikap dan kebiasaan.
  3. Menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan
    Banyak banget yang mengira kalau kartu kredit sebagai uang tambahan si pemilik debit. Padahal, kartu kredit tetaplah kartu utang. Nasabah kartu kredit wajib mengembalikan saldo limit yang digunakan setiap bulan. Untuk diketahui, kartu kredit anda terhitung ‘sehat’ dan ideal status keuangannya ketika digunakan maksimal 70% dari total limit.
  4. Menaruh kartu kredit sembarangan
    Masih banyak nih yang menaruh kartu kredit secara sembarangan. Kebiasaan buruk ini membuat pemilik kartu kredit yang ceroboh sering kehilangan fisik ccnya. Meski saat ini sudah tersedia pembayaran digital dan sinkronisasi e-commerce ke kartu kredit, tetap saja diperlukan fisik kartu untuk beberapa kepentingan.
  5. Memilih opsi minimum payment
    Sobat street smart, pembayaran minimum payment di kartu kredit merupakan salah satu langkah yang salah. Pembayaran CC secara minimum payment justru membuat bunga membengkak, tagihan pun tak kunjung lunas.