Soal “Kartu Kredit 30M Pertamina” Ini 4 Pengakuan Dahlan Iskan

Soal _Kartu Kredit 30M Pertamina_ Ini 4 Pengakuan Dahlan Iskan

Berita mengenai fasilitas kartu kredit untuk 30 M untuk komisaris pertamina membuat heboh banyak pihak. Mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan pun ikut ‘turun gunung’ memberi tanggapan terkait kebijakan baru yang diterapkan oleh Ahok.

Pasalnya, fasilitas kartu kredit sebesar 30 M itu pun dihapus setelah diusulkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Tentunya, kebijakan ini ‘Tekan palu’ setelah dinilai rawan penyalahgunaan. Berikut ini adalah tanggapan Dahlan Iskan tentang kebijakan ini:

Sumber : Dahlan Iskan – https://www.detik.com
  1. Mendukung penuh langkah Ahok
    Dahlan Iskan mendukung penuh kebijakan terbaru penghapusan fasilitas kartu kredit tersebut. Menurut Dahlan Iskan, gaji para pejabat di lingkaran BUMN sudah besar sehingga tidak memerlukan fasilitas tersebut.
  2. Kartu kredit perusahaan dibatasi penggunaanya
    Kendati sebelumnya terdapat fasilitas kartu kredit bagi komisaris BUMN, namun menurut Dahlan Iskan, fasilitas tersebut maksimal digunakan untuk biaya makan saja. Itupun, menurut Dahlan, hanya boleh membiayai makan bagi tamu penting perusahaan saja. “Misalkan ada tamu ahli lalu diajak makan malam, kita yang mentraktir, itu boleh saja”. Bila limit kartu kredit tersebut dipakai untuk keperluan lain, maka sudah pasti pejabat BUMN harus menggantinya. Bisa pula dengan sistem potong gaji.
  3. Larangan bolos untuk main golf di hari kerja
    Selain penghapusan fasilitas kartu kredit, Dahlan Iskan menyoroti kebiasaan para pegawai BUMN yang sering bolos untuk bermain golf. Menurut Dahlan, saat menjabat sebagai menteri BUMN, sering kedapatan para pegawai yang bermain golf di jam kerja hingga akhirnya mendapatkan sanksi. Kebiasaan ini nyatanya masih diam-diam dilakukan oleh para pejabat lingkar BUMN. Perlu adanya tindak tegas akan pelanggaran ini.
  4. Dahlan Iskan tak mengambil fasilitas kartu kredit
    Menurut pengakuan Dahlan, selama dua tahun menjabat sebagai Direktur Utama PLN, beliau tak mengambil fasilitas kartu kredit sama sekali. Ungkap beliau, pada masanya memang ada hak untuk memegang kartu kredit corporate namun nyatanya tidak sema direksi tertarik, termasuk beliau. Memang mulanya kartu kredit corporate diberikan pada direksi agar transparansi pengeluaran lebih terlihat. Namun, nyatanya hal ini masih menimbulkan celah dan rawan penyalahgunaan.
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *