Serangan Rusia ke Ukraina menimbulkan dampak yang luar biasa bagi sektor ekonomi negara beruang merah ini. Kabarnya, sistem keuangan global, Mastercard dan Visa turut serta mengambil tindakan tegas memblokir jaringan beberapa bank Rusia.
Akibatnya, warga Rusia mulai panik dan segera antri mengambil uang di bank. Antrian panjang pun terlihat di ATM sepanjang jalanan Rusia. Warga milleniar Rusia yang terbiasa langganan spotify pun juga kesulitan membayar subscribe lagu.
Tak cuma itu, rupanya mata uang Rusia “Rubel” merosot rendah. Ini adalah rekor merosotnya mata uang Rusia ini paling buruk sepanjang sejarah. Dilaporkan mata uang ini ambruk 30% terhadap dollar. Mata uang negeri beruang merah ini menjadi dihargai 119 rubel saja per dolar AS.
Belum lagi perusahaan besar seperti Apple, Nokia, bahkan Harley Davidson ikut memberi sanksi ke Rusia dengan menarik aset penjualan dan menghentikan aktivitas penjualan dan marketing di negeri Beruang Merah ini.
Apple sendiri sudah menghentikan kegiatan ekspor, memberhentikan layanan pembayaran Apple Pay dan menutup distribusi informasi Rusia. Warga Rusia yang ingin membeli produk Apple pun tidak bisa melakukan transaksi karena penjualan produk yang dihentikan.
Terbaru, Disney dan juga Sony Pictures pun menghentikan perilisan film di seluruh bioskop Rusia karena invasi ke Ukraina.
Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Rusia setelah mendapatkan sanksi keuangan dari banyak negara. Semoga perang antara Rusia dan Ukraina cepat usai agar tidak ada korban lagi yang jatuh, serta masyarakat sipil antara kedua belah pihak bisa hidup damai seperti sebelumnya.





