Apply Kartu Kredit sebagai Pengusaha atau Karyawan? Baca Dulu Penjelasannya!

young crazy businessman confused concept

Banyak sekali orang bertanya kepada Saya, “Pak, mending Saya maju apply kartu kredit sebagai seorang pengusaha atau karyawan?”.

Sebenarnya pertanyaan semacam ini tidak perlu dijawab.

Sekarang Anda berstatus sebagai seorang pengusaha atau karyawan? Itu yang terpenting.

Namun yang jadi dilema adalah ketika Anda apply kartu kredit melalui marketing.

Mereka akan lebih condong mengarahkan Anda untuk maju sebagai seorang karyawan karena dinilai mempermudah proses approval.

Akhirnya yang memang seorang pengusaha akan diakali sebagai karyawan. Apakah hal ini menguntungkan?

Disini Saya akan memberikan sedikit penjelasan kepada Anda.

Ketika Anda menemui marketing-marketing yang ada di pusat-pusat keramaian seperti airport ataupun mall, merketing tersebut selalu menganjurkan Anda untuk maju sebagai seorang karyawan.

Kenapa?

Kembali lagi pada alasan pertama, karena ini adalah cara paling mudah.

Sebab jika maju sebagai karyawan, Anda hanya membutuhkan slip gaji.

Disini yang harus Anda pahami adalah kenapa marketing menyarankan Anda untuk maju sebagai karyawan, hal ini bukan kepada kepentingan di diri Anda, tetapi dia lebih condong melihat ke kepentingan dirinya sendiri.

Kenapa?

Karena sekali lagi, apply kartu sebagai karyawan syaratnya lebih mudah jika dibandingkan dengan apply kartu kredit sebagai pengusaha.

Hal ini menjadi kepentingan marketing sendiri untuk mencari komisi, artinya setiap Anda mendapatkan approval di kartu kredit, marketing akan mendapatkan komisi.

Perlu Anda pahami, bahwa perhitungan poin marketing bukan berdasarkan ia mencairkan kartu kredit dengan jumlah limit besar ataupun kecil.

Jadi marketing approve satu kartu limit 5 juta dengan approve satu kartu limit 50 juta, maka poin yang didapatkan akan sama di mata perbankan.

Jadi sebenarnya marketing tidak peduli Anda mendapatkan limit besar atau kecil, karena yang terpenting adalah mendapat approval dari perbankan.

Masalahnya hal ini akan merugikan bagi kita, kenapa?

Karena sekali Anda mendapatkan limit yang kecil (3 -5 juta) itu ibarat kata Anda sudah mendapat cap sebagai “orang miskin” dan jika sudah seperti itu, Anda akan membutuhkan waktu yang lama untuk naik limit.

Inilah yang membuat kartu-kartu yang berikutnya mendapat limit kecil karena history Anda sudah rusak secara perbankan.

Poin pertama marketing adalah berhasil mendapatkan approve dari perbankan.

Jadi target marketing 1 bulan harus mengeluarkan 100 kartu, maka tidak peduli berapa limit yang didapatkan pengguna, tetap poin yang didapatkan tentu berdasarkan banyak kartu yang di approve.

Jadi jika dianalisa, daripada memberi limit 50 juta kepada 1 orang, mending diberikan kepada 10 orang dengan limit masing-masing 5 juta, maka poin yang didapatkan lebih bagus.

Inilah perbedaan cara pandang antara target marketing dengan target kita.

Berbeda ketika Saya mengajarkan ilmu di Credit Card Revolution, kita berbicara dari cara pandang Anda, sebab jika Saya melihat Anda mendapatkan limit kecil maka hal pertama yang Saya rasakan sebagai pengajar adalah rasa malu. “Belajar dengan Roy Shakti kok dapetnya limit kecil, harga diri Saya juga ikut dipertaruhkan disini”.

Kedua, jika Anda mendapatkan limit kecil maka efeknya akan menular.

Contoh, banyak kasus ketika Anda maju apply dengan referensi kartu kredit limit 50 juta atau lebih, tetapi tiba-tiba limit berikutnya Anda hanya mendapat limit 10 – 20 juta saja.

Kenapa?

Masalahnya hanya satu, ada limit-limit kecil yang Anda pelihara.

Karena analis perbankan akan mengecek di Informasi Debitur (iDeb) dan mereka akan tahu Anda mempunyai kartu kredit dengan limit berapa saja.

Mereka bisa melihat limit terbesar hingga terkecil Anda, misalnya limit terbesar Anda 100 juta dan limit terkecil Anda hanya 3 juta, mereka pun akan berpikir jika Anda diberi limit 10 juta mungkin tidak akan masalah, karena limit 3 juta saja masih dipelihara.

Kembali ke pertanyaan awal, “Maju sebagai karyawan atau pengusaha?”

Jika Anda maju sebagai karyawan, keunggulannya adalah untuk apply karyawan lebih mudah dan simpel, marketing sendiripun maunya yang simpel, namun kelemahannya adalah limit yang diberikan tidak besar kecuali Anda karyawan dengan jabatan tinggi.

Jika Anda maju sebagai pengusaha, kelemahannya adalah syarat yang dibutuhkan akan jauh lebih kompleks karena Anda harus menyertakan SIUP, TDP, bahkan ada yang meminta rekening hingga laporan pajak.

Tetapi keunggulannya jelas Anda akan mendapatkan limit yang jauh lebih besar daripada maju sebagai seorang karyawan.

Jadi kembali lagi kepada Anda, Anda mau mencari yang mudah terlebih dahulu atau Anda mau mencari yang besar.

Kalau mudah tidak besar, kalau besar tidaklah mudah. Pilihan ada ditangan Anda.

Lalu bagaimana caranya supaya bisa besar dan mudah?

Silahkan ikut kelas Saya di Credit Card Revolution.

Banyak orang bertanya kepada Saya tentang bagaimana cara mendapat limit besar.

Disini kita tidak bisa menjawab dengan satu kalimat, karena kita sendiri harus mengatur dari A sampai Z.

Terus terang saja, jika ada yang tanya di inbox atau komentar cara mendapatkan limit besar, jawabannya Saya selalu simpel, ikut aja workshop Saya.

Kenapa?

Karena untuk bisa mendapatkan limit besar Saya harus menjelaskan materi kurang lebih selama 4 jam.

Jika seperti itu, bagaimana Saya bisa menjelaskan kepada Anda hanya dengan satu kalimat?

Maka saran Saya jika Anda ingin belajar lebih jauh lagi, lebih baik Anda meluangkan waktu untuk belajar.

Apply kartu kredit dengan limit kecil? Kerugian pertama adalah Anda hanya akan membuang-buang waktu dan peluang.

Kedua, Saya seorang pebisnis, otomatis Saya akan menghitung dengan perhitungan bisnis, jadi Anda jangan asal mengatakan bahwa kelas Saya murah ataupun mahal.

Anda masuk seminar bisnis, bukan seminar lainnya.

Jadi tentu saja perhitungannya ada di bisnis, Anda join kelas Saya investasi sekitar 5 juta, kemudian Anda belajar di kelas Saya.

Simpel saja, jika Saya mengajarkan ilmu kepada Anda kemudian Anda berhasil mendapatkan limit 50 juta, artinya investasi Anda sudah naik sebesar 10x lipat dari modal 5 juta tadi.

Itu belum fasilitas diluar kelas CCR, Anda akan mendapatkan fasilitas konsultasi pribadi beserta konsultasi via grub bersama para alumni.

Alumni Saya rata-rata selama 3 – 5 tahun pun masih bisa terus mendapatkan fasilitasnya.

Jadi jika Anda bergabung dengan Saya, selalu lihat perhitungannya secara bisnis dan bukan yang lainnya.

Kecuali jika Anda belajar dengan Saya kemudian tidak mendapatkan apa-apa, hanya mendapatkan motivasi, semangat dan hanya mengandalkan doa maka seminar ini hanya akan membuang-buang waktu Anda.

Sekali lagi hitung dengan perhitungan bisnis, karena secara bisnis ini sangat worth it.

Belajarlah, jika Anda tidak belajar dan hanya tahu setengah-setengah justru malah lebih berbahaya.

Mending Anda tidak tahu dan tidak praktek sama sekali daripada hanya tahu setengah-setengah.

Kenapa?

Sebab aturan bank atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berubah setiap 3 bulan.

Bahkan ilmu yang Saya share tahun 2013 mungkin sudah berbeda dari yang sekarang, karena ilmu ini sangatlah dinamis.

Jadi kita harus menjalankan sesuai aturan yang telah diterapkan pada saat itu.

Saran Saya satu, jangan apply kartu kredit secara berlebihan sebelum ikut kelas CCR.

Bukan masalah Saya menjual kelas Saya, jika Anda sudah mendapatkan limit yang kecil, akibatnya bank akan melihat hal ini sebagai history yang kurang bagus.

Sekali lagi ini bukan masalah Saya, ini adalah masalah Anda.

Kenapa?

Karena akan sangat disayangkan.

Jika Anda bisa mendapatkan limit ratusan juta kenapa harus mendapatkan limit kecil?

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

3 Comments

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *