Masih segar di pikiran kita kasus investasi bodong Viral Blast beberapa waktu lalu. Kerugiannya juga tidak main-main, 140 milyar! Dan jumlah anggota yang menjadi korban Viral Blast juga mencapai 12.000 orang. Itu bukanlah jumlah yang sedikit yang bisa dibayangkan oleh orang-orang lain yang tidak terlibat dalam kasus penipuan robot trading tersebut. Dan kasus Viral Blast ini termasuk kasus yang unik karena adanya pengakuan dari pihak pemilik, usaha untuk memanipulasi WD, adanya campur tangan oknum-oknnum dari asosiasi tertentu.
Di salah satu podcast bersama Ketua paguyuban Kompak Viral Blast Bersama (yang selanjutkan akan disebut KVBB) Rico Suroso bersama pengacaranya Edi menjelaskan mengapa kasus Viral Blast bisa tertangani dengan cepat oleh pihak kepolisian. Rico menjelaskan bahwa semua itu tidak lepas dari campur tangan anggota paguyuban KVBB dan pengurus yang mau bekerjasama untuk mendapatkan keadilan yang berhak mereka dapatkan, walau pun di balik semua itu ada beberapa drama yang membumbui, seperti penyitaan rumah ataupun menduduki kantor.
Sebenarnya, gagasan untuk membuat paguyuban untuk para korban investasi bodong ini bukanlah sebuah gagasan baru. Hanya saja, baru paguyuban KVBB lah yang berani buka suara. Biasanya, korban-korban investasi bodong ini akan diarahkan untuk PKPU, yang berakhir korban pailit dan dirugikan dengan nominal yang cukup besar.
Menurut pengacara Edi, untuk bisa menuntaskan kasus investasi bodong robot trading, para korban harus memiliki inisiatif untuk melapor. Kebanyakan korban robot trading memilih untuk tidak melapor ke pihak kepolisian karena malu dan nanti dibilang bodoh. Beruntungnya, pihak Kabareskim dengan baik hati meminta mereka untuk membuat sebuah paguyuban. Nantinya, anggota paguyuban bisa membuat pidana secara pidana, dan nantinya barang bukti yang sudah disita bisa dikembalikan kepada korban. Kasus ini mirip dengan kasus Binary Option.
Di podcast tersebut pengacara Edi juga sempat menyinggung bahwa mayoritas korban takut dan malu untuk mengangkat perkara terseut ke publk karena ada pejabat yang terlibat di dalamnya. Ketika ingin memperkarakan kasus tersebut, mereka khawatir akan dianggap bodoh oleh pejabat yang bersangkutan. Sehingga Viral Blast adalah satu kasus yang berhasil membuat publik heboh.
Selama ini korban-korban investasi bodong tidak pernah bisa mendapatkan kembali uang mereka. Namun kasus Viral Blast mungkin bisa membuka sejarah baru dalam perjalanan untuk mengambil kembali uang para korban, dan itu perlu usaha yang besar. Kasus Viral Blast bisa terbilang lancar karena pihak pelaku yang sudah mengaku dan tidak melakukan perlawanan, serta dari pihak korbannya sendiri bisa berkoordinasi dan bersatu dengan baik. Yang sering membuat kasus investasi bodong ini gagal ialah ketika korban tidak kompak. Rico menjelaskan bahwa kunci kasus Viral Blast bisa tertangani dengan lancar adalah ada yang mengawasi. Kemudian yakin. Beliau menambahkan bahwa sudah dipastikan bahwa robot trading ini adalah penipuan dan tidak bisa mendapatkan uang dengan duduk diam saja. Beliau juga menegaskan bahwa pengumpulan anggota paguyuban bisa sukses karena ia menyatakan bahwa mereka semua adalah korban, tidak boleh ada yang otoriter, serta harus terbuka dan transparan dalam menangani kasus keuangan. Dengan adanya paguyuban tersebut, para korban bahwa mereka punya wadah untuk mendapatkan uang mereka kembali.
Namun, menurut Edi dan Rico, mereka bisa belum bisa memastikan berapa uang tunai yang disita oleh pihak kepolisian dan kejaksaan. Mereka menunggu informasi lebih lanjut berapa asset yang disita dan mereka akan mencoba untuk mengawal dan menanyakan kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Mereka berharap kepolisian bisa segera bisa memberikan kejelasan supaya publik tidak memberikan perspektif negative terhadap imej kepolisian.





