Masih banyak pebisnis pemula di luar sana yang masih terjebak karena hanya fokus untuk mencari untung, sehingga tanpa sadar mereka akhirnya dikejjar-kejar tagihan. Ada prinsip yang harus diingat sebelum memulai bisnis: bisnis itu hasilnya tidak pasti, tapi angsuran itu pasti.
Sebelum mengambil pinjaman, ada beberapa hal yang harus dipahami. Ada dua tipe utang yang bisa menghasilkan dampak yang berbeda buat bisnismu:
- Tipe Utang Angsuran (Installment Loan)
Ini adalah jenis angsuran yang nilainya tetapi tiap bulannya. Contohnya adalah pinjol, paylater, KTA, KUR, hingga kredit beranggaran atau rumah.
Kenapa bisa berbahaya untuk modal awal?
- Beban tetap yang berat: senadainya kalian pinjam Rp 500 juta tapi baru terpakai Rp100 juta, kalian tetap harus membayar angsuran dari total Rp500 juta tersebut. Hal ini bikin beban pengeluaranmu jadi naik berkali-kali lipat dari yang seharusnya.
- Biaya awal yang mahal: pinjol ataupun paylater biasanya dikenakan biaya admin yang sangat tinggi di awal, berkisar anara 10% hingga 20%.
- Kapan boleh dipakai?: jika kalian ingin membeli mesin atau aset yang bisa langsung menghasilkan uang. Tapi efektivitasnya masih perlu dipertanyakan.
- Tipe Standby Loan (Kredit Siaga)
Ini adalah jenis utang yang lebih jauh lebih fleksibel. Contohnya adalah kartu kredit atau Kredit Modal Kerja
Kenapa Standby Loan lebih unggul?
- Hanya bayar yang dipakai: kalau limit kalian Rp500 juta tapi yang dipakai hanya Rp50 juta, maka bunga atau angsuran yang hitung adalah dari Rp50 juta yang kalian pakai.
- Tanpa beban saat tidak dipakai: jika modal tersebut tidak digunakan, tidak aka nada beban tagihan yang muncul.
- Bunga lebih kompetitif: kartu kredit memiliki bunga yang lebih murah dan juga bisa diubah menjadi cicilan dengan bunga yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pinjol.
Jangan Sampai Salah Langkah!
Hindari angsuran yang tidak flesibel jika kaluan baru saja merintis bisnis. Cari modal yang bebannya sesuai dengan pemakaian agar arus kas tetap sehat.




