Hindari Penipuan Jual Beli Rumah, Pahami Ilmu Investasi Properti

Hindari Penipuan Jual Beli Rumah, Pahami Ilmu Investasi Properti

Sobat street smart, selain mengajar seputar kartu kredit, saya juga update ilmu ke peserta kelas lewat CCR System For Property Investor. Saya sendiri sudah lama bergelut di bidang ini. Jadi, rasanya seperti perlu buat menuliskan beberapa tips seputar properti.

FYI, beberapa bulan belakangan, terutama pas masa pandemi begini sedang marak sekali kasus-kasus penipuan jual beli rumah. Ini sebenarnya bukan kasus baru di dunia properti.

Jadi intinya, si pelaku penipuan ini pura-pura membeli rumah korban. Pelakunya ini pinter karena memberi uang DP di depan dengan harapan agar si korban percaya. Tapi sih, kerugian di belakang nggak ada apa-apanya dibanding dengan uang DP yang diberikan.

Si korban di bujuk agar mau menitipkan sertifikat asli dan juga uang identitas pada notaris palsu. Ada bukti perjanjiannya? Ada. Ini yang bikin percaya.

Setelah sertifikat diserahkan, PPJB nya bukan yang diselesaikan tapi nama pemegang sertifikat hak milik (SHM) sudah menjadi atas nama orang lain, alias nama pelaku.

Rumahnya pun akhirnya pindah tangan menjadi miliknya si pelaku! Sisa uangnya pun tidak dilunasi ke korban.

Memang ngeri-ngeri sedap!

Nah, inilah kenapa wajib tahu cara menghindari penipuan di investasi properti. Praktikan beberapa ilmu berikut ini:

  1. Cek informasi tentang calon pembeli terlebih dahulu
    Ada baiknya untuk mengenal calon pembeli terlebih dahulu. Anda jangan percaya mentah-mentah dengan rayuan mautnya.Kita harus punya asas praduga bersalah sebelumnya.

    Well, sekarang ini banyak sekali aplikasi yang bisa anda gunakan untuk cek keabsahan suatu identitas seseorang loh. Anda sangat bisa mengeceknya dengan cara melihat di aplikasi get contact tentang data diri seseorang.

    Selain itu, anda juga bisa cek rekening apakah penipuan atau tidak di internet.

  2. Face to face dengan calon pembeli
    Seorang pembeli pasti akan survey terlebih dahulu agar tahu kondisi rumah yang akan dibeli. Nah, bila pembeli sudah yakin tanpa pernah survey ke rumah anda malah seharusnya anda curiga lho.
  3. Pastikan notaris yang digunakan adalah terpercaya
    Surat perjanjian yang dibuat oleh notaris abal-abal tentu sangat tidak dianjurkan untuk dipercayai. Anda seharusnya meneliti dan menelisik apakah kantor notarisnya benar-benar ada atau tidak
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *