Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (1)

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (1)

Kali ini Saya akan sharing mengenai bagaimana memahami ilmu kartu kredit dengan cara yang mudah. Seperti apa tipsnya? Langsung saja kita coba jabarkan.

Sebelumnya saat ini Saya sedang dalam project pembuatan buku Saya yang berjudul CCR For Newbie dimana buku ini dikhususkan bagi seseorang yang benar-benar pemula di bidang kartu kredit dan ini salah satu bagian dari materi di buku CCR For Newbie.

Ketika sedang mempelajari ilmu kartu kredit, tidak sedikit orang yang masih bingung dengan istilah-istilah yang ada pada dunia kartu kredit.

Sebenarnya masalah ini bukan hanya di khususkan dalam satu bidang saja, tetapi semua ilmu juga sama.

Seperti ketika pertama kali mempelajari ilmu internet marketing, jujur saja waktu itu Saya sangat bingung dan tidak paham dengan istilah-istilah yang diajarkan.

Dengan begitu akhirnya kita berpikir bahwa ilmunya sulit untuk dipahami.

Maka dari itu banyak kata kunci yang harus dipelajari sebelum kita benar-benar mempelajari sesuatu hal.

Sebenarnya ada 3 cara atau step dalam mempelajari ilmu di kartu kredit, hal ini juga bisa diterapkan dalam bidang atau keterampilan lainnya.

Jika Anda sudah berhasil menguasai pola-pola ini, maka ketika Anda belajar apapun akan terasa mudah.

Lalu Apa Saja Ketiga Stepnya?

Penguasaan Dalam Bahasa

Seperti yang sudah Saya jelaskan diatas, ini penting sekali.

Mungkin setau kita, bahasa kita hanya bahasa Indonesia atau bahasa-bahasa yang digunakan dalam keseharian.

Namun sebenarnya didalam bahasa Indonesia sendiri terdapat bahasa-bahasa lain yang mungkin belum kita ketahui.

Dalam ilmu kartu kredit, banyak istilah diambil dari bahasa Inggris atau dari singkatan.

Kenapa bahasa baru bisa lahir?

 

Bahasa baru lahir untuk mempermudah kita.

Dengan bahasa baru, satu kata mungkin bisa mewakili satu kalimat.

Misalnya ketika Saya berbicara mengenai KFC, apa yang ada di benak Anda?

Pasti Anda berpikir KFC adalah sebuah tempat makan yang bernama Kent*cky Fri*d Ch*cken, tidak mungkin Anda berpikir KFC adalah Kuningan Fried Chicken.

Kita sendiripun terkadang suka membuat istilah atau singkatan agar mempermudah kita dalam mengingat.

Intinya ketika Anda ingin belajar di kartu kredit, pelajarilah istilah –istilah yang ada di dalam kartu kredit ataupun istilah-istilah perbankan.

Saat Anda tidak memahami ilmu kartu kredit, bisa jadi disebabkan ketidakpahaman Anda dalam istilah-istilah yang ada, contohnya istilah SID atau DBR, oleh karena itu Saya akan coba menjelaskan sedikit mengenai SID dan DBR.

Apa itu SID?

SID adalah System Information Debitur. Mungkin orang lebih paham dengan istilah BI Checking atau bahasa manusianya adalah rapor.

Artinya ketika Anda melakukan kredit ke bank, maka historis Anda akan dilaporkan dan dirangkum oleh Bank Indonesia.

Tujuannya adalah ketika suatu saat Anda apply kredit ke bank lain, kita bisa melihat historis kita disana.

Lalu Apa itu DBR?

DBR salah satu bahasa yang sering digunakan dalam istilah dunia kartu kredit.

DBR sendiri singkatan dari Debt Burden Ratio yang artinya rasio antara penghasilan dan hutang.

 

Jika Bank memberikan hutang, maka Anda tentu harus mengembalikannya.

Maka dari itu bank akan melihat dari penghasilan Anda dan kemudian bank akan membuat rasio.

Misalnya Anda seorang karyawan.

Tidak mungkin semua gaji Anda gunakan untuk membayar hutang di setiap bulannya, oleh sebab itu pihak bank membuat istilah rasio dimana berapa persen dari gaji Anda yang ideal digunakan untuk membayar hutang.

Biasanya di kartu kredit bank mematok DBR sebesar 50% dari penghasilan Anda.

Misalnya gaji Anda sebesar Rp 20.000.000,-, artinya Anda mempunyai jatah angsur sebesar Rp 10.000.000,-.

Nah, sekarang jatah angsur Rp 10.000.000,- tadi sudah Anda gunakan berapa?

Anda mempunyai tunggakan kredit motor Rp 1.000.000,-, kredit mobil Rp 3.000.000,- kemudian mungkin ditambah kartu kredit sebesar Rp 3.000.000,-. Artinya masih tersisa sebesar Rp 3.000.000,-.

Itu artinya jika Anda apply kartu kredit lain, bank mungkin memberikan maksimal di angka Rp 30.0000.000,- sebab Rp 3.000.000,- adalah batas minimum payment.

Tetapi jika Anda sudah kebanyakan hutang, maka bisa jadi DBR Anda akan minus.

Nah, inilah sedikit contoh istilah yang ada pada kartu kredit dan perbankan.

Jika Anda Tidak Memahami Maka Anda Akan Kesulitan

Itulah kenapa jika Anda bertanya di Facebook Saya secara singkat, maka Saya juga akan membalasnya secara singkat.

Dan ketika Anda sudah bertanya secara teknis, maka di setiap jawaban yang Saya berikan akan selalu menimbulkan satu pertanyaan lagi, sebab Anda tidak paham mengenai bahasa atau istilah yang digunakan.

Maka dari itu terkadang Saya langsung menyarankan Anda untuk join di program Saya.

Jika Anda bermasalah di kartu kredit, silahkan Anda belajar di Bangkit Dari Jeratan Kartu Kredit, sebab disana tutorial untuk membantu masalah kartu kredit Anda sudah dibahas secara lengkap.

Tetapi ketika Anda mau mencari modal, Saya akan menyarankan Anda untuk mengikuti workshop di Credit Card Revolution.

Kenapa?

Karena di CCR Anda bisa mempelajari bahasa atau istilah-istilah mengenai kartu kredit.

 

Jadi ketika Anda ngobrol dengan Saya, cukup memberikan satu kata Anda sudah bisa mencerna dengan baik maksud Saya.

Di CCR sendiri sebenarnya banyak istilah-istilah yang kita ciptakan sendiri.

Seperti saat ini mulai banyak orang yang bergestun lewat online, akhirnya kita membuat 3 istilah yang sekarang mulai kita populerkan.

Apa Saja Istilahnya?

GO ( Gestun Online )

Definisi dari gestun online sendiri adalah ketika Anda gesek, kemudian Anda mendapat kiriman berupa sebuah link yang harus Anda isi.

Ketika Anda sudah mengisinya dan mendapat approve, uang akan langsung ditransfer saat itu juga tanpa perlu si seller mengirim barang. Inilah yang dinamakan gestun online.

GM ( Gesek Marketplace )

Berbeda dengan GO, GM adalah Gesek Marketplace, artinya Anda menggesek lewat marketplace seperti bukal*pak, tokop*dia atau marketplace lain.

Jadi seolah-olah kita membeli barang ke seller, tetapi bedanya ketika kita bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit, seller akan mengirim barang melalui kurir.

Artinya Anda terima uang setelah paket sampai ke tempat Anda, kemudian baru Anda konfirmasi bahwa barang sudah diterima.

CO ( Cicilan Online )

Saat Anda memanfaatkan cicilan 0% di bukal*pak atau sebagainya, kita mengistilahkannya sebagai Cicilan Online.

Inilah bahasa yang kita buat sendiri, tujuannya agar seseorang tidak salah kaprah, sebab ketika orang berbicara mengenai gestun online, terkadang setiap orang memiliki presepsi yang berbeda-beda, gestun tok*pedia merubah cicilan diartikan sebagai gestun online, gestun lewat tokop*dia dianggap gestun online.

Maka dari itu kita membuat istilah sendiri yang mudah untuk dipahami banyak orang.

(Untuk step kedua dan ketiga tunggu di artikel berikutnya)

Share if you like this. 🙂

Tentang Gesek Tunai dari Segi Pebisnis dan Konsumen

Tentang Gesek Tunai dari Segi Pebisnis dan Konsumen

Kali ini Saya akan sharing mengenai cara bergesek tunai yang baik dan benar serta menjelaskan apa keunggulan dan kekurangan dari segi seorang pebisnis gestun (gesek tunai) maupun dari segi seorang customer.

Saat ini Saya melihat tidak sedikit orang hanya sibuk mencari-cari tempat gestun yang termurah.

Nah, kalau kita berbicara mengenai gestun murah maka inti sebenarnya hanya satu, kalau murah biasanya tidak memiliki banyak variasi dan jika bervariasi maka harganya tentu tidak murah.

Gestun sendiri mempunyai 2 tipe, gestun yang mengutamakan harga dan gestun yang mengutamakan kualitas.

Dengan begitu otomatis akan ada 2 pasar yang berbeda bukan?

Gestun yang mengutamakan harga biasanya pada kartel-kartel yang ada di pinggir jalan.

Saya sebagai pengajar selalu mengajarkan kepada murid-murid Saya di kelas Gesek Tunai Revolution untuk lebih mengutamakan kualitas.

Saat ini beberapa bank sudah mulai menurunkan rate MDR (Merchant Discount Rate) tentunya dengan beberapa syarat dan ketentuan.

Misalnya dalam tabungan harus ada endapan senilai beberapa ratus juta, kemudian harus ada deposito dan mungkin syarat-syarat lainnya.

 

Seseorang kemudian membuat satu mesin EDC.

Dikarenakan adanya endapan modal, maka otomatis pebisnis gestun akan menggenjot dengan harga yang relatif murah untuk menarik konsumen.

Biasanya dalam bisnisnya ia mempunyai target, misalnya dalam satu hari harus bertransaksi sebesar Rp 500.000.000,- dalam satu mesin EDC.

Kenapa ?

Sebab jika EDC tersebut pemakaiannya hanya 100 – 200 juta saja, maka ia akan mengalami kerugian, sebab nilai tersebut tidak sebanding dengan nilai modal endapan yang ada pada perbankan.

Sekarang kita akan berbicara dari segi seorang customer.

Apakah gestun murah itu selalu bagus?

Jika dari sisi perhitungan selisih uang sudah pasti bagus.

Dimana-mana yang murah berarti mengeluarkan uang lebih sedikit daripada yang mahal.

Tetapi Anda harus berhati-hati, terkadang banyak dari kita mencari gestun yang murah ibaratnya sampai harus keliling Jakarta.

Misalnya Anda dari Jakarta Barat mendapatkan gestun murah di Jakarta Selatan.

Memang benar Anda berhasil mendapatkan gestun dengan rate rendah, tetapi Anda lupa memperhitungkan waktu serta biaya transportasi yang sudah Anda keluarkan.

Bisa jadi jika dihitung secara global, Anda justru malah rugi.

Selanjutnya jika Anda bergestun di EDC yang murah, biasanya EDC tersebut EDC yang “diperkosa”.

Artinya satu EDC di gesek di atas 100 sampai 300 juta, bahkan bisa mencapai 500 juta.

Perlu Anda ketahui bahwa EDC yang normal sekarang sudah dibatasi.

Masalahnya adalah ketika Anda sudah mulai dicurigai melakukan gesek tunai, maka kerugian yang Anda dapatkan bermacam-macam.

Pertama, limit Anda akan susah naik

Rata-rata jika limit Anda susah naik, biasanya dikarenakan Anda sering gesek tunai di tempat yang “jorok”, sebab bank sudah mengindikasikan Anda telah bergestun.

Yang kedua, hal yang mulai diterapkan oleh beberapa bank.

Saya melihat beberapa bank menolak formulir aplikasi, artinya ketika Anda ditolak saat apply kartu bisa jadi alasannya karena kartu referensi sudah terindikasi gesek tunai.

Dan yang ketiga, ketika Anda sering melakukan gestun, maka ada kemungkinan kartu Anda akan diblokir secara sepihak, meskipun kemungkinannya masih kecil.

Itulah kerugian-kerugian yang Anda dapat jika Anda mencari EDC murah dan abal-abal.

Saya selalu mengajarkan kepada murid-murid di kelas Gesek Tunai Revolution untuk menjaga EDC.

Kita harus selalu menjaga performa seperti tidak diperbolehkannya transaksi lebih dari Rp 50.000.000,- dalam sehari.

Jadi dalam hal ini kita sudah memiliki parameter supaya EDC-EDC kita dapat terlindung dan tidak terindikasi gestun.

Jika Anda bergestun di tempat seperti ini, maka Anda tidak akan terdeteksi telah melakukan gestun sebab transaksinya memiliki batasan.

Jadi jika Anda mencari gestun yang baik, tidak menutup kemungkinan limit Anda nantinya bisa naik.

Nah, dikarenakan perhari kita membatasi tranksasi, otomatis para pebisnis gestun yang seperti ini tidak akan bisa memberikan harga yang murah.

Seperti bisnis gestun Saya di Malang, Saya memberi fix harga sebesar 2,5%, jika gesek sekarang cair besok sebesar 2,3%.

Sebab sebagai seorang pengajar dan seorang pebisnis gestun, Saya ingin agar kita sebagai pebisnis dan konsumen bisa merasa aman, dari sisi Anda aman dan dari sisi Saya pun juga aman.

Dalam Transaksi Gestun, Bank Tidak Dirugikan

Lalu Kenapa Dilarang?

Saya jelaskan bahwa cara pandangnya tidak terletak pada rugi tidaknya pihak bank, melainkan dari sisi transaksi gestun yang over.

Karena transaksi gestun yang berlebihan, cenderung akan dicurigai sebagai perbuatan money laundry atau istilahnya pencucian uang.

Jadi letak pasal dan undang-undang sebenarnya ada disana.

Atau Sebab lain Bank Indonesia dan bank penerbit kartu kredit melarang adanya gestun adalah karena mereka mempunyai produk sendiri berupa tarik tunai via ATM.

Ketika Anda melakukan tarik tunai via ATM, Anda akan dikenakan 2 biaya sekaligus, yaitu biaya tarik tunai senilai 4% dan biaya bunga berjalan sebesar 2,25%.

Jadi jika dihitung satu bulan penuh, maka totalnya sebesar 6,25%.

Artinya bila dibandingkan dengan tarik tunai ATM, gesek tunai jauh lebih murah sebab Anda hanya mendapatkan rate sebesar 2,3 hingga 2,5% saja.

Intinya dari sisi hukum tidak ada larangan

Buktinya Saya masih bebas, bisnis masih lancar

Saya pun masih bisa jalan-jalan walaupun Saya mengajar ilmu yang katanya dilarang 🙂

Share if you like this. 🙂

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds